Anda di halaman 1dari 3

Prosedur indentifikasi bakteri

Alat

cawan petri (Normax), vial, lampu bunsen, incubator (Incucell), tabung reaksi (Pyrex), kaca objek,
mikroskop (Olympus), jarum ose, pinset, erlenmeyer (Approx), gelas ukur (Pyrex), gelas kimia (Approx),
rak tabung reaksi, plastic wrap, aluminium foil, kapas, kasa, timbangan analitik (kern), pinset, laminar air
flow (Biotek), termometer, autoklaf (ALP), mikropipet (Ecopipette), L-Glass, vortex (Benchmark), mistar
berskala dan alat fotografi. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini ialah plak gigi, lugol, alcohol 96%,
kristal violet, aquades, safranin, NaCl 0,9%, H2SO4 BaCl2, Kloramfenikol dan Klindamisin dalam bentuk
cakram, Nutrien Agar, Luria Bertani Agar dan yeast extract (Oxoid), Simmon’s Citrate Agar (Oxoid), Lysine
Iron Agar (Oxoid), Triple Sugar Iron Agar (Oxoid).

Sebelum pengambilan sampel pada pasien, diperiksa terlebih dahulu apakah ada plak gigi pada pasien
atau tidak. Jika plak gigi tersebut ada dalam rongga mulut pasien, maka dokter gigi kemudian akan
mengambil plak gigi tersebut dengan menggunakan alat pembersih karang gigi dan alat mencabut gigi.
Setelah memperoleh plak gigi pasien, selanjutnya dimasukkan ke dalam wadah vial steril yang berisi NaCl
0,9% sebanyak 5 mL dan segera dan diberi label yang berisi identitas pasien. Setelah itu dibawah ke
laboratorium Mikrobiologi Farmasi untuk diperiksa (WHO, 1995).

Uji Fisiologi

Disiapkan media NA dan dimasukkan ke dalam tabung reaksi yang telah diberi label sesuai kode biakan
bakteri yang akan digunakan sebanyak 3 mL, kemudian media disterilkan pada suhu 121˚C selama 15
menit, lalu didinginkan. Setelah media dingin, kemudian kultur sediaan diinokulasi dengan cara ditusukkan
jarum ӧse lurus sedalam ¾ bagian, kemudian diinkubasi pada suhu 37˚C selama 24 jam. Lakukan
pengamatan selama 24 jam masa inkubasi.

Uji Biokimia

Uji biokimia meliputi uji indol, uji sitrat, uji H2S, uji fermentasi karbohidrat, uji lisin dan uji katalase. Untuk
uji indol mengguakan media NA, uji sitrat menggunakan media Simmon’s Citrate Agar, uji H2S dan
fermentasi karbohidrat mengguakan media TSIA, uji lisin mengguakan media Lysine Iron Agar dan uji
katalase menggunakan media NB. Masing-masing media disterilkan pada suhu 121°C selama 15 menit.
Setelah itu media dimasukkan dalam tabung reaksi masing-masing 3 mL dan didinginkan hingga memadat,
untuk , uji sitrat, uji H2S, uji fermentasi karbohidrat dan uji lisin medianya dimiringkan 30˚ hingga
memadat. Bakteri isolat dari agar miring diambil dan diinokulasikan ke tabung pengujian. Diinkubasi pada
suhu 35°C selama ± 24 jam setelah itu dilihat hasilnya. Untuk uji indol ditambahkan 5 tetes reagen covac’s
dan untuk uji katalase ditambahkan H2O2 setelah diinkubasi (Fatimawali, 2016).

Uji Morfologi

Kaca objek dibersihkan. Biakan bakteri pada agar miring diambil kemudian ditotolkan pada bagian tengah
kaca objek sampai merata dan ditetes dengan aquadest. Preparat selanjutnnya difiksasi di atas lampu
Bunsen. Preparat diteteskan dengan kristal violet sebanyak 1 tetes dan diamkan selama 1 menit.
Kemudian kristal violet dicuci pada air mengalir. Preparat yang sudah dikeringkan ditambahkan dengan
Larutan lugol sebanyak 1 tetes dan dibiarkan selama 1 menit. Larutan lugol dicuci dengan air mengalir,
kemudian dicuci dengan alkohol 96% sampai semua zat warna tampak luntur. Preparat dicuci kembali
dengan air mengalir. Preparat ditambahkan larutan safranin sebanyak 1 tetes dan dibiarkan selama 1
menit dan dicuci pada air yang mengalir, dikeringkan dan diperiksa dimikroskop dengan menambahkan
minyak imersen (Fatimawali, 2016).

