Anda di halaman 1dari 8

ANGGARAN PIUTANG

RANGKUMAN MATERI
Sebagai salah satu persyaratan untuk memenuhi
tugas Penganggaran Perusahaan

Oleh:

NUR SA’DIYAH
(17010135022)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS MULAWARMAN
SAMARINDA
2019
ANGGARAN PIUTANG

1. PENGERTIAN ANGGARAN PIUTANG


Anggaran Piutang adalah anggaran yang merencanakan secara lebih terperinci
tentang sejumlah piutang perusahaan beserta perubahan-perubahanya dari waktu ke
waktu selama periode yang akan datang. Anggaran piutang menunjukan besarnya
piutang dari transaksi-transaksi penjualan secara kredit yang dilakukan perusahaan.
Terjadinya piutang dikarenakan adanya transaksi penjualan secara kredit:
a. Penjualan barang-barang yang dihasilkan perusahaan, maupun
b. Penjualan aset-aset lain, seperti menjual aset tetap yang sudah lama untuk diganti
dengan aset tetap yang baru yang lebih menguntungkan.
Jika dilihat sebagai suatu investasi, piutang akan memberikan manfaat bagi
perusahaan:
a. Merupakan upaya untuk meningkatkan omzet penjualan, sehingga keuntungan
juga dapat ditingkatkan.
b. Pada jenis usaha tertentu, kredit jangka panjang dapat menciptakan keuntungan
tambahan bagi perusahaan.
c. Dapat mempererat hubungan dagang antara perusahaan dengan relasinya.
Adapun berbagai jenis beban dan biaya yang timbul karena perusahaan menjual
secara kredit, antara lain berupa:
a. Biaya modal.
b. Biaya administrasi piutang, seperti biaya penagihan piutang dan biaya organisasi
per unit kerja yang diserahi tugas mengelola piutang.
c. Piutang mungkin tidak seluruhnya dapat ditagih karena debitornya tidak
bertanggung jawab (melarikan diri) atau bangkrut.
2. PENGARUH PENJUALAN KREDIT TERHADAP ARUS KAS
a. Jangka waktu kredit yang diberikan
Semakin panjang jangka waktu kredit, maka semakin panjang jarak antara
terjadinya transaksi penjualan dan penerimaan kas dari penjualan tersebut.
b. Keaktifan dari petugas penagih piutang
Semakin aktif petugas melakukan tugasnya menagih piutang pada waktunya,
semakin tepat arus kas masuk ke dalam kas perusahaan.
c. Mutu ataupun bonafiditas dari para debitur yang dipercaya membeli barang
dengan kredit
d. Situasi usaha pada umumnya
Pada kondisi usaha yang normal, likuiditas perusahaan pada umumnya baik, maka
kemungkinan penundaan pembayaran adalah kecil. Sebaliknya bila pasaran lesu,
sulit memperoleh uang tunai, kemungkinan terjadinya penundaan menjadi
semakin besar.
3. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYUSUNAN ANGGARAN
PIUTANG
Ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan di dalam menyusun Anggaran
Piutang, antara lain:
a. Anggaran Penjualan
Khususnya rencana tentang jenis (kualitas) dan jumlah (kuantitas) barang yang
akan dijual dari waktu ke waktu selama periode yang akan datang. Semakin besar
jumlah penjualan akan cenderung semakin besar pula transaksi penjualan secara
kredit yang akan dilakukan, sehingga akan memperbesar piutang perusahaan dan
sebaliknya.
b. Keadaan persaingan di pasar
Persaingan yang lebih keras akan memaksa perusahaan untuk lebih banyak
melakukan transaksi penjualan secara kredit, sehingga memperbesar piutang
perusahaan, dan sebaliknya.
c. Posisi perusahaan dalam persaingan
Jika posisi perusahaan cukup kuat dalam persaingan, maka perusahaan lebih dapat
melakukan penjualan secara tunai, sehingga memperkecil penjualan secara kredit.
Akibatnya piutang perusahaan akan cenderung lebih kecil, dan sebaliknya.
d. Syarat pembayaran (term of payment) yang ditawarkan perusahaan
Jika potongan penjualan (discount) yang ditawarkan perusahaan cukup menarik
para calon pembeli, maka akan mendorong pembeli untuk melakukan pembelian-
pembelian secara tunai. Akibatnya piutang perusahaan akan cenderung lebih kecil,
dan sebaliknya.
e. Kebijaksanaan perusahaan dalam penagihan piutang
Penagihan piutang yang lebih aktif akan mempercepat penerimaan kas dari
piutang, sehingga memperkecil jumlah sisa piutang, dan sebaliknya.
f. Rencana perusahaan untuk melakukan penjualan secara kredit aset-aset
lain, selain barang-barang hasil produksinya
Jika selama periode yang akan datang perusahaan merencanakan akan melakukan
penjualan secara kredit terhadap sebagian aset tetapnya, maka piutang perusahaan
akan semakin besar, dan sebaliknya.
4. LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN ANGGARAN PIUTANG
a. Menentukan besarnya jumlah penjualan tunai dan jumlah penjualan kredit yang
dihasilkan oleh suatu perusahaan dalam jangka waktu bulanan atau triwulanan.
b. Menentukan besarnya bad debts atau besarnya piutang tak tertagih yang harus
dicadangkan dinyatakan dalam persentase (%).
c. Mengetahui atau mengidentifikasi term of credit.
5. MANFAAT ANGGARAN PIUTANG
Adapun manfaat yang diperoleh perusahaan dengan menyusun anggaran
piutang, antara lain:
a. Dapat diperkirakannya posisi piutang pada berbagai waktu.
b. Dapat diketahuinya jumlah piutang yang sudah waktunya untuk ditagih.
c. Dapat diperkirakannya arus kas yang berasal dari penjualan kredit.
Contoh Soal 1:

PT GOLDEN mempunyai rencana penjualan sebagai berikut: (70% kredit)


2000 November 500 unit
Desember 550 unit
2001 Januari 500 unit
Februari 625 unit
Maret 750 unit
April 800 unit
Mei 700 unit
Juni 750 unit

Harga jual untuk bulan November tahun 2000 Rp 4.000,-/unit.


Direncanakan mulai 1 Januari 2001, harga jual akan dinaikkan sebesar 25% dan
mulai 1 April 2001 karena krisis moneter dinaikkan lagi sebesar 10% dari harga jual
bulan Januari 2001.
Bad debts dihitung sebesar 2% dari penjualan kredit. Syarat penjualan kredit
adalah dengan term of payment 3/25 n 30 (angka dibulatkan).
Pola pengumpulan piutang berdasarkan pengalaman sebelumnya dapat
diperkirakan sebagai berikut:
- 50% dibayar dalam waktu 25 hari.
- 30% dibayar dalam satu bulan berikutnya.
- 20% dibayar dalam dua bulan berikutnya.

Diminta:
Susunlah skedul pengumpulan piutang PT GOLDEN tersebut untuk periode
Januari-Juni 2001
Penyelesaian:

Waktu Jumlah Harga Jual Total Penjualan Penjualan Kredit


Penjualan Unit (Rp) (Rp) (70%) (Rp)
November 550 4.000 2.000.000 1.400.000
Desember 550 4.000 2.200.000 1.540.000
Januari 500 5.000 2.500.000 1.750.000
Februari 625 5.000 3.125.000 2.187.500
Maret 750 5.000 3.750.000 2.625.000
April 800 5.500 4.400.000 3.080.000
Mei 700 5.500 3.850.000 2.695.000
Juni 750 5.500 4.125.000 2.887.500
Total 5.175 25.950.000 18.165.000

Skedul pengumpulan piutang: (bulan Januari – Juni 1999)

Waktu Piutang Januari Februari Maret April Mei Juni


Penjualan Netto
November 1.372.000 274.400 - - - - -
Desember 1.509.000 452.760 301.840 - - - -
Januari 1.715.000 831.775 514.500 343.000 - - -
Februari 2.143.750 - 1.039.719 643.125 428.750 - -
Maret 2.572.500 - - 1.247.662 771.750 514.500 -
April 3.018.400 - - - 1.463.924 905.520 603.680
Mei 2.641.100 - - - - 1.280.933 792.230
Juni 2.829.750 - - - - - 1.372.429
Total 17.801.500 1.558.935 1.856.059 2.233.787 2.664.424 2.700.953 2.705.439
Penjualan kredit – Bad debts (2%) = Piutang netto
Contoh Soal 2:

PT DUNIA MAS memiliki data yang dianggarkan untuk tahun 2001 sebagai berikut:
a. Rencana Penjualan: 40% dijual secara tunai dan sisanya secara kredit.
Penjualan untuk tahun 2001:
Januari Rp 25 juta
Februari Rp 28 juta
Maret Rp 31 juta
Triwulan II Rp 90 juta
Triwulan III Rp 86 juta
Triwulan IV Rp 88 juta
b. Pola pengumpulan piutang sebagai berikut:
Bulanan: 60% pada bulan tersebut
30% mundur satu bulan
10% mundur dua bulan
Triwulanan: 70% pada triwulan terjadinya penjualan
30% pada triwulan berikutnya

Diminta untuk membuat:


1. Anggaran Pengumpulan Piutang untuk tahun 2001
2. Anggaran Penerimaan Kas keseluruhan untuk tahun 2001 (dari penjualan tunai
dan kredit)
Penyelesaian:

1) Anggaran Pengumpulan Piutang (Rp)

Waktu Kredit Januari Februari Maret Tw 2 Tw 3 Tw 4


Penjualan (60%)
Januari 15.000.000 9.000.000 4.500.000 1.500.000 - - -
Februari 16.800.000 - 10.080.000 5.040.000 1.680.000 - -
Maret 18.600.000 - - 11.160.000 7.440.000 - -
Tw 2 54.000.000 - - - 37.800.000 16.200.000 -
Tw 3 51.600.000 - - - - 36.120.000 15.480.000
Tw 4 52.800.000 - - - - - 36.960.000
Total 208.800.000 9.000.000 14.580.000 17.700.000 46.920.000 52.320.000 52.440.000

2) Anggaran Penerimaan Kas Keseluruhan (Rp)

Januari Februari Maret Tw 2 Tw 3 Tw 4


Penjualan Tunai 10.000.000 11.200.000 12.400.000 36.000.000 34.400.000 35.200.000
Penag. Piutang 9.000.000 14.580.000 17.700.000 46.920.000 52.320.000 52.440.000
Total 19.000.000 25.780.000 30.100.000 82.920.000 86.720.000 87.640.000