Anda di halaman 1dari 54

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pada zaman modern sekarang ini, masalah pendidikan merupakan suatu hal yang

sangat penting. Abad mendatang merupakan suatu tantangan bagi generasi yang akan datang.

Terutama bagi bangsa Indonesia dalam mencapai tujuan nasional dan sumber daya manusia

yang berkualitas dan mampu bersaing dengan bangsa lain. Peran pendidikan nasional

semakin penting, pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan

membentuk watak serta peradaban bangsa dan martabat dalam rangka mencerdaskan

kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembang potensi peserta didik agar menjadi manusia

yang beriman dan percaya kepada Tuhan yang Maha Esa.

Di dalam usaha untuk mencapai tujuan tersebut, dibutuhkan seorang pendidik yang

berkualitas sehingga dalam pola pembelajaran yang diajarkan dalam proses belajar mengajar

dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Dalam proses belajar mengajar, dibutuhkan seorang

pendidik yang mampu berkualitas serta diharapkan dapat mengarahkan anak didik menjadi

generasi yang kita harapkan sesuai dengan tujuan dan cita-cita bangsa. Untuk itu, guru tidak

hanya cukup menyampaikan materi pelajaran semata, akan tetapi guru juga harus pandai

menciptakan suasana belajar yang baik, serta juga mempertimbangkan pemakaian metode

dan strategi dalam mengajar yang sesuai dengan materi pelajaran dan sesuai pula dengan

keadaan anak didik.

Keberadaan guru dan siswa merupakan dua faktor yang sangat penting di mana

diantara keduanya saling berkaitan. Kegiatan belajar siswa sangat dipengaruhi oleh kegiatan

mengajar guru, karena dalam proses pembelajaran guru tetap mempunyai suatu peran yang
penting dalam memberikan suatu ilmu kepada anak didiknya. Salah satu masalah yang

dihadapi guru dalam menyelenggarakan pelajaran adalah bagaimana menimbulkan aktifitas

dan keaktifan dalam diri siswa untuk dapat belajar secara efektif. Sebab, keberhasilan dalam

suatu pengajaran sangat dipengaruhi oleh adanya aktifitas belajar yang dilakukan oleh siswa

secara sungguh –sungguh.

Pelaksanaan pembelajaran yang bermutu di sekolah merupakan kewajiban guru secara

umum, namun demikian hal ini masih belum dilakukan secara maksimal oleh guru. Untuk

mencapai kualitas kegiatan belajar mengajar yang baik tentulah dituntut kreatifitas guru

dalam menggunakan model-model pembelajaran maupun teknik-teknik pendekatan yang

baru. Guru tidak hanya menyampaikan materi pelajaran saja, namun harus berhasil member

kesan yang membuat siswa mendapat pengalaman belajar yang menyenangkan.

Keadaan yang terjadi di SD Negeri Arun Kecamatan muara satu Kota Lhokseumawe,

berdasarkan hasil supervisi rutin penulis sebagai kepala sekolah ternyata sebagian besar guru

masih memiliki kemampuan yang terbatas dalam berkreasi menerapkan pendekatan yang

tepat sesuai dengan ketentuan kurikulum yang diterapkan. Dalam melaksanakan proses

Kegiatan belajar mengajar, SD Negeri Arun telah menerapkan kurikulum 2013 ( K 13) secara

penuh sejak tahun 2013. Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama, pada K 13

pendekatan yang diterapkan adalah pendekatan saintifik atau pendekatan berbasis proses

keilmuan yang mana pendekatan saintifik dapat menggunakan beberapa strategi seperti

pembelajaran kontekstual ( kontextual Learning) Discovery Learning, Project-Based

Learning, Problem-Based Learning dan Inquiry Learning.

Keadaan ini tentu bukan merupakan suatu hal yang diinginkan. Sebagai kepala

sekolah yang melaksanakan supervisi secara rutin, penulis merasa perlu melaksanakan

supervisi akademis terhadap kegiatan klasikal sehingga nantinya dapat memberi pengaruh
positif terhadap kinerja guru dalam menerapkan pendekatan saintifik sesuai dengan tuntutan

kurikulum 2013.

Melalui supervisi akademis oleh kepala sekolah, dengan bimbingan arahan dan

kesadaran tinggi diharapkan para guru dapat melakukan pembelajaran bermutu, sehingga

memberi pengaruh positif terhadap perilaku peserta didik dan menambah kemajuan prestasi

belajar mereka. Kemampuan dan keterampilan para guru dalam menyusun Rencana

Pelaksanaan Pembelajaran yang menerapkan pendekatan saintifik secara kreatif akan

menghasilkan proses pembelajaran yang tepat sasaran, dan target materi dalam Standar

Kompetensi dan Kompetensi Dasar dapat dicapai.

Pelaksanaan supervisi yang dilakukan penulis adalah berupa supervisi akademis yang

berupaya mengubah kegiatan mengajar guru agar lebih baik dengan menggunakan model

pembelajaran langsung (direct instructional) dan tidak langsung (indirect instructional).

Pembelajaran langsung dilaksanakan dengan mengembangkan pengetahuan, kemampuan

berpikir dan keterampilan menggunakan pengetahuan peserta didik melalui interaksi

langsung dengan sumber belajar yang dirancang dalam silabus dan RPP. Dalam pembelajaran

langsung peserta didik melakukan kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan

informasi/mencoba, menalar/mengasosiasi, dan mengomunikasikan.Pembelajaran langsung

menghasilkan pengetahuan dan keterampilan langsung, yang disebut dengan dampak

pembelajaran (instructional effect). Sedangkan pembelajaran tidak langsung berkenaan

dengan pengembangan nilai dan sikap yang terkandung dalam KI-1 dan KI-2.

Dalam hal ini, penulis berupaya menambah frekuwensi supervisi akademis dan

memaksimalkan pembinaan dan bimbingan serta tindak lanjut. Upaya ingin meningkatkan

prestasi dan kemajuan belajar, agar terdapat peningkatan prestasi belajar siswa yang

memuaskan. Selain itu penulis bekerja sama dengan beberapa guru senior dalam
melaksanakan supervisi akademis ini, dengan maksud agar terjalin kolaborasi positif antara

sesame guru dan kepala sekolah. Keberhasilan proses pembelajaran dapat ditentukan oleh

sering dan tidaknya supervisi yang dilakukan oleh kepala sekolah maupun pengawas sekolah,

karena guru akan termotivasi kemampuannya dalam melaksanakan tugas manakala ada

respon baik antara kepala sekolah, guru maupun pengawas sekolah.

Sasaran utama dari penulisan ini adalah dewan guru yang merupakan komponen

utama yang harus memberdayakan diri agar mampu memajukan prestasi belajar peserta didik,

maka dalam hal ini penulis sebagai kepala sekolah berupaya melakukan supervisi akademis

terutama di kelas lima mengingat siswa – siswi kelas lima secara intelektual telah memilki

kemampuan nalar yang baik dan telah memiliki kemampuan berfikir abstrak secara baik

sehingga akan tepat sasaran jika guru melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan

menerapkan pendekatan saintifik. .

