Anda di halaman 1dari 12

DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN LEBAK

TAHUN ANGGARAN 2019

SKPA : DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN


LEBAK

UNIT : BIDANG KESELAMATAN LALU LINTAS


DAN ANGKUTAN JALAN

PROGRAM : PROGRAM PENGENDALIAN DAN


PENGAMANAN LALU LINTAS

HASIL (OUTCOME) : PRESENTASE TERPASANGNYA PJU


SEBANYAK 100 TITIK

KEGIATAN : PENGADAAN DAN PEMELIHARAAN PJU

INDIKATOR KINERJA KEGIATAN : TERPASANGNYA PJU SEBANYAK 100 UNIT

JENIS KELUARAN (OUTPUT) : TERPASANGNYA PENERANGAN JALAN


UMUM PJU BARU AC TERSEBAR

VOLUME KELUARAN : 100 (SERATUS)

SATUAN UKUR KELUARAN : UNIT


BAB I
LATAR BELAKANG

A. Dasar Hukum
a. UU Nomor 15 Tahun 1985 tentang Ketenagakerjaan;
b. UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;
c. UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan;
d. UU Nomor 38 Tahun 2004 Tentang Jalan;
e. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahu 2004 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan
Anggaran Kementerian Negara/Lembaga;
f. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan
Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Daerah, Provinsi dan Pemerintah
Daerah Kab/Kota;
g. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 26 Tahun 2015 tentang Standar
Keselamatan Lalu Lintas;
h. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 27 Tahun 2018 Tentang Alat Penerangan
Jalan;
i. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 31 Tahun 2006 tentang Pedoman dan
Proses Perencanaan di Lingkungan Departemen Perhubungan;
j. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 49 Tahun 2008 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Panjang Departemen Perhubungan Tahun 2005- 2025;

B. Gambaran Umum
Penerangan Jalan Umum adalah Lampu yang dipasang Pemerintah Daerah/Kota
untuk kepentingan umum. PJU dipasang dan dipelihara dan dibayar rekeningnya oleh
Pemerintah Daerah/Kota sesuai dengan Kontrak yang disepakati dengan PLN.
Pengelolaan PJU sepenuhnya wewenang dan tanggung jawab Pemerintah Daerah
(Pemda setempat/Pemerintah kota) Melalui Dinas Perhubungan Kab. Lebak Instansi
tersebut mengelola PJU dari Perencanaan, Penambahan, Perluasan Pemasangan
jaringan, Pemeliharaan, Perbaikan dan Pengawasan Singkat kata Dishub Kab. Lebak
berwenang dan bertanggung jawab penuh atas PJU, mulai dari kerusakan ornamen
sampai hilang dicuri.
Dalam rangka mengsukseskan tercapainya salah satu sasaran Dinas Perhubungan
Kabupaten Lebak yaitu meningkatnya sarana dan prasarana perhubungan maka Bidang
Keselamatan Lalu Lintas ikut berperan dengan memberikan pelayanan prima dalam hal
pengadaan fasilitas perlengkapan jalan berupa Pengadaan Penerangan Jalan Umum
(PJU).
Listrik telah menjadi kebutuhan pokok bagi seluruh masyarakat tak terkecuali
masyarakat terpencil di pedesaan. Selain itu untuk peningkatan insfratuktur
ketenagalistrikan guna pemenuhan fasilitas umum juga dilakukan, salah satunya adalah
melalui Pengadaan PJU Baru yang dapat melayani hingga mendukung peningkatan
keamanan dan kenyamanan para pengguna jalan sangat penting bagi masyarakat banyak
guna menopang kemajuan perekonomian yang nantinya diharapkan dapat meningkatkan
kesejahtraan masyarakat setempat dan sekitarnya. Maka melalui dana APBD TA 2019
Dinas Perhubungan Kabupaten Lebak mendapatkan Alokasi Anggaran untuk
Pemasangan PJU Baru sebanyak 100 Titik Tersebar di Kab. Lebak.