Sumber

Christi,Rawis ,Fatimawali, dan Adithya Yudistira.2017. IDENTIFIKASI DAN UJI RESISTENSI BAKTERI DARI
PLAK GIGI PASIEN DENGAN TUMPATAN AMALGAM DI PUSKESMAS TIKALA BARU TERHADAP MERKURI
DAN ANTIBIOTIK GOLONGAN PENISILIN.PHARMACON UNSRAT

Sampel Plak

sampel plak yang dikumpulkan secara acak dari individu yang berbeda dimasukkan dalam penelitian ini.
Semua subjek adalah pasien yang berkonsultasi dengan layanan darurat rumah sakit. Pengalaman karies
mereka sangat bervariasi dari kondisi gigi yang baik hingga kerusakan yang luas. Usia sampel plak tidak
diketahui. Sampel plak dikumpulkan dengan kuret McCall yang steril. Sebelum pengambilan sampel,
setiap permukaan gigi disemprot dengan air dan dikeringkan secara superfisial dengan udara tekan selama
sekitar 10 detik. Sampel plak ditempatkan dalam botol kerucut preweighed (panjang 40 mm, diameter
bagian dalam 10 mm di bagian atas) dengan tutup polietilen. Sampel ditimbang dalam 5 menit setelah
pengambilan sampel pada neraca analitik digital (Sartorius, tipe 2474) dengan akurasi 0,01 mg.

Sampel Streptococcus
Streptococcus mutans strain C2 / 2I [Gehring, 1977] ditanam dalam media tii glikolat NIH (Difco). Bakteri
dipanen dan ditangguhkan dalam larutan garam fisiologis. Setelah mengukur kepunahan pada 600 nm,
sampel volume yang diketahui disaring melalui filter membran pra-ditimbang (Millipore, ukuran pori
0,22 ftm). Cairan berlebih disedot oleh vakum dan bobot basah ditentukan pada neraca analitik yang
sama.

Penentuan Protein
Penentuan protein dengan mengukur produk reaksi fluoresen dari asam amino dengan o-phthal-
aldehyde (OPA) telah dijelaskan oleh Butcher dan Lowry [1976]. Robrish et al. [1978] menggunakan
metode ini untuk penentuan protein dalam sel bakteri dan plak gigi. Kami memodifikasi prosedur ini
untuk digunakan dengan kromatografi cair kinerja tinggi (HPLC). Sampel plak atau suspensi streptokokus
diliofilisasi. Residu kering dilarutkan dalam 1 ml 6 N HCI pada 70 ° C. Ini memakan waktu sekitar 30
menit. Solusi jernih dipindahkan ke ampul kaca dan dipanaskan hingga 110 ° C selama 3 jam dalam
perangkat pemanas di bawah tudung. Setelah waktu ini, asam menguap dan hidrolisis selesai. Sampel
kering disimpan dalam desikator pada suhu kamar. Untuk derivatisasi dengan OPA sampel dilarutkan
dalam 1 ml H20. Ke 100 ¡A larutan ini ditambahkan: 100 / d H20, 100 / rl 0,4 M buffer natrium borat (pH
9,5) yang mengandung 2% natrium dodecylsulfate dan 200 jttl pereaksi OPA yang terdiri dari 2 mg OPA
yang dilarutkan dalam 100 / rl metanol dan 10 p \ 2-mercaptoethanol dibuat hingga 2 ml dengan buffer
natrium borat 0,4 M (pH 9,5). Sampel diinkubasi selama tepat 1 menit dengan pengadukan lembut,
kemudian reaksi dihentikan dengan menambahkan buffer 400 p \ 0,1 M KH2P04 (pH 4). Alikuot 10- / d
dari sampel ini diinjeksikan ke sistem HPLC

Sumber

W. Distler, A. Petschelt, A. Kröncke.1987. Protein Content and Wet Weight of Plaque Microsamples. Caries
Res.