Pembelajaran yang berlangsung dengan persiapan yang matang dan pelaksanaan

dengan pendekatan Saintifik akan berdampak positif terhadap prestasi belajar yang dicapai

siswa. Peserta didik akan terpacu dan termotivasi untuk selalu belajar dan memperhatikan

gurunya secara cermat dan kritis, karena dalam pendekatan saintifik akan selalu terlihat

pemberian dorongan dan penghargaan kepada peserta didik secara merata, dengan demikian

mereka diberdayakan agar merasa butuh dan merasa senang dalam melakukan kegiatan

belajarnya.

Kegiatan supervisi akademis yang dilakukan kepala sekolah sebagai penulis dalam

penulisan ini berupaya mempengaruhi guru agar selalu termotivasi, dan selalu merasa sebagai

agen pembelajaran yang mengajar sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh

pemerintah sebagai landasan untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar yang berkualitas.

Maka kepala sekolah sebagai penulis melakukan supervisi akademis secara terprogram dan
selalu berupaya meningkatkan kemampuan guru untuk melaksanakan pembelajaran dengan

tertib dan baik.

b. Fokus Masalah Supervisi Akademis

Berdasarkan penjelasan pada latar belakang diatas, fokus masalah yang dikemukakan

adalah:

1. Kemampuan guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan menerapkan

pendekatan saintifik masih belum maksimal sementara penerapan kurikulum 2013 sudah

dilaksanakan sejak tahun 2013.

2. Dalam menyusun RPP, guru masih ragu – ragu dalam menentukan strategi yang berkaitan

dengan pendekan saintifik dan cenderung memilih strategi yang konvensional.

c. Tugas Pokok/Ruang Lingkup Supervisi Akademis

Ruang lingkup supervisi akademis ini adalah melakukan pengawasan sekaligus

evaluasi dan bimbingan terhadap kemampuan-kemampuan guru dalam merencanakan

kegiatan pembelajaran, melaksanakan kegiatan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran,

memanfaatkan hasil penilaian untuk peningkatan layanan pembelajaran, menciptakan

lingkungan belajar yang menyenangkan, memanfaatkan sumber belajar yang tersedia.


BAB II

KERANGKA BERPIKIR DAN PEMECAHAN MASALAH

A. Kerangka berpikir

Siklus kerangka berpikir pengawasan dan pemecahan masalah dalam pelaksanaan supervise

sekolah adalah sebagai berikut .

1. Diawali penyusunan program kerja yang dilandasi oleh hasil pengawasan pada tahun

sebelumnya. Dengan berpedoman pada program kerja yang disusun, dilaksanakan

kegiatan inti pengawasan meliputi penilaian, pembinaan, dan pemantauan pada setiap

guru yang mengajar.

2. Pada tahap berikutnya pengolahan dan analisis data hasil penilaian, pembinaan, dan

pemantauan dilanjutkan dengan evaluasi hasil supervise.

3. Berdasarkan hasil analisis data, disusun laporan hasil supervise yang menggambarkan

sejauh mana keberhasilan tugas kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas proses

dan hasil belajar.

4. Tahap akhir dari satu siklus kegiatan supervisi adalah menetapkan tindak lanjut untuk

program supervisi tahun berikutnya berdasarkan hasil evaluasi komprehensif

terhadap seluruh kegiatan supervise dalam satu periode.

B. Pemecahan masalah

Optimalisasi pencapaian program satuan pendidikan dapat terwujud jika seluruh proses

kegiatan yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, monitoring, evaluasi, dan pelaporannya

dapat terlaksana secara intens, komprehensif, dan terjadwal secara akurat. Sekolah
seyogyanya memiliki kemampuan dalam membuat kebijakan dan program yang terarah dan

tepat sasaran, dengan memaksimalkan kekuatan (strenght) dan peluang (opportunity) yang

dimiliki seta menanggulangi kelemahan dan ancaman yang mungkin dapat menjadi faktor

penghambat. Karenanya setiap satuan pendidikan haruslah memiliki team work yang

kompak, cerdas, dan dinamis, serta adanya partisipasi yang tinggi dari seluruh warga sekolah.

Setiap mereka wajib membekali diri dengan pengetahuan dan keterampilan (skill), baik

akademik maupun manajerial yang dapat mereka peroleh melaui pendidikan dan latihan,

work shop, maupun pengkajian pustaka, dan dokumentasi.

Dari realita di atas, maka peran kepala sekolah dalam membina, membimbing, dan

memotivasi pendidik dan tenaga kependidikan memiliki arti yang amat penting. Pemberian

bimbingan, pembinaan, dan dorongan yang dilakukan secara intensif berkesinambungan

merupakan solusi logis pencapaian program dan acuan dalam upaya mewujudkan target

secara maksimal.
BAB III

PENDEKATAN DAN METODE

Untuk mendapatkan hasil yang optimal, dan agar dalam pelaksanaan kepengawasan dapat

lebih efektif, efisien, dan tepat guna, maka perlu memilih pendekatan dan metode yang

sesuai.

A. Pendekatan

Pendekatan yang dilakukan pengawas dalam melaksanakan tugas kepengawasannya

adalah teknik supervisi yang bersifat kooperatif dan kolaboratif, karena dalam supervisi

sudah mengandung makna pembinaan, penilaian dan juga pemantauan sampai sejauh mana

sasaran pembinaan sudah dilaksanakan sebagaimana diuraikan dalam siklus pengawasan

pada bab sebelumnya.

1. Kooperatif : yaitu kegiatan yang dilakukan dalam suatu kelompok untuk kepentingan

bersama (mutual benefit)

2. Kolaboratif : yaitu kerja sama dalam pemecahan masalah dan atau penyelesaian tugas

dimana tiap anggota melaksanakan fungsinya yang saling mengisi dan melengkapi

B. Metode

Metode yang digunakan dalam melaksanakan supervise ini adalah sebagai berikut:
1. Observasi langsung, yaitu secara langsung mengamati objek pengawasan. Metode

tersebut oleh kepala sekolah digunakan untuk melakukan supervise kunjungan kelas

untuk mengamati penampilan guru dalam pelaksanaan pembelajar

2. Wawancara baik secara langsung maupun berbasis ICT dimaksudkan untuk

memperoleh data/informasi yang lebih akurat.

3. Kunjungan kelas dilakukan khususnya untuk memperoleh gambaran nyata tentang

proses pembelajaran, baik melalui supervisi kelas maupun supervisi akademis.

4. Studi dokumen dimaksudkan untuk memperoleh gambaran nyata dan bukti fisik/

autentik tentang keterlaksanaan suatu kegiatan. Jadi studi dokumenter tidak sekedar

mengumpulkan dan menuliskan atau melaporkan dalam bentuk kutipan-kutipan

tentang sejumlah dokumuen yang dilaporkan dalam penulisan adalah hasil analisis

terhadap dokumen-dokumen tersebut. Metode tersebut digunakan untuk meneliti RPP

untuk dianalisis dibandingkan dengan aturan standar proses .


BAB IV

HASIL SUPERVISI DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pelaksanaaan Pembinaan Guru.