BAB II
LOKASI KEGIATAN

A. Lokasi Kegiatan yang dilaksanakan


Kegiatan yang dilaksanakan adalah :

- Pengadaan PJU Baru AC Tersebar di Kabupaten Lebak.


B. Batasan Kegiatan
1. Lingkup Kegiatan
Lingkup Kegiatan dalam Pengadaan Material PJU Baru Di Kabupaten Lebak
diantaranya harus ada gambar kerja, rincian penawaran, dan lain sebagainya.

- Memeriksa Dokumen-dokumen Standar Nasional Indonesia;


- Mengawasi pelaksanaan pekerjaan kontruksi dan instansi secara lanjutkan dari
segi empat kualitas, kuantitas dan laju Penerimaan volume/realisasi fisik sampai
dengan serah terima pekerjaan
- Melakukan Koordinasi dengan PT. PLN Persero Cabang Rangkasbitung dan PT.
PLN Persero Area Banten Selatan untuk kelancaraan pelaksanaan pekerjaan

2. Lingkup Lokasi
Lokasi Pengadaan PJU Baru Menggunakan Sistem Lelang Umum, sedangkan untuk
Pemasangan 40 Unit Di Prioritaskan ke Geowisata yang Meliputi;
1. Pantai Tanjung Layar Sawarna Kec. Bayah sebanyak 5 Titik;
2. Hutan Adat Meranti Kec. Muncang sebanyak 5 Titik;
3. Ziarah Wong Sagati Sajira Kec. Sajira sebanyak 5 Titik;
4. Pantai Cibareno Kec. Cilograng sebayak 5 Titik;
5. Curug Munding Kec. Gunung Kencana sebanyak 5 Titik;
6. Kebun Teh Cikuya Desa Hegarmanah Kec. Cibeber sebanyak 5 Titik;
7. Pantai Karang Nawing Pagelaran Kec. Malingping sebanyak 5 Titik;
8. Goa Lalay Sawarna Kec. Bayah sebanyak 5 Titik;
9. 60 Unit Tersebar Di Kabupaten Lebak

BAB III
MAKSUD DAN TUJUAN

Kegiatan ini diselenggarakan dengan maksud Mengurangi Tingkat Kecelakaan baik


Pengendara Roda 2 dan 4 dan membantu Perekonomian Warga seperti Pedagang yang
berjualan di Malam Hari, sedangkan Tujuan sarana dan Prasarana Terpasangnya PJU Baru
sebanyak 100 Unit.

BAB IV

INDIKATOR KELUARAN DAN KELUARAN

A. Indikator Keluaran
1. Meningkatkan keselamatan Pengguna Jalan;
2. Terpasangnya PJU Baru sebanyak 100 Unit;
3. Terciptanya (K3), Kenyamanan, Ketentraman dan Keindahan.
B. Keluaran
Sasaran dari dilakukannya Pengadaan PJU Baru adalah Terciptanya (K3), Kenyamanan,
Ketentraman dan Keindahan dan Terpasangnya PJU Baru.

BAB V
CARA PELAKSANAAN KEGIATAN

Dalam pelaksanaannya, Kegiatan Pengadaan PJU Baru dilaksanakan dengan menggunakan


sistem Lelang pada ULP Kab. Lebak.

BAB VI

METODE PELAKSANAAN

a. Pertama kali harus dilaksanakan adalah koordinasi dengan pimpinan kegiatan/ proyek,
setelah mendapatkan SPK/ Kontrak guna persiapan pekerjaan dalam rangka pemesanan
barang kepada pihak produsen hal ini dilakukan agar barang yang diminta sesuai dengan
spesifikasi dan ketentuan yang berlaku.
b. Sambil menunggu barang sampai di gudang, maka dilakukan korespondensi dan analisa
tempat barang akan dipasang.
c. Setelah barang sampai gudang, maka dilakukan pengecekan dan testing barang sampai
didapat bahwa seluruh barang berfungsi dengan baik dan benar. Lalu dilakukan
pengiriman barang menuju lokasi kegiatan.
d. Serah terima pekerjaan kepada tim penerima pekerjaan.

