Anda di halaman 1dari 4

TUGAS TUTORIAL KE-3

PROGRAM STUDI MANAJEMEN

Nama Mata Kuliah : Akuntansi Manajemen


Kode Mata Kuliah : EKMA 4314
Jumlah sks : 3 sks
Nama Pengembang : Wagini, S.E.,M.Ak
Nama Penelaah : Wiwin Siswantini, SE., MM.
Status Pengembangan : Baru
Tahun Pengembangan : 2019.2
Edisi Ke- : 1

Skor
No Tugas Tutorial
Maksimal
1 1. PT ABC sedang mempersiapkan anggaran kuartalan 40
pada tiga jenis level output yang berbeda (diukur
dalam unit), yakni masing-masing sebanyak 3.000 ,
3.500 dan 4.000 unit.
Berikut adalah informasi yang berkaitan dengan input
untuk memproduksi unit tersebut:
Bahan Baku Overhead Variabel

8 pon plastik
@Rp7.000 Inspeksi 0,5 jam @Rp11.000

5 ons logam Proses pemesinan 0,7 jam


@Rp3.000 @Rp8.000

Tenaga Kerja Overhead Tetap

2,5 jam @Rp12.000 Sewa Rp17.000.000 per kuartal

Utilitas Rp4..000.000 per kuartal

Pertanyaan: Berdasarkan data tersebut, susunlah anggaran


fleksibel fungsional untuk level output: 3.000 , 3.500 dan
4.000 unit
2 PT XZ memiliki kartu kos standar untuk komponen kos 60
utama saja (bahan baku langsung dan tenaga kerja
langsung) untuk menghasilkan satu unit produk jadi adalah
sebagai berikut ini:
1. Bahan Baku Langsung: 13.000 kg @Rp4.500
2. Tenaga Kerja Langsung: 4.300 jam @10.000
Adapun hasil aktual yang dicapai pada bulan januari 2019
adalah sebagai berikut:
1. Jumlah produksi: 8.500 unit
2. Bahan Baku Langsung (Dibeli = Dipakai) 15.500 kg,
dengan harga Rp89.125.000
3. Tenaga Kerja Langsung, 4.100 jam kerja dengan total
upah Rp41.410.000

Diminta:

1. Hitunglah variansi bahan baku langsung dan tenaga


kerja langsung
2. Analisis variansi bahan baku langsung dan tenaga kerja
langsung

* coret yang tidak sesuai


Jawaban 1:

Kos Variabel Rentang Produksi (unit)


Per Unit 3.000 3.500 4.000
Kos Produksi
Variabel:
Bahan Baku Langsung 71.000 a 213.000.000 248.500.000 284.000.000
Tenaga Kerja Langsung 30.000 b 90.000.000 105.000.000 120.000.000
VOH:
Inspeksi 5.500 c 16.500.000 19.250.000 22.000.000
Pemesinan 5.600 d 16.800.000 19.600.000 22.400.000
Total Kos Variabel 112.100 336.300.000 392.350.000 448.400.000
FOH:
Sewa 17.000.000 17.000.000 17.000.000
Utilitas 4.000.000 4.000.000 4.000.000
Total Kos Tetap 21.000.000 21.000.000 21.000.000

Total Kos Produksi 357.300.000 413.350.000 469.400.000

Penghitungan:
a)
Bahan Baku Langsung per Unit = (8 pon plastik x Rp 7.000) + (5 ons logam x Rp3.000) = Rp 71.000
b)
Tenaga Kerja Langsung per Unit = 2,5 jam x Rp 12.000 = Rp 30.000
c)
Biaya Inspeksi per Unit = 0,5 jam x Rp 11.000 = Rp 5.500
d)
Proses pemesinan per Unit = 0,7 jam x Rp 8.000 = Rp 5.600

Dari penghitungan di atas dapat disimpulkan anggaran fleksibel fungsional untuk level output 3.000,
3.500 dan 4.000 unit masing-masing secara urut adalah Rp 357.300.000, Rp 413.350.000 dan Rp
469.400.000
Jawaban 2:

1. Variansi Bahan Baku Langsung dan Tenaga Kerja Langsung


Rumus yang digunakan adalah:
𝐌𝐏𝐕 = (𝐀𝐏 – 𝐒𝐏) 𝐀𝐐 dan 𝐋𝐕𝐑 = (𝐀𝐑 – 𝐒𝐑) 𝐀𝐇
dimana :
AP = Harga aktual per unit
SP = Harga standar per unit
AQ = Kuantitas aktual bahan baku yang digunakan
AR = Tarif upah aktual per jam
SR = Tarif upah standar per jam
AH = Jam tenaga kerja langsung aktual yang digunakan

Sehingga:
Rp 89.125.000
𝐌𝐏𝐕 = ( – Rp 4.500) 15.500 𝑘𝑔
15.500 𝑘𝑔
= (Rp 1.250) 15.500 𝑘𝑔
= 𝐑𝐩 𝟏𝟗. 𝟑𝟕𝟓. 𝟎𝟎𝟎

Rp 41.410.000
𝐋𝐕𝐑 = ( – Rp 10.000) 4.100 𝑗𝑎𝑚
4100 𝑗𝑎𝑚
= (Rp 100) 4.100 𝑗𝑎𝑚
= 𝐑𝐩 𝟒𝟏𝟎. 𝟎𝟎𝟎

Dapat disimpulkan Variansi Bahan Baku Langsung adalah sebesar Rp 19.375.000 dan Variansi
Tenaga Kerja Langsung adalah sebesar Rp 410.000

2. Analisis Bahan Baku Langsung dan Tenaga Kerja Langsung


Bahan Baku Langsung:
Diketahui bahwa biaya bahan baku langsung standar yang ditetapkan oleh perusahaan adalah
sebesar: Rp 4.500 x 13.000 kg = Rp 58.500.000, sedangkan biaya bahan baku langsung aktual
adalah Rp 89.125.000, sehingga terdapat selisih Rp 30.625.000 antara biaya standar dan biaya
aktual. Disini dapat disimpulkan bahwa terjadi kenaikan hingga sebesar 52,35% dari biaya
standar yang seharusnya dikeluarkan oleh perusahaan. Keadaan ini sangatlah tidak
menguntungkan bagi perusahaan, sehingga perlu diteliti lebih lanjut mengapa terjadi
pembengkakan dalam jumlah unit penggunaan bahan baku langsung dan biaya bahan baku
langsung.
Tenaga Kerja Langsung:
Diketahui bahwa biaya tenaga kerja langsung standar yang ditetapkan oleh perusahaan adalah
sebesar: 4.300 jam x Rp 10.000 = Rp 43.000.000, sedangkan biaya tenaga kerja langsung aktual
adalah Rp 41.410.000, sehingga terdapat selisih Rp 1.590.000 antara biaya standar dan biaya
aktual. Disini dapat disimpulkan bahwa terjadi penurunan biaya sebesar 3,7% dari biaya standar
yang seharusnya dikeluarkan oleh perusahaan. Keadaan ini menguntungkan bagi perusahaan.