Anda di halaman 1dari 3

ETIOLOGI DAN FAKTOR RESIKO KANKER SERVIK

A. ETIOLOGI

Salah satu penyebab Kanker Servik adalah karena infeksi human papilloma virus (HPV) yang
merangsang perubahan perilaku sel epitel serviks. Dalam perkembangan kemajuan dibidang
biologi molekuler dan epidemiologi tentang HPV, kanker serviks disebabkan oleh virus HPV.
Banyaknya penelitian dengan studi kasus kontrol dan kohort didapatkan risiko relative (RR)
hubungan antar infeksi HPV dan kanker serviks antara 20 sampai 70. Infeksi HPV merupakan
penyakit menular seksual yang utama pada populasi, dan estimasi terjangkit berkisar 14-20%
pada negara-negara di Eropa sampai 70% di Amerika Serikat, atau 95% di populasi di Afrika.
lebih dari 70% kanker serviks disebabkan oleh infeksi hPV tipe 16 dan 18. Infeksi HPV
mempunyai prevalensi yang 17 tinggi pada kelompok usia muda, sementara kanker serviks baru
timbul pada usia tiga pulu tahunan atau lebih. (Prawirohardjo, 2011)

Berdasarkan GLOBOCAN 2012 kanker serviks menduduki urutan ke7 secara global dalam segi
angka kejadian (urutan ke urutan ke6 di negara kurang berkembang) dan urutan ke-8 sebagai
penyebab kematian (menyumbangkan 3,2% mortalitas, sama dengan angka mortalitas akibat
leukemia). Kanker serviks menduduki urutan tertinggi di negara berkembang, dan urutan ke 10
pada negara maju atau urutan ke 5 secara global. Di Indonesia kanker serviks menduduki urutan
kedua dari 10 kanker terbanyak berdasar data dari Patologi Anatomi tahun 2010 dengan
insidens sebesar 12,7%. Menurut perkiraan Departemen Kesehatan RI saat ini, jumlah wanita
penderita baru kanker serviks berkisar 90-100 kasus per 100.000 penduduk dan setiap tahun
terjadi 40 ribu kasus kanker serviks. Kejadian kanker serviks akan sangat mempengaruhi hidup
dari penderitanya dan keluarganya serta juga akan sangat mempengaruhi sektor pembiayaan
kesehatan oleh pemerintah. Oleh sebab itu peningkatan upaya penanganan kanker serviks,
terutama dalam bidang pencegahan dan deteksi dini sangat diperlukan oleh setiap pihak yang
terlibat.

Sel kanker serviks pada awalnya berasal dari sel epitel serviks yang mengalami mutasigenetik sehingga
mengubah perilakunya. Sel yang bermutasi ini melakukan pembelahan sel yang tidak terkendali, imortal
dan menginvasi jaringan stroma di bawahnya. Keadaan yang menyebabkan mutasi genetik
yang tidak dapat diperbaiki akan menyebabkan pertumbuhan kanker ini.

B. FAKTOR RESIKO

Meskipun belum diketahui apa penyebab pasti kanker serviks, ada beberapa faktor yang
meningkatkan risiko kanker ini. Faktor utamanya adalah kelompok virus yang disebut
HPV(human papilloma virus) yang menginfeksi leher rahim. Selain daerah kelamin, HPV juga
dapat menginfeksi kulit dan membran mukosa di anus, mulut, serta tenggorokan.

HPV pada serviks menular melalui hubungan seksual dan penularan ini semakin berisiko bila
memiliki lebih dari satu partner seksual, hubungan seks pada usia dini, individu dengan kekebalan
tubuh lemah (misalnya pada pasien HIV/AIDS), serta penderita infeksi menular seksual,
seperti gonore, klamidia, dan sifilis.

Pada banyak kasus, infeksi HPV sembuh dengan sendirinya. Tetapi pada sebagian wanita, infeksi
HPV memicu perubahan abnormal pada sel di rahim. Perubahan abnormal ini disebut cervical
intraepitheal neoplasia (CIN), yaitu suatu kondisi pra-kanker yang akan berkembang menjadi
kanker bila tidak segera ditangani. Namun demikian, diketahui hanya 5% infeksi HPV yang
berkembang menjadi CIN dalam kurun waktu 3 tahun. Sedangkan perkembangan dari CIN
menjadi kanker serviks dapat terjadi dalam 5 hingga 30 tahun.

Penelitian menunjukkan, lebih dari 99% kasus kanker serviks terkait dengan HPV. Meskipun
demikian, tidak semua HPV menyebabkan kanker serviks. Dari 100 lebih tipe virus HPV, hanya
15 di antaranya yang terkait dengan kanker serviks, terutama HPV 16 dan HPV 18.

Faktor lain yang dapat memicu kanker serviks adalah merokok. Wanita perokok dua kali lebih
berisiko terserang kanker serviks dibanding wanita yang tidak merokok. Zat kimia di dalam rokok
dapat masuk ke aliran darah, dan diyakini dapat memengaruhi sel tubuh dan memicu berbagai
kanker, termasuk kanker serviks.
Di samping sejumlah faktor di atas, beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko seseorang
mengalami kanker serviks adalah:

 Berat badan berlebih (obesitas).


 Kurang konsumsi buah dan sayuran.
 Mengonsumsi obat pencegah keguguran (dietilstilbestrol) dalam masa kehamilan.
 Mengonsumsi pil KB selama 5 tahun atau lebih.
 Melahirkan lebih dari 5 anak, atau melahirkan di bawah usia 17 tahun.
 Riwayat kanker serviks dalam keluarga.

Ditinjau oleh: dr. Tjin Willy

Referensi