Pembinaan yang dilakukan terhadap guru-guru pada sekolah binaan dengan sasaran

binaan tentang tugas utama guru yang meliputi tugas perencanaan pembelajaran, tugas

pelaksanaan pembelajaran dan tugas penilaian pembelajaran melalui pendekatan Partnershif

Colaboratif Aproach (PCA) dan metode pembinaan kelompok dan individu dapat di

identifikasi hasil pembinaannya. Sedangkan target yang diharapkan dari hasil pembinaan ini

semua guru memiliki kemampuan dalam melaksanakan tugas perencanaan pembelajaran,

tugas pelaksanaan pembelajaran dan tugas penilaian pembelajaran dengan kategori amat

baik.

No Kegiatan Pembinaan Rata-rata skor Katagori

1 Pemahaman Konsep 3.30 Sangat Baik

2 Perencanaan 3.40 Sangat Baik

3 Pelaksanaan 3.20 Baik

4 Penilaian 3.40 Sangat Baik

Rata -rata 3.33 Sangat Baik


B.Hasil Pelaksanaan Pembelajaran Guru

Dalam melaksanakan pembe lajaran guru-guru berpedoman pada rencana pelaksanaan

pembelajaran yang telah dibuat namun masih ada guru yang belum mengembangkan model-

model pembelajaran yang inovatif untuk memperoleh hasil pembelajaran yang baik. Hasil

Pelaksanaan pembelajaran oleh guru dapt dijelaskan sebagaimana table berikut.

A. MEMBUKA KEGIATAN PEMBELAJARAN

No Kegiatan Rata-rata Katagori


skor

1 Menyampaiakan materi pengait/persepsi 3.00 Baik

2 Memotivasi siswa untuk memulai pembelajaran 3.00 Baik

3 Menyampaikan kompetensi yang harus dicapai siswa 3.00 Baik

Rata-Rata

B. MENGELOLA KEGIATAN PEMBELAJARAN INTI

No Kegiatan Rata-rata Katagori


Skor

1 Penguasaan materi pembelajaran 3.20 Baik

2 Memberi contoh/ilustrasi/analogi 3.00 Baik

3 Menggunakan sumber, alat, media pembelajaran 2.80 Baik

4 Mengarahkan siswa untuk aktif berpartisipasi 3.00 Baik

5 Memberi penguatan 3.00 Baik

6 Melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan urutan yang Baik


3.20
logis/teratur

7 Merespon secara positif keingintahuan siswa 3.20 Baik

8 Menunjukkan antusiasme/gairah mengajar 3.20 Baik

Rata-rata 3.09 Baik


C. MENGORGANISASI WAKTU, SISWA, SUMBER DAN ALAT/MEDIA

PEMBELAJARAN

No Rata-rata Predikat
Kegiatan
skor

1 Mengatur penggunaan waktu 3.00 Baik

2 Melaksanakan pengorganisasian siswa 3.20 Baik

3 Menyiapkan sumber dan alat bantu/media pembelajaran 2.80 Baik

Rata- rata 3.00 Baik

D. MELAKSANAKAN PENILAIAN

No Kegiatan Rata-rata Predikat


skor

1 Melaksanakan penilaian proses 3.00 Baik

2 Melaksanakan penilaian hasil/akhir 3.00 Baik

Rata-rata 3.00 Baik

E. MENUTUP KEGIATAN PEMBELAJARAN

No Kegiatan Rata-rata Predikat


skor

1 Merangkum materi 3.00 Baik

2 Memberi tindak lanjut 3.00 Baik

Rata-rata 3.00 Baik

F. PENAMPILAN GURU

No Kegiatan Rata-rata Predikat


skor

Baik
3.00
1 Kesan umum

2 Penampilan dan sikap guru dalam pembelajaran 3.00 Baik

Rata-rata 3.00 Baik


C. Hasil Penilaian Kinerja Guru

No Kompetensi Rata-rata skor Katagori

1 Pedagogik 3.00 Baik

2 Kepribadian 3.00 Baik

3 Sosial 3.00 Baik

4 Profesional 3.00 Baik

Rata-rata 3.00 Baik


BAB V
PENUTUP

A.Kesimpulan

Pelaksanaan supervisi terhadap guru di SD Negeri Arun pada semester I tahun


pelajaran 2017-2018 menunjukkan hasil yang memuaskan. Pada Kegiatan Pembinaan Guru
komponen yang disupervisi adalah kegiatan yang berkaitan dengan pemahaman konsep,
perencanaan, pelaksanaan dan penilaian dengan hasil rata-rata 3,33, atau berada pada katagori
baik.
Kegiatan supervise pelaksanaan pembelajaran oleh guru dilaksanakan dalam
pemantauan kegiatan proses pembelajaran yang berkaitan dengan kegiatan pembelajaran
yaitu; 1) kegiatan pembuka, kegiatan inti dan kegiatan penutup dengan rata-rata skor 3,33
dengan katagori sangat baik,2)mengorganisai waktu,siswa, sumber dan media belajar dengan
skor rata-rata 3.00 katagori baik ,3) Melaksanakan penilaian baik penilaian proses maupun
hasil akhir dengan rata-rata skor 3.00 katagori baik, 4) penampilan guru secara umum dan
sikap guru dalam pembelajaran dengan rata-rata skor 3.00 dengan katagori baik.
Hasil penilaian kinerja guru memuat komponen penilaian
pedagogik,kepribadian,sosial dan professional dengan hasil rata-rata 3.00 dalam katagori
baik.

1. B. Deskripsi Hasil Pengawasan

Pengawasan yang dilakukan pada pada semster Gazal tahun pelajaran 2012 /2013 mengacu

pada rencana pengawasan yang bersifat akademik dan manajerial. Pengawasan akademik

difokuskan pada pencapaian kompetensi pendidik (guru), sementara pengawasan manajerial


lebih difokuskan pada kemampuan kepala sekolah dan tenaga kependidikan lainnya dalam

pengelolaan satuan pendidikan (Sekolah).

Kepengawasan akademik yang dilakukan ditekankan pada aspek pencapaian standar isi dan

standar proses yang meliputi dokumen Administrasi perencanaan pembelajaran , silabus dan

RPP dan supervisi kunjungan kelas. Sementara kepengawasan manajerial penekanannya pada

aspek kelengkapan dokumen administrasi sebagai bukti fisik bahwa pengelolaan sekolah

sudah dilaksanakan dengan baik. Bukti fisik dokumen terutama pada Penerimaan siswa baru

(PSB), Ulangan Harian, Ulangan Tengah Semester (UTS) dan Ulangan Akhir Semester

(UAS) semseter ganjil 2012/2013 , dan dokumen Kurikulum tingkat Satuan Pendidikan

(KTSP).

Waktu pelaksanaan pengawasan mengacu pada Program Tahunan (PROTA) dan Program

Semester (PROMES) yang telah disusun sebelumnya.

Berikut disajikan dalam bentuk tabel / matrik diskripsi pembahasan.Hal tersebut

dimaksudkan agar mudah melihat permasalahan yang ada di setiap sekolah binaan dan

tindak lanjut apa yang dilakukan .

