Anda di halaman 1dari 9

1.

Jelaskan pengertian istilah-istilah di bawah ini


a) Core drilling
b) Coring
c) Sampling
d) Preparasi Sampel
2. Jelaskan perbedaan penanganan sampel di lapangan dan di laboratorium.
3. Jelaskan metode pengambilan sampel di lapangan.
4. Jelaskan kegunaan peralatan penggunaan dan penanganan sampel.
5. Jelaskan perbedaan antara preparasi sampel batuan dan tanah.
6. Jelaskan syarat sampel uji yang digunakan untuk pengujian di laboratorium.
7. Sebutkan dan jelaskan alat apa saja yang digunakan untuk membuat sampel uji di
lapangan dan di laboratorium.
8. Jelaskan prosedur pengambilan sampel anda di lapangan beserta dokumentasi
kegiatan.
1. a.) core drilling yaitu suatu pemboran yang bermaksud atau bertujuan untuk
memperoleh contoh batuan dalam bentuk inti (core), yang dimulai dari kedalaman
nol sampai kedalaman tertentu
b.) Coring merupakan metode yang digunakan untuk mengambil batu inti (core)
dari dalam lubang bor. (Bateman,1985)
c.) Sampling adalah suatu proses dalam pengambilan sampel, sebelum sampel
tersebut diolah
d.) Preparasi sampel adalah proses persiapan suatu sampel agar layak untuk di uji di
laboratorium. Maksudnya adalah preparasi disini bertujuan untuk mempersiapkan
suatu zat yang akan di analisis di laboratorium. Hal ini disebabkan, dalam analisa
kimia terkadang terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi sebelum sampel
tersebut di uji, antara lain ukuran sampel harus sekian mesh atau mikrometer. Jadi,
sampel yang akan di analisa harus memiliki ukuran yang sesuai dengan standar
yang menjadi metode dalam analisa tersebut, sehingga hasil analisa menjadi akurat
dan presisi.

2. Pertama :
Pengumpulan sampel lapangan (gross sampel) dari unit-unit pengambilan
sampeldi lapangan. Cara penetapan unit pengambilan sampel berbeda- beda,
tergantung dari jenisbahannya.
Kedua :
Pengurangan jumlah dan ukuran sampel lapangan menjadi partikel-
partikeldengan ukuran yang cocok untuk pengiriman ke laboratorium. Proses kedua
ini menghasilkansampel yang dikenal sebagai sampel laboratorium.
Ketiga :
Pengurangan sampel laboratorium menjadi sampel yang siap dianalisis,
yangdikenal sebagai sampel analitik.Keempat : Penyimpanan sampel analitik
dengan cara-cara tertentu, sesuai dengan sifatsampel analitik.

