Anda di halaman 1dari 3

Nama : Nijar Najmudin M

NIM : 031063314

1. Mengapa strategi SDM yang melekat dalam organisasi sulit ditiru oleh organisasi lain?
Beri penjelasan!
2. Bagaimana teori dua faktor memotivasi karyawan? Beri penjelasan!
3. Apa sajakah keunggulan dan kelemahan masing-masing pilihan perencanaan agregat? Beri
penjelasan
4. Strategi apa sajakah yang dapat digunakan dalam menyusun perencanaan agregat? Beri
penjelasan!
Jawab:
1. Ada dua faktor:
- Causal ambiguity yaitu sulit untuk menangani mekanisme yang tepat dengan saling
memengaruhi praktik dan kebijakan sumber daya manusia untuk menciptakan nilai. Untuk
dapat meniru suatu sistem yang kompleks, harus diketahui terlebih dahulu bagaimana
elemen-elemen itu berinteraksi. Tanpa mengetahui bagaimana sistem SDM bekerja, untuk
meniru sulit atau tidak mungkin dilakukan, bahkan dengan menyewa satu atau beberapa
top management sekalipun. Hal ini disebabkan pemahaman = sistem dalam organisasi
melibatkan semua orang di dalamnya.
- Path dependent, yaitu kebijakan untuk berkembang dan tidak dapat disederhanakan dari
waktu ke waktu. Pesaing dapat memahami sistem yang bernilai, tetapi tidak mampu meniru
untuk menerapkannya.
2. Dua faktor yang mempengaruhi motivasi karyawan
- hygiene factors yaitu yang tidak memberikan kepuasan positif atau mengarah ke motivasi
yang lebih tinggi, meskipun ketidakpuasan terjadi karena ketidakhadiran mereka. Istilah
"kebersihan" digunakan dalam arti bahwa ini adalah faktor pemeliharaan. Ini adalah
ekstrinsik untuk pekerjaan itu sendiri, dan termasuk aspek-aspek seperti kebijakan
perusahaan, praktik pengawasan, atau upah / gaji.
- motivation factors yang memberi kepuasan positif, yang timbul dari kondisi-kondisi
intrinsik dari pekerjaan itu sendiri, seperti pengakuan, pencapaian, atau pertumbuhan
pribadi
dari dua faktor diatas adanya kaitan dimana kondisi kerja (gaji, kebijakan perusahaan, dsb) dan
motivasi yang dilakukan manajemen kepada karyawan dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. High Hygiene + High Motivation: Situasi ideal di mana karyawan sangat termotivasi
dan memiliki sedikit keluhan.
2. High Hygiene + Low Motivation: Karyawan memiliki sedikit keluhan tetapi tidak
memiliki motivasi tinggi. Pekerjaan itu dilihat sebagai gajinya.
3. Rendah Kebersihan + Motivasi Tinggi: Karyawan termotivasi tetapi memiliki banyak
keluhan. Situasi di mana pekerjaan itu menyenangkan dan menantang tetapi gaji dan
kondisi kerja tidak secara normal.
4. Rendah Kebersihan + Rendah Motivasi: Ini adalah situasi terburuk di mana karyawan
tidak termotivasi dan memiliki banyak keluhan.
3. Perencanaan dan penjadwalan agregat melibatkan manipulasi persediaan, tingkat produksi,
banyaknya karyawan, kapasitas, dan berbagai variable lainnya.
Ada dua pilihan perencanaan dan penjadwalan produksi, yaitu:
- Pilihan kapasitas, dilakukan dengan mencoba mengubah permintaan untuk menyerap
fluktuasi permintaan.
- Pilihan permintaan, dilakukan dengan memperhalus fluktuasi permintaan selama periode
perencanaan.
Pilihan Keterangan Keunggulan Kelemahan
Persediaan tinggi pada Biaya simpan perse
Tidak ada perubahan
Perubahan permintaan rendah & diaan tinggi, bisa ada
produksi & jumlah
persediaan menurun pada kehabisan persediaan
karyawan
permintaan tinggi & lost sales
Rekrut karyawan jika
Variasi
permintaan naik & Menghindari biaya Biaya rekrutmen & PHK
jumlah
memberhentikannya alternatif lain karyawan tinggi
karyawan
jika permintaan turun
Variasi
Jumlah karyawan Menyesuaikan fluk
produksi Kelelahan karyawan
konstan, jam kerja tuasi permintaan tanpa
dengan saat overtime & sulit
bervariasi sesuai biaya pelatihan
overtime & memenuhi permintaan
jumlah produksi karyawan
undertime
Menggunakan Kualitas sulit diken
Fleksibilitas dan
kapasitas sementara dalikan, profit berku
Subkontrak memperhalus fluktuasi
ketika rang, bisnis ke depan
permintaan
permintaan tinggi hilang
Terutama di sektor
Murah, lebih fleksibel Biaya pelatihan tinggi,
Karyawan jasa
daripada full-time penjadwalan sulit,
part-time dengan karyawan
workers kualitas buruk
paruh waktu
Jika permintaan turun, Ketidakpastian per
Meningkatkan kapa
Memengaruhi perusahaan mencoba mintaan, sulit menye
sitas, ada diskon bagi
permintaan meningkatkan dengan suaikan permintaan
pelanggan
promosi dan penawaran
Backordering Backorder untuk pro Pelanggan harus me
Menghindari lembur,
pada saat duk dan jasa yang ti nunggu, jika tidak sa
kapasitas dipertahan
permintaan dak mampu dipenuhi bar pindah ke perusa
kan konstan
tinggi oleh pelanggan haan lain

4. Strategi perencanaan agregat meliputi:


- Level production strategy merupakan strategi yang dilakukan dengan mempertahankan
jumlah produksi konstan dan menggunakan persediaan yang ada untuk mengantisipasi
lonjakan permintaan.
- Chase demand strategy dilakukan dengan berproduksi sesuai dengan kenaikan dan
penurunan permintaan tersebut.
- Peak demand strategy merupakan strategi untuk mempertahankan jumlah produksi sesuai
dengan permintaan tertinggi.
- Overtime and undertime strategy digunakan apabila fluktuasi permintaan tidak terlalu
ekstrem.
- Subcontracting strategy atau outsourcing strategy merupakan alternatif strategi terbaik
untuk memenuhi standar kualitas dan ketepatan waktu penyampaian.
- Part-time workers strategy lebih tepat digunakan untuk pekerjaan yang memerlukan
karyawan yang tidak ahli atau pada pekerjaan yang memang tidak membutuhkan karyawan
tetap, seperti student staff atau karyawan yang sudah pensiun.