Anda di halaman 1dari 30

LAPORAN

PERENCANAAN STRUKTUR BANGUNAN


RUMAH TINGGAL II (NI LUH SARIANI)
JALAN RAYA SEMER, GG. TUNJUNG MEKAR 58, KEROBOKAN
KUTA UTARA - BALI

12 JULI 2017
LAP ORAN PERENCANAAN STRUKTUR
RUMAH TINGGAL II (NI LUH SARIANI)
JALAN RAYA SEMER, GG. TUNJUNG MEKAR 58, KEROBOKAN, KUTA UTARA - BALI

1. PEMBEBANAN
a. Beban Penampang
Beban mati pada penampang tidak diinput secara manual melainkan diinput otomatis
dengan fitur self weight multiplier pada ETABS v9.7.4.

b. Beban Pelat
Peraturan pembebanan pelat mengunakan Tata Cara Perencanaan Pembebanan untuk
Rumah dan Gedung ( SNI 1727:2013)

 Perhitungan beban Lt. 2


a. Beban Mati
- Pelat Lantai t = 12 cm = 0.12 x 2400 = 288 kg/m2
- Finishing Screed = 4 x 21 = 84 kg/m2
- Penutup Keramik = 20 kg/m2
- Partisi = 150 kg/m2
- Plafond + Hanger = 20 kg/m2
- Ducting M/E = 20 kg/m2
= 582 kg/m2

b. Beban Hidup = 250 kg/m2

 Perhitungan beban Lt. Atap (Pelat Beton)


a. Beban Mati
- Pelat Lantai t = 10 cm = 0.10 x 2400 = 240 kg/m2
- Waterproofing = 20 kg/m2
- Plafond + Hanger = 20 kg/m2
- Ducting M/E = 20 kg/m2
= 300 kg/m2

b. Beban Hidup = 100 kg/m2

c. Beban Gempa
Beban gempa menggunakan peraturan SNI 1726:2012 dengan fitur autoload pada
ETABS v9.7.4 dengan system rangka bangunan pemikul momen biasa dengan site tanah
lunak (site E).

Halaman 1
LAPORAN PERENCANAAN STRUKTUR
RUMAH TINGGAL II (NI LUH SARIANI)
JALAN RAYA SEMER, GG. TUNJUNG MEKAR 58, KEROBOKAN, KUTA UTARA - BALI

d. Beban Kuda-Kuda
Beban kuda-kuda diperhitungkan dengan rincian sebagai berikut:
 Beban Mati
-Berat Atap = 50 kg/m2 x Jarak gording x Jarak kuda-kuda
= 50 kg/m2 x 1,4 m x 1,5 m = 105 kg
-Berat Gording = 10 kg/m x Jarak kuda-kuda
= 10 kg/m x 1,4 m = 15 kg
-Berat kuda-kuda = 10 kg/m x Panjang keseluruhan bagian kuda-kuda
= 10 kg/m x 16,4 m = 164 kg
P kuda-kuda = Berat kuda-kuda/ jumlah titik sambungan = 164 / 6 = 28 kg
-Berat sambungan = 20% P kuda-kuda = 20% x 28 kg = 6 kg
- Berat Plafond dan Penggantung = 20 kg/m2 (SNI 1727:2013) x Jarak sambungan
x Jarak kuda-kuda
= 20 kg/m2 x 1 m x 1,5 m = 30 kg
P1 = Berat Atap + 2(Berat Gording) + P kuda-kuda + Berat Sambungan
= 105 + 2(15) + 28 + 6 = 169 kg
P2 = Berat Atap + Berat Gording + P kuda-kuda + Berat Sambungan
= 105 + 15 + 28 + 6 = 154 kg
P3 = P kuda-kuda + Berat Sambungan + Berat Plafond dan Penggantung
= 28 + 6 + 30 = 64 kg

2m

4m

Halaman 2
LAP ORAN PERENCANAAN STRUKTUR
RUMAH TINGGAL II (NI LUH SARIANI)
JALAN RAYA SEMER, GG. TUNJUNG MEKAR 58, KEROBOKAN, KUTA UTARA - BALI

RA = RB = ½ (P1+3(P2)+3(P3)) = ½ (169+3(154)+3(64)) = 412 kg

 Beban Hidup
Beban hidup pada kuda-kuda akbat air hujan dengan beban terbagi rata 20 kg/m2
P hujan = beban hujan x jarak gording x jarak kuda-kuda
= 20 kg/m2 x 1,5 m x 1 m = 30 kg
RA = RB = ½ (4P) = ½ (4 x 30) = 60 kg

