Anda di halaman 1dari 14

BAB IV

HASIL PENGUJIAN DAN PEMBAHASAN

Pengujian terhadap rancang bangun inkubator untuk monitoring kondisi


bayi prematur berbasis mikrokontroler, ini dilakukan untuk mengetahui kinerja
alat dan sensor. Hasil dari pengujian alat diharapkan mampu mendapatkan data
yang valid serta untuk mengetahui apakah alat sudah bekerja sesuai dengan yang
diharapkan.
Tabel 20. Hasil Rancang Bangun Inkubator
No Rancang Bangun Inkubator Keterangan

Tampilan Tampak
1
Dalam

Tampilan Tampak
2
Depan

Tampilan Tampak
3
Belakang

55
Tampilan Tapak
4
Samping

Tampilan Tampak
5
Atas

Tampilan
6
Inkubator Akrilik

Tampilan
7 Rangkaian
Bangun Inkubator

56
Tampilan Box
8
Kontrol

A. Hasil Pengujian Fungsional


1. Rangkaian Catu Daya
Pengukuran catu daya diperlukan karena catu daya sebagai sumber
tegangan yang menyuplai daya ke rangkaian pada alat, catu daya dibutuhkan agar
sensor dan mikrokontroler bisa bekerja dengan baik. Pengukuran catu daya
dilakukan pada bagian input, proses, dan output. Hal ini bertujuan untuk
mengetahui tegangan yang dibutuhkan oleh sensor maupun mikronkontroler.
Pengukuran catu daya menggunakan alat ukur multimeter digital Wipro type
DT830D.
Tabel 21. Hasil Pengukuran Catu Daya
Pengukuran V in LM7805
V out Error
NO Tanpa Dengan V out
(Nilai %
Beban Beban (Asli)
Terukur)
1 12 12 5 4,95 1
2 12 12 5 4,95 1
3 12 12 5 4,95 1
4 12 12 5 4,95 1
5 12 12 5 4,95 1

Hasil pengukuran catu daya dapat dilihat pada tabel 21. Pengukuran
dilakukan sebanyak 5 kali. Dari hasil pengukuran didapatkan nilai selisih yaitu
0.05 Volt didapatkan dari perhitungan |V out 5 (Asli)- V out 4,95 (Terukur).
dilanjutkan dengan rumus untuk mencari perhitungan % error adalah:

57
Nilai Asli − Nilai Ukur
% 𝑒𝑟𝑟𝑜𝑟 = x 100%
Nilai Asli

Perhitungan
5V − 4,95V
% 𝑒 𝑟𝑟𝑜𝑟 = x 100%
5V
𝑒𝑟𝑟𝑜𝑟 % = 1%

Hasil perhitungan catu daya yaitu menyuplai tegangan 4,95volt stabil pada
batas 5volt sesuai daya yang dibutuhkan.
2. Pengujian Sensor Suhu DS18B20
Pengujian sensor suhu DS18B20 bertujuan untuk mengetahui tingkat akurasi
dan error dari data hasil pengukuran sensor suhu. Pengukuran dilakukan dengan
membanding termometer air raksa dan sensor suhu DS18B20 dengan perlakuan
yang sama. Pengukuran dilakukan didalam ruang inkubator. Sensor suhu
DS18B20 dan termometer air raksa diletakan didalam inkubator kemudian proses
pengukur suhu dimulai. Suhu bersumber dari pemanas berupa lampu pijar.
Pengamatan suhu dengan sensor akan tertampil pada layar LCD. Hasil pembacaan
sensor suhu DS18B20 dicatat pada tabel. Pengujian sensor bertujuan menghitung
tingkat error atau kesalahan.
Ragam ralat dari pengukuran atau pengamatan dibagi menjadi 3 macam,
yaitu: ralat sistematis (systematic error), ralat rambang (random error), dan ralat
kekeliruan tindakan. Ralat sistematis adalah ralat pengukuran yang akan
memberikan efek tetap terhadap hasil ukur (Panduan Praktikum Fisika Dasar,
2016). Rumus perhitungan nilai error:
𝑒𝑟𝑟𝑜𝑟 = |𝑋 − 𝑋𝑖|

