Anda di halaman 1dari 29

TUGAS BESAR STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR III

DESAIN RESORT SITU RAWA BINONG – KAB. BEKASI

Trias Pamungkas
321710065

STUPA III
HASIL SURVEY
LAPANGAN
SEJARAH SITU RAWA BINONG

Situ Rawa Binong, diperkirakan dibuat sekitar tahun 1917, penelitian Dr. Amy Meutia dari LIPI khusus meneliti
situ-situ di Jabodetabek membeberkan "Situ ini diperkirakan dibuat tahun 1917, ini terbukti dari penelitian kami
diantaranya peta kawasan Situ Binong, pada tahun 1905-1910 tidak ada Situ Binong di peta, pun sama era tahun 1910
hingga 1915 belum muncul adanya Situ Binong di peta, barulah pada peta era tahun 1915 hingga 1920 sudah ada Situ
Binong di peta buatan Belanda, kami mendapatkan peta-peta ini dengan cara mendatangi langsung ke Belanda"
bebernya. Amy menjelaskan, kesimpulan 1917 didapat dari hasil studi dan wawancara langsung ke keturunan-
keturunannya yang masih ada hingga saat ini.

Lebih lanjut Amy menjelaskan di jaman modern seperti ini, hanya Situ Binong yang masih terjaga keaslian,
kelestarian dan budayanya, Situ Binong begitu 'dihormati" dan dihargai keberadaannya oleh masyarakat disini, bahkan
hingga menggelar tradisi hajat bumi "Saya tidak menemukan tradisi semacam ini di situ-situ lain di Jabodetabek,
kebanyakan dari situ-situ itu sudah tidak terawat dan masyarakatnya masa bodoh dengan situnya" tambah Amy yang
sudah meneliti Situ Binong sejak 2013.

Masyarakat Hegarmukti bersuka cita dan bahu-membahu menyiapkan tradisi karuhun Ki Buyut Same'an yang
sudah berusia 98 tahun ini, bapak-bapak menyiapkan gapura, panggung, tenda, umbul-umbul, dan lainnya, sementara
ibu-ibunya menyiapkan sesajian dan makanan serta minuman untuk hajat bumi dan pesta rakyat. Begitu penuh
kesehajaan dan kental dengan tradisi Sunda.

STUPA III
PERATURAN DAERAH KAB. BEKASI
BIDANG PARIWISATA
BUPATI BEKASI PROVINSI JAWA BARAT BAB III
PERATURAN DAERAH KABUPATEN BEKASI PRINSIP PENYELENGGARAAN KEPARIWISATAAN
NOMOR 3 TAHUN 2016 TENTANG
PASAL 5
PENYELENGGARAAN KEPARIWISATAAN
Penyelenggaraan kepariwisataan diselenggarakan Kepariwisataan diselenggarakan dengan prinsip:
berdasarkan asas :
➢ Menjunjung tinggi norma agama dan nilai budaya sebagai
➢ Manfaat - Kesatuan
➢ Kekeluargaan - Partisipatif pengejawantahan dari konsep hidup dalam keseimbangan
➢ Adil dan merata - Berkelanjutan hubungan antara manusia dan Tuhan Yang Maha Esa, hubungan
➢ Keseimbangan - Demokratis
➢ Kemandirian - Kesetaraan antara manusia dan sesama manusia, dan hubungan antara manusia
➢ Kelestarian dan lingkungan;
➢ Menjunjung tinggi hak asasi manusia, keragaman budaya, dan
PASAL 3
kearifan lokal;
Penyelenggaraan Kepariwisataan berfungsi memenuhi
kebutuhan jasmani, rohani dan intelektual setiap wisatawan ➢ Memberi manfaat untuk kesejahteraan rakyat, keadilan,
dengan rekreasi dan perjalanan serta meningkatkan kesetaraan, dan proporsionalitas;
pendapatan daerah untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat.
➢ Memelihara kelestarian alam dan lingkungan hidup;
PASAL 4 ➢ Menjamin keterpaduan antarsektor, antardaerah, antara pusat
Kepariwisataan bertujuan untuk : dan daerah yang merupakan satu kesatuan sistemik dalam
➢ Meningkatkan pertumbuhan ekonomi; kerangka otonomi daerah, serta keterpaduan antarpemangku
➢ Meningkatkan kesejahteraan rakyat;
➢ Melestarikan alam, lingkungan dan sumber daya; kepentingan;
➢ Memajukan kebudayaan; ➢ Memberdayakan masyarakat setempat;
➢ Memperluas dan memeratakan kesempatan berusaha dan
lapangan kerja; ➢ Mematuhi kode etik kepariwisataan dunia dan kesepakatan
➢ Memupuk rasa cinta serta kebanggaan terhadap tanah air guna internasional dalam bidang pariwisata; dan
meningkatkan persahabatan antar daerah dan bangsa;
➢ Mmengangkat citra daerah ➢ Memperkukuh keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