1. 1. Hasil Pemantuan PSB/PPDB

1. a. Tabel 2 : SMAN 1 Kempo

1. b. Tabel 3 : SMA TD KOSGORO

1. c. Tabel 4 : SMAN 3 WOJA

1. 2. Tabel 5 : Hasil Pemantauan Pelaksanaan 8 SNP


1. SMAN 1 KEMPO

1. SMA TD KOSGORO

1. SMAN 3 WOJA

1. 3. Hasil Penilaian Kinerja Guru Matematika dan TIK/KKPI

1. Tabel 6: Kategori dan kulaifikasi kinerja guru pada tabel berikut :

1. b. Tabel 7:Hasil Penilaian Kinerja Guru Merencanakan

Pembelajaran

Data hasil penilaian kinerja guru matematika dan TIK merencanakan pembelajaran disajikan

dalam bentuk tabel berikut :

1. c. Tabel 8: Hasil Penilaian Kinerja Guru Melaksanakan Pembelajaran

Data hasil penilaian kinerja guru melaksanakan pembelajaran disajikan dalam bentuk tabel

berikut:

1. Tabel 9: Hasil Penilaian Kinerja Guru Melaksanakan Penilaian Pembelajaran

Data hasil penilaian kinerja guru melaksanakan penilaian pembelajaran disajikan dalam

bentuk tabel berikut:

1. Tabel 10:Nilai Akhir Kinerja Guru Matematika , TIK /KKPI Kab.Dompu

1. 4. Hasil Penilaian Guru Sekolah Binaan Khusus Sman 1 Kempo


1. Tabel,11: Data Kinerja guru membuat administasi perencanaan pembelajaran

disajikan dalam bentuk tabel berikut :

1. Tabel 12:Data Kinerja Guru Melaksanakan Pembelajaran disajikan dalam bentuk

tabel berikut:

1. Tabel 13: Data Kinerja Guru Melaksanakan Penilaian Pembelajaran disajikan dalam

bentuk tabel berikut:

1. Tabel 14: Nilai Akhir Kinerja Guru SMAN 1 Kempo

1. 5. Hasil Penilaian Guru Sekolah Binaan Khusus SMA TD Kosgoro Dompu

1. Tabel 15: Data Kinerja guru membuat administasi perencanaan pembelajaran

disajikan dalam bentuk tabel

1. Tabel 16:Data Kinerja Guru Melaksanakan Pembelajaran disajikan dalam bentuk

tabel berikut:

1. Tabel 17:Data Kinerja Guru Melaksanakan Penilaian Pembelajaran disajikan dalam

bentuk tabel berikut:

1. Tabel 18:Nilai Akhir Kinerja Guru SMA TD Kosgoro Dompu

1. 6. Hasil Pembimbingan dan Pelatihan Profesional Guru

1. a. Tabel 19 :Pra Pembinaan Minat Guru Terhadap PTK (Evaluasi

Diri)

1. b. Tabel 20:Pra Pembinaan: Kemampuan Guru Melaksanakan PTK

1. c. Tabel 18:Hasil Pembimbingan Penulisan Karya Tulis Ilmiah (


1. d. Tabel 19: Hasil Penilaian PTK

1. C. Pembahasan Hasil Pengawasan

1. 1. Penilaian Kinerja Guru

Penilaian kinerja guru yang dimaksud adalah penilain kinerja guru dalam

merencanakan pembelajaran yang meliputi administrasi pembelajaran , dan pembuatan

silabus dan RPP. Serata Penampilan Guru dalam pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan

Permendiknas nomor 41 tahun 2007 tentang standar Proses yang mengamanatkan seorang

guru wajib merencanakan proses pembelajaran , melaksanakan proses pembelajaran ,

melakukan proses penilaian hasil pembelajaran dan pengawasan proses pembelajaran .

Penilaian pada RPP difokuskan pada komponen : a).Tujuan pembelajaran , b).bahan belajar ,

c).metode pembelajaran , d).media pembelajaran dan e). evaluasi

Sedangkan penilaian pada penampilan guru dalam pelaksanaan pembelajaran difokuskan

pada : a). Kegiatan Pendahuluan, b). Kegiatan Inti ( Eksplorasi, Elaborasi dan Komfirmasi )

dan c). Kegiatan Penutup .

Dari hasil penilaian kinerja 85 guru matematika dan TIK didapatkan hasil pengolahan data

sebagai berikut :

1). Nilai rata-rata Kinerja guru pembuatan persipan pembelajaran adalah 83,40 (termasuk

dalam kategori B, baik ), dengan presentase kinerja kategori A 14,12%. Presentase kinerja

kategori B 85.88% . Presentase kinerja kategori C dan 0% atau tidak ada guru yang

mempunyai kinerja C dan D untuk komponen perencanaan pembelanjara .Dari hasil

supervise kinerja guru membuat administrasi perencanaan pebelajaran disimpulnan berada


pada kategori A dan B. Dari tiap komponen perencanaan pembelajaran yang belum lengkap

atau masih ditingkatkan adalah berturut-turut : komponen Analisis SK/KD, RPP, Dokumen

KKM, dan silabus.

2). Nilai rata-rata Kinerja guru dalam pelaksanaan pembelajaran adalah 75,34 (kategori B )

dengan presentase kinerja kategori A=11,76% , Kategori B=88,24%, kategori C dan D =0%

atau tidak ada guru yang nilai kinerja C atau D pada komponen pelksanaan pembelajaran.

3). Nilai rata-rata Kinerja guru dalam penilaian pembelajaran adalah 82,35 (kategori B )

dengan presentase kinerja kategori A=22,35% , Kategori B=77,65%, kategori C dan D =0%

atau tidak ada guru yang nilai kinerja C atau D pada komponen penilaian pembelajaran.

(N. Persiapan pemb) + (2 x N. pel pemb )+(N. Penilaian Pembel)

NA KG=

= 79,11 = Kategori Baik (B)

Dengan demikian dari rangkuman instrumen hasil supervisi diketahui indikator keberhasilan

kepengawasan akademik mencapai 79,11 artinya bahwa secara umum kemampuan rata-rata

guru yang telah dijadikan objek supervisi perencanaan , pelaksanaan, dan penialain

pembelajaran dalak kategori BAIK. Sedangkan untuk guru yang belum sempat disupervisi

pengawas, pelaksanaannya diserahkan kepada kepala sekolah masing-masing.

Berikut disajikan dalam bentuk tabel / matrik diskripsi pembahasan, agar mudah melihat

permasalahan yang ada di setiap sekolah binaan dan tindak lanjut apa yang dilakukan .

Tabel 20 :Diskripsi matrik pembahasan :


1. 2. Pemantauan 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan

Pemantauan 8 standar nasional meliputi standar Isi dan SKL , standar Proses ,standar

Pendidik dan tenaga kependidikan ,standar sarpras ,standar pengelolaan ,standar pembiayaan

, standar penilaian dan Dukungan eksternal .Dari hasil pemantauan tersebut telah dipaparkan

di atas dan bisa kita lihat ketercapaian 8 standar nasional pendidikan di setiap sekolah .

