Anda di halaman 1dari 3

2. 1.

1 Definisi Lemak:

Lemak merujuk pada sekelompok besar molekul-molekul alam yang


terdiri atas unsur-unsur karbon, hidrogen, dan oksigen meliputi asam
lemak, sterol, vitamin-vitamin yang larut di dalam lemak (contohnya A, D, E,
dan K),monogliserida, digliserida, fosfolipid, glikolipid, terpenoid (termasuk di
dalamnya getah dan steroid) dan lain-lain.

Lemak secara khusus menjadi sebutan bagi minyak hewani pada suhu
ruang, lepas dari wujudnya yang padat maupun cair, yang terdapat pada
jaringan tubuh yang disebut adiposa.

Pada jaringan adiposa, sel lemak mengeluarkan hormon leptin


dan resistin yang berperan dalam sistem kekebalan, hormon sitokina yang
berperan dalam komunikasi antar sel.

Sumber Lemak:

Berdasarkan asalnya,sumber lemak dapat dibedakan menjadi 2,yaitu :

1. Lemak yang berasal daari tumbuhan(disebut lemak Nabati).Beberapa


bahan yang mengandung lemak nabati adalah
kelapa,kemiri,zaitun,kacang tanah,mentega,kedelai,dll.
2. Lemak yang berasal dari hewan(disebut lemak hewani).Beberapa bahan
yang mengandung lemak hewani adalah daging,keju,susu,ikan
segar,telur,dll.

Penyerapan lemak

 Trigliserida makanan dipecah menjadi asam lemak bebas (FFA)


dan Monogliserida (Mg), yang tersimpan dalam misel
 Misel mendekati brush boder usus halus
 secara pasif (FFA) dan Mg diabsorbsi sel epitel usus halus
 FFA rantai pendek relatif larut air memasuki aliran darah menuju
hati melalui vena porta
 FFA rantai panjang dan Mg disintesis kembali menjadi trigeliserida
dalam retikulum endoplasma sel mukosa usus halus . membentuk
klimokrom melalui aliran getah bening
 Absorbsi lemak berakhir di jejenum
 Garam empedu bebas dari misel di reabsorbsi di ileum, masuk
sirkulasi entero hepatik
Makanan akan melewati kerongkongan menuju lambung, tempat
penyerapan lemak berlangsung. Di sini, 10-20% lemak dari makanan
dipecah. Lemak tersebut akan memasuki usus kecil, di mana tetes-tetes
lemak besar diuraikan lebih lanjut oleh kontraksi usus (peristaltik) dan
emulsifier (asam empedu dan lesitin) menjadi tetesan lemak yang lebih
kecil.
Sebagian besar lemak pada makanan berbentuk trigliserida (Gambar 1).
Trigliserida terdiri dari rangka struktur gliserol dengan tiga asam lemak
yang menempel dan menjadi bentuk molekuler seperti huruf besar E.
Enzim lipase gastrointestinal memecah trigliserida yang terdapat di
tetesan lemak kecil menjadi asam lemak bebas dan monogliserida, yang
cukup kecil untuk memasuki sel-sel mukosa dinding usus. Untuk itu,
molekul-molekul ini harus dapat larut dalam air.

Asam empedu membungkus asam lemak bebas, monogliserida, vitamin yang


larut dalam lemak, lesitin dan kolesterol untuk membentuk tetesan
mikroskopik larut air yang disebut misel. Misel kemudian menuju dinding sel
dinding usus, di mana asam lemak bebas dan monogliserida melewati
membran dan memasuki sel. Misel sendiri tidak melewati membran. Setelah
memasuki sel mukosa, asam lemak dan monogliserida bergabung lagi menjadi
trigliserida. Proses pencernaan selesai dan lemak dapat diedarkan melalui
sistem limfatik menuju sistem peredaran darah lalu ke seluruh tubuh untuk
digunakan sebagai energi atau disimpan di sel lemak yang disebut dengan
adiposit.

 Penyimpanan Lemak dalam Tubuh

Lemak yang disimpan dalam tubuh dibedakan menjadi dua jenis


yaitu lemak subkutan dan lemak visceral. Lemak subkutan terdapat tepat
dibawah jaringan kulit sementara lemak visceralterdapat di dekat organ
tubuh bagian dalam. Lemak visceral ini berfungsi untuk melindungi organ-
organ tubuh bagian dalam. Kedua jenis lemak tersebut dapat dikurangi
dengan cara yang berbeda. Lemak visceral dapat dikontrol dengan
menjaga pola makan lemak yang tidak berlebihan, sementara lemak yang
terdapat langsung dibawah kulit dapat dikurangi dengan berolahraga.
Kelebihan lemak ini biasanya akan menumpuk pada bagian tertentu pada
tubuh seperti perut, pinggul, dan paha, namun yang paling jelas terlihat
pada bagian perut. Faktor lain yang juga mempengaruhi penumpukan
lemak tersebut adalahstress. Stress dapat mempengaruhi selera makan dan
dapat menyebabkan penumpukan lemak semakin meningkat, secara
mudah mekanismenya dapat dijelaskan sebagai berikut: Stressmerupakan
stimulus yang dikirimkan ke otak dan kemudian otak akan mengirimkan
sinyal ke tubuh untuk meningkatkan nafsu makan. Hasilnya,
kecenderungan untuk mengonsumsi makanan akan mengalami
peningkatan