3. Metode utama yang digunakan untuk pengambilan sampel batuan untuk keperluan
pengujian dan penilaian kualitas serta struktur batuan adalah pengeboran inti.
Metode sumur uji, bor tanpa inti, dan geofisik digunakan untuk mengidentifikasi
bagian atas batuan. Pengeboran dan pengambilan sampel batuan hendaknya
mengacu pada Commision on standardization of laboratory and field test atau
international society for rock mechanics/ISRM. Jika lapisan terlalu keras dapat
menggunakan standar ASTM D 2113 practice for diamond core drilling for site
investigation. Pemeliharaan terhadap sampel batuan yang telah didapat harus
dilakukan untuk melindungi sampel dari goncangan/kejutan dan getaran atau
perubahan temperatur. Perawatan dan pemeliharaan sampel batuan dapat mengikuti
ASTM D 5079 practices for preserving ang transporting rock core sampel.
4. Kalau peralatan penggunaan biasanya digunakan untuk mengolah suatu sampel,
sedangkan peralatan penanganan biasanya digunakan untuk menangani hal-hal yang
tidak dingiinginkan selama melakukan percobaan.
5. Preparasi sampel batuan :
15 9 Juli 2019 [ABS-36] Komparasi Teknik Preparasi Sampel Batuan dengan
Pressed Powder Pellet dan Fused Glass Bead untuk Analisis Unsur-unsur Utama
menggunakan X-Ray Fluorescence (XRF) Asep Rohiman dan Agus Saiful Arifin
Pusat Survei Geologi, Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya
Mineral, Jl. Diponegoro no. 57 Bandung, Indonesia, 40122 Jl. Djunjunan No.236
Bandung, Indonesia, 40174 a) asep.rohiman@esdm.go.id (corresponding author)
Abstrak Komposisi unsur kimia dalam sampel batuan dapat dijadikan sebagai
dasar untuk mengklasifikasikan jenis batuan, memprediksikan lingkungan
pengendapan, umur batuan, dan lingkungan tektonik dimana batuan tersebut
terbentuk. X-Ray Fluorescence merupakan salah satu instrumen yang digunakan
untuk menganalisis sampel batuan.
Kelebihan analisis menggunakan XRF yaitu proses analisis dapat dilakukan
dengan lebih cepat, mudah, akurat, dan tidak merusak sampel. Namun, sebelum
dilakukan pengukuran menggunakan instrumen X-Ray Fluorescence perlu didukung
dengan proses preparasi sampel yang tepat.Pada penelitian ini telah dipelajari
kondisi optimal dalam preparasi sampel standar batuan GBW 07105 dan JR-1.
Adapun parameter yang dipelajari adalah variasi rasio komposisi binder
Cellulose Mycro Crystalin dengan sampel standar, yaitu 1:4 dan 1:3. Teknik
pencampuran sampel dilakukan dengan menggunakan penggerus mortar dan shaker.
Optimalisasi preparasi sampel dilakukan dengan menggunakan teknik
pressed powder pellet dan fused glass bead. Berdasarkan data hasil analisis diperoleh
rasio binder terhadap sampel standar yang terbaik yaitu 1:3. Teknik preparasi
pressed powder pellet merupakan teknik yang terbaik dalam menganalisis
sampel menggunakan metode X-Ray Fluorescence. Studi lebih lanjut perlu juga
dilakukan untuk melakukan analisis terhadap unsur-unsur minor dan jejak.
Preparasi sampel tanah :
Analisis sifat fisik tanah memerlukan contoh tanah yang berbeda, tergantung
tujuannya. Ada beberapa jenis contoh tanah, diantaranya contoh tanah utuh
(undisturbed soil sample), agregat utuh (undisturbed soil aggregate), dan contoh
tanah tidak utuh (disturbed soil sample) yang peruntukan analisisnya berbeda.
Contoh tanah utuh dapat diambil menggunakan tabung logam yang terbuat
dari tembaga, kuningan, dan besi. Laboratorium Fisika Tanah, Balai Penelitian
Tanah, Bogor menggunakan tabung tembaga (Gambar 3) yang mempunyai ukuran
tinggi 4 cm, diameter dalam 7,63 cm, dan diameter luar 7,93 cm. Tabung tersebut
ditutup dengan plastik di kedua ujungnya.
6. Sampel Kering
1. Untuk analisa proximate lengkap (kadar air, kadar abu, protein, lemak dan serat
kasar) dibutuhkan sampel kering sebanyak 50 gram
2. Untuk sampel kering (tepung yang halus) berat minimal 50 gr, sedangkan sampel
kering (tepung yang kasar) berat minimal 250 gr
3. Sampel yg berbentuk tepung halus terlebih dahulu harus diaduk dan
dihomogenkan
4. Sampel dalam keadaan segar (tidak berbau), dan tidak berjamur
5. Sampel yang masih kasar terlebih dahulu dihaluskan
Sampel Basah
1. Untuk analisa proximate lengkap (kadar air, kadar abu, protein, lemak dan serat
kasar) dibutuhkan sampel basah minimal 500 gram (untuk rumput laut) dan 150
gram (untuk ikan/udang)
2. Sampel segar (udang, ikan dll) harus bersih dan dibawa dalam keadaan dingin
(dalam cool box) dan tidak lebih dari 24 jam
3. Sampel uji dikemas dalam kantong plastik yang bersih dan dilengkapi kode yang
jelas (nama, kode dan tanggal sampling) Hasil analisa diterima oleh pelanggan 2
minggu setelah penerimaan sampel (untuk sampel basah) dan 1 minggu setelah
penerimaan untuk sampel kering.
7. Peralatan yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut :
1. Peralatan Keamanan
2. Stone Cutter
3. Coring
4. Ember
5. Kuas
6. Cetaka Housing
Bahan Bahan yang digunakan yaitu :
1. Semen
2. Pasir
3. Air
4. Cairan Pengeras
5. Oli
Langkah Kerja
1. Siapkan alat dan bahan
2. Sampel diletakkan horizontal disesuaikan terhadap alas yang ada pada setting mesin.
3. Kemudian sampel tersebut dijepit sehingga tidak bergeser pada saat dilakukan
preparasi.
4. Air dialirkan dengan debit yang konstan sesuai dengan jenis batuan yang akan di
preparasi untuk mengurangi keausan alat dan membantu pencetakan sampel.
5. Melakukan preprasi sampel secara perlahan-lahan.
6. Setelah itu, bagian atas dan bawah sampel core kemudian dipotong dengan Stone
Cutter untuk meratakan permukaannya.
8. metode pengambilan sampel terdiri dari 2 kelas besar yaitu

