Anda di halaman 1dari 46

LAPORAN ANATOM1I FISIOLOGI

( Panca Indra)

Oleh:

Nama : Fitriani J
Nim : 18 3415 353 047
Kelas : 18 B
Kelompok : V ( lima)

PROGRAM STUDI DIV ANALIS KESEHATAN


STIKes MEGA REZKY MAKSSAR
2018/2019
LEMBAR PENGESAHAN
Judul praktikum : Panca Indra
Nama : Fitriani J
Nim : 18 3145 353 047
Hari/ tanggal : Senin, 7 Januari 2019
Kelompok : V ( lima)
Rekan kerja : 1. Fatmawati
2. Jems resimanuk
3. Lisa
4. Rafika
5. Suci Ananda sari
6. Zindi Devi Claudia Bunga
Penilaian :

Makassar, 10 Januari 2019

Disetujui oleh :

Asisten Dosen Praktikan

Ros Anita Fitriani J.


NIM: 17 3145 353 059 NIM: 18 3145353 047
Dosen pembimbing

Ka’bah S.Si., M.Kes


NIDN: 09 050988 03
BAB 1
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Panca indra adalah organ akhir yang dikhususkan untuk menerima jenis
rangsangan tertentu. Serabut saraf yang melayaninya merupakan alat perantara yang
membawa kesan rasadari organ indra menuju otak, dimana persaan itu ditafsirkan.
Beberapa kesan rasa timbul dari luar, seperti sentuhan, pengecap, penglihatan,dan
penciuman juga pendengaran.
Mata merupakan organ indra rumit. Mata disusun dari bercak sensitive dan
cahaya primitive pada permukaan invertebrate. Dalam selubung pelindungnya mata
mempunyai lapisan reseptor yaitu sistem lensa bagi pemfokusan cahaya atas reseptor
dan merupakan suati sistem syaraf untuk mengantarkan implus serta membentuk
bayangan penglihatan yang disadari menjadi sasaran.
Indra manusia mampu peka atau menanggapi rangsangan karena memiliki
bagian-bagian tertentu. Namun, jika suatu saat indra tersebut tidak bisa menanggapi
rangsangan dengan baik berarti sedang ada gangguan. Gangguan tersebut dapat
disebabkan karena faktor usia maupun faktor dari luar. Mata adalah indra yang
mampu menanggapi rangsangan cahaya, hidung adalah indra yang dapat menanggapi
rangsangan bau atau mencium aroma yang ada disekitar lingkungan, telinga adalah
alat indra yang dapat menanggapi rangsangan berupa suara sehingga manusia dapat
mendengar, lidah merupakan indra pengecap yang dapat merasakan makanan yang
dikonsumsi manusia dan lidah adalah alat indra yang mampu menanggapi rangsangan
berupa rasa sakit, sentuhan, suhu panas atau dingin dan tekstur kasar atau halus.
Oleh karena itu, hal yang melatar belakangi kami melakukan praktikum panca
indra ini adalah untuk mengetahui fungsi dari pada panca indra kita dan untuk
menegtahui tingakat kepekaan dari pada panca indra tersebut serta untuk mengetahui
tingkat kepekaan dari indra penglihatan, indra penciuman, indra peraba, dan indra
pendengaran.
B. TUJUAN PRAKTIKUM
Untuk mengetahui tingkat kepekaan dalam membedakan bahan pada indra
penciuman, indra penglihatan, indra perasa, indra peraba dan indra pendengaran.
C. RUMUSAN MASALAH
Bagaimana cara mengetahui tingkat kepekaan dalam membedakan bahan
pada indra penciuman, indra penglihatan, indra perasa, indra peraba dan indra
pendengaran?
BAB II
TINJUAN PUSTAKA
Manusia berinteraksi atau membutuhkan informasi berupa rangsangan dari
lingkungan luar. Agar rangsangan tersebut dapat ditangkap, dibutuhkan indra. Indra
