Anda di halaman 1dari 4

Penyebab Kecelakaan Kerja

1. Penyebab Langsung

Penyebab langsung adalah perbuatan atau kondisi yang secara langsung

berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja. Penyebab langsung dalam kasus

kecelakaan kerja adalah kecelakaan kerja akibat tindakan tidak aman dari

pekerja (unsafe act) dan kecelakaan kerja akibat kondisi lapangan kerja yang

buruk (unsafe conditions)

a. Tindakan yang tidak aman (unsafe acts), didefenisikan sebagai segala

tindakan manusia yang dapat memungkin terjadinya kecelakaan pada diri

sendiri maupun orang lain. Contoh dari perbuatan yang tidak aman antara

lain: Tidak menggunakan alat yang memenuhi kriteria standar, metode kerja

yang salah, salah menggunakan alat yang telah disediakan, tidak mengikuti

prosedur keselamatan kerja, menggunakan alat yang sudah rusak dan kurang

ahli dalam menggunakan peralatan. Bahaya yang timbul akibat suatu gerakan

yang berbahaya seperi berlari, melompat, melempar. Bahaya yang timbul

akibat senda gurau dengan pekerja lain.

b. Kondisi yang tidak aman (unsafe condition), didefenisikan sebagai suatu

kondisi lingkungan kerja yang dapat memungkinkan terjadinya Perencanaan

keselamatan kerjakecelakaan. Kondisi yang tidak aman: Tidak tersedia

perlengkapan keselamatan kerja. Pengaturan peralatan yang kurang efektif,

penataan lapangan yang buruk, perlengkapan kerja yang tidak layak.

2. Penyebab Tidak Langsung

Penyebab tidak langsung adalah suatu kegaitan atau kondisi yang secara tidak

langsung dalam pelaksanaannya dapat berisiko menimbulkan kecelakaan.


Penyebab tidak langsung dalam kasus keselamatan kerja berupa : Kuramg

berperan manajemen keselamatan kerja urang berperan manajemen

keselamatan kerja, kondisi pekerja dimana kondisi pekerja dapat ditinjau dari

aspek : 1. Mental pekerja yang disebabkan: Tidak ada pelatihan dan

penghargaan keselamatan kerja, kurangya koordinasi, kurang cakap dalam

berpikir, lambat bereaksi terhadap suatu kejadian, kurang perhatian, emosi

yang tidak stabil, mudah gugup dan sebagainya. 2. Fisik pekerja, yang

disebabkan : Kelelahan karena harus bekerja lembur, pendengaran yang

kurang baik, pandangan mata yang buruk, kesehatan jantung, mempunyai

tekanan darah tingi, tidak memenuhi kualifikasi untuk melakukan pekerjaan

kontruksi.

Berdasarkan keterangan dari Suraji (2001), dengan memperhatikan faktor –

faktor penyebab kecelakaan seperti yang disebutkan diatas, kemudian

mengeliminasi unsafe act dan unsafe conditions serta mengontrol contributing

causes, diharapkan resiko kecelakaan yang terjadi di proyek kontruksi dapat

diminimilisasi. Hal ini dapat dilakukan dengan dukungan tim manajemen

yang kuat serta partisipasi dari mandor dan pekerja untuk menyukseskan

program keselamatan kerja yang telah dibuat.


Data Kecelakaan Kerja Bidang Konstruksi

Dalam kurun waktu 10 tahun yaitu dari tahun 2005 sampai tahun 2015, kasus

kecelakaan kerja yang paling sering terjadi yaitu pada tahun 2015 dengan total jumlah

kasus sebanyak 55 kasus. Hal ini disebabkan karena sector industri di Indonesia

mengalami perkembangan cukup cepat dan semakin banyak pembangunan dalam

bidang konstruksi yang dilakukan setiap tahunnya. Dari pesatnya pembangunan di

Indonesia ini maka semakin banyak pula kecelakaan kerja yang terjadi. Hal tersebut

dapat dilihat pada tabel dimana dari tahun 2010 sampai tahun 2015 warna kuning

sampai merah semakin banyak di tampilkan, artinya kecelakaan kerja pun semakin

banyak terjadi. Sumber penyebab kecelakaan kerja yang paling dominan, seperti

tersaji pada tabel, yaitu ketidakhati-hatian dalam bekerja. Ada beberapa teori yang

dapat menjelaskan terjadinya kecelakaan ini. Pada penelitian ini teori yang dipakai

yaitu teori domino Heinrich. Dalam teori ini, kecelakaan terdiri dari 5 faktor yang
saling berhubungan yaitu kondisi kerja, kelalaian manusia, tindakan tidak aman,

kecelakaan, cedera. 5 faktor tersebut di ibaratkan domino yang disusun berdiri.

Apabila kartu pertama roboh, maka keempat kartu lainnya juga akan roboh. Namun,

robohnya kartu pertama sampai kelima dapat dicegah dengan menghilangkan kartu

ketiga. Apabila kartu ketiga dihilangkan ini tidak akan menyebabkan jatuhnya semua

kartu. Apabila kartu pertama dan kedua roboh, maka kartu keempat dan kelima tidak

akan ikut roboh karna ada jarak kosong antara kartu kedua dan kartu keempat. Kartu

ketiga tersebut adalah tindakan tidak aman yang menyumbang 98% penyebab

kecelakaan. Dari teori domino tersebut dapat disimpulkan bahwa setiap kecelakaan

kerja yang terjadi karena adanya faktor tindakan tidak aman, dimana dilihat kembali

pada sumber penyebab kecelakaan kerja yang dominan terjadi adalah ketidakhati-

hatian pekerja. Pengamatan data kasus kecelakaan kerja konstruksi, pada tabel

memperlihatkan jumlah yang cenderung meningkat dari tahun 2005 sampai dengan

tahun 2015. Ada dua penjelasan terhadap fenomena ini. Pertama, seperti yang

disampaikan di studi literatur, proyek konstruksi cenderung berubah menjadi lebih

kompleks dan lebih berisiko, sehingga jumlah kecelakaan kerja pun semakin

meningkat. Penjelasan kedua terkait dengan metoda yang digunakan dalam penelitian

ini, memakai artikel surat kabar online, yang mempunyai kecederungan sistimnya

semakin bagus sehingga lebih banyak artikel yang terdata.