STUPA III
MASALAH & PENYELESAIAN SITU RAWA BINONG

No. Permasalahan Solusi


1. Akses masuk Pembuatan akses masuk yang
strategis dan dekat dengan jalan
utama lalu lintas dengan ukuran
jalan yang lebih lebar.
2. Penataan dan perawatan Menata lokasi bangunan dan
bangunan fasilitas umum yang bisa dijangkau
dengan mudah. Perawatan fasilitas
seperti kebersihan, alat-alat umum
dan lain-lain.
3. Fasilitas yang kurang Menambah fasilitas umum
sehingga memudahkan para
wisatawan.
4. Sampah yang tidak teratur Memperbanyak tempat
pembuangan sampah dan
dibuatnya larangan membuang
sampah sembarangan.
5. Kondisi lingkungan dan Membasmi tanaman liar yang tidak
tanaman liar teratur. Dan membuat taman/kebun
bungan yang memiliki manfaat dan
nilai tambah bagi rawa binong.
6. Sistem Penerangan Menambah sistem penerangan,
Sumber : Foto Pribadi untuk jalan dan untuk fasilitas
umum.

STUPA III
FASILITAS YANG HARUS DIPERHATIKAN

Dari hasil survei lapangan yang dilakukan kelompok, terdapat


beberapa fasilitas yang harus dibenahi dan ditambahkan pada
Situ rawa Binong demi kenyamanan wisatawan, antara lain:
➢ Toko Oleh-Oleh
➢ Toilet Di harapkan bias menjadi solusi untuk warga sekitar
Tidak harus mewah asal bersih dan wangi. berkontribusi di dalam wisata tersebut.

➢ Gazebo ➢ Mushola
T e m p a t s a n t a i y a n g nyaman dengan kesejukan dan Untuk menyediakan kebutuhan wisatawan muslim.
kebersihannya
➢ Angkutan Umum
➢ Ruang Terbuka Hijau (RTH) Sebagai salah satu akses yang memudahkan
Ruang Terbuka Hijau di area-area tertentu wisatawan menuju lokasi
bisa menjaga kesejukan dan sirkulasi udara.
➢ Tempat Sampah
➢ Akses Jalan Menempatkan sejumlah tempat sampah yg merata di
Jalan digunakan untuk akses menuju lokasi resort, seluruh area Situ Rawa Binong
harus di desain se-baik mungkin karena untuk
kenyamanan dan keamanan pengunjung. ➢ Aturan & Sanksi Tegas
Untuk menjaga fasilitas yang telah disediakan.
➢ Tempat Makan
Tempat makan yang menambah nilai kenyamanan dan
keamanan pengunjung dan memiliki daya tarik
tersendiri.

➢ Tempat Penginapan
Guna menambah daya tarik wisatawan, disediakan
tempat untuk beristirahat yang nyaman dan sesuai
kebutuhan wisatawan.

➢ Tempat Parkir
Diharapkan bisa menjadi salah satu solusi agar tidak
terjadi kesemrawutan dikarenakan parkir liar.
Contoh fasilitas yang harus ditambahkan

STUPA III
EVENT SITU RAWA BINONG

Hajat Bumi

Hajata Bumi dan Pesta Rakyat Situ Rawa Binong :


Lomba melukis Danau Hajat Bumi & Pesta Rakyat Situ Rawa Binong adalah
kegiatan rutin tahunan masyarakat sekitaran Situ Rawa
Binong, Desa Hegarmukti, Cikarang Pusat, Kab. Bekasi
sebagai upaya menjaga tradisi karuhun dan wujud syukur.
➢ Hajat Bumi & Pesta rakyat Rawa binong sudah di
gelar sejak 100 tahun lalu di pelataran leluhur Ki
Buyut Same’an yang pertama kali membendung Situ
Rawa Binong.
➢ Proses yang di gelar diantaranya sedekah bumi,
ngawinkeun cai, nyebar bibit lauk.
➢ Sesajen yang di suguhkan dipercaya dapat
Lomba Mancing mengandung berkah dan dapat menimbulkan energi
positif, sementara beberapa makanan dan hasil bumi
Senam Sehat Minggu Pagi lainnya di lepaskan di tengah danau ( ngelaru).

Sumber : Foto Pribadi

STUPA III
DATA EXISTING SITU RAWA BINONG

Bukit Samping Rawa Akses Masuk Lokasi Pedagang Sekitar Lokasi

Rumah Warga Taman Mushola

Sumber : Foto Pribadi

STUPA III
DATA EXISTING SITU RAWA BINONG

Bendungan Gapura Masuk Tempat Wisata


Sumber : Foto Pribadi

Area Pertanian Warga Salah Satu Wahana Bermain

Rawa

STUPA III
KONSEP
PERANCANGAN
DEFINISI & KARAKTERISTIK RESORT

Menurut Coltmant (1895:95) mengungkapkan bahwa resort yang banyak dijumpai pada daerah tujuan tidak lagi diperuntukan
bagi orang-orang yang singgah untuk sementara. Resort didesain untuk para wisatawan yang berekreasi. Resort ini dapat berupa
serort yang sederhana dan sampai resort mewah, dan dapat mengakomodir berbagai kebutuhan mulai dari keluarga bahkan
sampai kebutuhan bisnis. Resort biasanya berada pada tempat-tempat yang dilatar belakangi oleh keadaan alam pantai, atau
dilokasi diamana fasilitas seperti lapangan golf dan lapangan tenis disediakan.

