Anda di halaman 1dari 10

FISIKA LINGKUNGAN

NUKLIR SUMBER ENERGI

DISUSUN OLEH:

Elsa Meilani (06111181621060)


Kiki Wulandari (061111816210)

DOSEN PENGAMPU:
Dra.Murniati, M.Si.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SRIWIJAYA

2019
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Energi nuklir merupakan suatu energi yang tersimpan dalam atom. Energi ini keluar
ketika terjadi proses dalam reaksi nuklir. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa energi nuklir
didapatkan dari perubahan sejumlah massa inti atom ketika berubah menjadi inti atom yang
lain dalam reaksi nuklir.

Dewasa ini banyak negara berlomba-lomba untuk mengembangkan energi nuklir. Negara-
negara tersebut tahu betul bahwa energi nuklir merupakan energi yang paling efektif karena
dengan sedikit nuklir yang dikeluarkan akan bisa menambah pasokan kritik yang cukup
besar.

Sudah seharusnya indonesia harus ikut dalam membuat Pembangkit Listrik Tenaga
Nuklir di Indonesia. Mengingat saat ini indonesia mengalami krisis energi khususnya energi
listrik. Yang mana masih sebagian daerah yang belum teraliri listrik.

Dampak lingkungan dan semakin berkurangnya sumber energi minyak bumi memaksa
kita untuk mencari dan mengembangkan sumber energi. Salah satu alternatif sumber energi
baru yang potensial datang dari energi nuklir. Meski dampak bahaya yang ditimbulkan amat
besar, tidak dapat dipungkiri bahwa energi nuklir adalah salah satu alternatif sumber energi
yang layak diperhitungkan.

Fakta-fakta tentang bencana yang disebabkan karena radiasi nuklir mulai dari yang
terdahsyat yang terjadi di Chernobyl, Ukraina serta

yang terjadi di Fukushima, Jepang baru-baru ini menunjukkan bahwa pemanfaatan


energy nuklir perlu sebuah tinjauan ulang. Serta memerlukan sebuah mitigasi bencana dalam
penanganan bencana tersebut.
B. Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan energi nuklir ?


2. Apa yang dimaksud dengan pembangkit listrik tenaga nuklir?
3. Kenapa energi nuklir itu sangat efektif?
4. Bagaimana perkembangan energi nuklir di indonesia?
5. Apa dampak positif dan negatif dari penggunaan energi nuklir?
C. Tujuan Penelitian

1. Mengetahui definisi dan manfaat dari energi nuklir.


2. Mengetahui pembangkit listrik tenaga nuklir
3. Mengetahui efektivitas energi nuklir
4. Mengetahui perkembangan energi nuklir di indonesia.
5. Mengetahui dampak positif dan negatif dari penggunaan energi nuklir.
BAB II
PEMBAHASAN

A.Energi Nuklir
Energi nuklir merupakan suatu energi yang tersimpan dalam atom. Energi ini keluar
ketika terjadi proses dalam reaksi nuklir. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa energi nuklir
didapatkan dari perubahan sejumlah massa inti atom ketika berubah menjadi inti atom yang
lain dalam reaksi nuklir.

Secara umum nuklir dapat dihasilkan melalui dua macam mekanisme, yaitu
pembelahan inti atau reaksi fisi dan penggabungan beberapa inti melalui reaksi fusi. Sebuah
inti berat yang ditumbuk oleh partikel (misalnya neutron) dapat membelah menjadi dua inti
yang lebih ringan dan beberapa partikel lain. Mekanisme semacam ini disebut pembelahan
inti atau fisi nuklir. Contoh reaksi fisi adalah uranium yang ditumbuk (atau menyerap)
neutron lambat.

Reaksi fisi uranium seperti diatas menghasilkan neutron selain dua buah inti atom
yang lebih ringan. Neutron ini dapat menumbuk (diserap) kembali oleh inti atom uranium
untuk membentuk reaksi fisi berikutnya. Mekanisme ini terus terjadi dalam waktu yang
sangat cepat membentuk reaksi berantai tak terkendali. Akibatnya, terjadi pelepasan energi
yang besar dalam waktu singkat. Mekanisme ini yang terjadi di dalam bom nuklir yang
menghasilkan ledakan yang dahsyat. Jadi, reaksi fisi dapat membentuk reaksi berantai tak
terkendali yang memiliki potensi daya ledak yang dahsyat dan dapat dibuat dalam bentuk
bom nuklir.