Halaman 3
LAP ORAN PERENCANAAN STRUKTUR
RUMAH TINGGAL II (NI LUH SARIANI)
JALAN RAYA SEMER, GG. TUNJUNG MEKAR 58, KEROBOKAN, KUTA UTARA - BALI

2. PEMODELAN PADA ETABS V9.7.4

Gambar 2.1 Pemodelan Rumah Tinggal II (Ni Luh Sariani) di Kuta Utara pada ETABS v9.7.4

Gambar 2.2 Input Beban Rumah Tinggal II (Ni Luh Sariani) di Kuta Utara pada ETABS v9.7.4

Halaman 4
LAP ORAN PERENCANAAN STRUKTUR
RUMAH TINGGAL II (NI LUH SARIANI)
JALAN RAYA SEMER, GG. TUNJUNG MEKAR 58, KEROBOKAN, KUTA UTARA - BALI

3. HASIL ANALISIS STRUKTUR


Hasil analisis struktur yang ditunjukan berupa luas tulangan yang diperlukan untuk masing-
masing penampang

Gambar 3.1 Longitudinal Reinforcing Area Lt. 2 Rumah Tinggal II (Ni Luh Sariani) di Kuta
Utara pada ETABS v9.7.4

Gambar 3.2 Longitudinal Reinforcing Area Lt. 3 Rumah Tinggal II (Ni Luh Sariani) di Kuta
Utara pada ETABS v9.7.4

Halaman 5
LAP ORAN PERENCANAAN STRUKTUR
RUMAH TINGGAL II (NI LUH SARIANI)
JALAN RAYA SEMER, GG. TUNJUNG MEKAR 58, KEROBOKAN, KUTA UTARA - BALI

Gambar 3.2 Longitudinal Reinforcing Area Lt. Atap Rumah Tinggal II (Ni Luh Sariani) di
Kuta Utara pada ETABS v9.7.4

Halaman 6
LAP ORAN PERENCANAAN STRUKTUR
RUMAH TINGGAL II (NI LUH SARIANI)
JALAN RAYA SEMER, GG. TUNJUNG MEKAR 58, KEROBOKAN, KUTA UTARA - BALI

4. PERENCANAAN BALOK DAN KOLOM


 Balok
Balok analisis sesuai dengan input beban kombinasi gravitasi (beban hidup dan beban mati) dan kombinasi beban gempa
nominal yang dibantu program analisis struktur ETABS v.9.7.4 kemudian disesuaikan dengan Tata Cara Perencanaan Struktur
Beton Untuk Bangunan Gedung SNI 2847:2013.
Data material: f’c = 22,5 Mpa (K-270)
fy tulangan polos = 3200 kg/cm2 = 320 MPa (simbol Ø)
fy tulangan ulir = 4000 kg/cm2 = 400 MPa (simbol D)

Tabel 4.1. Kapasitas tulangan longitudinal balok


Tipe Stress Properties Penampang Tulangan Tarik Tulangan Tekan Compress Area Tegangan Leleh Rasio Tulangan Momen Nominal
Balok Point b h d d' n Dtul As tarik n Dtul As tekan c balance c fy fs' r min r r' r max Mn f Mn
cm cm cm cm buah mm mm 2 buah mm mm2 mm mm MPa MPa kg-m kg-m

TUMPUAN 20 40 34 5 6 13 796 3 13 398 206 80 400 226 0,0035 0,0116 0,0058 0,0193 9.713 7.771
Balok B1
LAPANGAN 20 40 34 5 6 13 796 3 13 398 206 80 400 226 0,0035 0,0116 0,0058 0,0193 9.713 7.771
20 x 40
TUMPUAN 20 40 34 5 6 13 796 3 13 398 206 80 400 226 0,0035 0,0116 0,0058 0,0193 9.713 7.771

TUMPUAN 20 30 24 5 4 13 531 2 13 265 146 63 400 124 0,0035 0,0109 0,0055 0,0177 4.526 3.621
Balok B2
LAPANGAN 20 30 24 5 4 13 531 2 13 265 146 63 400 124 0,0035 0,0109 0,0055 0,0177 4.526 3.621
20 x 30
TUMPUAN 20 30 24 5 4 13 531 2 13 265 146 63 400 124 0,0035 0,0109 0,0055 0,0177 4.526 3.621

TUMPUAN 15 30 24 5 2 13 265 2 13 265 146 48 400 16 0,0035 0,0073 0,0073 0,0163 2.359 1.887
Balok RB
LAPANGAN 15 30 24 5 2 13 265 2 13 265 146 48 400 16 0,0035 0,0073 0,0073 0,0163 2.359 1.887
15 x 30
TUMPUAN 15 30 24 5 2 13 265 2 13 265 146 48 400 16 0,0035 0,0073 0,0073 0,0163 2.359 1.887