PENDAHULUAN

Kami turut serta berpartisipasi aktif sebagai salah satu kontraktor kegiatan Rehabilitasi dan
Penataan Lampu Penerangan jalan umum dengan sistem meterisasi. Agar pelaksanaan
pekerjaan dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan jadwal waktu yang telah ditetapkan,
maka kami menyusun metode pelaksanaan kerja ini untuk memberikan gambaran yang
komprehensif mengenai rencana pelaksanaan pekerjaan tersebut di atas. Metode kerja ini
juga disusun dan disesuaikan dengan kondisi lapangan yang ada.

RUANG LINGKUP PEKERJAAN PERSIAPAN.

Yang dimaksud pekerjaan persiapan disini adalah kegiatan/ pekerjaan awal yang harus
dilakukan untuk mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam menunjang
pekerjaan-pekerjaan pokok, yakni pembangunan lampu penerangan jalan umum.

Pekerjaan ini meliputi kegiatan sebagai berikut:

1) Persiapan kantor dan sarana kantor

2) Persiapan SDM sesuai yang dipersyaratkan dan dibutuhkan,

3) Persiapan survei lokasi letak pemasangan lampu penerangan

4) Mempersiapkan gambar kerja secara rinci.

5) Persiapan Pembelian perangkat /material.

6) Perijinan untuk melaksanakan Pekerjaan

7) Mempersiapkan peralatan dan sarana kerja

1) Persiapan kantor dan sarana kantor

Untuk dapat melaksanakan aktivitas secara rutin di lokasi, maka Penyedia Jasa harus
memiliki kantor proyek di lokasi. Pada saat kontrak ditandatangani, kantor sudah siap untuk
melaksanakan kegiatan proyek.

Untuk keperluan kantor, disewa rumah dengan halaman yang cukup luas. Halaman yang luas
diperlukan untuk penempatan material dan alat kerja, antara lain haspel kabel, tiang besi,
kendaraan operasionil. Keamanannya perlu dijaga agar pekerjaan tidak terganggu dan
berjalan dengan lancar sesuai jadwal.

Sarana kantor diperlukan untuk kelancaran pekerjaan. Antara lain meja-kursi kerja, lemari
arsip, komputer, printer, facsimile.

2) Persiapan SDM sesuai yang dipersyaratkan dan dibutuhkan :


Kesiapan tenaga ahli dan teknisi dibidang kelistrikan khususnya penerangan jalan, serta
tenaga administrasi, keuangan dan logistik sudah siap kerja saat penandatanganan kontrak.
Tenaga ahli dan teknisi dibidang kelistrikan diperlukan untuk mempersiapkan sistem
penerangan jalan umum yang benar serta perangkat/material yang berkualitas baik. Tenaga
teknis ini akan mensupervisi pelaksanaan pekerjaan.

Tenaga logistik, administrasi dan keuangan akan melakukan pemesanan/pembelian


material/perangkat sehingga menjamin ketersediaan material / perangkat agar sesuai dengan
waktu yang diperlukan. Disamping itu diperlukan juga keteraturan administrasi pekerjaan.

