Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI

“BAKTERI PADA NASI BASI DAN KENTANG BUSUK”

Oleh :
Ghina Mardhatillah (12)
Moh. Dimas D.S. (17)
Muhammad Shiraathal M. (21)
Ummul Khoiroh (35)

Kelompok : 7
Kelas : X MIPA-7

SMA NEGERI 1 SAMPANG


Jl. Jaksa Agung Suprapto No.73 (0323) 321508 Sampang 69216
TAHUN PELAJARAN 2019/2020
I. JUDUL
“Bakteri Pada Nasi Basi dan Kentang Busuk”

II. TUJUAN
1. Mengetahui bakteri yang ada pada nasi basi
2. Mengetahui bakteri yang ada pada kentang busuk

III. DASAR TEORI


Bakteri adalah mikroorganisme bersel satu prokariotik yang hidup bebas dan dapat
ditemukan di beberapa lingkungan seperti udara, tanah, debu, air, serta hidup di dalam tubuh
hewan, tumbuhan, atau manusia. Nama bakteri berasal dari bahasa Yunani dari kata bacterion
yang berarti batang kecil.Bakteri merupakan organisme terbanyak dan paling berkelimpahan
dari semua organisme. Meski ukurannya yang sangat kecil dan tidak bisa dilihat tanpa
bantuan mikroskop, bakteri ada di mana saja, di air, tanah, dan tubuh makhluk hidup.

Ciri bakteri yaitu ; bersel satu dan sangat sederhana, prokariotik, kandungan kromosomnya
haploid (n), hidup secara autotrof/heterotrof, berkembang biak/ bereproduksi dengan cara
seksual dan aseksual, memiliki beberapa macam bentuk sel, yaitu bulat, batang, spiral, dan
variasinya. ada yang memiliki alat gerak berupa flagel dan ada yang tidak, dan yang terakhir
memerlukan kelembapan yang tinggi, sekitar 85% untuk kehidupannya.

Nasi basi adalah nasi yang teksturnya banyak berarir, mengeluarkan bau busuk, dan warna
kekuning-kuningan. Nasi bisa menjadi basi kalau di diamkan di tempat terbuka tanpa ada
penutup selama ber hari hari. Satu hari di diamkan saja nasi sudah berbau tidak sedap, apalagi
jika nasi itu didiamkan hingga lebih dari 2 hari. Dalam penelitian ini, kami menggunakan nasi
basi yang sudah kami diamkan selama kurang lebih 4 hari lamanya.

Kentang kerap jadi stok bahan makanan di rumah. Pengolahannya yang mudah serta awet
disimpan dalam waktu lama membuat kentang pantas diandalkan jadi makanan simpanan.
Meski awet disimpan lama, kentang juga punya batas simpan yang menandakan kentang
sudah tidak layak disantap lagi.

Banyak faktor yang menyebabkan kualitas kentang berkurang, misalnya tempat dan cara
penyimpanan yang tidak benar. Dilansir dari Leaf, Senin (19/9/2016) berikut beberapa hal
yang harus diperhatikan saat menggunakan kentang dan apa saja tanda yang bisa jadi acuan
dan ciri kentang yang sudah tidak layak makan.

Kentang segar memiliki beberapa jenis, saat membeli kentang untuk disimpan sebaiknya
pilih yang masih muda, tanda kentang muda bisa dilihat dari kulitnya yang tipis dan halus.
Kentang segar tidak memiliki banyak noda di permukaan kulitnya. Kentang segar juga tidak
terdapat memar, busuk atau bertunas.

Kentang yang sudah tua memiliki ciri kulit yang keriput, kendur dan teksturnya yang
menjadi lebih lembek. Hal ini bisa jadi indikator jika kualitas kentang sudah memburuk dan
tidak layak konsumsi. Cara paling baik adalah membuang kentang, daripada harus menahan
sakit perut usai menyantapnya.

Kentang memiliki aroma yang segar dan aroma tepung jika dalam keadaan segar. Namun
jika kentang sudah memusuk maka aromanya akan menjadi rusak dan kurang sedap. Tidak
hanya aroma, rasa kentang juga akan menjadi pahit dan kulitnya mulai tumbuh jamur.
Kentang busuk yang kami gunakan yaitu kentang yang ditusuk-tusuk lalu di jemur sampai
busuk selama 3 hari.

IV. METODE PRAKTIKUM

4.1 Alat dan Bahan


a. Lidi
b. Mikroskop
c. Kaca
d. Air
e. Metilen biru
f. Nasi basi
g. Kentang busuk

4.2 Cara Kerja


1. Siapkan biakan bakteri yang telah disediakan yaitu pada kentang busuk dan nasi basi
2. Bagian yang busuk dan berlendir diambil dengan lidi atau tusuk gigi
3. Oleskan pada kaca benda, oles setipis mungkin
4. Keringkan dengan cara diangin-anginkan
5. Warnai dengan metilen biru, biarkan kira-kira 10 menit
6. Bilas dengan air yang mengalir
7. Bersihkan sisa-sisa zat warna dan air secara hati-hati
8. Letakkan kaca tersebut di atas meja mikroskop pada posisi tepat di lensa objektif
9. Putar pemutar mikroskop sehingga lensa objektif berada pd posisi terdekat dgn objek

V. HASIL PENGAMATAN

 Hasil pengamatan bakteri pada Nasi Basi (12,5  40) :

 Hasil pengamatan bakteri pada kentang busuk (12,5  40) :


VI. PEMBAHASAN

a) Pada nasi basi


Berdasarkan pengamatan pada nasi basi terdapat bakteri jenis monococus dan
streptobacillus. Monococcus merupakan bakteri yang berbentuk bulat dan
susunannya tunggal sedangkan streptobacillus adalah bakteri dengan bentuk
panjang loncong yang berkoloni lebih dari dua. Namun, yang lebih dominan
adalah bakteri jenis streptobacillus, yaitu bakteri Clostridium perfringens.
Clostridium perfringens adalah spesies bakteri gram-positif yang dapat
membentuk spora dan menyebabkan keracunan makanan. Pada nasi basi bakteri
inilah yang membuat nasi bencadi busuk dan bau. Bakteri ini bersifat patogen
karena dapat menghasilkan racun yang tidak baik bagi tunbuh.
b) Pada kentang busuk
Berdasarkan pengamatan pada kentang busuk dimana lendir kentang sebagai
sampel terdapat bakteri jenis monococus, diplococcus, dan staphylococcus.
Monococcus merupakan bakteri yang berbentuk bulat dan susunannya tunggal.
Diplococcus adalah bakteri bakteri berjumlah koloni 2 dengan bentuk bulat.
Staphylococcus merupakan bakteri yang berbentuk bulat tetapi susunannya
bergerombol seperti buah anggur.namun, pada pengamatan bakteri yang lebih
dominan adalah jenis monoccocus
VII. SIMPULAN
Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa bakteri nasi
basi yaitu bakteri jenis monococus dan streptobacillus. Salah satunya Clostridium
perfringens. Sedangkan bakteri pada kentang busuk terdapat bakteri jenis monococus,
diplococcus, dan staphylococcus. Pada kedua kasus terdapat persamaan ciri bakteri yang
memiliki sifat patogen, dan saprofit

Anda mungkin juga menyukai