Halaman 7
LAP ORAN PERENCANAAN STRUKTUR
RUMAH TINGGAL II (NI LUH SARIANI)
JALAN RAYA SEMER, GG. TUNJUNG MEKAR 58, KEROBOKAN, KUTA UTARA - BALI

Tabel 4.2. Kapasitas tulangan geser balok


Tipe Stress Properties Penampang Tulangan Geser Geser Kapasitas Geser Ultimate
Balok Point b h d n ftul s Vc Vs Vn fVn
cm cm cm mm mm kg kg kg kg

TUMPUAN 20 40 35 1 f8 - 150 4.904 5.630 10.534 7.373


Balok B1
LAPANGAN 20 40 35 1 f8 - 200 4.904 4.222 9.126 6.388
20 x 40
TUMPUAN 20 40 35 1 f8 - 150 4.904 5.630 10.534 7.373

TUMPUAN 20 30 25 1 f8 - 150 3.503 4.021 7.524 5.267


Balok B2
LAPANGAN 20 30 25 1 f8 - 200 3.503 3.016 6.519 4.563
20 x 30
TUMPUAN 20 30 25 1 f8 - 150 3.503 4.021 7.524 5.267

TUMPUAN 15 30 25 1 f8 - 150 2.627 4.021 6.648 4.654


Balok RB
LAPANGAN 15 30 25 1 f8 - 200 2.627 3.016 5.643 3.950
15 x 30
TUMPUAN 15 30 25 1 f8 - 150 2.627 4.021 6.648 4.654

Tabel 4.3. Kontrol kapasitas balok terhadap gaya dalam


Tipe Stress Combo Gaya Geser Maks Output Momen Maks Output Kontrol
Balok Point V ultimit M ultimit Gaya Geser Gaya Momen
kg kg-m

TUMPUAN -6493,32 -3724,456 Ok Ok


Balok B1
LAPANGAN U1 -3902,51 7418,414 Ok Ok
20 x 40
TUMPUAN 7298,95 -4397,369 Ok Ok

TUMPUAN -4585,07 -3605,071 Ok Ok


Balok B2
LAPANGAN U1 318,66 2755,229 Ok Ok
20 x 30
TUMPUAN 2454,68 -109,805 Ok Ok

TUMPUAN -249,93 -144,088 Ok Ok


Balok RB
LAPANGAN U1 561,02 93,327 Ok Ok
15 x 30
TUMPUAN 742,64 -819,233 Ok Ok

Berdasarkan analisis kapasitas balok semua balok memenuhi kapasitas geser dan kapasitas
momennya, namun untuk kapasitas balok sloof tidak dihitung karena cukup menggunakan
tulangan minimum. Untuk detail penampang balok ditampilkan pada lampiran gambar
detail pembesian.

 Kolom
Kolom dianalisis gaya-gaya dalamnya menggunakan program ETABS versi 9.7.4 dengan
beban kombinasi (mati + hidup + gempa). Seluruh kolom dianalisis tulangannya dengan

Halaman 8
LAP ORAN PERENCANAAN STRUKTUR
RUMAH TINGGAL II (NI LUH SARIANI)
JALAN RAYA SEMER, GG. TUNJUNG MEKAR 58, KEROBOKAN, KUTA UTARA - BALI

menggunakan program PCACOL input material beton dan tulangan adalah sebagai
berikut:
- Kuat tekan beton, f’c = 22,5 Mpa (K-270)
- Modulus elastisitas beton, Ec = 22294,06 Mpa
- Kuat tarik baja, fy = 400 Mpa
- Modulus elastisitas baja, Es = 200000 Mpa
- Regangan beton,  = 0.003
- Faktor reduksi kekuatan material:
 aksial = 0.75
 lentur = 0.8
 geser = 0.65

 Analisa kolom K1 dengan ukuran 200 x 400


Output gaya – gaya dalam pada kolom K1 adalah sebagai berikut :

Tabel 4.4. Gaya dalam kolom K1 Lt.1 (kN-m)


Story Column Load Loc P M2 M3
LT.2 C53 U 3.4 -335.49 -6.751 -26.331
LT.2 C49 U 3.4 -376.15 -12.798 -2.527
LT.2 C49 U 0 -383.84 7.11 1.884

Hasil analisa kolom K1 Lt.1 ukuran 200 x 400 seperti ditunjukan pada gambar dibawah
ini:

Halaman 9
LAPORAN PERENCANAAN STRUKTUR
RUMAH TINGGAL II (NI LUH SARIANI)
JALAN RAYA SEMER, GG. TUNJUNG MEKAR 58, KEROBOKAN, KUTA UTARA - BALI

Grafik Kapasitas
Kolom K1

Input beban
no. 1

Halaman 10
LAPORAN PERENCANAAN STRUKTUR
RUMAH TINGGAL II (NI LUH SARIANI)
JALAN RAYA SEMER, GG. TUNJUNG MEKAR 58, KEROBOKAN, KUTA UTARA - BALI

 Analisa kolom K2 dengan ukuran 200 x 200


Output gaya – gaya dalam pada kolom K2 adalah sebagai berikut :

Tabel 4.4. Gaya dalam kolom K2 Lt.2 & 3 (kN-m)


Story Column Load Loc P M2 M3
LT.3 C42 U 0 -92.09 2.478 -9.959
LT.3 C44 U 0 -127.46 -15.748 1.934
LT.2 C45 U 0 -333.35 -2.931 -1.274

Hasil analisa kolom K2 Lt.2 & Lt.3 ukuran 200 x 200 seperti ditunjukan pada gambar
dibawah ini :

Halaman 11
LAPORAN PERENCANAAN STRUKTUR
RUMAH TINGGAL II (NI LUH SARIANI)
JALAN RAYA SEMER, GG. TUNJUNG MEKAR 58, KEROBOKAN, KUTA UTARA - BALI

Grafik Kapasitas
Kolom K2

Input beban
no. 2

Halaman 12
LAP ORAN PERENCANAAN STRUKTUR
RUMAH TINGGAL II (NI LUH SARIANI)
JALAN RAYA SEMER, GG. TUNJUNG MEKAR 58, KEROBOKAN, KUTA UTARA - BALI

Seperti pada grafik dan output program terlihat penampang kolom K1 dan K2 mampu
menahan gaya-gaya dalam dengan tulangan yang terpasang sesuai pada gambar.Dan untuk
detail penampang kolom ditampilkan pada lampiran gambar detail pembesian.

Halaman 13
LAP ORAN PERENCANAAN STRUKTUR
RUMAH TINGGAL II (NI LUH SARIANI)
JALAN RAYA SEMER, GG. TUNJUNG MEKAR 58, KEROBOKAN, KUTA UTARA - BALI

5. PERENCANAAN PELAT
Penulangan pada pelat lantai menggunakan gaya momen ultimate maksimum yang terjadi
pada tumpuan dan lapangan pelat, dihitung berdasarkan ‘metode amplop’. Ke-4 sisi pelat
terjepit penuh (ada balok induk).

a. Analisis Pelat Lt. 2 & Lt. 3


Data material:
fc’ = 18,675 MPa (K-225)
fy = 2400 MPa = 2400 kg/cm2
tebal pelat = 120 mm
d eff. = 120 - 20
= 100 mm
 min = 0,0058
Beban mati = 582 kg/m2
Beban hidup = 250 kg/m2
Wu = 1.2 DL + 1.6 LL
= 1.2 x 582 + 1.6 x 250
= 1098,4 kg/m2
fy
m =
0.85 fc'
240
= =15,1
0.85  18,675

Halaman 14
LAP ORAN PERENCANAAN STRUKTUR
RUMAH TINGGAL II (NI LUH SARIANI)
JALAN RAYA SEMER, GG. TUNJUNG MEKAR 58, KEROBOKAN, KUTA UTARA - BALI

Tabel 5.1. Analisis tulangan pelat lantai


2
Mutu Beton K - 225 kg/cm atau setara dengan fc' = 18.68 Mpa Proyek : Rumah Tinggal II (Ni Luh Sariani)
diketahui tebal pelat 120 mm Tanggal : 22 Juni 2017
2
Beban Mati SDL 294 kg/m Kombinasi pembebanan adalah sebagai berikut
2 2
Beban Hidup LL 250 kg/m a. U = 1.2 DL + 1.6 LL = 1098 kg/m (tekan)

Jarak tulangan maksimun 360 mm Pembulatan 1 mm

1 2 3 4 5 6 7 8 9

2
Nama Qu (kg/m ) ly (m) lx (m) type ly/lx x Mu (kgm) fc' fy d eff (mm) rho rho min As Tulangan Keterangan
46 Mu lx 619 90 0.0041 370 Ø 8 - 135 Typical
38 Mu ly 511 90 0.0034 304 Ø 8 - 165
S1 1098.4 4 3.5 2 1.2 18.68 240 0.0025
64 Mu tx 861 90 0.0058 521 Ø 8 - 96
56 Mu ty 754 90 0.0050 453 Ø 8 - 110

Pada Tabel 5.1 terlihat jumlah tulangan terpasang pada tipe pelat S1. Dan untuk memperjelas denah penulangan pelat ditampilkan
pada lampiran gambar denah struktur.