Faktor Penyebab Timbulnya Resort : Karakteristik Resort :


Menurut Kurniasih (2006) timbulnya resort disebabkan oleh Menurut Kurniasih (2006) resort memiliki
faktor-faktor berikut: karakteristik sebagai berikut:
➢ Kebutuhan manusia akan rekreasi ➢ Lokasi
Manusia pada umumnya cenderung membutuhkan rekreasi Umumnya berlokasi di tempat-tempat
untuk dapat bersantai dan menghilangkan kejenuhan yang berpemandangan indah, pegunungan, tepi pantai dan
diakibatkan oleh aktivitas mereka. sebagainya,
➢ Kesehatan ➢ Fasilitas
Gejala-gejala stress dapat timbul akibat pekerjaan yang
melelahkan sehingga dapat mempengaruhi kesehatan tubuh Motivasi pengunjung untuk bersenang-senang
manusia. Untuk dapat memulihkan kesehatan baik para pekerja dengan mengisi waktu luang menuntut ketersedianya
maupun para manula membutuhkan kesegaran jiwa dan raga yang fasilitas pokok serta fasilitas rekreatif indoor dan
dapat diperoleh di tempat berhawa sejuk dan berpemandangan outdoor.
indah yang disertai dengan akomodasi penginapan sebagai sarana ➢ Arsitektur & Nuansa
peristirahatan. Wisatawan yang berkunjung ke resort cenderung
➢ Keinginan menikmati Potensi Alam mencari akomodasi dengan arsitektur dan suasana
Keberadaan potensi alam yang indah dan sejuk sangat sulit yang khusus dan berbeda dengan jenis penginapan
didapatkan di daerah perkotaan yang penuh sesak dan polusi lainnya.
udara. Dengan demikian keinginan masyarakat perkotaan untuk ➢ Segmen pasar
menikmati potensi alam menjadi permasalahan, oleh sebab itu
resort menawarkan pemandangan alam yang indah dan sejuk Sasaran yang ingin dijangkau adalah wisatawan /
sehingga dapta dinikmati oleh pengunjung ataupun pengguna pengunjung yang ingin berlibur, bersenang-senang,
resort tersebut. menikmati pemandangan alam.

STUPA III
FASILITAS RESORT

Fasilitas Utama : 3. Kamar Resort


Berdasarkan keputusan Dirjen Pariwisata No.14/U/11/88 Merupakan fasilitas utama untuk penjualan dan
tentang pelaksanaan ketentuan usaha dan penggolongan resort. penyewaan kamar. Berbagai tipe kamar dan berbagai
Dapat dijelaskan pada klasifikasi standar dibawah ini: fasilitas yang terdapat di dalamnya. contoh-contoh
kamar sesuai klasifikasinya menurut Agustinus Darsono
1) Resort bintang satu: minimal 20 kamar (2011:52) sebagai berikut:
2) Resort bintang dua: minimal 20 kamar ➢ Single room : Tempat tidur untuk satu orang tamu.
3) Resort bintang tiga: minimal 30 kamar ➢ Twin room : Tempat tidur untuk dua orang tamu.
➢ Triple room : Tempat tidur double jenis queen dengan
4) Resort bintang empat: minimal 50 kamar satu tempat tidur tambahan untuk tiga orang tamu.
5) Resort bintang lima: minimal 100 kamar ➢ Superior room : Jenis kamar tamu yang cukup mewah
6) Resort bintang lima+diamond. Resort dengan kualitas lebih dilengkapi satu double bed jenis queen atau twiin bed.
➢ Suite room : Jenis kamar tamu mewah yang dilengkapi
baik dari resort bintang lima. beberapa kamar tamu, ruang makan, dapur kecil dan
Secara umum fasilitas yang dapat dijumpai dalam sebuah resort kamar tidur dengan sebuah king bed.
berstandar yaitu:
2. Restoran
1. Area Parkir Merupakan tempat penjualan makanan atau
Area parkir berlokasi didepan pintu masuk lobby resort. Area minuman.Berbagai macam jenis restaurant disugukan
ini harus mampu menampung kendaraan tamu sesuai kebutuhan untuk memenuhi kebetuhan tamu.
para pengunjung yang datang ke tempat rekreasi, pada umumnya
menggunakan beberapa macam jenis kendaraan umum maupun 2. Meeting Room
pribadi. Adalah tempat yang disewakan untuk berbagai macam
2. Lobby Resort kebutuhan seperti meeting, rapat, seminar dan lain
sebagainya.
Merupakan sebuah area dimana tamu yang datang akan
melakukan registrasi, sebuah area dimana tamu resort satu 2. Entertainment & Sport Area
bertemu dengan tamu resort lainnya dan dimana tamu melakukan Merupakan fasilitas yang ditawarkan kepada tamu yang
proses keberangkatan (check-out) dari resort. ingin mendapatkan hiburan (music dan pertunjukan
lainnya) dan rekreasi.