Beberapa bahan yang ada di alam, seperti uranium, apabila direaksikan dengan
neutron, akan mengalami reaksi pembelahan dan menghasilkan energi yang dapat digunakan
untuk memanaskan air hingga menjadi uap. Selanjutnya uap tersebut dapat digunakan untuk
memutar turbin dan menghasilkan listrik.

Dibandingkan dibentuk dalam bentuk bom nuklir, pelepasan energi yang dihasilkan
melalui reaksi fisi dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang lebih berguna. Untuk itu, reaksi
berantai yang terjadi dalam reaksi fisi harus dibuat lebih terkendali. Usaha ini bisa dilakukan
di dalam sebuah reaktor nuklir. Reaksi berantai terkendali dapat diusahakan berlangsung di
dalam reaktor yang menjamin keamanannya dan energi yang dihasilkan dapat dimanfaatkan
untuk keperluan yang lebih berguna, misalnya untuk penelitian dan untuk membangkit listrik.
B. Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir
Energi yang dihasilkan dari reaksi fisi nuklir terkendali dapat dimanfaatkan untuk
membangkitkan. Instalasi pembangkitan energi listrik semacam ini dikenal sebagai
pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).
Salah satu bentuk reaktor nuklir adalah reaktor air bertekanan (pressurized water
reactor/PWR) yang skemanya ditunjukkan dalam gambar. Energi yang dihasilkan di dalam
reaktor nuklir berupa kalor atau panas yang dihasilkan oleh batang-batang bahan bakar. Kalor
atau panas yang dialirkan keluar dari teras reaktor bersama air menuju alat penukar panas
(heat exchanger). Disini uap panas dipisahkan dari air dan dialirkan menuju turbin untuk
menggerakkan turbin mengahasilkan listrik, sedangkan air didinginkan dan dipompa kembali
menuju reaktor. Uap air dingin yang mengalir keluar setelah melewati turbin dipompa
kembali ke dalam reaktor.

C. Efektivitas Energi Nuklir


Energi nuklir lebih bersih dan hijau. Sebagai bonus (tambahan) dalam mengurangi
emisi gas rumh kaca serta bergeser dari mengandalkan bahan bakar fosil, energi nuklir
menawarkan dua manfaat yang ramah lingkungan sekaligus.
Pertama, listrik nuklir menawarkan jalan yang penting dan praktis ke arah ekonomi
hidrogen. Hidrogen sebagai sumber yang menghasilkan listrik menawarkan janji untuk energi
yang bersih dan hijau. Berbagai perusahaan mobil melanjutkan pengembangan sel bahan
bakar hidrogen dan teknologi ini dalam waktu yang tidak terlalu jauh dimasa depan, akan
menjadi produsen sumber energi.
Dengan menggunakan kelebihan energi panas dari reaktor nuklir untuk menghasilkan
hidrogen, maka dapat diciptakan produksi hidrogen dengan harga terjangkau, efisien serta
bebas dari emisi gas rumah kaca. Dengan demikian produksi hidrogen ini dapat
dikembangkan untuk menciptakan ekonomi energi hijau di masa depan.
Kedua, di seluruh dunia, energi nuklir menjadi solusi terhadap krisis yang lain tengah
berkembang: kekurangan air bersih yang harus tersedia bagi konsumsi manusia dan irigasi
bagi tanaman dasar (crop). Secara global, proses menggunakan kelebihan panas dari reaksi
nuklir, air laut dapat ditawarkan, sehingga permintaan terhadap air bersih yang selalu
bertambah akan dapat dipenuhi.
Kombinasi energi nuklir, energi angin, geotermal dan hidro adalah cara yang aman
dan ramah lingkungan dalam memenuhi permintaan energi yang selalu bertambah. Dengan
berbagai informasi, jaringan konsumen, pakar lingkungan, akademisi, organisasi buruh,
kelompok bisnis, pemimpin masyarakat dan pemerintah kini telah menyadari mamfaat dari
energi nuklir. Energi nuklir adalah jalan terbaik untuk menghasilakn listrik beban-dasar yang
aman, bersih, dapat diandalkan, serta akan memainkan peranan kunci dalam pencapaian
keamanan (penyediaan) energi global. Dengan perubahan iklim sebagai puncak agenda
internasional, kita semua harus mengerjakan bagian kita untuk mendorong renaisans
(kebangkitan kembali) energi nuklir.