𝑋 − 𝑋𝑖
% 𝑒𝑟𝑟𝑜𝑟 = | 𝑥100%|
𝑋

Keterangan :
X = Data Sebenarnya
Xi = Data Terukur
% Error = Ralat Systematic

58
Selanjutnya dapat dijabarkan untuk mencari error dan menghitung % error
yaitu :

Error = | suhu sebenarnya – suhu terukur |

𝑠𝑢ℎ𝑢 𝑠𝑒𝑏𝑒𝑛𝑎𝑟𝑛𝑛𝑦𝑎 − 𝑠𝑢ℎ𝑢 𝑡𝑒𝑟𝑢𝑘𝑢𝑟


% 𝑒𝑟𝑟𝑜𝑟 | |𝑥 100%
𝑠𝑢ℎ𝑢 𝑠𝑒𝑏𝑒𝑛𝑎𝑟𝑛𝑛𝑦𝑎

Tabel 22. Hasil Pengujian Suhu Sensor DS18B20 dengan Termometer Air
Raksa

Pengukuran
Pengukuran
Suhu
No Sensor Suhu Error % Error
Termometer
DS18B20 (oC)
Air Raksa (oC)
1 29,0 29,2 0,2 0,68
2 28,4 29,0 0,6 2,1
3 27,8 28,6 0,8 2,8
4 27,8 28,4 0,6 2,1
5 29,9 28,2 1,7 5,6
6 25,8 26,7 0,9 3,4
7 26,2 27,8 1,6 5,7
8 27,4 27,6 0,2 0,7
9 29,0 30,9 1,9 6,1
10 27,5 28,9 1,4 4,8
Rata-rata error dan % error 0,99 3,3 %

Hasil pengujian pengukuran suhu sensor DS18B20 menggunkan


pembanding termometer air raksa hasilnya pada tabel 22.

59
Selanjutnya dilakukan pengujian tegangan sensor suhu DS18B20. Pengujian
ini bertujuan untuk mengetahui tegangan sensor. Pengujian dilakukan dengan cara
mengukur tegangan sensor ketika terjadi perubahan suhu. Pengukuran tegangan
sensor menggunakan alat ukur multimeter digital Wipro type DT830D. Hasil
pengukuran tegangan keluaran sensor dicatat pada tabel 23.

Tabel 23. Hasil Pengujian Tegangan Sensor Suhu DS18B20

Output Tegangan (volt)


No Suhu
Tanpa Beban Dengan Beban
1 28,6 4,94 4,87
2 29,0 4,94 4,86
3 30,0 4,94 4,86
4 28,4 4,94 4,86
5 30,4 4,94 4,87

Berdasarkan tabel 23 dapat dilihat bahwa pengukuran dilakukan pada saat


perubahan nilai suhu, maka akan didapat tengangan pada sensor tetap. Sehingga
dikatakan sensor bekerja secara stabil.

3. Pengujian Sensor Cairan


Pengujian sensor cairan dilakukan untuk mengetahui kinerja dari sensor.
Pengujian dilakukan dengan cara meneteskan air pada permukaan sensor cairan.
Air sebagai media penganti urin pemilihan air karena urin terdiri hampir 90% air.

Tabel 24. Hasil Pengujian Sensor Cairan


No Air (30 ml) Keterangan
1 Mengucur Terdeteksi
2 Menetes Terdeteksi
3 Meresap Kain Tipis Terdeteksi
4 MeresapKain Tebal Terdeteksi
5 Tidak Menetes Tidak Terdeteksi

60
Tabel 25. Hasil Pengujian Tegangan Sensor Water Level

V output(Data) V output(Nilai Terukur)


V in
No
(VDC) Tanpa Dengan Tanpa Dengan
Beban Beban Beban Beban
1 4,95V 0 1,99 4,94 4,91
2 4,95V 0 2,6 4,94 4,89
3 4,95V 0 2,15 4,94 4,90
4 4,95V 0 2,75 4,94 49,1
5 4,95V 0 3,25 4,94 49,2

4. Pengujian Timer RTC DS 3231


Pengujian timer RTC DS3231 bertujuan untuk menggetahui apakah timer
RTC bisa bekerja dengan baik, sebagai pewaktu pemberian ASI kepada bayi
prematur. Cara kerja Timer ASI yaitu dengan melakukan seting input lama waktu
yang dibutuhkan untuk bayi diberi ASI bisa 1 jam atau 3 jam sekali. Pengujian
dilakaukan dengan memberikan input waktu untuk mengetahui respon yang
diberikan setelah waktu habis apakah alarm bisa berbunyi. Seting waktu sesuai
pengujian ditampilkan pada tabel berikut.