Berikut ini akan dibahas mengenai permasalahan atau kendala yang dihadapi sekolah

sekaligus memberi alternative untuk pemecahan masalah /tindak lanjut dalam upaya

tercapainya pemenuhan 8 standar nasional pendidikan .

1). Tabel 21:CAPAIAN SNP SMAN 1 KEMPO

Nama Kepala sekolah : Drs.Muhdar

2). Tabel 22:CAPAIAN SNP SMA KOSGORO DOMPU

Kepala Sekolah : Pahlawan Indra Jaya,SE

3). Tabel 23:CAPAIAN SNP SMAN 3 WOJA

Nama Kepala Sekolah : M.Umar,S.Pd,M.MPd

1. 3. Pembimbingan dan Pelatihan Profesional Guru

Melihat data Pembimbingan dan Pelatihan Profesional Guru dalam PTK di atas, dapat

disimpulkan bahwa guru banyak yang belum pernah melaksanakan penulisan tindakan kelas.

Tetapi guru–guru sebagian besar kurang berani menyatakan tidak tahu atau tidak memahami
tentang penulisan tindakan kelas. Alasan sementara yang diperoleh berdasarkan wawancara

masih banyak tugas lain yang harus dikerjakan.

Pembahasan terhadap permasalahan penulisan tindakan kelas dan profil kelompok guru

SMP/SMA/SMK Negeri maupun Swasta di Kabupaten Dompu sebagai berikut.

Tabel 24 Berikut adalah profil guru sesudah mengikuti pembinaan tentang penulisan

tindakan kelas.

Keterangan:

85,01 % – 100 % = Sangat Baik

70,01 % – 85,00% = Baik

56,01 % – 70,00 % = Cukup

≤ 56 = Kurang

Pada tabel 16 merupakan gambaran kondisi yang sebenarnya karena belum mendapat

pembinaan, sebagai bukti bahwa guru-guru yang menyatakan belum pernah melaksanakan

penulisan tindakan kelas (PTK) cukup banyak mencapai 81,37%. Kemudian setelah

menerima pembinnaan pada minat guru terhadap penulisan tindakan kelas (PTK) seperti yang

terlihat pada tabel 24 menunjukkan yang “sangat berminat” 67,24 % dan 31,07 %, “sedikit

berminat” dan yang “belum berminat” pun masih ada 1,70 %. Hal ini membuktikan bahwa

guru-guru ada keinginan untuk melaksanakan PTK, namun masih ada beberapa kendala

seperti hasil wawancara bahwa guru-guru belum pernah mengikuti pelatihan khusus tentang

PTK dan banyak pekerjaan lain yang harus dikerjakan, tetapi saya berkeyakinan apabila

dimotivasi dan didorong terus dengan berbagai pendekatan dan diberi peluang apalagi reward
oleh kepala sekolah, lambat laun guru-guru akan termotivasi untuk melaksanakan dan akan

membuahkan PTK.

Evaluasi diri setelah pembinaan tentang PTK guru-guru yang sangat memahami PTK

mencapai 39,34 % dan yang memahami sebagian 57,77 % , yang tahu akan manfaat PTK

70,84% dan yang tahu sebagian 29,16% berarti tidak ada yang tidak tahu akan manfaat PTK.

Tetapi tentang prinsip-peinsip PTK masih ada yang belum tahu seperti terlihat pada tabel 24.

Dari hasil pembinaan PTK tersebut, ketercapaian rata-rata untuk minan dan evaluasi diri

yang “sangat memahami PTK” 39,34 % tergolong masih sangat kurang, yang “memahami

sebagian” 57,77% tergolong cukup, tetapi bila digabung hanya memahami saja tergolong

“sangat baik” 97,11%. Fokus utama sebetulnya berkenaan dengan minat guru untuk

melaksanakan PTK, melihat rata-rata dari 3 kali pembinaan menunjukkan “sangat berminat”

67,24 berarti baru tergolong cukup, dan yang “sedikit berminat” 31,07% , jadi bila dilihat

dari sisi minatnya tergolong “sangat baik” menunjukkan 98,31%. Yang tahu tentang manfaat

PTK 70,84% berarti tergolong “Baik”, tetapi bila digabungkan dengan tahu sebagian 29,16

berarti tergolong ‘sangat baik” dan yang “tahu” prinsip-prinsip PTK 38,78 % yang “tahu

sebagian” 56,00 % berarti tergolong “sangat baik” 94,78 %. Bila dihitung rata-rata

keseluruhan tabel 3 sesuai dengan yang diharapkan mencapai 54,05 % tergolong “Kurang”

berarti masih sangat perlu pembinaan.

Secara keseluruhan bisa dilihat pada tabel 24, dari hasil pembinaan terbukti bahwa minat

guru untuk melaksanakan PTK ada peningkatan. Peningkatan minat seperti yang tertuang

pada tabel 24 di atas, memungkinkan pembinaan masih perlu terus dilaksanakan dan

penulisan pun perlu ditindak-lanjuti, jangan sampai ada anggapan karena sudah 3 kali diberi

bimbingan oleh pengawas, maka jawaban yang diberikan kurang cocok tujuan pembinaan.

Melalui pembinaan hanya merupakan salah satu cara agar guru memiliki keinginan untuk
mengembangkan kreativitasnya dalam menulis berbagai kejadian selama pembelajaran dan

dituangkan menjadi sebuah penulisan tindakan kelas (PTK). Yang pasti, apabila ada kemauan

pasti ada hasil walaupun tidak banyak. Pada tabel berikut menggambarkan kemampuan

guru sebagai modal dasar untuk melaksanakan PTK dengan perhitungan dari siklus ke siklus

dan dari jawaban yang diharapkan/benar di gabung dan dihitung rata-ratanya.

BAB V

PENUTUP

1. Simpulan

Berdasarkan uraian pada bab sebelumnya dapat ditarik kesimpulan bahwa kepengawasan

(supervisi) dan pembinaan yang dilakukan secara intens dan berkesinambungan melalui

pendekatan dan metode yang sesuai dapat meningkatkan hasil kepengawasan baik akademik

maupun manajerial.

Peningkatan kemampuan guru dalam menyusun perencanaan dan melaksanakan

pembelajaran memang tidak bisa instan, serta belum mampu menjangkau semua guru di

wilayah binaan. Untuk itu perlu pembinaan intens dan terus-menerus agar kemampuan

profesional guru semakin meningkat, terutama di sekolah-sekolah swasta kecil.

Peningkatan kemampuan kepala sekolah dan tenaga kependidikan lainnya dalam

mengelola sekolah sudah semakin baik, meski masih ada sekolah yang sangat sulit untuk

ditingkatkan statusnya karena keterbatasan dalam segala aspek/komponen. Di sinilah peran


pengawas selaku supervisor dan konsultan sangat diperlukan untuk membuat pengelolaan

pendidikan menjadi semakin baik.