D. Energi Nuklir di Indonesia

Sejarah pemanfaatan energi nuklir melalui Pusat Listrik Tenaga Nuklir


(PLTN)Dimulai beberapa saat setelah tim yang dipimpin Enrico Fermi berhasil memperoleh
reaksi nuklir berantai terkendali yang pertama pada tahun 1942. Reaktor nuklirnya sendiri
sangat dirahasiakan dan dibangun di bawah stadion olah raga Universitas Chicago. Mulai saat
itu manusia berusaha mengembangkan pemanfaatan sumber tenaga baru tersebut. Namun
pada mulanya, pengembangan pemanfaatan energi nuklir masih sangat terbatas, yaitu baru
dilakukan di Amerika Serikat dan Jerman. Tidak lama kemudian, Inggris, Perancis, Kanada
dan Rusia juga mulai menjalankan program energi nuklirnya.

Lalu bagaimana dengan Indonesia, Indonesia memiliki cadangan uranium 53 ribu ton
yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN),
yakni sebanyak 29 ribu ton di Kalimantan Barat dan 24 ribu ton sisanya ada di Bangka
Belitung. Selain itu, Papua juga diindikasikan memiliki cadangan uranium yang cukup besar.
Tapi soal ini akan diteliti dalu (BATAN, 2015).

Proses rencana pengembangan PLTN di indonesia cukup panjang, Tahun 1972, telah
dimulai pembahasan awal dengan membentuk Komisi Persiapan Pembangunan PLTN.
Komisi ini kemudian melakukan pemilihan lokasi dan tahun 1975 terpilih 14 lokasi potensial,
5 diantaranya terletak di Jawa Tengah, Lokasi tersebut diteliti Badan Tenaga Nuklir Nasional
(BATAN) bekerjasama dengan NIRA dari italia. Dari keempat belas lokasi tersebut, 11
lokasi di pantai utara dan 3 lokasi di pantai selatan.

E. Dampak dari Penggunaan Energi Nuklir

1. Dampak positif
Pertimbangan pemanfaatan energi nuklir sebagai pembangkit listrik (PLTN) adalah
penghematan penggunaan sumberdaya nasional, mengurangi ketergantungan terhadap
minyak bumi, batu bara, dan gas bumi, mengurangi emisi gas rumah kaca secara signifikan,
serta meningkatkan ketahanan dan kemandirian pasokan energi untuk mendukung
pembangunan nasional jangka panjang.

Tenaga nuklir juga dimanfaatkan pada bidang-bidang lainnya seperti bidang


pertanian, peternakan, hidrologi, industri, kesehatan, penggunaan zat radioaktif dan sinar-X
untuk radiografi, logging, analisa bahan, dan lain-lain. Dalam bidang penelitian terutama
banyak dilakukan oleh BATAN mulai dari skala kecil sampai dengan skala besar.
Pemanfaatan dalam bidang kesehatan dapat dilihat seperti untuk diagnosa, kedokteran nuklir,
penggunaan untuk terapi dimana radiasi digunakan untuk membunuh sel-sel kanker. Bagi
indonesia, nuklir sebagai sumber energi terbarukan.

Pembangkit listrik berbasis nuklir dianggap lebih ramah lingkungan daripada


pembangkit listrik berbasis bahan bakar minyak. Emisi karbon dioksida pembangkit energi
nuklir lebih rendah daripada batu bara, minyak bumi, gas, alam, bahkan hidroenergi dan
pembangkit energi surya. Ketiga, alasan ekonomis. Harga listrik yang dihasilkan nantinya
akan lebih murah karena biaya produksinya bisa ditekan.

Beberapa kelebihan dari enrgi nuklir, yaitu: Bahan bakarnya tidak mahal, mudah
untuk dipindahkan (dengan sistem keamamnan yang ketat), energi sangat tinggi, dan tidak
mempunyai efek rumah kaca dan hujam asam.

2. Dampak negatif
Meskipun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir banyak manfaatnya, akan tetapi jika
suatu saat terjadi kebocorn reactor nuklir akan berakibat fatal. Seperti yang terjadi di
Chernobyl, Ukraina pada tanggal 1986. Radiasi ledakan itu meledak dan terlontar 1500 meter
ke udara, yang membuat radiasi paparan sampai jauh ke eropa. Selain memicu evakuasi
ribuan warga dari sekitar lokasi kejadian, dampak kesehatan masih dirasakan para korban
hingga bertahun-tahun kemudian misalnya kanker, gangguan kardiovaskuler, dan bahkan
kematian. Bahkan sampai saat ini daerah tersebut dibiarkan tanpan berpenghuni.Radiasi yang
dihasilkan dalam proses pembelahan inti atom atau fisi nuklir dapat membahayakan
lingkungan disekitar reactor.