atau biasa disebut dengan panca indra terdiri dari lima bagian diantaranya adalah
penglihatan melalui mata, penciuman melalui hidung, pendengaran melalui telinga,
perasa melalui lidah dan peraba melalui kulit. Alat indra adalah alat-alat tubuh yang
berfungsi mengetahui keadaan luar (Wulandari dkk, 2015 Vol.3 No.2) .
Alat indra adalah alat-alat tubuh yang berfungsi mengetahui keadaan luar. Alat
indra manusia sering disebut panca indra, karena terdiri dari lima indra yaitu indra
penglihat (mata), indra pendengar (telinga), indra pembau atapencium (hidung), indra
pengecap (lidah) dan indra peraba (kulit) (Widia, 2015 Hal.87) .
Panca indra adalah organ-organ akhir yang dikhususkan untuk menerima jenis
rangsangan tertentu. Serabut saraf yang melayaninya merupakan alat perantara yang
membawa kesan rasa (sensory impression) dari organ indra menuju otak, tempat
perasaan itu ditafsirkan. Beberapa kesan rasa timbul dari luar, seperti sentuhan,
pengecapan, penglihatan, penciuman dan suara. Lainnya timbul dari dalam, antara
lain lapar, haus dan rasa sakit (Pearce, 2009 Hal.375) .
Mata terdiri dari otot mata, bola mata dan saraf mata serta alat tambahan mata
yaitu alis, kelopak mata dan bulu mata. Alat tambahan mata ini berfungsi melindungi
mata dari gangguan lingkungan. Alis mata berfungsi untuk melindungi mata dari
keringat, kelopak mata melindungi mata dari benturan dan bulu mata melindungi
mata dari cahaya yang kuat, debu dan kotoran (Widia, 2015 Hal.88) .
Menurut Widia, 2009 Hal.88 fungsi bagian-bagian indra penglihatan adalah :
1. Kornea mata berfungsi untuk menerima rangsangan cahaya dan meneruskannya
ke bagian mata yang lebih dalam.
2. Lensa mata berfungsi meneruskan dan memfokuskan cahaya agar bayangan
benda jatuh ke lensa mata.
3. Iris berfungsi mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk ke mata.
4. Pupil berfungsi sebagai saluran masuknya cahaya.
5. Retina berfungsi untuk membentuk bayangan benda yang kemudian dikirim oleh
saraf mata ke otak.
6. Otot mata berfungsi mengatur gerakan bola mata.
7. Saraf mata berfungsi meneruskan rangsangan cahaya dari retina ke otak.
Organ penciuman terdiri dari 2 bagian, yaitu bagian luar (hidung luar/nasal
external) terletak di bagian tengah wajah, dan bagian dalam (cavum nasi), yang
dibagi lagi oleh sebuah sekat (septum nasi) menjadi rongga hidung kanan dan kiri.
Hidung luar/nasal external berbentuk pyramid, dimana sudut atas atau atapnya
berhubungan langsung dengan dahi (pada bagian apex). Bagian dasarnya terdapat 2
buah lubang hidung (nares) yang dipisahkan oleh sebuah sekat yang berjalan dari
depan sampai kebelakang rongga hidung (septum antero-posterior). Pada pinggir
lubang hidung terdapat sejumlah rambut (vibrissae) yang gunanya untuk menahan
kotoran atau debu yang masuk bersama udara pernapasan. Permukaan lateral hidung
pada bagian bawah agak membulat yang disebut ala nasi, bagian atas permukaan
lateral ini bersatu pada garis tengah yang disebut dorsum nasi. Pada bagian atas
dorsum nasi ditopang oleh os nasal. Rangka hidung bagian luar terdiri dari tulang dan