STUPA III
IDE / TEMA PERANCANGAN

Arsitektur bambu adalah membuat desain bangunan dan konstruksi dengan material bambu. Dewasa ini desain bangunan
dengan menggunakan material bambu sangat marak dan menarik untuk diimplementasikan dalam arsitektur bangunan. Bambu
digunakan karena mudah didapat, banyak tersedia di alam, pertumbuhannya cepat, murah, ramah lingkungan, dan bisa
menghasilkan desain yang variatif karena mudah disesuaikan dengan banyak bentuk karena sifatnya fleksibel atau lentur. Bambu
merupakan material berkelanjutan (sustainable) karena dapat diperbaharui. Pertumbuhannya jauh lebih cepat dibandingkan kayu,
dapat didaur ulang karena nilai gunanya tidak terbatas, dan membutuhkan energi yang lebih sedikit dari beton dan kayu dalam
memproduksinya. Bambu juga bisa kuat dan tahan lama karena ada banyak cara pengawetan bambu yang mudah untuk dilakukan.
Kekuatan bambu bahkan lebih baik dari kayu.
Penerapan Tema Terhadap Objek Rancangan :
Karena tema perancangan yang digunakan adalah Arsitektur Bambu maka yang utama dari penerapan tema ini adalah:

➢ Aplikasi material
Objek rancangan pastilah menggunakan bambu / buluh sebagai material utama dan menggunakan ijuk, rotan, paku,
mur, baut, atau baja sebagai sambungan.

➢ Bentuk massa
Berdasarkan sifat bambu yang lentur, bentuk yang dihasilkan bervariatif, biasanya bentuk yang didapat adalah dari
kombinasi bentukan bulat dan cembung /cekung, kombinasi bulat dan persegi, kombinasi bulat dan segitiga. Namun,
untuk massa Papendangan akan dominan menggunakan bentuk bulat yang dimodifikasi tanpa bentukan kaku seperti
persegi dan segitiga.

Pembentukan ruang dibagi atas dua yaitu :


1. Pembentukan ruang dengan dinding.
2. Pembentukan ruang tanpa dinding

STUPA III
STUDI BANDING

1. Ayer Island Resort & Cottage


Ayer Island resort adalah satu resort peristirahatan yang terkenal di Pulau
Seribu Jakarta dengan sebutan “Mutiara Kepulauan Seribu”. Resort ini
dikembangkan sejak tahun 1950 dan merupakan tempat peristirahatan favorit
presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno.
Ayer Island resort menyajikan fasilitas resort dan cottage yang dibuat dengan
ukiran nuansa suku Asmat Papua. Semua fasilitas cottage di resort ini diberi
nama suku yang ada di Papua seperti Oshibi, Fakfak, dan lain-lain.
➢ Fasilitas Akomodasi
Pulau Ayer Resort menawarkan cottage dengan pilihan kategori dan lokasi
yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung. Total akomodasi cottage
yang terdapat di resort Pulau Seribu ini berjumlah 57 unit tipe cottage dan
hotel, dengan jumlah total 66 kamar.
➢ Fasilitas penunjang
Tipe Cottage Pulau Ayer Resort
a. Restaurant
a. Floating cottage: tipe VIP,Family, Standard
b. Ruang Meeting
b. Land Cottage: tipe VIP, Family, Standard
c. Ruang Karaoke
c. Bungalow Cendrawasih
d. Souvenir Shop, Drugstore
➢ Fasilitas rekreasi e. Panggung acara
a. Jetski f. Taman
b. Banana Boat g. Jogging track
c. Canoe h. Children Playground
d. Surf Bike i. Dermaga pancing
j. Swimming pool
k. Dermaga
l. Lapangan Basket Sumber: http://pulauayer.blogspot.co.id
m. Volley Pantai

STUPA III
STUDI BANDING

2. Lily Beach Resort and Spa, Maldives


Lily Beach resort berada di Kepulauan Maladewa, tepatnya di kawasan timur
kepulauan Maladewa atau sebelah selatan dari Ari Atol. Waktu tempuh dengan
menggunakan shapeplane yaitu 25 menit atau 80 km dari Male, ibukota
Maladewa. Luas daratan Lily Beach adalah sekitar 66 km2.
➢ Fasilitas Akomodasi
Lily Resort memiliki 119 kamar yang teridiri dari :
1) Sunset Water Suite : 4 kamar , 78 m2
2) Beach Villa : memiliki 57 kamar dengan luas 80 m2
3) Beach Family Villa : 6 kamar dengan luas 136 m2
4) Lagoon Villa : memiliki 16 kamar dengan luas 59 m2
5) Deluxe Water Villa : 36 kamar dengan luas 45 m2
➢ Fasilitas Rekreasi
➢ Fasilitas Penunjang
1) Fitness centre
Fasilitas penunjang yang dimiliki Lily Beach Resort adalah :
2) Tennis court with floodlit
1) Semi-open main restaurant, Lily Maa.
3) Beach volleyball
2) 1 a-la-carte restaurant, Tamarind
4) Table tennis and billiard
3) Pavilions of the spa sebanyak 6 buah
5) Dart
4) Bar
6) Windsurfing
5) 2 kolam renang dan kolam renang anak yang terpisah
7) Atamaran sailing
6) Butik
8) Kayanking
7) Perpustakaan
9) Sunset fishing
8) CD/DVD rental dan free internet access wireless LAN
10) Wakerboarding
9) Taman bermain anak
11) Banana boat
10) Hospital ward
Sumber : www.lilybeachmaldives.com