SDM yang disiapkan menangani proyek terdiri dari:

1. Site manager 1 orang

2. Supervisor Teknis 2 orang

3. Admin dan keuangan 1 orang

4. Logistik 1 orang

5. Tenaga pelaksana lapangan 24 orang

3) Survei lokasi letak pemasangan lampu penerangan

Survei ini dilakukan untuk memastikan kesesuaian lokasi dengan gambar DED (Detail
Engineering Design) yang diterima dari panitia lelang. Jika diperlukan, akan dilakukan
pengukuran jarak untuk menetapkan letak pemasangan tiang. Disamping itu untuk memeriksa
perangkat /material apa saja yang harus dipasang dilokasi tersebut serta bagaimana situasi
sekitar lokasi. Pengamatan situasi ini perlu antara lain untuk antisipasi mempermudah
pengiriman material. Juga antisipasi kebutuhan peralatan kerja untuk mempermudah
pekerjaan. Antara lain kemungkinan diperlukannya alat khusus untuk mempermudah
penggalian pondasi tiang.

Terkait dengan perijinan ke PLN, perlu juga mendata letak lokasi tiang dan nomor tiang (kalau
ada) yang dipakai untuk pemasangan box panel distribusi, nomor Identitas Pelanggan yang
terdekat dan copy rekening pelanggan terdekat.

4) Mempersiapkan gambar kerja secara rinci.


Atas hasil survei, apabila ada ketidak sesuaian antara DED yang diterima dengan kondisi
di lapangan, maka akan dilakukan koreksi atas DED yang diterima. Setelah itu
dipersiapkan gambar instalasi untuk keperluan perijinan ke PLN. Gambar kerja akan menjadi
acuan kerja pelaksana pekerjaan.
5) Persiapan Pembelian Perangkat / material.
Apabila dari hasil survei diperoleh bahwa Daftar Kuantitas dan Harga (BOQ) yang diterima
pada saat lelang tidak ada perubahan, maka kontraktor segera menyusun kebutuhan material
dan perangkat yang harus segera dipesan. Jika ada koreksi atas BOQ, maka segera
dilakukan pembahasan dengan pengawas proyek untuk disepakati melakukan koreksi
seperlunya.
Kebutuhan material / perangkat yang perlu dipersiapkan:
a. Kabel jaringan LVTC 3 x 10 mm
b. Lampu induksi lengkap 80 watt, 120 watt
c. Elektronik Timer-Kontaktor
d. Box panel distribusi
e. Tiang 7 (tujuh) meter, tanpa stang atau dengan stang.
f. Tiang 11 (sebelas) meter,
g. Stang lengkung diameter 2 inch sepanjang 1 – 4 meter
h. Bracket J4
i. MCB 20 ampere dan kelengkapan isi box panel
j. Ground rod 16 mm dan steel wire guy.
k. Material instalasi,

6) Perijinan untuk melaksanakan Pekerjaan.


Agar pekerjaan dapat berjalan dengan lancar, perlu mempersiapkan perijinan yang terkait
dengan peleksanaan pekerjaan. Perijinan yang terkait antara lain :
- Surat Perintah Kerja dari Pemda, sebagai bukti pelaksanaan pekerjaan.
- Memberitahu kelurahan setempat akan adanya pekerjaan pemasangan penerangan jalan.
Pemberitahuan ini untuk menghindarkan timbulnya salah pengertian dengan petugas
kelurahan atau masyarakat setempat.
- Mengajukan permohonan pasang meter baru atau mutasi daya listrik kepada PLN.

BAHAN DAN PERALATAN


Material instalasi antara lain terdiri dari Stainless belt, stopping buckle, alcoa bandleid
konektor, Semen dan pasir, Begel klem dan aksesorisnya, kabel NYM, Mur baut, terminal
kabel, rel MCB, gland kabel, pilot lamp dan pipa spiral.