tulang rawan, ditutupi kulit dan dibagian rongga hidung dilapisi oleh membran
mukosa. Rangka tulang menempati bagian atas dari hidung, terdiri dari os nasal dan
processus frontalis maxillae. Rangka tulang rawan terdapat pada septum dan ala nasi
(Sarpini, 2017 Hal.150-151) .
Menurut Widia, 2015 Hal.90 fungsi bagian-bagian indra pembau yaitu :
1. Lubang hidung berfungsi untuk keluar masuknya udara
2. Rambut hidung berfungsi untuk menyaring udara yang masuk ketika bernapas
3. Selaput lendir berfungsi tempat menempelnya kotoran dan sebagai pembau
4. Serabut saraf berfungsi mendeteksi zat kimia yang ada dalam udara pernapasan
5. Saraf pembau berfungsi mengirimkan bau-bauan yang ke otak
Telinga adalah organ pendengaran. Saraf yang melayani indra ini adalah saraf
kranial kedelapan atau nervus auditorius. Telinga terdiri atas tiga bagian : telinga luar,
telinga tengah dan telinga dalam. Telinga luar terdiri atas aurikel atau pina, yang ada
pada binatang rendahan berukuran besar serta dapat bergerak dan membantu
mengumpulkan gelombang suara, dan meatus auditorius eksterna yang menjorok ke
dalam menjauhi pina, serta menghantarkan getaran suara menuju membran timpani.
Telinga tengah atau rongga timpani adalah bilik kecil yang mengandung udara.
Rongga itu terletak sebelah dalam membran timpani atau gendang telinga, yang
memisahkan rongga itu dari meatus auditorius eksterna. Telinga dalam berada dalam
bagian os petrosum tulang temporalis. Rongga telinga dalam itu terdiri atas berbagai
rongga yang menyerupai saluran-saluran dalam tulang temporalis (Pearce, 2009 Hal.
393-396) .
Indra perasaan umum sebagian besar terletak pada permukaan tubuh (kulit), otot
atau tendon. Reseptor umumnya tersebar luas dipermukaan tubuh, dapat berupa ujung
bebas saraf atau ujung organ khusus. Ujung bebas saraf terutama pada epidermis dan
sel epitel yang meliputi membrane mukosa, kornea mata, akar rambut dan pada
kelenjar kulit diseluruh tubuh. Reseptor yang berupa ujung organ khusus, ukuran dan
bentuknya bervariasi (Sarpini, 2017 Hal.161-162) .
Kulit merupakan salah satu organik terbesar dari tubuh dimana kulit membentuk
15% dari berat badan keseluruhan. Kulit mempunyai daya regerensi yang besar,
misalnya jika kulit terluka maka sel-sel dalam dermis melawan infeksi local kapiler
dan jaringan ikat akan mengalami regenarasi epitel yang tumbuh dari tepi luka
menutupi jaringan ikat yang bergenerasi sehingga terbentuk jaringan parut yang pada
mulanya berwarna kemerahan karena meningkatnya jumlah kapiler dan akhirnya
berubah menjadi serabut kolagen keputihan yang terlihat melalui epitel (Setiadi, 2007
Hal.40-41) .
Menurut Widia, 2015 Hal.91 fungsi bagian-bagian kulit adalah :
1. Kulit ari berfungsi mencegah masuknya bibit penyakit dan mencegah penguapan
air dari dalam tubuh
2. Kelenjar keringat berfungsi menghasilkan keringat
3. Lapisan lemak berfungsi menghangatkan tubuh
4. Otot penggerah rambut berfungsi mengatur gerakan rambut
5. Pembuluh darah berfungsi menghasilkan darah keseluruh tubuh