STUPA III
STUDI BANDING

3. Eco Resort, Misool


Raja Ampat, atau Empat Raja, adalah sebuah kepulauan yang terdiri lebih
dari 1.500 pulau-pulau kecil, gundukan, dan beting sekitar empat pulau utama
Batanta , Salawati, Misool, Waigeo, dan pulau kecil dari Kofiau. Kawasan ini
berpusat pada daerah batbitim yang memiliki Villa Resort dengan sistem eco-
resort, pembangunan bersahabat dengan alam.
➢ Fasilitas Akomodasi
Misool Eco Resort memiliki 11 kamar yang terbagi 2 tipe, yaitu : 8 Water
Villa 80 m2 dan 3 Villa Tabisasu 120 m2.
1) Water Villa untuk 1-2 orang
1 Double bedroom, 1 Bathroom (ensuite), 1 sofabed, 1 baby cot/crib
(onreq).
2) Villa Tabisasu untuk 1-3 orang
1 Double bedroom, 1 Bathroom (ensuite), 1 sofabed , 1 Living room, 1 baby
cot/crib (onreq).
➢ Fasilitas rekreasi
1) Diving
2) Windsurfing
3) Penanaman Terumbu Karang
4) Island Tour
➢ Fasilitas penunjang
1) Restoran
2) Open Lounge
3) Dive Centre
Sumber : www.rajaampatdiveresort.com
4) House reef
5) Swimming Hole

STUPA III
ANALISIS LOKASI PERANCANGAN

Lokasi :
Jl. Danau Situ Binong (6o20’34” - 6o20’50” S
dan 107o11’67” - 107o10'50" E) terletak di Desa
Hegarmukti, Kecamatan Cikarang Pusat, kab.
Bekasi, Jawa Barat.
Luas Lahan : ± 36Ha (Awal)
Luas Lahan : ± 6Ha (Sekarang)
Ketinggian : 37 MDPL
Batas Timur : Jalan Tol
Cikarang pusat

KARAKTER LOKASI
KAB. BEKASI
● PANAS
● PADAT
● BERKEMBANG
● MACET
● METROPOLIS

STUPA III
ANALISIS LOKASI PERANCANGAN

Berdasarkan peraturan pemerintah daerah Kabupaten Bekasi tentang


Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) tahun 2011-2031, Situ Rawa Binong
berada pada kab. Bekasi bagian selatan (WP II) dimana termasuk dalam
Wilayah Pengembangan untuk Pusat Pemerintahan, Industri, Perumahan,
Pemukiman Skala Besar, Pertanian dan Pariwisata.

Sarana & Prasarana Sekitar Situ Rawa Binong :


➢ Perumahan/Rumah Tinggal
Disekitar lokasi Situ Rawa Binong sudah banyak dijumpai pemukiman
warga.
➢ Penerangan Listrik
Sarana listrik yang digunakan oleh masyarakat di sekitar Situ Rawa
Binong bersumber dari PLN yang sudah disediakan oleh pemerintah.
➢ Sarana Air bersih
Air bersih bersumber dari air baku dan PDAM.
➢ Sarana Komunikasi

Sebagaimana fungsi resort sebagai Sarana komunikasi masyarakat melalui telepon seluler dan telepon
satelit
sarana akomodasi bagi wisatawan, maka
➢ Sarana Jalan
penempatan lokasi diharapkan mampu Dibagian timur berbatasan langsung dengan Jalan Tol Cikarang Pusat,
menunjang kegiatan wisata dan juga menjadi namun untuk akses dari arah yang lainnya masih harus banyak diperbaiki.
sarana hiburan di Kab. Bekasi. ➢ Jaringan Pembungan Sampah
Sistem pembuangan sampah dilakukan dengan cara pembakaran yang
dilakukan secara berkala oleh masyarakat.

STUPA III
ANALISIS TAPAK

1. Topografi 2. Aksesbilitas dan Sirkulasi


Kondisi topografi Situ Rawa Binong tidak terlalu berkontur pada A. Aksesbilitas
bagian daratan. Ketinggian daratan diukur dari permukaan laut dangkal Akses utama untuk mengunjungi Situ Rawa
berada pada ketinggian 37 Meter. Binong dari pusat kota Kab. Bekasi dapat dicapai
dengan menggunakan kendaraan pribadi (roda 2
dan roda 4) dengan waktu ± 15 menit.
B. Sirkulasi
Sirkulasi pada perancangan terbagi menjadi 2,
yaitu sirkulasi kendaraan dan pejalan kaki.
Kendaraan menggunakan jalan pekerasan yang
terdapat pada tapak dan pada area parkir. Untuk
pejalan kaki menggunakan trotoar, jalan setapak
serta area terbuka.
3. Arah pandang / View
Pada tapak perancangan di Situ Rawa Binong, memiliki view bukit
yang terletak disebelah selatan rawa (namun masih satu wilayah
dengan Situ Rawa Binong) dan daratan. View tapak dari berbagai arah
masing-masing memiliki potensi yang baik.