Halaman 15
LAPORAN PERENCANAAN STRUKTUR
RUMAH TINGGAL II (NI LUH SARIANI)
JALAN RAYA SEMER, GG. TUNJUNG MEKAR 58, KEROBOKAN, KUTA UTARA - BALI

6. PERENCANAAN PONDASI
6.1 Data-data Perencanaan
 Tegangan ijin tanah (  t ) = 2 Kg/cm2 = 200 KN/m2
 Berat jenis tanah (γt) = 16 KN/m3
 Berat jenis beton (γt) = 24 KN/m3
 Kedalaman pondasi (df) =2m
 Tebal pelat pondasi (t) = 0.3 m
 Penutup beton (p) = 75 mm
 Diameter tulangan = 13 mm
 Tinggi tanah di atas pondasi = 2 – 0.3 = 1.7 m
Perhitungan perencanaan pondasi dilakukan pada kolom yang menerima beban
terbesar yaitu kolom K1 (20/40)
 Beban yang bekerja (berdasarkan hasil analisis ETABS V9.7.4)
PU = 264490,66 N
MU = 9451686,528 Nmm

Kolom
Kolom K1
12 (40/40)

1700
1600

300
400

 Tegangan Tanah Efektif


Berat tanah di atas pondasi
σ1 =  t  1,7 = 16 × 1,7 = 27.2 KN/m2
Berat poer pondasi
σ2 =  b  0.3 = 24 × 0.3 = 7.2 KN/m2
σeff = σt – σ1 – σ2
= 200 – 27.2 – 7.2
= 165,6 KN/m2

Halaman 15
LAPORAN PERENCANAAN STRUKTUR
RUMAH TINGGAL II (NI LUH SARIANI)
JALAN RAYA SEMER, GG. TUNJUNG MEKAR 58, KEROBOKAN, KUTA UTARA - BALI

6.2 Menentukan Dimensi Pondasi


Perkiraan ukuran pondasi B = H
 B≥6e
M 9.452
e = = = 0.036 m
P 264.5
B = 6 × 0.036 = 0.214 m
B ≥ 0.214 m
 Berdasarkan perhitungan di atas, dicoba B = 1,4 m
P 6M
 3 ≤ σeff
B2 B
264.5 6  (9.45)
2
 3
≤ 165,6 KN/m2
1,4 1,4
155,6 KN/m2 < 165,6 KN/m2
Jadi B = 1,4 m dapat dipergunakan
P

2500
1400

2500
1400

P M
σ1,2 = 
A 1  h  b2
6

264,5 9,45
σmax = 
1,4  1,4 1  1, 4  1, 4 2
6

= 155,6 KN/m2
264,5 9,45
σmin = 
1,4  1,4 1
6  1, 4  1,4
2

= 114,3 KN/m2

Halaman 16
LAPORAN PERENCANAAN STRUKTUR
RUMAH TINGGAL II (NI LUH SARIANI)
JALAN RAYA SEMER, GG. TUNJUNG MEKAR 58, KEROBOKAN, KUTA UTARA - BALI

 Kontrol geser 1 arah


Direncanakan diameter tulangan D13 mm, decking 75 mm sehingga :
1
d = 300 – 75 –  13
2
= 218,5 mm = 0,2185 m
1,4  0.4
L1 =  0.2185
2
= 0,2815 m

d L1

2500
1400 20400
0
A1
400
400

1400
2500

Halaman 17
LAPORAN PERENCANAAN STRUKTUR
RUMAH TINGGAL II (NI LUH SARIANI)
JALAN RAYA SEMER, GG. TUNJUNG MEKAR 58, KEROBOKAN, KUTA UTARA - BALI

Kolom
Kolom K1
12 (40/40)

400300

A1

d L1  max

 min
1 2500
1400

2500
1400

Menentukan nilai σ1
 max
σ1 =  b  L1 
b

 1,4  0.2815 = 124,3 KN/m2


155,6
=
1,4
A1 = L1 × b
= 0,2815 × 1,4
= 0,3941 m2
 max   1 155,6  124,3
VU =  A1 =  0,3941 = 55,2 KN
2 2
Gaya geser yang mampu dipikul oleh pondasi :
1
Vc =  fc'  b  d
6
1
=  18,675  1400  218,5
6
= 220322,3 N
= 220,3 KN
ϕVc = 0,75 × 220,3
= 165,2 KN

Halaman 18
LAPORAN PERENCANAAN STRUKTUR
RUMAH TINGGAL II (NI LUH SARIANI)
JALAN RAYA SEMER, GG. TUNJUNG MEKAR 58, KEROBOKAN, KUTA UTARA - BALI

Syarat :
Vu ≤ ϕVc
55,2 KN < 165,2 KN.................................................. OK!
Jadi tebal pondasi aman terhadap geser 1 arah.

