Anda di halaman 1dari 9

Critical Jurnal Review

KAJIAN TENTANG TRANSPORTASI DI KOTA MEDAN DAN


PERMASALAHANNYA

Dan

PENYALAHGUNAAN TROTOAR MENJADI LAHAN PARKIR KENDARAAN


RODA DUA MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2009 TENTANG
LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN

Oleh :

HADIZAH RAMBE

NIM : 3163131012

KELAS : C REGULER

Mata Kuliah : GEOGRAFI INDUSTRI

JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI

FAKULTAS ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2019
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penyusun ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan taufik dan hidayahnya kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan
Critical Jurnal Review ini. Critical jurnal ini disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah
Geografi Transportasi dan Pembangunan, dalam Critica Jurnal ini penulis menganalisis
kelemahan dan kelebihan mengenai jurnal tentang “Geografi Transportasi”. Dengan Critical
Jurnal Review ini penyusun mengharapkan agar dapat membantu sistem pembelajaran serta
memberikan informasi yang bermanfaat.
Namun penulis menyadari bahwa Critical Jurnal ini belum dapat dikatakan sempurna
karena mungkin masih banyak kesalahan-kesalahan. Untuk itu penyusun mengharapkan
kritik dan saran.

Medan, Oktober 2019


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .............................................................................................. 2


DAFTAR ISI............................................................................................................. 3
BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................... 4
a. LATAR BELAKANG ................................................................................... 4
b. TUJUAN. ....................................................................................................... 4
c. MANFAAT. ................................................................................................... 4
BAB II RINGKASAN ISI JURNAL. ....................................................................... 5
a. IDENTITAS JURNAL. ................................................................................. 5
b. RINGKASAN. ............................................................................................... 6
BAB III PEMBAHASAN. ......................................................................................... 8
a) KEUNGGULAN............................................................................................ 8
b) KELEMAHAN. ............................................................................................. 8
BAB VI PENUTU ..................................................................................................... 9
a. Kesimpulan .................................................................................................... 9
b. Saran .............................................................................................................. 9
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kebutuhan transportasi merupakan kebutuhan turunan (derived demand) akibat aktivitas


ekonomi, sosial, dan sebagainya. Dalam kerangka makro-ekonomi, transportasi merupakan
tulang punggung perekonomian nasional, regional, dan lokal, baik di perkotaan maupun di
perdesaan. Sistem transportasi memiliki sifat sistem jaringan di mana kinerja pelayanan
transportasi sangat dipengaruhi oleh integrasi dan keterpaduan jaringan. Skala ekonomi
(economy of scale), lingkup ekonomi (economy of scope), dan keterkaitan
(interconnectedness) harus tetap menjadi pertimbangan dalam pengembangan transportasi
dalam kerangka desentralisasi dan otonomi daerah.
Penanganan permasalahan transportasi perkotaan harus dilakukan secara menyeluruh
baik secara makro maupun mikro, yakni: membuka titik-titik pertumbuhan ekonomi dan
lembaga layanan masyarakat (sekolah, rumah sakit) secara merata untuk mengurangi
mobilitas mayarakat dan urbanisasi, menciptakan struktur tata ruang kota yang serasi,
menambah jaringan jalan dan fasilitas pengatur lalu lintas, menyediakan fasilitas pejalan
kaki dan bersepeda, dan mengoperasikan angkutan umum massal
Sistem transportasi berkelanjutan merupakan sistem yang dapat memenuhi rasa
keadilan, yaitu dengan aman dan nyaman memenuhi tingkat efisiensi sumber daya alam,
baik dalam hal pemanfaatan sumber daya energi maupun pemanfaatan ruang; dapat
dikelola secara transparan dan partisipatif sertamenjamin kesinambungan untuk generasi
mendatang.
Pembangunan sistem transportasi berkelanjutan memerlukan komitmen dan
kesungguhan pemerintah untuk melaksanakannya. Koordinasi dan sinergi kerja sama di
antara lembaga-lembaga pemerintah yang menangani masalah tata ruang dan pembangunan
sarana serta prasarana transportasi mutlak dibutuhkan untuk menjamin keberhasilan
pelaksanaan pembangunan sistem transportasi. Transportasi berkelanjutan hanya dapat
terjadi jika ada pengertian untuk mengumpulkan masukan dari masyarakat dan
mengintegrasikan kebutuhan dan keinginan mereka dalam sistem mobilisasi.
B. Tujuan
Adapun tujuan dari cjr ini adalah memberikan refereni untuk mengatasi
permasalahan transportasi yang terjadi di Indonesia
C. Manfaat
Manfaat dari cjr ini adalah sebagai bahan pertimbangan untuk mengatasi permasalahan
transportasi di Indonesia
BAB II

RINGKASAN ISI JURNAL

A. Jurnal Utanam
A. Judul : Kajian Tentang Transportasi di Kota Medan dan Permasalahannya
B. Penulis :Hairulsyah
C. Volumme : I No. 3. April 2006
D. ISSN :-
Jurnal Pembanding

A. Judul : PENYALAHGUNAAN TROTOAR MENJADI LAHAN PARKIR


KENDARAAN RODA DUA MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 22
TAHUN 2009 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN
B. Penulis : Gery T. Ontorael
C. Volumme : V No.5/ Juli 2017
D. ISSN :-