Tabel 26. Hasil Pengujian Timer ASI Untuk Menyalakan Alarm

NO Seting Waktu Alarm Berbunyi Keterangan

1 1 menit 1 menit Alarm On

2 3 menit 3 menit Alarm On

3 10 menit 10 menit Alarm On

4 30 menit 30 menit Alarm On

5 59 menit 59 menit Alarm On

61
Tabel 27. Hasil Pengujian Akurasi RTC DS3231
Nasional
Standard Time RTC DS3231
Error
No LIPI (Jam,Menit,Detik)
(second)
(Jam,Menit,Detik) Terukur
ASLI
1 21:28:01 21:28:00 1
2 21:28:30 21:28:29 1
3 21:31:40 21:30:39 1
4 22:01:23 22:01:22 1
5 04:31:08 04:31:07 1
6 06:11:50 06:11:49 1
7 07:03:18 07:03:17 1
8 07:08:25 07:08:24 1
9 07:14:33 07:14:32 1
10 02:20:07 02:20:06 1
Sumber : Nasional Standard Time : http://time.metrologi.lipi.go.id/

5. Pengujian Tampilan LCD


Tabel 28. Hasil Pengujian Tampilan LCD
No Pengujian Hasil Tampilan Keterangan

Tampilan
1 Sesuai
Menu Utama

Tampilan
2 Sesuai
Sensor Suhu

Tampilan
Sensor
3 Cairan Sesuai
(Belum
Mendeteksi)

62
Tampilan
Sensor
4 Sesuai
Cairan
(Mendeteksi)

Tampilan
Sensor
5 Cairan Sesuai
Ketika
Mendeteksi

Tampilan
Menu Set
6 Sesuai
Jam Dan Set
Suhu

Tampilan
7 Menu Set Sesuai
Alarm

Input Nilai
8 Sesuai
Suhu

Input
9 Jam,Menit Sesuai
Alarm

63
6. Pengujian Indikator Buzzer
Tabel 29. Hasil Pengujian Buzzer
No Pengujian Alarm berbunyi Keterangan
Sensor
mendeteksi
1 Sensor cairan On
bayi
mengompol
Modul
waktu
2 Timer ASI On
pemberian
ASI

B. Hasil Pengujian Unjuk Kerja

1. Hasil pengujian Kinerja


Tabel 30. Hasil Pengujian Kinerja

Sensor Sensor
Catu Timer
NO Suhu Cairan LCD Buzzer Keterangan
Daya ASI
(oC) (menyala)

1 4,95 26,9 V V V V Bekerja

2 4,95 27,1 V V V V Bekerja

3 4,95 28,6 V V V V Bekerja

4 4,95 29,5 V V V V Bekerja

5 4,95 30,3 V V V V Bekerja

C. Pembahasan
Berdasarkan hasil pengujian dari rancang bangun inkubator untuk
monitoring kondisi bayi prematur berbasis mikrokontroler dapat diperoleh hasil
untuk memonitoring kondisi bayi, suhu ruang inkubator, ketika bayi mengompol,
dan timer ASI sudah bekerja dengan baik sesuai yang diharapkan dan respon
sensor yang sesuai 100% sistem bekerja. Berikut pembahasan dari hasil pengujian
perbagian input, proses, dan output.

64
1. Pembahasan Catu Daya
Sumber tegangan atau catu daya pada rancang bangun inkubator untuk
monitoring kondisi bayi prematur berbasis mikrokontroler menggunakan baterai
lippo 3 cells 2200mah. Penggunaan baterai dipilih karena lebih stabil dalam
menyuplai tegangan, dari tegangan sumber sebesar 12volt kemudian tegangan
diturunkan menjadi ± 5volt sesuai kebutuhan mikrokontroler dan sensor.
Langakah mengetahui kinerja catu daya dengan dilakukan pengukuran
menggunkan multimeter digital, didapatkan data sesuai tabel 20, dengan
perhitungan error 1%, tingkat error yang rendah berarti catu daya bekerja dengan
baik sesuai kebutuhan.

2. Pembahasan Sensor Suhu DS18B20


Sensor suhu DS18B20 digunakan untuk memonitoring suhu ruang inkubator
telah berfungsi dengan baik, terbukti dari hasil pengujian pada sensor suhu
DS18B20 didapatkan tinggkat rata-rata error sebesar 0,99oC yang berarti tingkat
akurasi pengukuran sensor ketika dibandingakn dengan thermometer air raksa
tidak terlalu jauh. Sensor suhu DS18B20 memiliki akurasi baik. Berikut
perhitungan matematis rata-rata error.