2. Rekomendasi

Berdasarkan pada hasil dan kesimpulan di atas penulis menyampaikan rekomendasi kepada

kepala dinas dan para pengambil kebijakan di bidang pendidikan,:

Bagi Pemangku kepentingan di tingkat Kabupaten :

1. Untuk Peningkatan kinerja guru :

1. Untuk meningkatkan kinerja guru , pemangku kepentingan tingkat Kabupaten

perlu membuat kebijakan tentang pemenuhan standar sarana dan prasarana

.Seperti yang segera dipenuhi RKB,Ruang multi media ,Lap Top , LCD .

2. Sosialisasi Permendiknas no.41 th.2007 tentang standar proses terus dilakukan

selama penyusunan RPP belum mengacu ke sana .

3. Adanya pelatihan pemanfaatan computer mikro sebagai alat bantu / media

pembelajaran .Misal dengan aplikasi software : power point ,Ms word dan

Exel atau yang lain selama membantu guru dalam PBM.

4. Untuk Pemenuhan 8 (delapan standar nasional pendidikan )

1. Dinas pendidikan dalam upaya pemberian grant/bentuk bantuan

apapun ke sekolah agar melibatkan pengawas sekolah. Karena

Pengawas sekolah yang lebih mengetahui kondisi sebenarnya di

sekolah .Hal ini sangat penting karena banyak sekolah yang semestinya

wajib mendapat bantuan ternyata bantuan itu diberikan ke sekolah

yang mestinya tidak perlu .


2. agar peran pengawas lebih dioptimalkan, karena pengawaslah ujung

tombak dalam melakukan pembinaan di sekolah-sekolah dalam rangka

mewujudkan pendidikan yang berkualitas, baik di bidang akademik

maupun manajerial.

Bagi Kepala sekolah


DAFTAR PUSTAKA

Dirjen PMPTK. 2010 . Penulisan Tindakan Sekolah, Jakarta : Kemendiknas.

Dirjen PMPTK, 2010 . Supervisi Akademik, Jakarta : Kemendiknas.

Hosnan. 2014. Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad 21. Jakarta:

Ghalia Indonesia

Imas Kurniasih & Berlin Sani. 2014. Impelementasi Kurikulum 2013: Konsep & Penerapan.

Surabaya: Kata Pena

Keith A and Meredith Damien Gall.1987. Techniques in The Clinical Supervision, Preservice

and Insrvice Applications. Longman: New York & London

Moh. User Usman, 1995 . Menjadi guru professional. Jakarta : Balai Pustaka

Purwodarminto, WJS. Kamus Bahasa Indonesia, Jakarta : Balai Pustaka.

Saifudin, 2007 . Metode Penulisan , Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Suharsimi Arikunto, 2004 . Prosedur Penulisan. Jakarta : Rineksa Cipta.

Sugiyanto, 2010. Model-model Pembelajaran Inovatif. Surakarta: Yuma Pressindo.


Lampiran 1: Jadwal Penulisan tindakan sekolah

Jadwal Penulisan Tindakan Sekolah

No Kegiatan Rencana Pelaksanaan

1. Penyusunan proposal Tgl. 3 - 13 Agustus 2017

2. Penyusunan Instrumen Tgl. 13 – 20 Agustus 2017

3. Pelaksanaan supervisi dan


Tgl. 24 Agustus - 30 September 2017
Pengumpulan data

4. Analisis Data Tgl. 24 Agustus - 30 Oktober 2017

5. Penyusunan laporan Tgl. 2 - 30 November 2017


Lampiran 2: Jadwal Supervisi Akademis

Jadwal Supervisi Akademis

No Kode/ Tanggal Supervisi Keteragan

Nama Guru Siklus 1 Siklus 2 Kelas sasaran

1 AB 24/8/2017 14/9/2017 Kls V A

2 MH 25/8/2017 15/9/2017 Kls V C

3. BP 26/8/2017 16/9/2017 Kls V B

4. AH 27/8/2017 17/9/2017 Kls V A

5. HA 31/8/2017 21/9/2017 Kls V B

6. SY 1/9/2017 22/9/2017 Kls V C


Lampiran 3 : Lembar Kuisioner

Lembar Kuisioner

Lingkari salah satu jawaban yang anda anggap tepat sesuai dengan pernyataan pada soal.

1. Setelah dilakukannya supervisi akademis ini , pengetahuan dan keinginan saya dalam

berkreasi untuk menstimulus siswa melakukan kegiatan mengamati, membaca dan

menyimak pada kegiatan belajar mengajar semakin baik.

a. setuju b. sangat setuju c. netral

d. tidak setuju e.sangat tidak setuju

2. Dengan dilakukannya supervisi akademis ini , saya semakin termotifasi untuk melakukan

eksperimen sederhana bersama siswa dalam kegiatan belajar mengajar untuk mendapatkan

informasi yang sesuai dengan topik bahasan pada saat belajar.

a. setuju b. sangat setuju c. netral

d. tidak setuju e.sangat tidak setuju

3. Dengan dilakukannya supervisi akademis ini , kemampuan saya dalam membimbing siswa

untuk melakukan tanya jawab dengan mengembangkan pertanyaan faktual dan pertanyaan

yang bersifat hipotetik.semakin baik.

a. setuju b. sangat setuju c. netral


d. tidak setuju e.sangat tidak setuju

4. Dengan dilakukannya supervisi akademis ini , kemampuan saya dalam membimbing siswa

untuk menyampaikan hasil pengamatan, kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan,

tertulis, atau media lainnya semakin baik.

a. setuju b. sangat setuju c. netral

d. tidak setuju e.sangat tidak setuju

5. Pelaksanaan supervisi akademis ini sangat bermanfaat dan memotifasi saya untuk lebih

banyak menggali informasi mengenai pendekatan saintifik.

a. setuju b. sangat setuju c. netral

d. tidak setuju e.sangat tidak setuju

6. Pembimbingan yang dilakukan oleh supervisor terhadap guru sasaran sangat bermanfaat

karena adalah bersifat bantuan, bukan perintah atau intruksi

a. setuju b. sangat setuju c. netral

d. tidak setuju e.sangat tidak setuju

7. Jenis keterampilan yang disupervisi oleh supervisor sangat tepat sasaran karena sesuai

dengan hal –hal yang telah diusulkan oleh guru dengan terlebih dulu diadakan kesepakatan

melalui pengkajian bersama.

a. setuju b. sangat setuju c. netral

d. tidak setuju e.sangat tidak setuju


8. Instrumen observasi yang dikembangkan dan dilaksanakan dalam pengamatan kegiatan

kelas membantu guru mengarahkan kegiatan mengajar pada pengaturan yang tepat dan telah

disepakati bersama-sama antara supervisor dan guru.

a. setuju b. sangat setuju c. netral

d. tidak setuju e.sangat tidak setuju

9.Umpan balik kegiatan mengajar yang diberikan dengan segera dan objektif (sesuai dengan

data yang direkam oleh intrument observasi ) sangat membantu dalam upaya revisi rencana

pembelajaran dan kegiatan belajar mengajar.

