Anda di halaman 1dari 35

SANITASI TEMPAT-

TEMPAT UMUM

Ernyasih, SKM, MKM

PENGERTIAN TEMPAT UMUM

TEMPAT DIMANA MASYARAKAT BERKUMPUL UNTUK MELAKUKAN AKTIFITAS-AKTIFITAS TERTENTU

CONTOH :

RUMAH MAKAN, KOLAM RENANG, BIOSKOP,

HOTEL, PASAR, TEMPAT IBADAH, PASAR, STASIUN, TERMINAL BIS, DLL

KRITERIA TEMPAT UMUM

1. DIPERUNTUKKAN BAGI MASYARAKAT UMUM

2. MEMPUNYAI GEDUNG ATAU TEMPAT YANG

TETAP

3. ADA KEGIATAN ATAU AKTIFITAS

4. ADA FASILITAS UMUM

PENGERTIAN SANITASI TEMPAT-TEMPAT UMUM

(STTU)

SUATU AREA ATAU TEMPAT UMUM YANG

MEMILIKI FASILITAS SANITASI, DIMANA FASILITAS DI TEMPAT TERSEBUT DIPAKAI OLEH BANYAK ORANG (MASYARAKAT) UNTUK

MELAKUKAN SUATU KEGIATAN TERTENTU.

KEPENTINGAN STTU DALAM KESEHATAN

MASYARAKAT

SANITASI

- Excreta (Pembuangan)

- Limbah Cair

- Drainage (Air Bersih)

CAKUPAN SANITASI

- Jumlah masyarakat/populasi/rumah tangga

yang memiliki fasilitas pembuangan excreta

- WHO “ Kesadaran akan sanitasi untuk keseluruhan dan jumlah total kakus yang dapat memenuhi

kebutuhan daerah yang berisiko tinggi “

Daerah atau Wilayah Risiko Tinggi

1.

Air permukaan dimanfaatkan untuk air

minum

2.

Populasi padat, fasilitas sanitasi rendah

3.

Meningkatnya insiden penyakit karena

kotoran manusia

SANITASI YANG TEPAT

KEBUTUHAN MASYARAKAT

- Privasi

- Kenyamanan

- Kesehatan

SUMBER DAYA

- Ruang

- Keahlian

- Dana

SITUASI LOKAL

- Iklim

- Tanah

- Permukaan tanah dan air

- Tradisi dan budaya

- Agama

- Perhatian akan kebersihan

- Kedekatan terhadap masyarakat

- Pola kepemimpinan

- Pelayanan institusi

KRITERIA SANITASI YANG BAIK

Murah Menggunakan sedikit dan menghemat air Dapat dioperasikan Pemantauan rendah Penanganan limbah cair tidak berisiko Tidak perlu alat mekanik

KEUNTUNGAN SANITASI YANG BAIK (Ditinjau dari

Segi Ekonomi Kesehatan)

Menurunnya biaya kesehatanSANITASI YANG BAIK (Ditinjau dari Segi Ekonomi Kesehatan) Menurunnya mortalitas dan insiden penyakit Menurunnya

Menurunnya mortalitas dan insiden penyakitdari Segi Ekonomi Kesehatan) Menurunnya biaya kesehatan Menurunnya insiden kecacingan Menurunnya insiden diare

Menurunnya insiden kecacinganbiaya kesehatan Menurunnya mortalitas dan insiden penyakit Menurunnya insiden diare Menurunnya kesalahpahaman akan

Menurunnya insiden diareMenurunnya mortalitas dan insiden penyakit Menurunnya insiden kecacingan Menurunnya kesalahpahaman akan kesehatan

Menurunnya kesalahpahaman akan kesehatanbiaya kesehatan Menurunnya mortalitas dan insiden penyakit Menurunnya insiden kecacingan Menurunnya insiden diare

SANITASI RUMAH SAKIT
SANITASI
RUMAH SAKIT

DEFINISI

Rumah sakit sebagai sarana pelayanan

kesehatan untuk pelayanan umum, tempat berkumpul orang sakit maupun orang sehat yang memungkinkan terjadi pencemaran

lingkungan, gangguan kesehatan dan atau dapat menjadi tempat penyebab penularan penyakit.

PERSYARATAN KESEHATAN LINGKUNGAN,

RUANG DAN BANGUNAN SERTA FASILITAS SANITASI RS

Lingkungan, ruang, dan bangunan RS harus

dalam keadaan bersih

Tersedia fasilitas sanitasi

Tidak sebagai tempat bersarang dan

berkembang biaknya serangga dan hewan

Tata ruang dan penggunaannya sesuai dengan fungsi dan peruntukkannya

Bangunan RS harus kuat, utuh, terpelihara, mudah dibersihkan dan dapat mencegah penularan pernyakit serta kecelakaan

Dilengkapi penerangan dengan intensitas cahaya yang cukup

Tidak becek, tidak berbau dan tidak terdapat genangan air

Saluran air limbah harus tertutup dan dihubungkan langsung dengan sistem pengolahan air limbah

FASILITAS PEMBUANGAN

SAMPAH / LIMBAH PADAT

1. Tempat pengumpulan sampah

2. Tempat penampungan sampah

sementara

3. Tempat pembuangan sampah akhir

1. TEMPAT PENGUMPULAN SAMPAH

Kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air dan permukaan yang halus pada bagian

dalamnya Mempunyai tutup yang mudah dibuka dan ditutup tanpa mengotori tangan Terdapat minimal 1 buah untuk setiap kamar atau setiap radius 10 m dan setiap radius 20 m pada ruang terbuka