Sumber : Foto Pribadi

STUPA III
ANALISIS TAPAK

4. Kebisingan / Noise 5. Orientasi Matahari


Berdasarkan hasil pengamatan, maka diketahui bahwa sumber Cahaya matahari sangat berpengaruh dalam
kebisingan tinggi berasal dari Jalan Tol yang berbatasan langsung pada kenyamanan manusia, cahaya matahari dapat
bagian timur. dimanfaatkan sebagai sumber pencahayaan alami
tetapi juga dapat memberikan dampak negatif bagi
manusia. Konsep terhadap orientasi matahari
berperan penting dalam penentuan tata letak
bangunan, pada perancangan ini sangat diperlukan
dalam penerapan pencahayaan alami untuk
megurangi penggunaan pencahayaan buatan.
Penggunaan pencahayaan buatan sangat terbatas
pada lokasi perancangan sehingga pencahayaan
alami sangat dibutuhkan pada siang hari. Analisis
matahari berpengaruh pada perancangan yang
berkaitan dengan tingkat kenyamanan pengunjung
resort. Cahaya matahari pukul 07.00 - 10.00
Sumber : Foto Pribadi sangat bermanfaat bagi kesehatan, sedangkan
pukul 11.00 - 15.00 cahaya matahari cenderung di
hindari karena mengandung pancaran radiasi.
6. Analisis Fungsi
1 2 . 0 0 WIB
Berdasarkan aktivitas, maka fasilitas Resort memberikan berbagai
jenis pelayanan yang terbagi menjadi 3 kebutuhan, yaitu kebutuhan
primer, sekunder dan tersier.
a. Fungsi primer merupakan fungsi utama dari bangunan.
1) Hunian
2) Hiburan dan Rekreasi
b. Fungsi sekunder, diantaranya : c. Fungsi tersier, diantaranya :
0 6 . 0 0 WIB
1) Adminsitrasi 1) Pelayanan Servis
2) Pelayanan komsersial. 1 8 . 0 0 WIB
3) Promosi

STUPA III
ANALISIS TAPAK

7. Tata Massa Bangunan 9. Aktivitas dan Ruang


Penataan massa bangunan merupakan aspek penting dalam Hubungan pelaku terhadap fungsi ruang dan
menentukan pola perletakan bangunan, konsep tata massa bangunan aktivitas yang dilakukan, sehingga dapat
adalah sebagai berikut : dikelompokkan menjadi beberapa kelompok yang
a. Pola Linier meliputi :
Ada beberapa jenis pola tata massa linier salah satunya adalah pola a. Pengunjung
linier menerus, deretan ruang-ruang yang berulang yang memiliki satu adalah salah satu aspek terpenting bagi
titik arah. kemajuan pariwisata. Pengunjung dapat dibagi
menjadi beberapa macam diantaranya :
1) Pengunjung umum yang datang untuk
menggunakan fasilitas umum disediakan, yaitu :
restauran, gazebo, masjid, dll.
2) Pengunjung khusus yang datang untuk menginap
(Gambar Pola Linier) di resort dan menikmati fasilitas resort yang
disediakan.
- Kelebihan : jelas dan terarah, mudah dalam pencapaian ke bangunan
dan mudah dalam penpengkalsifikasian fungsi di dalam bangunan. b. Pengelola aktivitas
1) Pengelola resort yang mencakup seluruh aspek-
- Kekurangan : kurang efisien karena membutuhkan banyak ruang
aspek didalamnya salah satunya tata usaha.
2) Pengelola kamar resort yaitu mendata jumlah
8. Bentuk resort yang tersedia, mengecek fasilitas setiap
kamar yang disesuaikan dengan tipe resort.
Konsep bentuk dan penampilan bangunan sangat berpengaruh dalam
melakukan perancangan bangunan seperti Resort dimana bentuk dan 3) Pengelola fasilitas resort terbagi menjadi :
karakter bangunan akan mempengaruhi nilai jual pada bangunan a) Restaurant
tersebut. Konsep bentuk perancangan Resort Situ rawa Binong, yaitu
b) Dive center
mengambil bentuk dari rumah adat Sunda.
c) Fasilitas olahraga
d) Kolam renang
e) Taman dll.

STUPA III
ANALISIS TAPAK
➢ Tabel analisis aktifitas pelaku kegiatan dan kebutuhan ruang

