Anda di halaman 1dari 13

Group A

Medan, 08 November 2019


Kelompok A2
Asisten
Nama/Nim : 1. Chintya Hutapea/17 01 008
Laboratorium Instrumen & P. Proses
2. Dandi Saputra /17 01 009
3. Cici Hilmadya / 17 01 007
4. Daniel Siregar / 17 01 010
(Andani Putri)

PENGUKURAN TEKANAN DENGAN MENGGUNAKAN


MANOMETER PIPA U

Tekanan

Tekanan adalah satuan fisika untuk menyatakan gaya (F) per satuan luas (A).

𝐹
𝑃=
𝐴

P: Tekanan dengan satuan pascal ( Pressure )


F: Gaya dengan satuan newton ( Force )
A: Luas permukaan dengan satuan m2 ( Area )

Satuan tekanan sering digunakan untuk mengukur kekuatan dari suatu cairan atau
gas. Satuan tekanan dapat dihubungkan dengan satuan volume (isi) dan suhu.
Semakin tinggi tekanan di dalam suatu tempat dengan isi yang sama, maka suhu
akan semakin tinggi. Hal ini dapat digunakan untuk menjelaskan mengapa suhu di
pegunungan lebih rendah daripada di dataran rendah, karena di dataran rendah
tekanan lebih tinggi. Akan tetapi pernyataan ini tidak selamanya benar atau
terkecuali untuk uap air, uap air jika tekanan ditingkatkan maka akan terjadi
perubahan dari gas kembali menjadi cair. (dikutip dari wikipedia: kondensasi).
Rumus dari tekanan dapat juga digunakan untuk menerangkan mengapa pisau yang
diasah dan permukaannya menipis menjadi tajam. Semakin kecil luas permukaan,
dengan gaya yang sama akan dapatkan tekanan yang lebih tinggi.
Tekanan udara dapat diukur dengan menggunakan barometer.
Tekanan Hidrostatis
Tekanan Hidrostatis adalah tekanan yang terjadi di bawah air. Tekanan ini terjadi
karena adanya berat air yang membuat cairan tersebut mengeluarkan tekanan.
Tekanan sebuah cairan bergantung pada kedalaman cairan di dalam sebuah ruang
dan gravitasi juga menentukan tekanan air tersebut.
Rumus Tekanan Hidrostatis

Karena w = m.g dan m = ρ.v = ρ.h.A , maka :

p = tekanan hidrostatis (N/m²)

ρ = massa jenis zat cair (kg/m²)

g = percepatan gravitasi (m/s²)

h = kedalaman zat cair (m)

Tekanan Udara
Atmosfer adalah lapisan yang melindungi bumi. Lapisan ini meluas hingga
1000 km ke atas bumi dan memiliki massa 4.5 x 1018 kg. Massa atmosfer yang
menekan permukaan inilah yang disebut dengan tekanan atmosferik. Tekanan
atmosferik di permukaan laut adalah 76 cmHg.
Aplikasi Tekanan
Tekanan diaplikasikan dalam beberapa hal dalam kehidupan, di antaranya:
 Pengukuran tekanan darah
 Pompa Hidrolik yang biasanya dipakai di bengkel-bengkel
 Tekanan atmosfer merupakan tekanan pada titik manapun di atmofer
bumi.tekanan ini tergantung dari ketinggian, semakin dekat dengan
permukaan bumi maka tekanan nya semakin besar dan semakin menjauhi
bumi maka tekanan nya akan semakin kecil.
 Tekanan absolut adalah tekanan ambien total pada sistem yang berada diatas
nol absolute dengan pembacaan tekanan relatif terhadap tekanan ruang
hampa (vakum). Disebut absolute, karena
 Tekanan gauge merupakan tekanan yang yang relatif diukur berdasarkan
tekanan atmosfer (di atas atau bawah tekanan atmosfir) dimana tekanan ini
sering digunakan untuk mengukur perbedaan tekanan antara sistem dan
lingkungannya.