Setiap tempat pengumpulan sampah harus dilapisi kantong plastik sebagai pembungkus dengan lambang dan warna sebagai berikut :

- Merah

- Kuning

- Ungu

- Hitam

: Radio aktif

: Infeksius : Sitotoksis : Umum

2. Tempat Penampungan Sampah

Sementara

Tidak permanen Lokasi mudah dijangkau kendaraan pengangkut sampah Dikosongkan dan dibersihkan 1 x 24 jam

3. Tempat Pembuangan Sampah Akhir

Sampah radio aktif penanganannya sesuai PP No.13/1975, dan penanganan lebih lanjut diserahkan kepada BATAN

Sampah infeksius / sitotoksis dimusnahkan Incenerator

(> 1000 0 C)

SANITASI RUMAH

MAKAN / RESTAURAN

PENGERTIAN

SALAH SATU JENIS USAHA JASA PANGAN

YANG BERTEMPAT DISEBAHAGIAN ATAU

SELURUH BANGUNAN YANG PERMANEN DILENGKAPI DENGAN PERALATAN DAN PERLENGKAPAN UNTUK PROSES

PEMBUATAN, PENYIMPANAN, PENYAJIAN

DAN PENJUALAN MAKANAN DAN MINUMAN BAGI MASYARAKAT UMUM DI TEMPAT USAHANYA

(Permenkes RI No. 304/Menkes/Per/IV/1998, tentang

Persyaratan Kesehatan Rumah Makan/ Restauran)

PERSYARATAN RUMAH MAKAN /

RESTAURAN

1.

BANGUNAN / KONSTRUKSI

2.

DAPUR SEHAT

3.

WC DAN SALURAN PEMBUANGAN AIR KOTOR

4.

MEMENUHI ENAM PRINSIP SANITASI MAKANAN

5.

PETUGAS PENGOLAH MAKANAN

1. BANGUNAN / KONSTRUKSI

Ventilasi (Sirkulasi Udara) 5 10% luas lantai Penerangan / pencahayaan yang sesuai Lantai tidak terbuat dari bahan yang licin

Warna dinding (berwarna muda) Rapat terhadap serangga, tikus, kecoa, lalat

2. DAPUR SEHAT

Harus ada cerobong asap

Harus ada tempat pembuangan sampah

Harus ada saluran air kotor

Harus ada fasilitas pencucian Harus ada air bersih

3. WC DAN SALURAN PEMBUANGAN

AIR KOTOR

Memenuhi persyaratan kesehatan WC dan saluran pembuangan air kotor yang baik WC tidak berhubungan langsung dengan dapur atau tempat makan

4. MEMENUHI ENAM PRINSIP

SANITASI MAKANAN

Mutu bahan makanan (bahan mentah)

Cara penyimpanan bahan makanan

Cara pengolahan makanan

Cara pengangkutan makanan Cara penyimpanan makanan masak

Cara penyajian

5. PETUGAS PENGOLAH MAKANAN

HARUS MEMPUNYAI SERTIFIKAT

SEHAT

Sampah farmasi dikembalikan kepada distributor / dimusnahkan dengan Incenerator

Sampah bahan kimia berbahaya, pembuangannya berkonsultasi terlebih dahulu ke instansi yang berwenang

FASILITAS SANITASI

1. FASILITAS PENYEDIAAN AIR

a. Tersedianya air minum sesuai

kebutuhan b. Tersedia air bersih min 500 lt/tt/hr c. Air minum dan air bersih tersedia

secara berkesinambungan d. Distribusi air minum dan air bersih menggunakan jaringan perpipaan yang

mengalir dengan tekanan positif

2. FASILITAS TOILET DAN KAMAR MANDI

a. Bersih

b. Lantai kuat, kedap air, tidak licin, berwarna terang dan mudah dibersihkan

c. Setiap unit ruangan harus tersedia

toilet (jamban, peturasan, dan tempat

cuci tangan) tersendiri

d. Pembuangan air limbah dilengkapi dengan penahan baru (water seal)

e.

Letak toilet dan kamar mandi tidak berhubungan langsung dengan ruang khusus lainnya

f.

Lubang penghawaan harus berhub.

langsung dengan udara luar

g.

Toilet pria dan wanita harus terpisah

h.

Toilet dan kamar mandi unit dan karyawan

harus terpisah

i.

Toilet dan kamar mandi karyawan harus

terpisah dengan toilet pengunjung

j.

Toilet pengunjung harus terletak ditempat yang mudah dijangkau dan ada penunjuk arah

k.

Dilengkapi slogan atau peringatan untuk

memelihara kebersihan

l.

Tidak terdapat penampungan atau genangan air

m.

Tersedia toilet untuk pengunjung dan

perbandingan 1 toilet untuk 1 40 pengunjung wanita, 1 toilet untuk 1 60 pengunjung pria

HIGIENE DI RUMAH SAKIT

Manusia, Kedisiplinan, Peralatan dan Material

Standar dari higiene RS adalah kepatuhan dan kedisiplinan setiap orang

yang menggunakan dan menjalankan

fasilitas RS

Mengetahui & memahami bahaya nosocomial di RS

Operator mesin-mesin sterilisasi menjalankan mesin sesuai dengan

prosedur yang berlaku, sesuai dengan peralatan dan material yang akan disterilkan

Mencuci Tangan Setiap orang yang berada di rumah sakit sebaiknya melakukan pencucian tangan pada saat :

Segera sebelum dan setelah aktifitas kerja di RS

Segera sebelum makan

Segera setelah melihat kotornya permukaan kulit tangan