NO PELAKU AKTIFITAS RUANG 6 Manager keuangan Mengatur dan mengelola Ruang


1 Pengunjung Datang ke lokasi dengan Tempat Parkir (MK) keuangan manager
kendaraan/fasilitas milik keuangan
Resort 7 Staff manager Membantu manager Ruang staff
keuangan keuangan maneger
Menunggu -Mengantri Lobby, keuangan
untuk chek in/ check out Reseptionis
8 Manager pemasaran Mengatur promosi resort Ruang
Beristirhat, menginap, Resort kepada masyrakat manager
menonton, membaca, pemasaran
bersantai 9 Staff manager Membantu manager Ruang staff
pemasaran pemasaran manager
Berolahraga Jogging track, pemasaran
lapangan
olahraga 10 Bagian keamanan Menjaga keamanan Ruang security
internal
11 Bagian Perlengkapan Menyediakan berbagai Ruang
Makan, minum, Restaurant, perlengkapan perlengkapan
bersantai, berbincang- Cafe
bincang 12 Bagian pelayanan Menyediakan kebutuhan Restaurant,
makanan dan minuman makanan dan minuman Cafe
Pengelola
2 General Manager Mengontrol, mengelola Ruang general
13 Karyawan Ganti pakaian, Istirahat, Locker, ruang
seluruh aktivitas manager,
pengunjung resort, Ruang rapat makan ganti
Mengadakan 14 Ruang penerima Menerima pengiriman Ruang istirahat
Pertemuan/rapat barang barang keperluan resort karyawan,
gudang
3 Sekertaris Membantu general Ruang asisten
Manager general 15 Area tata graha Melayani serta Laundry, dry
manager menyediakan jasa cleaning/
4 Manager Personalia Berhubungan dengan Ruang kebersihan pengering
karyawan, mengawasi manager baju, ruang
setrika
pekerjaan karyawan, Personalia
meningkatkan kualitas 16 Ruang pelayanan Shalat Masjid
dan kesejahteraan umum
karyawan, menyediakan 17 Mechanical engenering Ruang genset,
tenaga kerja Ruang PABX,
Ruang pompa,
5 Staff manager membantu manager Ruang Staff
Ruang mesin
personalia personalia manager AC, Ruang
personalia control panel,

STUPA III
ANALISIS TAPAK

10. Hubungan Ruang


a. Diagram Bubble Lobby c. Diagram Bubble Gedung Pengelola e. Diagram Bubble Ruang Terbuka

b. Diagram Bubble Gedung Serba Guna d. Diagram Bubble Cottage Resort f. Diagram Bubble Restaurant

STUPA III
ANALISIS TAPAK

11. Tata Guna Lahan 12. Angin


Konsep tata guna lahan dibagi menjadi 3 bagian utama, Lokasi perancangan merupakan kawasan dataran rendah.
sebagai berikut : Oleh karena itu pada perancangan Resort diperlukan penataan
• Area 1 dimanfaatkan sebagai area usaha yang didalamnya vegetasi sebagai pengendali, pemecah dan pengarah angin.
mencakup bangunan cottage, gedung pengelola, lobby, Pola penataan bangunan juga sangat berpengaruh dalam
restoran. sirkulasi angin, untuk memanfaatkan angin maka penggunaan
pola massa bangunan yang dipilih adalah pola linier, karena
• Area 2 dimanfaatkan sebagai area pengembangan kawasan pola ini dapat memudahkan sirkulasi angin masuk ke dalam
yang didalamnya juga terdapat sport center dan taman. bangunan.
• Area 3 akan dimanfaatkan sebagai area integrasi
pengembangan kawasan terutama dibidang UKM.

3
Sirkulasi Arah Angin

1
2

Konsep Sirkulasi Arah Angin

STUPA III
ANALISIS TAPAK

13. Material Bangunan


14. Zoning
pada perencanaan resort di Situ Rawa Binong ini
menggunakan material bambu pada hampir semua fasade Konsep penzoningan pada perancangan Resort adalah
bangunannya sesuai dengan temanya yaitu Arsitektur Bambu. sebagai berikut :
Namun, penggunaan material pada objek bangunannya akan ➢ Area privat yang merupakan area eksklusif dan digunakan
menggabungkan material dengan teknologi modern dan untuk kegiatan pribadi dimana tidak semua pengunjung
material teknologi tradisional. dapat masuk kedalamnya seperti kamar tidur tamu.
Material yang akan digunakan, yaitu : ➢ Area publik merupakan area yang terbuka untuk umum
➢ Bambu ➢ Area semi publik merupakan area transisi antara publik
Bambu akan digunakan sebagai balok, kolom, dan juga dinding. dan area privat yang dapat diakses bersama dengan
Di dalam fasade, struktur bambu akan sengaja diekspos kepentingan yang sama.
sebagai ornamen. ➢ Area servis berupa fasilitas mekanikal, gudang dan lain-
➢ Bamboo Roofing Sheets lain.

Atap bambu ini merupakan atap bambu yang telah ditindih


dengan menggunakan teknologi yang lebih modern. Atap ini
lebih tahan terhadap sinar matahari dan curah hujan
dibandingkan dengan ijuk atau jerami yang biasa disandingkan
sebagai atap bangunan bambu.
➢ Kaca Laminated
Kaca ini dihasilkan melalui proses laminasi dengan melekatkan
dua lembar kaca biasa dan menggunakan polivynil butiral film.
Kaca ini juga dapat mengurangi transmisi solar energi
sehingga memberikan kesejukan.
➢ Batu Alam
Batu alam digunakan untuk sisi dinding beton. Pemilihan
material ini mempertimbangkan sisi keindahan yang
mendukung material bambu dalam menciptakan kesan alami.
➢ Baja
Baja yang ada hanya dipakai dalam sambungan struktur bambu
saja.