Menurut situs atomicarchive.com, setidaknya ada tujuh efek yang berbahaya bila
tubuh manusia terkena bocoran radioaktif dari PLTN.

1) Rambut: rambut akan menghilang dengan cepat bila terkena radiasi di 200
Rems atau lebih. Rems merupakan satuan dari kekuatan radioaktif.
2) Otak: sel-sel otak tidak akan rusak secara langsung kecuali terkena radiasi
berkuatan 5000 Rems atau lebih. Seperti halnya jantung, radiasi membunuh
sel-sel saraf dan pembuluh darah dan dapat menyebabkan kejang dan kematian
mendadak.

3) Kelenjer Gondok: kelenjer tiroid sangat rentan terhadap yodium radioaktif.


Dalam jumlah tertentu, yodium radioaktif dapat menghancurkan sebagian atau
seluruh bagian tiroid.

4) Sistim Peredaran Darah: ketika seseorang terkena radiasi sekitar 100 Rems,
jumlah limfosit darah akan berkurang, sehingga rentan terhadap infeksi.
Gejala awal ialah seperti penyakit flu. Menurut data saat terjadi ledakan
Nagasaki dan Hiroshima, menunjukkan gejala dapat bertahan selama 10 tahun
dan mungkin memiliki risiko jangka panjang seperti leukimia dan limfoma.

5) Jantung: bila terkena radiasi berkekuatan 1000 sampai 5000 Rems akan
mengakibatkan kerusakan langsung pada pembuluh darah dan dapat
menyebabkan gagal jantung dan kematian mendadak.

6) Saluran Pencernaan: reaksi dengan kekuatan 200 Rems akan menyebabkan


kerusakan pada lapisan saluran usus dan dapat menyebabkan mual, muntah
dan diare berdarah.

7) Saluran Reproduksi: salauran reproduksi akan merusak saluran reproduksi


cukup dengan kekuatan di bawah 200 Rems. Dalam jangka panjang, korban
radiasi akan mengalami kemandulan.

Beberapa kelemahan dari penggunaan energi nuklir seperti butuh biaya yang besar
untuk penyimpanannya disebabkan dari bahaya radiasi energi nuklir itu sendiri, masalah
kepemilikan energi nuklir disebabkan karena bahayanya massal dan produk buangannya yang
sampai radioaktif, nuklir sebagai senjata pemusnah.
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
1) Nuklir adalah salah satu sumber energi yang menghasilkan energi sangat besar
dengan bahan bakar Uranium melalui reaksi fisi dan fusi.
2) Energi nuklir dapat digunakan sebagai pembangkit listrik (PLTN). Bahan senjata
militer, dan tenaga nuklir juga dimanfaatkan pada bidang-bidang lainnya seperti
bidang pertanian, peternakan, hidrologi, industri, kesehatan, penggunaan zat
radioaktif dan sinar-X untuk radiografi, logging, analisa bahan dan lain-lain.
3) Penggunaan energi nuklir mempunyai dampak positif yang sangat menguntungkan
dan juga mempunyai dampak negatif yang sangat berbahaya bagi kehidupan karena
mempunyai produk buangannya yang sangat radioaktif, nuklir sebagai senjata
pemusnah.
4) Indonesia mempunyai kesempatan untuk menjadikan nuklir sebagai energi karena
memiliki cadangan Uranium sangat besar yang terletak di Kalimantan Barat dan
Bangka Belitung.
Daftar Pustaka

Arbie, Bakrie, dkk. Energi Nuklir dan Pembangunan PLTN, BATAN, Jakarta, 1997.

Badan Tenaga Nuklir Indonesia. 2015. Cadangan Uranium di Indonesia. Jakarta : Batan.org

Laksono, PM, dkk; Rencana Pembangunan PLTN di indonesia Sebuah


Perbincangan,Yayasan Obor Indonesia, Jakarta, 1995.

Ridwan, Muh (Editor), Pengantar Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir, BATAN, 1986