Pembelian dilakukan langsung ke pabrikan atau ke distributor dan toko perangkat


listrik.Kecuali untuk lampu induksi yang kemungkinan harus menunggu pengiriman dari
import, maka perangkat/material lainnya diharapkan sudah tersedia dipabrik atau distributor
sehingga bisa dipersiapkan bertahap setiap bulan.
Urutan pengerjaan
1) Pengecekan lapangan sesuai dengan desain gambar yang sudah ada.
2) Untuk lokasi yang tidak ada tiang bantu dapat segera ditarik jaringan kabel LVTC 3 x 10
mm dengan memasang bracket pada tiap tiang PLN yang dilanjutkan dengan pemasangan J4
sebagai pengikat kabel LVTC.
3) Pemasangan Box APP,Ground rod,Pipa inforing yang dilanjutkan pengukuran grounding
dan tahanan isolasi. Kemudian dilanjutkan dengan penyambungan ke jaringan TR(tegangan
Rendah) PLN. Setelah itu dilakukan pengetesan terhadap jaringan yang telah terpasang
4) Pekerjaan selanjutnya adalah pemasangan stang lampu dan lampu induksi yang
dilanjutkan dengan penyambungan ke jaringan yang sudah ditarik.
5) Jika diperlukan adanya tiang bantu, maka pertama-tama dibuat lubang dengan
menggunakan diger sesuai ukuran tiang dan pengecorannya. Setelah lubang siap, angkur
dapat ditanam. Untuk menjamin bahwa tiang benar-benar pada posisi tegak, diukur dengan
menggunakan water pas. Selanjutnya dilakukan pengecoran pada angkur.
6) Setelah pengecoran benar-benar kering dan tiang dipasang pada base plate.
7) Selanjutnya dilanjutkan sesuai tahapan pada nomor 2).
Perijinan ke PLN sebaiknya diajukan sebelum pekerjaan dilapangan dikerjakan,dengan
melampirkan data-data yang diperlukan sesuai persyaratan PLN. Diharapkan material di
PLN (KWH meter) sudah tersedia, sehingga ijin pasang secara bertahap dapat dikeluarkan
dalam waktu 10 hari setelah pengajuan.

RUANG LINGKUP PELAKSANAAN PEKERJAAN


PEKERJAAN ELEKTRIKAL
1. Setelah tiang lampu (atau tiang bantu) terpasang maka dilakukan penarikan kabel udara
yang pada setiap tiang dilakukan pengikatan dikedua arahnya. Beberapa asesoris dan bahan
pembantu diperlukan untuk penyambungan dan pengikatan kabel. Penarikan kabel tersebut
dilakukan sesuai dengan jaringan kabel yang telah direncanakan .
2. Penarikan kabel tanah dilakukan setelah galian kabel selesai dan dibeberapa lokasi
setelah tiang terpasang. Kabel tanah dilindungi dengan pipa PVC sesuai spesifikasi. Setelah
kabel tanah terpasang maka pekerjaan penimbunan dan perbaikan aspal (kalau ada) harus
segera dilakukan untuk menghindari kehilangan dan gangguan terhadap lingkungan.
3. Pekerjaaan berikutnya adalah penarikan kabel infoor yaitu penarikan kabel daya dari
jaringan PLN ke KWH Meter dan ke lampu2 yang telah ditetapkan spesifikasi dan besar
dayanya.
4. Kemudian dilakukan pemasangan KWH Meter yang sebelumnya harus dirakit dahulu
sesuai dengan bebannya. Untuk merakit KWH Meter ini dibutuhkan tenaga ahli dan
ketrampilan. KWH Meter diletakkan dalam kotak yang tahan cuaca pada tiang yang telah
ditetapkan.
5. Berdekatan dengan KWH Meter tersebut dilakukan pemasangan Power Electric Timer
Switch yang berfungsi menyalurkan dan menghentikan aliran listrik dari PLN ke lampu2 yang
dipasang. Alat ini sangat berguna untuk melakukan penghematan daya listrik untuk PJU yang
bekerja secara otomatis tergantung waktu yang ditetapkan pengelola.
6. Ada beberapa tiang PJU lama perlu perbaikan sehingga perlu pembongkaran ornament
lama dan perubahannya dengan ornament baru.
7. Setelah semua tiang dan jaringan kabelnya terpasang maka dilakukan pemasangan
lampu PJU baru yang berupa Lampu Induksi untuk PJU baru dan Lampu LPS sesuai dengan
jajaran PJU disekelilingnya.
8. Sementara itu dilakukan pengurusan penambahan daya untuk lampu2 PJU yang
dipasang ke PLN. Pengurusan Ijin ini dapat dilakukan seawal mungkin karena memerlukan
penghitungan bersama antara PLN dengan Pemda.
9. Setelah semua lampu, semua KWH meter, semua Timer-Switch terpasang, maka
dilakukan megger test, dan kemudian live-test. Setelah semua berfungsi dengan baik maka
dilakukan serah terima pekerjaan antara Kontraktor Pelaksana dengan Pemberi Tugas.