Organ pengecap utama adalah lidah. Terletak didalam rongga mulut, yang selain
berfungsi sebagai pengecap, juga berperan penting untuk orang berbicara, membantu
proses mengunyah makanan agar makanan dapat dikunyah gigi dengan baik, serta
membantu proses menelan makanan. Suara yang keluar sewaktu berbicara tidak akan
baik bila lidah kaku, terlalu kecil atau besar. Demikian juga tidak dapat dikunyah atau
ditelan dengan baik tanpa bantuan lidah. Lidah dibentuk oleh otot seklet yang ditutupi
oleh membran mukosa. Otot intrinsik yang berjalan pada bagian dalam lidah
mengubah bentuk lidah sesuai dengan yang diinginkan, sedang otot ekstrinsik yang
menempel/berorigo pada tulang tengkorak dan os hyoid memungkinkan lebih
bergerak. Diantara serabut otot terdapat kelenjar von ebner, yang mengeluarkan
cairan untuk membasahi makanan dan permukaan lidah/mulut (Sarpini, 2017
Hal.158) .
BAB III
METODE PRAKTIKUM
A. WAKTU DAN TEMPAT
1. Waktu
Adapun waktu dilaksanakannya Praktikum Anatomi Fisiologi yaitu :
Hari : Senin
Tanggal : 7 Januari 2019
Waktu : 15.00 – 17.00 WITA
2. Tempat
Adapun tempat dilaksanakannya Praktikum Anatomi Fisiologi yaitu di
Laboratorium Kimia DIV Analis Kesehatan lantai 1 Gedung D STIKes Mega
Rezky Makassar
B. ALAT DAN BAHAN
1. Alat
a) Skrab atau jilbab
b) Alat tulis
c) Kotak alat
2. Bahan
a) Bawang putih
b) Bawang merah
c) Cabe
d) Mangga
e) Gula pasir
f) Garam
g) Jeruk nipis
h) Kecap
i) Gula merah
j) Seledri
C. PROSEDUR KERJA
1. Indra Penglihatan
a. Diamati gambar yang terlihat pada jarak 2, 4, 6, 8 dan 10 meter tanpa
menggunakan kaca mata
b. Dicatat hasil jarak penglihatan dengan kategori :
1) Tinggi
2) Sedang
3) Rendah
2. Indra Penciuman
a. Disediakan alat dan bahan yang akan digunakan
b. Ditutup mata praktikan dengan menggunakan skrap
c. Diukur kepekaan indra penciuman dengan bahan yang sudah ada
d. Dicatat hasil indra penciuman dengan kategori :
1) Tinggi
2) Sedang
3) Rendah
3. Indra Pendengaran
a. Dianjurkan praktikan berteriak dengan volume kurang, sedang dan tinggi
dibalik tembok atau kaca pintu
b. Dicatat hasil indra pendengaran dengan kategori :
1) Tinggi
2) Sedang
3) Rendah
4. Indra Peraba
a. Disediakan alat dan bahan yang akan digunakan
b. Ditutup mata praktikan dengan menggunakan skrap
c. Diukur kepekaan indra peraba dengan menggunakan bahan yyang sudah
ada
d. Disentuh secara perlahan-lahan bahan yang akan diraba
e. Dicatat hasil indra peraba dalam kategori :
1) Tinggi
2) Sedang
3) Rendah
5. Indra Perasa
1. Disediakan alat dan bahan yang akan digunakan
2. Ditutup mata praktikan dengan menggunakan skrap
3. Dimasukkan bahan kedalam mulut
4. Diukur kepekaan indra perasa dengan bahan yang sudah ada
5. Disentuh secara perlahan-lahan bahan yang akan dirasa
6. Dicatat hasil indra perasa dengan kategori :
1) Tinggi
2) Sedang
3) Rendah
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. HASIL PENGAMATAN
1. Tabel Hasil Pengamatan
No. Panca Hasil Keterangan
Indra Tinggi Sedang Rendah
1. Mata  Normal
2. Hidung  -
3. Telinga  Normal
4. Kulit  -
5. Lidah  -
2. Gambar pengamatan
a. Indera Peraba c. Indera Penglihatan