a. setuju b. sangat setuju c. netral

d. tidak setuju e.sangat tidak setuju

10. Dialog professional yang interaktif pada pertemuan balikan sangat bermanfaat dalam

pemecahan masalah pembelajaran yang sedang dihadapi oleh guru sasaran.

a. setuju b. sangat setuju c. netral

d. tidak setuju e.sangat tidak setuju


Lampiran 4: Hasil analisis quisioner siklus 1

Hasil Analisis Jawaban Kuisioner Siklus 1

No Aspek yang ditanya Nomor Total Nilai

soal skor rata-rata

Untuk mengetahui apakah supervisi 1 20 3,3

akademis memberi motivasi positif 2 19 3,2

1 terhadap peningkatan kemempuan guru 3 19 3,2

dalam menerapkan pendekatan saintifik 4 18 3,0

pada proses KBM kurikulum 2013. 5 18 3,0

6 18 3,0

Untuk mengetahui sejauh mana 7 19 3,2

2 responden merasakan manfaat dari 8 20 3,3

pelaksanaan supervisi akademis. 9 18 3,0

10 18 3,0

Rata –Rata 3,1 ( 77,1%)


Lampiran 5 : Hasil Analisis quiesioner siklus 2

Hasil Analisis Jawaban Kuisioner Siklus 2

No Aspek yang ditanya Nomor Total Nilai

soal skor rata-rata

Untuk mengetahui apakah supervisi 1 24 4

akademis memberi motivasi positif 2 21 3,5

1 terhadap peningkatan kemempuan dalam 3 21 3,5

menerapkan pendekatan saintifik pada 4 22 3,6

proses KBM kurikulum 2013. 5 22 3,6

6 22 3,6

Untuk mengetahui sejauh mana 7 22 3,6


2 responden merasakan manfaat dari 8 22 3,6

pelaksanaan supervisi akademis . 9 22 3,6

10 20 3,3

Rata –Rata 3,59 (92,5%)

Lampiran 6: Lembar Observasi

Lembar Observasi

Nama Guru :
Tanggal Observasi :

Skor Keterangan

No Kegiatan Guru 1 2 3 4 5

Kegiatan Pembuka Pelajaran

1 Melakukan kegiatan apersepsi

2 Menarik dan memfokuskan perhatian siswa

3 Menyampaikan kemampuan yang harus dicapai siswa

4 Menjelaskan rencana belajar yang akan dilakukan

Kegiatan Inti Pembelajaran

1 Mengaitkan materi dengan pengetahuan lain yang

relevan

2 Melakukan proses mengamati (membaca, mendengar,

menyimak, melihat dengan atau tanpa alat).

3 Melakukan Tanya jawab dengan mengembangkan

pertanyaan faktual dan pertanyaan yang bersifat

hipotetik.

4 Mengumpulkan informasi dengan melakukan :

eksperimen, membaca sumber lain selain buku teks,

mengamati objek/kejadian/aktivitas, wawancara

dengan narasumber.

5 Mengasosiasikan/mengolah informasi kegiatan

pembelajaran yang berupa pengolahan informasi yang

sudah dikumpulkan dari hasil kegiatan

mengumpulkan informasi/eksperimen maupun hasil


dari kegiatan mengamati .

Kegiatan Penutup

1 Menyampaikan hasil pengamatan, kesimpulan

berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau

media lainnya

2 Melakukan refleksi atau membuat rangkuman dengan

melibatkan siswa

3 Melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan

arahan, atau kegiatan

Lampiran 7 : Hasil Observasi Akademis pada 6 Guru Sasaran pada siklus 1

No Kegiatan Yang diobservasi Guru Sasaran

AB MH BP AH HA SY

1 Mengaitkan materi dengan pengetahuan lain 3 3 3 3 3 3

yang relevan

2 Melakukan proses mengamati (membaca, 4 4 4 4 4 4

mendengar, menyimak, melihat dengan atau

tanpa alat).

3 Melakukan Tanya jawab dengan 2 2 2 2 2 2

mengembangkan pertanyaan faktual dan

pertanyaan yang bersifat hipotetik.

4 Mengumpulkan informasi dengan 2 2 2 2 2 2

melakukan : eksperimen, membaca sumber

lain selain buku teks, mengamati

objek/kejadian/aktivitas, wawancara dengan


narasumber.

5 Mengasosiasikan/mengolah informasi 2 2 2 2 2 2

kegiatan pembelajaran yang berupa

pengolahan informasi yang sudah

dikumpulkan dari hasil kegiatan

mengumpulkan informasi/eksperimen

maupun hasil dari kegiatan mengamati .

Rata- rata Pencapaian = 52%

Lampiran 7 : Hasil Observasi Akademis pada 6 Guru Sasaran pada siklus 2

No Kegiatan Yang diobservasi Guru Sasaran

AB MH BP AH HA SY

1 Mengaitkan materi dengan pengetahuan lain 3 3 3 3 3 3

yang relevan
2 Melakukan proses mengamati (membaca, 4 4 4 4 4 4

mendengar, menyimak, melihat dengan atau

tanpa alat).

3 Melakukan Tanya jawab dengan 2 2 2 2 2 2

mengembangkan pertanyaan faktual dan

pertanyaan yang bersifat hipotetik.

4 Mengumpulkan informasi dengan 2 2 2 2 2 2

melakukan : eksperimen, membaca sumber

lain selain buku teks, mengamati

objek/kejadian/aktivitas, wawancara dengan

narasumber.

5 Mengasosiasikan/mengolah informasi 2 2 2 2 2 2

kegiatan pembelajaran yang berupa

pengolahan informasi yang sudah

dikumpulkan dari hasil kegiatan

mengumpulkan informasi/eksperimen

maupun hasil dari kegiatan mengamati .

Rata – Rata Pencapaian = 84%


UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU

DALAM MENERAPKAN PENDEKATAN SAINTIFIK MELALUI PELAKSANAAN

SUPERVISI AKADEMIS

( Penulisan Tindakan Sekolah pada Guru Kelas V SD Negeri Arun Kecamatan Muara I Kota

Lhokseumawe Tahun Pelajaran 2017/2016)

Oleh : Mansur S.Pd M.Pd

ABSTRAK

Kata Kunci : Pendekatan saintifik

Supervisi Akademis

Penulisan ini dilatarbelakangi oleh Keadaan yang terjadi di SD Negeri Arun

Kecamatan muara satu Kota Lhokseumawe, berdasarkan hasil supervisi rutin penulis sebagai

kepala sekolah ternyata beberapa guru masih memiliki kemampuan yang terbatas dalam

berkreasi menerapkan pendekatan yang tepat sesuai dengan ketentuan kurikulum yang

diterapkan. Padahal proses Kegiatan belajar mengajar SD Negeri Arun telah menerapkan

kurikulum 2013 ( K 13) secara penuh sejak tahun 2013. Sebagaimana yang telah kita ketahui
bersama, pada K 13 pendekatan yang diterapkan adalah pendekatan saintifik atau pendekatan

berbasis proses keilmuan yang mana pendekatan saintifik dapat menggunakan beberapa

strategi seperti pembelajaran kontekstual ( kontextual Learning) Discovery Learning, Project-