 Kontrol Geser 2 arah


1
d = 300 – 75 –  13
2
= 218,5 mm = 0,2185 m
Atotal = 1,4 × 1,4 = 1,96 m2
2
 d d
Apond =  0,4    = 0,4  d 2 = (0,4 + 0,2185)2 = 0,383 m2
 2 2
A2 = Atotal - Apond = 1,96 – 0,383 = 1,577 m2

Halaman 19
LAPORAN PERENCANAAN STRUKTUR
RUMAH TINGGAL II (NI LUH SARIANI)
JALAN RAYA SEMER, GG. TUNJUNG MEKAR 58, KEROBOKAN, KUTA UTARA - BALI

Kolom
Kolom12
K1(40/40)

300
400
A2

Apond x

d
2
400
200
d
2

d d
x 2 400
400 2 x

1
2
1
 min
2
 max
1400
2500

2500
1400

Menentukan σ1,2
 d d
2 X =  b   0,4  
 2 2

 0,2185 0,2185 
1,4   0,4  
X =  2 2 
2
X = 0,39075 m

Halaman 20
LAPORAN PERENCANAAN STRUKTUR
RUMAH TINGGAL II (NI LUH SARIANI)
JALAN RAYA SEMER, GG. TUNJUNG MEKAR 58, KEROBOKAN, KUTA UTARA - BALI

  max   min 
x
σ1 =  min 
b

 155,6  114,3
0,39075
= 114,3 
1,4
= 125,8 KN/m2
bx
σ2 =  min    max   min 
b
1,4  0,39075
= 114,3   155,6  114,3
1,4
= 144,07 KN/m2

Menentukan Vu
    max    2 
Vu =  min   Atotal   1   A pond
 2   2 

 114,3  155,6   125,8  144,07 


=   1,96     0.383
 2   2 
= 264,49 – 51,62
= 212,87 KN

Menentukan nilai Vc
 2 1
Vc = 1     fc'  b0  d
 c  6
Dimana :
βc = perbandingan sisi panjang dengan sisi pendek
= 1,5 : 1,5 = 1
b0 = keliling kritis tampang 2 arah keliling persegi
= 4 × (0,4 + 0,2185) = 2,474 m =2474 mm
Sehingga :
 2 1
Vc = 1     fc'  b0  d
 c  6
 2 1
= 1     18,675  2474  218,5 = 1168023 N = 1168,02 KN
 1 6
ϕVc = 0.75 × 1168,02
= 876,02 KN

Halaman 21
LAPORAN PERENCANAAN STRUKTUR
RUMAH TINGGAL II (NI LUH SARIANI)
JALAN RAYA SEMER, GG. TUNJUNG MEKAR 58, KEROBOKAN, KUTA UTARA - BALI

Syarat :
Vu ≤ ϕVc
212,87 KN < 876,02 KN............................................ OK!
Jadi tebal pondasi aman terhadap geser 2 arah.

6.3 Perhitungan Penulangan Lentur

Kolom
Kolom12K1
(40/40)

1600
2200
M

400
300

1050
500 1450
900
2500
1400

11.74 KN/m2
125,8

141.62 KN/m2
144,07

 144,07  125,8 = 140,8 KN/m2


0,9
σ u kritis = 125,8 
1,4
Untuk per meter lebar pias :
σ u kritis = 140,8 KN/m2 × 1 m
= 140,8 KN/m
Sehingga momen dari perataan tersebut :
1
Mu =  u  l 2
2
1  140,8  144,8 
=    0,5
2

2  2 
= 18,5 KNm = 18,5 × 106 Nmm
Mu
Mn =
0.8
18,5 × 10 6
= = 23160955 Nmm
0.8

Halaman 22
LAPORAN PERENCANAAN STRUKTUR
RUMAH TINGGAL II (NI LUH SARIANI)
JALAN RAYA SEMER, GG. TUNJUNG MEKAR 58, KEROBOKAN, KUTA UTARA - BALI