b. Indera Penciuman d. Indera Pendengaran


e.Indera perasa

e.inda perasa

B. PEMBAHASAN
Pada praktikum kali ini yang dilaksanakan pada hari Senin, 7 Januari 2019
yang bertempat di gedung STIKes Mega Rezky Makassar, kami melakukan
praktikum pada panca indra. Yang terdiri dari indra penglihatan, indra
penciuman, indra pendengaran, indra peraba dan indra perasa.
Mata adalah indra yang fungisinya untuk melihat lingkungan sekitar
Pada saat melakukan percobaan tingkat kepekaan terhadap indra penglihatan
yakni mata, dilakukan percobaan dengan cara praktikan mengamati tulisan dan
berdiri dari jarak 2, 4, 6, 8 dan 10 meter tanpa menggunakan kaca mata lalu
dicatat hasilnya . dalam praktikum yang kami lakukan didapatkan hasil bahwa
tingkat kepekaan pada indra penglihatan yaitu tinggi dikarenakan mata menerima
secara langsung dan cepat rangsangan yang diberikan.
Panca indera adalah organ akhir yang dikhususkan untuk menerima jenis
rangsangan tertentu. Serabut saraf yang melanyaninya merupakan alat perantara
yang membawa kesan rasa dari organ indera menuju otak, dimana perasaan itu
ditafsirkan. Beberapa kesan rasa timbul dari luar, seperti sentuhan, pengecapan,
penglihatan dan penciuman juga pendengaran.
Mata merupakan organ indra rumit. Mata disusun dari bercak sensitive
dancahaya prmitip pada permukaan invertebrata. Dalam selubung pelindungnya
matamempunyai lapsan reseptor yaitu sistem lensa bagi pemfokusan cahaya atas
reseptor danmerupakan suatu sistem syaraf untuk mengantarkan impuls serta
membentuk bayangan penglihatan yang disadari menjadi sasaran.
Telinga adalah indra pendengaran. Pendengaran merupakan indra
mekanoreseptor karena memberikan respon terhadap getaran mekanik
gelombang suara yang terdapat diudara. Telinga menerima gelombang suara
yang frekuensinya berbeda, kemudianmenghantarkan informasi pendengaran
kesusunan saraf pusat. Telinga dibagi menjadi 3 yaitu telinga bagian luar, telinga
bagian dalam, telinga bagian tengah.
Pada saat melakukan percobaan tingkat kepekaan terhadap indra penciuman
yakni hidung, dilakukan percobaan dengan cara mata praktikan ditutup
menggunakan skrap lalu diberikan bahan yang telah disediakan untuk dicium
aroma atau bau dari bahan tersebut kemudian dicatat hasilnya. Adapun hasil yang
kami dapatkan dari tingkat kepekaan indra penciuman yaitu sedang dikarenakan
indra penciuman yang kurang baik dalam mencium bau yang ada atau pun
adanya faktor lain yang dapat mempengaruhi tingkat kepekaan indra penciuman
tersebut.
Pada saat melakukan percobaan tingkat kepekaan terhadap indra
pendengaran yaitu telinga, dilakukan percobaan dengan cara salah satu praktikan
berteriak dengan volume kurang, sedang dan tinggi dibalik pintu dan lawan dari
praktikan yang berteriaklah yang diukur tingkat kepekaan indra pendengarannya
kemudian dicatat hasilnya. Hasil yang kami dapatkan dalam praktikum kali ini
adalahh tingkat kepekaan dari indra pendengaran yaitu tinggi, dikarenakan indra
pendengaran dapat menerima cepat suara dengan ragsangan dan benar.
Pada saat melakukan percobaan tingkat kepekaan terhadap indra peraba yaitu
kulit, dilakukan percobaan dengan cara mata praktikan ditutup dengan skrab lalu
diberikan bahan dengan cara meraba bahan yang disediakan kemudian dicatat
hasilnya. Adapun hasil yang kami dapatkan dari percobaan tingkat kepekaan
indra peraba kali ini yaitu sedang, dikarenakan reseptor yang menerima
rangsangan dari sentuhan yang ada tidak terlalu cepat menanggapi.
Pada saat melakukan percobaan tingkat kepekaan indra perasa yaitu lidah,
dilakukan percobaan dengan cara mata praktikan ditutup menggunakan skrap lalu
diberikan bahan yang sudah disediakan untuk dirasa oleh lidah kemudian dicatat
hasilnya. Adapun hasil yang kami dapatkan untuk percobaan tingkat kepekaan
indra perasa yaitu sedang, dikarenakan reseptor pada lidah lambat dan tidak
terlalu baik dalam menerima rangsangan yang ada.
BAB V
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dari hasil praktikum yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa Praktikan
Hasil dari percobaan yang dilakukan yaitu tingkat kepekaan indra penglihatan
tinggi, tingkat kepekaan indra pendengaran tinggi, tingkat kepekaan indra perasa
tinggi, tingkat kepekaan indra peraba sedang dan tingkat kepekaan indra
penciuman tinggi.
B. SARAN
Adapun saran yang dapat diberikan untuk praktikan yaitu pada saat
melakukan praktikum sebaiknya lebih memperhatikan K3 dan berhati-hati dan
lebih teliti lagi, sehingga tidak terjadi kesalahan atau kecelakaan kerja dan hasil
yang didapatkan juga lebih baik.
DAFTAR PUSTAKA
Pearce, Evelyn C. 2009. Anatomi Dan Fisiologi Untik Paramedis. Jakarta : PT
Gramedia Pustaka Utama
Sarpini, Rusbandi. 2017. Anatomi Dan Fisiologi Tubuh Manusia. Bogor : IN MEDIA
Setiadi. 2007. Anatomi Dan Fisiologi Manusia. Yogyakarta : Graha Ilmu
Widia, Lidia. 2015. Anatomi, Fisiologi Dan Siklus Kehidupan Manusia. Yogyakarta :
Nuha Medika

Wulandari, Henny dkk. 2015. Vol.3 No.2. “Perancangan Interior”. 8 Januari 2019.

https://media.neliti.com/medis/publications
( indra peraba) (bahan)

(indra penlihatan)