Diketahui : Data nilai error (0,20,60,80,61,70,91,60,21,91,4) Ditanyakan: rata-


rata error ?
Penyelesaian:
(d1 + d2 + d2 + ⋯ … dn)
=
𝑏𝑎𝑛𝑦𝑎𝑘 𝑑𝑎𝑡𝑎
(0,2 + 0,6 + 0,8 + 0,6 + 1,7 + 0,9 + 1,6 + 0,2 + 1,9 + 1,4)
=
10
(9,9)
=
10
= 0,99 𝑒𝑟𝑟𝑜𝑟 oC

Hasil pengujian ditampilkan pada grafik berikut untuk memudahkan analisa.

65
Hasil Pengujian Suhu Menggunakan Sensor DS18B20
dengan Termometer Air Raksa
35
NIlai Suhu Satuan Derajat Celcius

30

25

20 Termometer Air Raksa


Sensor DS18B20
15
Error
10

0
Data Data Data Data Data Data Data Data Data Data
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Jumlah Data Uji

Gambar 36. Grafik Hasil Pengujian Suhu Menggunakan Sensor DS18B20


dengan Termometer Air Raksa

3. Pembahasan Sensor Cairan


Sensor cairan digunakan untuk mendeteksi ketika bayi mengompol.
Sensor telah fungsi sesuai kebutuhan, ketika cairan air/urin mengenai permukaan
sensor maka, sensor akan mendeteksi kemudian akan memicu menyalakan buzzer,
sebagai tanda indikator bayi mengompol. Proses deteksi ketika bayi saat
mengompol, yaitu ketika air/urin mengenai permukaan plat sensor, baik jumlah
banyak atau sedikit. Hasil pengujian menunjukan tingkat respon yang akurat
ketika sensor mendeteksi cairan error 0%.

66
Gambar 37. Grafik Hasil Pengujian Sensor Cairan

4. Pembahasan Timer RTC DS3231


Hasil pengujian RTC DS 3231 sebagai timer ASI. RTC DS 3231 mampu
melakukan setting alarm waktu sesuai yang dibutuhakan untuk memberikan info
kepada ibu untuk memberikan ASI secara teratur. Cara kerja dari seting alarm
yaitu berfungsi untuk menyalakan buzzer sebagai indikator alarm yang mampu
memberikan sinyal bahwa bayi harus diberikan ASI. Hasil pengujian menunjukan
seting alarm, sesuai waktu yang diinputkan tingkat error 0%.

5. Pembahasan Tampilan LCD


Hasil pengujian LCD sebagi output tampilan dapat bekerja dengan baik.
LCD mampu menampilkan data yang dibutuhkan untuk memonitoring. Data dari
bagian proses mikrokontroler dapat ditampilkan dengan baik pada LCD. Tampilan
data berupa angka, dan huruf jelas terlihat diamati dengan panca indra mata.
Tampilan menu, set jam, set alarm, set suhu, dan cek sensor tertampil pada LCD
telah sesuai dengan tingkat error 0%.

6. Pembahasan Indikator Buzzer


Berdasarkan pengujian buzzer sebagai bagian output, buzzer berkerja
dengan baik dan sesuai. Buzzer mampu merespon dengan cepat ketika sensor
mendeteksi. Buzzer mampu mengeluarkan bunyi yang baik sebagai indikator

67
alarm untuk memberitahu ketika bayi mengompol dan berbunyi sebagai indikator
timer ASI. Tingkat error pada tampilan LCD 0% error, LCD bekerja baik 100%.

7. Pembahasan Kinerja
Hasil pengujian rancang bangun inkubator untuk monitoring kondisi bayi
prematur berbasis mikrokontroler sudah berkerja dengan baik dan sesuai dengan
yang diharapkan. Sensor suhu DS18B20 mampu bekerja dengan baik untuk
memonitoring ruang inkubator. Sensor cairan berkerja dengan baik, mampu
mendeteksi cairan (ompol bayi) dengan cepat dan akurat. Timer RTC DS3231
memberikan tampilan waktu secara real time dan baik, sehingga pada saat di
monitoring dapat menampilkan waktu sebagai acuannya. Timer RTC digunakan
juga sebagai seting timer ASI, timer alarm yang berfungsi mengingatkan ibu
untuk memberikan ASI secara rutin, bisa per-jam untuk memberikan suplay
kebutuhan ASI bayi. Bagian output LCD dan Buzzer bekerja degan baik sesuai,
LCD sebagai tampilan data yang dihasilkan sensor yang diolah mikrokontroler.
Buzzer sebagai indikator alarm telah meberikan respon yang baik. Monitoring
kondisi bayi prematur bisa berjalan dengan baik sesuai kebutuhan 100% bekerja.

68