STUPA III
ANALISIS TAPAK
15. Konsep Utilitas
a. Sistem penghawaan alami f. Sistem Persampahan
Penanggulangan sistem penghawaan secara alami dilakukan dengan
pengaturan layout, sistem bukaan, luas pembukaan, letak pembukaan
dan konstruksi bangunan atas dasar sifat jalan dan arus udara melalui
prinsip utama yaitu udara mengalir dengan sendirinya dari bagian-
bagian yang bertekanan tinggi kearah yang bertekanan rendah sebagai
aplikasi aliran angin. Untuk itu diperlukan penempatan bukaan-bukaan
dengan sistem mekanis agar pertukaran suhu dalam bangunan menjadi
optimal.
b. Sistem penghawaan buatan
Penanggulangan sistem penghawaan secara buatan dilakukan apabila
kondisi alami tidak mengungkinkan dengan pertimbangan:
1. Rasa kesegaran temperature pada kulit manusia tara-rata pada
perbedaan 5ºC.
2. Letak kenikmatan temperature manusia, rata-rata pada
g. Sistem Penanggulangan Kebakaran
temperature 20ºC-25 ºC, dengan kelembaban antara 45%-60%.
3. System penghawaan buatan pada hotel resort Ini untuk ruang-
ruang yang dikondisikan dengan temperature nyaman (20 ºC-25 ºC)
dengan sistem udara yang digunakan yaitu sistem AC Split.
c. Sistem pencahayaan alami
1. Pengunaan material kaca pada dinding sekaligus jadi fasad
bangunan resort demi memaksimalkan cahaya matahari.
2. Untuk mengantisipasi cahaya langsung yang masuk kedalam
bangunan secara berlebihan maka perlu penerapan shading pada
bagian yang memiliki radiasi yang tinggi.
3. Penerapan skylight pada pada bangunan demi menghemat
penggunaan pencahayaan buatan pada siang hari.
d. Sistem pencahayaan buatan
Untuk konsep pencahayaan buatan adalah penggunaan lampu dengan
tipe LED seluruh bangunan.
e. Sistem komunikasi
Sistem komunikasi yang ada dalam bangunan juga sebagai sistem
control aktifitas didalam bangunan, meliputi sistem telepon dan
Sistem Jaringan Telepon
internet.

STUPA III
ANALISIS TAPAK

h. Sistem Kelistrikan

PLN

Panel Pembagi Distribusi


Induk panel
Genset

i. Sistem Air Bersih j. Sistem Air Kotor

Tangki
PAM penampungan
air

Pompa

Meteran

STUPA III
ANALISIS TAPAK
16. Vegetasi

INPUT ANALIS IS

TUJUAN: No Nama /Fungsi Habitus Dimensi keterangan Bentuk


Untuk mendapatkan konsep
Tinggi Tajuk
perancangan landscape yang sesuai
dengan tapak, sehingga dapat 1. Palm raja Pohon 13 m • Daun tidak
berfungsi sesuai dengan • Tanaman rontok
peruntukannya, yaitu akustik alami dan hias • Dapat tumbuh
estetika. • Tanaman di tapak
pengarah • Dapat
Dasar pertimbangan: mengarahkan
• Perlunya vegetasi sebagai
tanggapan terhadap lingkungan 2. Angsana Pohon 6,5 m • Ranting
hidup dan ekosistem sekitarnya. • Tanaman panjang
• Pemanfaatan areal tak terbangun peneduh • Daun tidak
sebagai salah satu penunjang • Tanaman mudah rontok
kelancaran aktifitas dalam tepi jalan • Akar tidak
bangunan merusak
Kriteria : 3. Tanaman Perdu 1,5 m • Hidup
• Spesias tanaman sesuai dengan perdu berkelompok
peruntukannya • Tanaman • Daun halus
• Bukan merupakan tanaman telarang
pagar / • Akar tidak
(ganja, dsb)
• Aman terhadap kesehatan dan batas merusak
lingkunagan • Tanaman • Dapat tumbuh
• Dapat tumbuh dengan baik pada site hias di tapak
• Mudah didapatkan & dipelihara

STUPA III
ANALISIS TAPAK

INPUT ANALIS IS

TUJUAN:
Untuk mendapatkan konsep
No Nama / Fungsi Habitus Dimensi keterangan Bentuk
perancangan landscape yang sesuai
dengan tapak, sehingga dapat Tinggi Tajuk
berfungsi sesuai dengan
peruntukannya, yaitu akustik alami dan 4. Tanaman hias Bunga 13 m • Dimanfaatkan
estetika. • Serutan sebagai
• Palm botol tanaman
Dasar pertimbangan: hias pada
• Perlunya vegetasi sebagai landscape
tanggapan terhadap lingkungan
hidup dan ekosistem sekitarnya.
• Pemanfaatan areal tak terbangun
sebagai salah satu oenunjang 5. Tanaman Rumput 1” 10 “ • Dimanfaatkan
kelancaran aktifitas dalam penutup untuk menutup
bangunan • Tanaman permukaan
pencegah tanah dan
Kriteria : pengikisan memberi kesan
• Spesias tanaman sesuai dengan tanah hijau
peruntukannya
• Bukan merupakan tanaman telarang
(ganja, dsb)
• Aman terhadap kesehatan dan
lingkunagan
• Dapat tumbuh dengan baik pada site
• Mudah didapatkan & dipelihara

STUPA III