Pemasangan tiang dan stang.


Pemakaian tiang menyesuaikan dengan kondisi sekitarnya.
- Untuk jalan protocol, dimana sudah terpasang tiang hexagonal 11 meter dengan 2 stang
/pole.
- Untuk jalan non protocol dimana sudah terpasang tiang 7 meter dengan single pole.
- Untuk tiang bantuPJU melengkapi tiang PLN, dipergunakan tiang 7 meter tanpa pole.
Pemasangan stang lampu dengan menggunakan beugel klem.
Tiang galvanise ukuran diameter 5 inchi pada pangkal bawah dan 3
inchi dipangkalatas. Angkur ditanam sedalam 1 (satu) meter, dan untuk memperkuat
kedudukannya, sedalam 30 cm sampai dengan 20 cm diatas permukaan tanah dicor dengan
semen-pasir.
Stang lampu dengan diameter 2 inchi dipasang pada bagian atas tiang dengan menggunakan
pengikat 2 (dua) unit begel klem. Besarnya begel klem ke tiang lampu disesuaikan dengan
diameter tiang.
Pemasangan lampu
Pemasangan armature lampu dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

Sebelum armature dipasang :

1) Pelepasan lapisan pelindung lampu


2) Pemeriksaan instalasi didalam armature, pastikan sudah benar.
3) Pengetesan penyalaan lampu

Armature terpasang dengan baik dan kokoh pada ujung stang ornament. Pastikan tidak lepas
atau menjadi miring akibat getaran angin dan gesekan ranting pohon.

PENGENDALIAN KUALITAS.
Pelaksanaan pekerjaan mengacu kepada gambar kerja yang sudah disepakati dengan pihak
Pemkot serta mempergunakan material / perangkat sesuai yang diusulkan dalam proposal
dan sudah diperiksa oleh panitia lelang.
Sebelum pembelian, supervisor akan meneliti spesifikasi teknis perangkat. Dan saat material
dan peralatan diterima, akan diperiksa dulu oleh supervisor.
Perakitan box panel dilakukan di bengkel dan sebelum dipasang dilapangan juga tidak
terlepas dari pengawasan supervisor.
Tenaga teknis yang melakukan pemasangan adalah tenaga trampildan sudah banyak
berpengalaman dalam pemasangan jaringan PJU. Walaupun demikian, keberadaan
supervisor yang bertindak selaku pengawas pada saat pelaksanaan pemasangan tetap
diperlukan. Supervisor akan mengawasi kualitas pekerjaan tiap regu agar sesuai dengan
gambar kerja yang sudah ditetapkan. Jika terjadi kesalahan dalam pemasangan, supervisor
akan memerintahkan untuk langsung diperbaiki, sehingga tidak perlu mengulang pekerjaan
di hari berikutnya.
Pada tahap akhir pengendalian kualitas dilakukan megger test untuk mengetahui apakah
seluruh system yang dipasang telah benar. Untuk melihat apakah system dengan seluruh
jaringan kabel dan lampu dapat berfungsi dengan baik maka dilakukan test akhir dimana
seluruh system dihidupkan. Dalam test akhir ini semua lampu harus menyala, Power Electrical
Timer Switch harus berfungsi, KWH Meter bekerja dengan baik, dan tidak ada gangguan pada
kabel akibat beban yang berlebih.