Based Learning, Problem-Based Learning dan Inquiry Learning. Untuk mengatasi

permasalahan tersebut maka penulis selaku kepala sekolah dan beberapa guru berinisiatif

melaksanakan supervisi akademis. Pelaksanaan supervisi yang dilakukan penulis adalah

berupa supervisi akademis yang berupaya mengubah kegiatan mengajar guru agar lebih baik

dengan menggunakan model pembelajaran langsung (direct instructional) dan tidak langsung

(indirect instructional). Penulisan ini adalah penulisan tindakan sekolah yang dilaksanakan

dalam dua siklus. Pada tiap siklus dilakukan pengamatan yang terfokus pada penerapan

pendekatan saintifik dalam proses belajar mengajar yang dimulai dari kegiatan awal,

kegiatan inti dan kegiatan penutup. Penulis menggunakan lembar observasi dan lembar

kuisioner sebagai instrument penulisan. Pelaporan data dilakukan dalam uraian quasi

deskriptif dimana sebagian data ditampilkan menggunakan paparan kwantitatif sementara

sebagian lagi menggunakan paparan kwalitatif. Berdasarkan hasil analisis kedua instrument

hasil penulisan diketahui bahwa kemampuan guru dalam menerapkan pendekatan saintifik

meningkat dari 52% pada siklus 1 menjadi 84,% pada siklus 2. Sementara respon guru

terhadap supervisi akademis berdasarkan hasil kuisioner meningkat dari 77,1% pada siklus 1

dan bertambah menjadi 94.5% pada siklus 2.


KATA PENGANTAR

Puji beserta syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan

kesehatan dan rahmat-Nya kepada penulis sehingga penulis bisa menyelesaikan penulisan ini

tepat pada waktunya. Shalawat serta salam semoga tercurah limpahkan kepada Nabi besar

yakni Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabatnya.

Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu

penulis dalam penyusunan penulisan ini khususnya kepada Bpk. Kepala Dinas pendidikan

Kota Lhokseumawe yang telah bersedia mensyahkan penulisan ini sehingga dapat

dimanfaatkan oleh penulis sesuai dengan kebutuhan.

Penulis menyadari dalam penulisan penulisan ini banyak terdapat kekurangan karena

penulis masih dalam tahap belajar. Namun, penulis tetap berharap agar penulisan ini dapat

memberikan manfaat bagi pembaca.

Kritik dan saran untuk penulisan penulisan ini sangat penulis harapkan untuk

perbaikan dan penyempurnaan pada penulisan penulis berikutnya. Untuk itu penulis ucapkan

terima kasih.

Lhokseumawe, 24 Januari 2016

Mansur S.Pd, M.Pd

Nip:19710407 200012 1 001


LEMBAR PENGESAHAN

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU

DALAM MENERAPKAN PENDEKATAN SAINTIFIK MELALUI PELAKSANAAN

SUPERVISI AKADEMIS

( Penulisan Tindakan Sekolah pada Guru Kelas V SD Negeri Arun Kecamatan Muara I Kota

Lhokseumawe Tahun Pelajaran 2017/2016)

Disusun oleh

Mansur S.Pd M.Pd

Nip:19710407 200012 1 001


Laporan Penulisan ini telah disetjui dan disyahkan untuk melengkapi

Persyaratan Peserta Kepala Sekolah Berprestasi

Lhokseumawe, April 2016

Mengetahui / Mengesahkan

Kepala Dinas Pendidikan Kota Lhokseumawe

Drs. Rusli M.M

Nip: 1959 0104 1986 03 1 005


DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN ----------------------------------------------------1

A. Latar Belakang Masalah ----------------------------------------------------1

B. Identifikasi Masalah ----------------------------------------------------5

C. Pembatasan Masalah ----------------------------------------------------5

D. Rumusan Masalah ----------------------------------------------------5

E. Tujuan penulisan ----------------------------------------------------6

F. Manfaat Penulisan ----------------------------------------------------6

BAB II KAJIAN TEORI ----------------------------------------------------8

A. Kajian Teori ----------------------------------------------------8

1. Supervisi Akademis ----------------------------------------------------8

2. Ciri – ciri Supervisi Akademis -------------------------------------------10


3.Prinsip –PrinsipSupervisi Akademis -------------------------------------------11

4.Prosedur Supervisi Akademis -------------------------------------------13

5. Pengertian Pendekatan Saintifik -------------------------------------------18

6. Langkah – langkah Pembelajaran

Dengan Pendekatan Saintifik -------------------------------------------19

BAB III METODOLOGI PENULISAN -------------------------------------------22

A.Waktu dan Tempat penulisan -------------------------------------------22

B. Objek Penulisan -------------------------------------------23

C. Tindakan Penulisan -------------------------------------------23

D. Tehnik Pengumpulan Data

dan Instrumen Penulisan -------------------------------------------24

E. tehnik Analisis Data -------------------------------------------25

BAB IV HASIL PENULISAN DAN PEMBAHASAN------------------------------ 27

A. Hasil Penulisan -------------------------------------------27

1. Tindakan Pada Siklus 1 -------------------------------------------27

2. Tindakan Pada Siklus 2 -------------------------------------------35

B. Pembahasan -------------------------------------------43

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN -------------------------------------------45

B. Saran -------------------------------------------46

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

DAFTAR TABEL

TABEL HAL

1.3 Jadwal Penulisan Tindakan Sekolah --------------------------------------------- 22

2.3 Jadwal Supervisi Akademis ---------------------------------------------22

3.3 Skala Nilai Pada Lembar Observasi ---------------------------------------------25

4.3 Klasifikasi Pilihan Jawaban Kuisioner ---------------------------------------------29

5.4 Lembar Observasi Supervisi Akademis Siklus 1------------------------------------------29

6.4 Hasil Analisis Jawaban Kuisioner Siklus 1 -------------------------------------------33

7.4 Lembar Observasi Supervisi Akademis Siklus 2 -----------------------------------------37

8.4 Hasil Analisis Jawaban Kuisioner Siklus 2 -------------------------------------------41


DAFTAR DIAGRAM

DIAGRAM HAL

1.4 Hasil Observasi Supervisi Akademis Siklus 1-----------------------------------31

2.4 Hasil Observasi Supervisi Akademis Siklus 2-----------------------------------39


UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU

DALAM MENERAPKAN PENDEKATAN SAINTIFIK MELALUI PELAKSANAAN

SUPERVISI AKADEMIS

( Penulisan Tindakan Sekolah pada Guru Kelas V SD Negeri Arun Kecamatan Muara I Kota

Lhokseumawe Tahun Pelajaran 2017/2016)

Disusun oleh

Mansur S.Pd M.Pd

Nip:19710407 200012 1 001


H DASAR NEGER
LA I

AR
SEK

UN
LH O K SEU M A W E

BAB I

PENDAHULUAN
SEKOLAH DASAR (SD) NEGERI ARUN
Jln. Balikpapan, Komp. Perumahan PT. Arun NGL Co Telp (0645) 653288-653289

Batuphat – Kec. Muara Satu – Kota Lhokseumawe