 Probability Sampling (Random Sample)


 Non- Probability Sampling (Non-Random Sample).
Kedua jenis tersebut terdiri dari pengambilan secara acak dan pengambilan
sampel tidak acak. Kedua jenis ini juga memiliki sub – sub lain yang diantaranya
adalah purposive sampling, snowball samping, cluster sampling dll.
Probability sampling adalah Metode pengambilan sampel secara random atau
acak. Dengan cara pengambilan sampel ini. Seluruh anggota populasi diasumsikan
memiliki kesempatan yang sama untuk terpilih menjadi sampel penelitian.
Metode ini terbagi menjadi beberapa jenis yang lebih spesifik, antara lain:
1. Pengambilan Sampel Acak Sederhana (Simple Random Sampling)
Pengambilan sampel acak sederhana disebut juga Simple Random Sampling.
teknik penarikan sampel menggunakan cara ini memberikan kesempatan yang sama
bagi setiap anggota populasi untuk menjadi sampel penelitian. Cara
pengambilannya menggunakan nomor undian.
Terdapat 2 pendapat mengenai metode pengambilan sampel acak sederhana.
Pendapat pertama menyatakan bahwa setiap nomor yang terpilih harus
dikembalikan lagi sehingga setiap sampel memiliki prosentase kesempatan yang
sama. Pendapat kedua menyatakan bahwa tidak diperlukan pengembalian pada
pengambilan sampel menggunakan metode ini. Namun, metode yang paling sering
digunakan adalah Simple Random Sampling dengan pengembalian.
2. Pengambilan Sampel Acak Sistematis (Systematic Random Sampling)
Metode pengambilan sampel acak sistematis menggunakan interval dalam
memilih sampel penelitian. Misalnya sebuah penelitian membutuhkan 10 sampel
dari 100 orang, maka jumlah kelompok intervalnya 100/10=10. Selanjutnya
responden dibagi ke dalam masing-masing kelompok lalu diambil secara acak tiap
kelompok.
NON- PROBABILITY SAMPLING / NON RANDOM SAMPLE
Non-Probability Sampling merupakan teknik pengambilan sampel tidak dipilih
secara acak. Unsur populasi yang terpilih menjadi sampel bisa disebabkan karena
kebetulan atau karena faktor lain yang sebelumnya sudah direncanakan oleh
peneliti. Macam-macam Non-Probability Sampling sebagai berikut:
1. Purposive Sampling (Sampel Pertimbangan)
Purposive Sampling merupakan Satuan sampling yang dipilih berdasarkan
pertimbangan tertentu dengan tujuan untuk memperoleh satuan sampling yang
memiliki karakteristik yang dikehendaki. Teknik ini digunakan terutama apabila
hanya ada sedikit orang yang mempunyai keahlian (expertise) di bidang yang
sedang diteliti.
2. Accidental Sampling (Sampel tanpa sengaja)
Accidental sampling adalah teknik penentuan sampel berdasarkan faktor
sponantanitas, artinya siapa saja yang tidak sengaja bertemu dengan peneliti dan
sesuai dnegan karakteistik maka orang tersebut dapat digunakan sebagai sampel
(responden).
3. Quota Sampling (Sampel Kuota)
Pengambilan sampel hanya berdasarkan pertimbangan peneliti saja, hanya
disini besar dan kriteria sampel telah ditentukan lebih dahulu.
4. Saturation Sampling (Sampel Jenuh)
Teknik pengambilan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai
sampel, ini syaratnya populasi tidak banyak, atau peneliti ingin membuat
generalisasi dengan kesalahan sangat kecil.
5. Snowball Sampling (Sampel Bola Salju)
Sampel diambil secara berantai, mulai dari ukuran sampel yang kecil semakin
menjadi besar. Cara ini banyak dipakai ketika peneliti tidak banyak tahu tentang
populasi hanya tahu satu atau dua orang berdasarkan penilaian biasa dijadikan
sebagai sampel.
Foto dokumentasi :