Titik nol terletak pada tekanan atmosefer yang dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya.
Pada kondisi ini, tekanan gauge berada diantara tekanan atmosfer/titik nol baik itu berada
diatas maupun dibawah. Seperti yang kita ketahui bahwa terdapat titik nol lainnya yang
tidak tergantung oleh tekanan atmosfer/lingkungan disekitarnya yaitu titik nol mutlak,
dimana pada titik terdapat tekanan absolut berada. Untuk mengetahui perbedaannya dapat
dilihat pada grafik dibawah ini.
Adapun hubungan ketiga tekanan tersebut dikaitkan sebagai berikut:

P gauge = P abs – P atm

P vac = P atm – P abs

Alat Ukur Tekanan

Alat ukur digunakan untuk mengetahui suatu besaran atau suatu variabel. Instrumen adalah
alat ukur yang mempunyai sifat komplek, minimal terdiri dari :

a. Sensor untuk menangkap perubahan dari objek yang diukur.


b. Signal Conditioning untuk merubah nilai kekuatan sinyal yang ditangkap.
c. Data Presentation untuk menunjukan besaran nilai pengukuran yang
diperoleh.
Dalam tulisan ini akan dibahas mengenai alat ukur tekanan dan alat ukur temperatur.

A. Alat Ukur Tekanan


Alat ukur tekanan alat yang digunakan untuk mengetahui kondisi/tekanan suatu
objek ukur. Beberapa metode pengukuran tekanan:
 Manometer
U-tube Manometer
Well Type Manometer
Barometer
 DWT
 Elastic Pressure Transducer
Bourdon Tube
Diaphragm Pressure Gage
Bellows
 Electrical
1. Manometer
a. U-tube Manometer

b. Well Type Manometer


Banyak digunakan karena
pengukurannya lebih mudah:
pembacaan hanya
pada salah satu leher tube.

c. Barometer
Alat ukur tekanan absolute dengan
rentang tekanan dari zero absolute
sampai atmospheric
pressure.Biasanya dinyatakan
dalam mm Hg.
2. Piston Gauge atau sering disebut dengan Dead Weight Tester (DWT)

3. Elastic Pressure Transducer


a. Bourdon Tube
Terdiri pipa lengkung
berongga.Digunakan untuk
fluida dalam pipa.Tekanan
dalam pipa menyebabkan pipa
pada alat berubah
bentuk.Tekanan ditentukan dari
perubahan secara mekanik
penunjuk pada alat.
b. Diaphragm Pressure Gage
Alat ini menggunakan deformasi elastis dari suatu diafragma (membran) untuk
mengukur perbedaan tekanan yang tidak diketahui dengan tekanan referensi.
Digunakan secara luas untuk tekanan gauge; dan dapat mendeteksi tekanan
rendah: 0 – 4 mm.
Keuntungan dan kekurangan
Respon lebih cepat
Akurasi tinggi (sampai 0,5 % FS)
Linieritas baik jika perubahan tekanan tidak lebih besar dari pada ketebalan
diafragma.
Relatif mahal

c. Bellows
Prinsip operasi didasarkan pada perubahan volume dari element bellows sehingga
diperoleh hubungan yang linear antara tekanan dan simpangan. Digunakan untuk
mengukur tenakan absolut (tekanan rendah) Range: tekanan rendah sampai 155.1
mmHg (3 psi) ; atau sampai 40 mmHg, jika bellows dibuat cukup besar.

Kelebihan
• Biaya pengadaan awal : rendah
• Konstruksi kuat dan sederhana
• Dapat digunakan untuk tekanan rendah dan menengah
• Dapat digunakan untuk mengukur tekanan absolut, tekanan relatif (gauge) dan
tekanan diferensial.
Kekurangan
• Memerlukan kompensasi temperature
• Tidak dapat digunakan untuk mengukur tekanan tinggi.
• Mempunyai histeresis dan drift yang besar.
• Tidak cocok untuk mengukur tekanan yang dinamis.

MANOMETER

Manometer adalah alat ukur tekanan dan manometer tertua adalah manometer
kolom cairan.Alat ukur ini sangat sederhana, pengamatan dapat dilakukan langsung
dan cukup teliti pada beberapa daerah pengukuran.Manometer kolom cairan
biasanya digunakan untuk pengukuran tekanan yang tidak terlalu tinggi (mendekati
tekanan atmosfir).