B. Ringkasan Isi Jurnal


Jurnal Utama
Sistem transportasi berkelanjutan merupakan sistem yang dapat memenuhi rasa
keadilan, yaitu dengan aman dan nyaman memenuhi tingkat efisiensi sumber daya alam,
baik dalam hal pemanfaatan sumber daya energi maupun pemanfaatan ruang, dapat
dikelola secara transparan dan partisipatif, serta menjamin kesinambungan untuk generasi
mendatang. Kebijakan pembangunan transportasi yang berbasis pada pembangunan jalan
raya ini mendorong tingginya laju tingkat kepemilikan kendaraan pribadi dan
membangkitkan berbagai masalah. Kemacetan lalu lintas yang berujung pada pemborosan
penggunaan bahan bakar fosil, pencemaran udara, tingginya tingkat kematian akibat
kecelakaan lalu lintas, menurunnya bahkan hilangnya akses bagi pengguna kendaraan
tidak bermotor dan pejalan kaki, serta menjadikan kota tidak menarik bagi usaha
perekonomian dan pariwisata. Selain itu, kebutuhan ruang jalan yang sangat besar untuk
mengakomodir pergerakan kendaraan bermotor menyebabkan terjadinya pembebasan
lahan pada wilayah permukiman ataupun komersial di sepanjang jalan baru yang
menjanjikan akses lebih baik.
Jurnal Pembanding
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana fungsi trotoar
menurut Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tetang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
dan bagaimana penerapan Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan terhadap penyalahgunaan trotoar menjadi lahan parkir kendaraan roda
dua. Dengan menggunakan metode penelitian yuridis normatif, disimpulkan: 1. Trotoar
adalah fasilitas yang selalu ada disetiap jalan raya. Oleh karena itu perlu adanya pehatian
khusus oleh pemerintah-pemerintah setempat dan suara masyarakat yang membela hak
pengguna jalan, jika memang keseimbangan perhatian tersebut kurang, sangatlah berat
untuk menghilangkan kebiasaan menyalahgunakan fungsi trotoar dan banyaknya para
pengendara bermotor khususnya roda dua, bahkan para pedagang kaki lima sering
melakukan penjualan pada trotoar sehingga para pedagang sambilan masih membuat
trotoar tersebut hanya hiasan semata tidak dilihat dari fungsinya. Aturan tidaklah salah
karena memang dapat dilanggar tetapi diamnya orang yang benar dan jujur membuat
aturan tersebut selalu dilanggar oleh orang yang selalu membenarkan aturan. 2. Dalam
penerapan ketentuan yang ada saat ini terhadap pelanggaran akan penggunaan trotoar
menjadikan sebagai tempat perparikan khusunnya pengendara roda dua, dapat dikenakan
tentuan yang ada dalam UndangUndang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya
sebagaimana yang dirumuskan dalam ketentuan Pasal 274 ayat (2) dan Pasal 275 ayat (1)
UULAJ ( Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009. Kata kunci: Penyalahgunaan Trotoar,
Lahan Parkir, Kendaraan Roda Dua, Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
BAB III
PEMBAHASAN
A. Keunggulan Jurnal
Jurnal Utama
Pada jurnal utama juga bahasa yang digunakan dapat dipahami dan referensi dalam
menulis jurnal cukup update karna dapat dilihat dari daftar pustaka penulis menggunakan
referensi buku diata 2000 tahun terbitnya. Pada jurnal ini juga mengangkat maslah-
masalah apasaja yang terjadi di Kota Medan mengenai transportasi sehingga jurnal ini
ingin memberikan suatu masukan dengan transportasi berkelanjutan
Jurnal Pembanding
di jurnal pembanding permasalahan yang diangkat sangat-sangat baik, karna memang
hampir terjadi di seluruh kota yang ada di Indonesia diamana pernasalahanya adalah
penyalah gunaan trotoar menajadi lahan parkir, dalam jurnal ini penulis mengaitkanya
dengan undang-undang yang berlaku.
Untuk bahasa yang digunakan penyaji sudah cukup baik, dan semua gambaran isi
jurnal sudah sangat tergambar jelas di dalam abstrak.
B. Kelemahan Jurnal
Jurnal Utama
Kelemahan pada jurnal utama adalah dimana daftar pustaka yang di gunakan sangat
sedikit sehingga sangat tidak baik.
Jurnal Pembanding
Pada jurnal pembanding saya melihat bahwa referensi yang digunakan pada jurnal
pembanding menggunkan refernsi pada tahun 1990an.
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari uraian tentang gambaran transportasi di Kota Medan, maka tampak bahwa jalan raya
dan kelengkapannya belumlah memadai dalam memberikan kenyamanan dan keleluasaan
berkendara. Di jalan utama masih banyak ditemui jalan yang bergelombang dan marka jalan belum
lengkap. Demikian halnya dengan median jalan sehingga mengganggu kenyamanan pengemudi
dalam mengoperasikan kendaraannya di jalan raya. Tidak hanya di Kota Medan hampir semua
wilayah di Indonesia mengalami permasalahan-permasalahan transportasi yang mana memang harus
diberikan perhatian khusus agar permasalahan ini tidak berlajut lebih parah

B. Saran
Perlu adanya tindakan tegas agar permaslasahn tranportasi dapat teratasi dengan baik.