Rasio tulangan minimum :

f 'c 18,675
 min    2,7  10 3
4  fy 4  400
1,4 1,4
 min    3,5  10 3
fy 400
Digunakan ρmin terbesar yaitu ρmin = 0.0035
0,85  f ' c 600
ρb =  
fy 600  fy
0,85  18,675 600
=  0,85  = 0,020
400 600  400
ρmax = 0,75   b = 0,75  0,020 = 0,015
jadi besarnya ρ adalah
 min     max
0,0035    0,015

Jika ρ lebih kecil dari ρmin maka yang digunakan adalah ρmin.
Mn 23160955
Rn = = = 0,485 Nmm
bd 2
1000  218,5 2
fy 400
m = = = 25,2
0,85  f ' c 0,85  18,675

1  2  Rn  m  1  2  0,485  25,2 
ρ =  1  1  = 
 25,2 
1  1  

m  fy   400 
= 0.0012 < ρmin

Jadi yang digunakan adalah ρmin = 0,0035


As =  min  b  d = 0,0035  1000  217 = 759,5 mm2
Direncanakan menggunakan tulangan dengan D13 mm
As 759,5
n = = = 5,722 buah ≈ 6 buah
1 1
  d 2    13 2
4 4
1000
S = = 166,67 ≈ 150 mm
6
Jadi dipasang tulangan D13–150 mm

Halaman 23
LAPORAN PERENCANAAN STRUKTUR
RUMAH TINGGAL II (NI LUH SARIANI)
JALAN RAYA SEMER, GG. TUNJUNG MEKAR 58, KEROBOKAN, KUTA UTARA - BALI

Untuk tulangan arah y digunakan tulangan bagi/susut/suhu, yaitu :


Asbagi = 0.18% . b . h (untuk baja ulir)
= 0.18% . 1000 . 300
= 540 mm2
Tulangan bagi/susut/suhu dirancanakan menggunakan tulangn D13
As 540
n = = = 4,1 buah ≈ 5 buah
1 1
  d 2    13 2
4 4
1000
S = = 200 mm
5
Jadi dipasang tulangan D13 – 200 mm

Halaman 24
PERUNTUKAN BANGUNAN :

RUMAH TINGGAL II

LOKASI :

JL. RAYA PELIHATAN/ SEMER,


GG. TUNJUNG MEKAR 58,
BR. PELIHATAN DS.
KEROBOKAN, KUTA UTARA

PEMILIK :
12250

4500 3750 4000 NI LUH SARIANI

K1 K1 K1 K1 NO CATATAN PARAF

2000
K1 K1 K1
K1

4250
NAMA GAMBAR SKALA

K1
K2 K2 K1 DENAH PONDASI

3500
DIP DIK DIS

K1

1000
TANGGAL : 11 JULI 2017

TEAM PERENCANA : PARAF

ARSITEK : I Putu Budiarta, ST

KONSTRUKTUR : I Putu Budiarta, ST

DIGAMBAR : Arika Putra

MENGETAHUI

SKALA 1 : 100

NO. GAMBAR JML. LEMBAR


PERUNTUKAN BANGUNAN :

RUMAH TINGGAL II

LOKASI :

JL. RAYA PELIHATAN/ SEMER,


GG. TUNJUNG MEKAR 58,
BR. PELIHATAN DS.
KEROBOKAN, KUTA UTARA

PEMILIK :
12250

NI LUH SARIANI
4500 3750 4000
1200 3300 500 3500
NO CATATAN PARAF
K2 B1 K2 B1 K2 B1 K2

2000
2500

B1

B1

B1

B1
B2
B2
B2
B1 B1 B1
K2 K2 K2 K2
6250

B2

1750
B2 B2 B2
3750

3750
B1

B1

B1

B1
NAMA GAMBAR SKALA

2000
B1 B1 B1
DENAH STRUKTUR
K2 K2 K2 K2 LANTAI 2

3500
B1

B1
DIP DIK DIS

B1

K2 K2

1000
B1

B1
B2

TANGGAL : 11 JULI 2017


4000
TEAM PERENCANA : PARAF

ARSITEK : I Putu Budiarta, ST

KONSTRUKTUR : I Putu Budiarta, ST

DIGAMBAR : Arika Putra

MENGETAHUI

SKALA 1 : 100

NO. GAMBAR JML. LEMBAR


PERUNTUKAN BANGUNAN :

RUMAH TINGGAL II

LOKASI :