1. Fungsi Manometer
Manometer adalah alat yang digunakan secara luas pada audit energi untuk
mengukur perbedaan tekanan di dua titik yang berlawanan. Jenis manometer tertua
adalah manometer kolom cairan.Versi manometer sederhana kolom cairan adalah
bentuk pipa U (lihat Gambar 4-4) yang diisi cairan setengahnya (biasanya berisi
minyak, air atau air raksa) dimana pengukuran dilakukan pada satu sisi pipa,
sementara tekanan (yang mungkin terjadi karena atmosfir) diterapkan pada tabung
yang lainnya.Perbedaan ketinggian cairan memperlihatkan tekanan yang
diterapkan.
2. Prinsip kerja manometer adalah sebagai berikut
Gambar a. Merupakan gambaran sederhana manometer tabung U yang diisi cairan
setengahnya, dengan kedua ujung tabung terbuka berisi cairan sama tinggi.
Gambar b. Bila tekanan positif diterapkan pada salah satu sisi kaki tabung, cairan
ditekan kebawah pada kaki tabung tersebut dan naik pada sisi tabung yang
lainnya.Perbedaan pada ketinggian, “h”, merupakan penjumlahan hasil pembacaan
diatas dan dibawah angka nol yang menunjukkan adanya tekanan.
Gambar c. Bila keadaan vakum diterapkan pada satu sisi kaki tabung, cairan akan
meningkat pada sisi tersebut dan cairan akan turun pada sisi lainnya. Perbedaan
ketinggian “h” merupakan hasil penjumlahan pembacaan diatas dan dibawah nol
yang menunjukkan jumlah tekanan vakum.

Raksa (nama lama: air raksa) atau merkuri atau hydrargyrum (bahasa Latin:
Hydrargyrum, air/cairan perak) adalah unsur kimia pada tabel periodik dengan
simbol Hg dan nomor atom 80. Unsur golongan logam transisi ini berwarna
keperakan dan merupakan satu dari lima unsur (bersama cesium, fransium, galium,
dan brom) yang berbentuk cair dalam suhu kamar, serta mudah menguap.[2] Hg
akan memadat pada tekanan 7.640 Atm. Kelimpahan Hg di bumi menempati di
urutan ke-67 di antara elemen lainnya pada kerak bumi. Di alam, merkuri (Hg)
ditemukan dalam bentuk unsur merkuri (Hg0), merkuri monovalen (Hg1+), dan
bivalen (Hg2+). keduanya merupakan logam paling rapuh
Raksa banyak digunakan sebagai bahan amalgam gigi, termometer, barometer, dan
peralatan ilmiah lain, walaupun penggunaannya untuk bahan pengisi termometer
telah digantikan (oleh termometer alkohol, digital, atau termistor) dengan alasan
kesehatan dan keamanan karena sifat toksik yang dimilikinya.

Sifat-Sifat Fisika Air Raksa


Fase : Cair

Titik cair : -38,830C

Titik didih : 356,730C

Massa jenis pada suhu kamar : 13,534 gr/ml

Jari-jari atom secara empiris : 151 pm.

Kecepatan rambat suara : 1451 m/detik

Resistifitas Listrik : 961 nΩ.m

Sifat magnet : Diamagnetik

Sifat-Sifat Kimia Merkuri


Nomor Atom : 80

Massa Atom : 200,6

Jenis Unsur : Logam Transisi

Perioda : 6

Konfigurasi Elektron : [Xe] 4f14 5d10 6s2


Reaksi-Reaksi Kimia Air Raksa
Merkuri memiliki bilangan oksidasi +1 dan +2. Pada posisi bilangan oksidasi +1,
merkuri bisa digolongkan dalam Golongan I pada Kimia Analisa Kualitatif,
bersama-sama dengan perak (Ag) dan timah hitam (Pb). Ciri khas golongan I
adalah reaksi halidasi larutan perak nitrat, merkuri I nitrat, dan timah II nitrat,
yang menghasilkan endapan putih perak halida, merkuri I halida, dan timbal II
halida.
DAFTAR PUSTAKA

https://id.wikipedia.org/wiki/Raksa

https://maniacinstrument.wordpress.com/2012/06/03/apakah-yang-dimaksud-dengan-
tekanan/

https://id.wikipedia.org/wiki/Tekanan

https://id.scribd.com/document/367960859/Manometer

https://id.scribd.com/document/68844767/tekanan