PENYERAHAN PEKERJAAN
Pelaksanaan pekerjaan diupayakan per wilayah kecamatan. Setiap selesai pekerjaan per
kecamatan, maka kontraktor mengajukan permintaan secara tertulis kepada PPK untuk
pemeriksaan pekerjaan. Kontraktor akan mendampingi petugas yang melaksanakan
pemeriksaan pekerjaan. Apabila terdapat kekurangan-kekurangan dan/atau cacat hasil
pekerjaan, kontraktor akan memperbaiki/menyelesaikannya. Dengan konsep tersebut apabila
dimungkinkan (harus dimuat dalam kontrak) maka dapat dilakukan Partial Hand-Over
(Penyerahan Pekerjaan per Bagian) dari Kontraktor kepada Pemberi Tugas.

Dengan pelaksanaan pekerjaan per wilayah kecamatan, maka setiap selesai 1 (satu)
kecamatan, Pemkot Pekalongan dapat segera mengajak PLN untuk melakukan survei
bersama. Survei ini untuk menetapkan mana lampu PJU yang masih belum dipasang KWH
meter dan mana lampu PJU yang sudah bermeter. Bagi lampu PJU yang belum dipasang
KWH meter maka dikenakan tagihan abonemen. Dan bagi lampu PJU yang sudah
tersambung ke KWH meter maka dikenakan tagihan berdasarkan angka meter.

Keuntungan serah terima tahapan pekerjaan per kecamatan, adalah :


- Doubel tagihan abonemen (sisa tagihan lama) dan meter (yang baru) tidak akan
membebani Pemkot terlalu lama
- Penghematan biaya listrik PJU cepat dinikmati oleh Pemda.
Kontraktor akan memelihara hasil pekerjaan selama masa pemeliharaan sehingga kondisi
tetap seperti pada saat penyerahan pertama pekerjaan. Setelah masa pemeliharaan
berakhir, kontraktor mengajukan permintaan secara tertulis kepada PPK untuk penyerahan
akhir pekerjaan.
BAB VII

PELAKSANA DAN PENANGGUNG JAWAB KEGIATAN

A. Pelaksana Kegiatan : DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN LEBAK

B. Penanggung Jawab Kegiatan : Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)

C. Penerima Manfaat : Masyarakat secara luas dan pengguna jalan


secara khusus dan para pengambil kebijakan
bidang lalu lintas dan angkutan jalan.

BAB VIII

JADWAL PELAKSANA KEGIATAN

Waktu yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan Pengadaan PJU Baru di Dinas
Perhubungan Kabupaten Lebak adalah selama 2 (Dua) Bulan kalender/60 (Hari).

Kegiatan : PENGADAAN DAN PEMELIHARAAN PJU

APBD KAB. LEBAK TA 2019

NO. URAIAN PELAKSANAAN 60 HARI KALENDER


H1-10 H11-20 H21-30 H21-40 H41-50 H51-60
I Persiapan

II Pekerjaan Administrasi

III Pengiriman

IV Setting/ Pemasangan

V Checklist/ Berita Acara


BAB IX

TENAGA AHLI/ TENAGA TEKNIS

Bulan
Penugasan/ Nama Bulan I Bulan II Jumlah Personil
No Nama
Posisi Perusahaan Minggu Ke Minggu Ke
1 2 3 4 5 6 7 8

1.  Tenaga
Terampil
Tetap
CV. KARYA
Deden Suryana Pelaksan 1 Org
PATRIOT
a
Elektrika
l/ Listrik
2.  Tenaga
Ahli CV. KARYA
1 Org
Elektrika PATRIOT
l/ Listrik

Pandeglang, April 2019

Doni Ferdinand
Direktur