JL. RAYA PELIHATAN/ SEMER,


GG. TUNJUNG MEKAR 58,
BR. PELIHATAN DS.
KEROBOKAN, KUTA UTARA

PEMILIK :
4500 3750 4000 3300 3750

1200 NI LUH SARIANI

1150
B1 B1 B1
1150

RB RB NO CATATAN PARAF

2000
B2
B2
B1

B1

B1

B1
K2 K2 K2
1350

500
B1 B1 B1

4100
4100

RB

RB
2750

4250
B1

B1

B1

B1
RB RB
B2 B2 B2
K2 K2 K2
1000

B1 B1 B1
NAMA GAMBAR SKALA

DENAH STRUKTUR
SKALA 1 : 100 LANTAI 3 &
DENAH RING
4500 BALOK
B1

B1

B1 DIP DIK DIS


B1

B1

B2

4000

TANGGAL : 11 JULI 2017

TEAM PERENCANA : PARAF

ARSITEK : I Putu Budiarta, ST

KONSTRUKTUR : I Putu Budiarta, ST

DIGAMBAR : Arika Putra

MENGETAHUI
SKALA 1 : 100

NO. GAMBAR JML. LEMBAR


PERUNTUKAN BANGUNAN :
SLOOF TYPE S1 SLOOF TYPE SP(PRAKTIS) KOLOM TYPE K1 KOLOM TYPE K2

TYPE BALOK TMP BALOK LAP TYPE BALOK TMP BALOK LAP TYPE KOLOM TYPE KOLOM RUMAH TINGGAL II

S1 SP K1 K2

4Ly
LOKASI :

1
SLOOF SLOOF KOLOM KOLOM
200/300 150/200 200/400 200/200
JL. RAYA PELIHATAN/ SEMER,
GG. TUNJUNG MEKAR 58,
ATAS 2 D 13 3 D 13 ATAS 2 D 10 2 D 10
BR. PELIHATAN DS.

2Ly
Ly
BAWAH 2 D 13 2 D 13 BAWAH 2 D 10 2 D10

1
TENGAH 2 Ø 12 2 Ø 12 TENGAH - - TULANGAN 10 D 13 TULANGAN 4 D 13 KEROBOKAN, KUTA UTARA
SENGKANG Ø 8 - 150 Ø 8 - 150 SENGKANG Ø 8 - 150 Ø 8 - 150 SENGKANG Ø 10 - 100 SENGKANG Ø 10 - 100

PEMILIK :
BALOK TYPE B1 BALOK TYPE B2 BALOK TYPE RB

4Ly
1
TYPE BALOK TMP BALOK LAP TYPE BALOK TMP BALOK LAP TYPE BALOK TMP BALOK LAP
1
4Lx
1
2Lx
1
4Lx
NI LUH SARIANI
Lx

B1 B2 RB
BALOK BALOK DETAIL PELAT
BALOK
LT. 2 & 3 LT. 2 & 3 NO CATATAN PARAF
150/300
200/400 200/300 TEBAL PENULANGAN
NO TIPE PELAT
(MM) a b c d e f

2 D13 2 D13
ATAS 6 D13 3 D13 ATAS 4 D13 2 D13
BAWAH 2 D13 2 D13
BAWAH 3 D13 6 D13 BAWAH 2 D13 4 D13
SENGKANG Ø 8 - 150 Ø 8 - 200
SENGKANG Ø 8 - 150 Ø 8 - 200 SENGKANG Ø 8 - 150 Ø 8 - 200

NAMA GAMBAR SKALA


CERAMIK 300x300 mm
POTONGAN A - A ( P1 )
CERAMIK 300x300 mm DETAIL PENULANGAN
ASIA TILE ASIA TILE

BETON RABAT T= 60 mm BETON RABAT T= 60 mm


350

350
450

450

PASIR URUG PASIR URUG


500

DIPADATKAN T= 100mm DIPADATKAN T= 100mm Ø 13- 200


URUGAN LIME URUGAN LIME

100
STONE STONE D13 - 150
DIP DIK DIS

200
PONDASI BATU KALI PONDASI BATU KALI
800

800

1200
950

950

PAS. BATU KOSONG PAS. BATU KOSONG

PASIR URUG T= 50mm PASIR URUG T= 50mm


200

200

500
TANGGAL : 11 JULI 2017
50

50

TEAM PERENCANA : PARAF

Ø 13 - 200
A

D 13 - 150
700 700

800 TANAH EXISTING 800 TANAH EXISTING ARSITEK : I Putu Budiarta, ST


1200

400
500
KONSTRUKTUR : I Putu Budiarta, ST
DETAIL PONDASI TYPE 1 DETAIL PONDASI TYPE 2 DIGAMBAR : Arika Putra
(PONDASI DALAM) (PONDASI LUAR) 200
MENGETAHUI
Ø 13 - 200
D 13 - 150

1200

NO. GAMBAR JML. LEMBAR