Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Dari tahun ke tahun tingkat kesibukan manusia semakin padat, hal ini secara
langsung berdampak terhadap kondisi vitalitas mereka, terutama yang lebih
disebabkan oleh tingkat ketegangan (stress) saraf pikirannya. Oleh karena itu,
berbagai kalangan, mulai dari pelajar, pekerja kantoran, para pengusaha, hingga
ibu-ibu rumah tangga mencoba mencari solusi agar bisa menemukan
keharmonisan sehingga terbebas (berkurang) dari pengaruh stress yang
menyelimuti pikirannya. Selain dengan melakukan liburan ke suatu tempat, cara
yang biasanya mereka lakukan adalah merileksasikan pikiran dengan
mendengarkan musik atau menyegarkan otak dengan menghirup wewangian.
Pembuatan wewangian sebagai sarana aroma terapi dapat diterapkan pada media
parfum, dupa, dan juga lilin yang merupakan media yang paling banyak dipilih
orang karena berbagai keunggulan yang dimiliki, seperti tidak menimbulkan asap
yang pekat, terlihat lebih elegan, berfungsi juga sebagai penerangan, dan dapat
mengusir lalat. Oleh sebab itu, pembuatan aroma terapi dengan media lilin
menjadi salah satu peluang bisnis yang cukup memiliki prospek untuk dilakoni,
meskipun bisnis ini telah muncul di Indonesia pada satu dasa warsa yang lalu.
Apa saja yang harus dipersiapkan dalam membuka usaha pembuatan lilin aroma
teraphy.
1.2. Rumusan Masalah
1. Tidak adanya variasi lilin aroma theraphy yang ada di pasaran
sehingga diperlukan produk baru lilin aroma teraphy dengan aroma
yang lebih familiar.
2. Meningkatnya biaya hidup, sehingga dibutuhkan peluang usaha yang
berbeda, unik, dan menjanjikan.
1.3. Tujuan
1. Terbukanya peluang usaha baru yang berbeda, unik, dan menjanjikan
dengan modal usaha yang kecil.
2. Menghasilkan masyarakat yang mandiri dari segi fnansial.
1.4. Manfaat
Hasil dari karya ini diharapkan dapat bermanfaat bagi kelompok pada
umumnya, lembaga, masyarakat, serta semua pihak yang terlibat dalam
pembuatan karya ini baik secara langsung maupun tidak langsung pada
khususnya.

1
1.5. Luaran
Terciptanya suatu usaha yang menghasilkan sebuah produk yang berupa lilin
aroma teraphy yang memiliki nilai jual karena keunikan serta kegunaannya.

2
BAB II
GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA

2.1. Gambaran Umum


Istilah aromaterapi atau aromatherapy sendiri memang sering di dengar di
dunia kebugaran atau pengobatan alternatif. Tujuan utamanya adalah memberikan
relaxsasi bersama dengan cara menyebarkan harum wewangian spesifik yang di
yakin memiliki khasiat positif bagi yang menghirupnya.
Media untuk menyebarkan wewangian selanjutnya tambah beragam, dari yang
asalnya cuma berupa minyak esensial yang di panaskan, dupa aroma terapi, sabun
aroma terapi, dan terhitung kini tersedia berupa lilin aromaterapi.
Wewangian yang di tebarkannya pun tidaklah sembarangan, dari tiap tiap type
wewangian tersedia manfaat serta manfaatnya masing-masing. Misalnya aroma
lavender yang memberikan ketenangan, aroma papermint yang dapat menolong
daya ingat, aroma cendana dipercaya dapat meredakan emosi, dan lain
sebagainya.

2.2. Proses Produksi


Alat dan Bahan:

· Wax--pilih yang premium, dalam bentuk jel, wax lebah atau krim semua bisa
· Stearin--elemen ini berfungsi sebagai pengeras wax yang gampang meleleh
sehingga memperendah tipe wax yang tahan dengan temperatur tinggi
· Cetakan--bisa terbuat dari plastik, logam atau tanah liat.
· Sumbu untuk lilin
· Pewarna tersedia dalam berbagai pilihan dan bisa dicampur (menarik bukan)
· Parfum untuk aroma.

1. Mempersiapkan cetakan

Pilihlah cetakan dari berbagai bentuk dan ukuran dan pastikan di dalamnya
bersih tanpa bercak atau noda yang memungkinkan mempengaruhi lilin anda.
Pilih ukuran sumbu yang tepat. Semakin besar cetakan maka anda bisa
menggunakan sumbu ukuran tebal, begitu pula sebaliknya. Potong panjang
sumbu paling sedikit lima centimeter lebih panjang dari cetakan. Ulur sumbu ke
tengah cetakan dan buat simpul pengaman di luar cetakan yang bisa anda lilitkan

3
di lidi. Simpul harus tepat berdiri tegak di tengah cetakan tapi tidak tegang atau
molor.

2. Melelehkan Wax dan Persiapan

Wax atau lilin dalam bentuk parafin akan meleleh di bawah titik didih air.
Didihkan air di wajan lebih besar. Lalu tempatkan parafin di wajan lebih kecil
sekitar 3 batang lilin. Letakkan wajan kecil di atas wajan besar dan jaga api tetap
kecil. Bila parafin terpercik ke api saat melehkan, langsung matikan kompor dan
tutup api dengan kain basah.

3. Pemberian Aroma

Selanjutnya yakni memberi aroma. Cukup tuangkan 2,5 ml aroma ke cairan 3


batang lilin. Bentuk aroma kadang tersedia dalam blok atau cair. Minyak pot-
pourri atau minyak esensial bisa juga digunakan. Aduk campuran lalu angkat
dari kompor. Jangan sampai cairan lilin anda mendidih atau menggelembung.

4. Penuangan.

Hangatkan cairan lilin sedikit. Jauh lebih mudah bila menuangnya terlebih
dahulu ke dalam gelas ukur atau tempat semacam teko lalu tuang ke cetakan.
Bila perlu putar cetakan sedikit demi sedikit saat menuang. Cara ini mencegah
pembentukan gelembung udara. Tuang lilin ke cetakan hingga hampir
menyentuh batang penyokong sumbu.

5. Penyelesaian.

Begitu cairan mendingin, maka akan akan mulai berkontraksi dan melepaskan
area dasar cetakan. Celah ini bisa isi kembali dengan menuangkan cairan panas.
Begitu semua membeku, hilangkan penyegel cetakan dan potong sumbu sedekat
mungkin dengan simpul. Keluarkan lilin dari cetakan. Bila lilin susah keluar,
letakkan ke dalam kulkas elama 15 menit atau tempatkan cetakan yang masih
berisi lilin ke air panas beberapa saat. Saat lilin sudah keluar, rapikan sumbu,
ratakan bagian bawah lilin dengan menggosok. Bersihkan semua peralatan.
Biarkan lilin benar-benar mengeras sekurangnya 24 jam sebelum dinyalakan.
Gunakan kreativitas saat menghias lilin. Dapat menempelkan elemen-elemen
hias, seperti bunga atau daun kering, lalu lapisi atau olesi dengan lilin panas
untuk merekatkan.

4
2.3. Strategi Pemasaran

Target kami kami kebanyakan dari rumah kecantikan, cafe-cafe dan pesta
pernikahan. Atau toko-toko souvenir dan hotel berbintang serta ada juga yang
memesan secara individu
Kami akan meyakinkan konsumen kami dengan kualitas lilin aromaterapi
yang kami buat, dengan beberapa desain dan aroma yang baru dan mungkin
belum ada di pasaran. Kami mencoba memberikan beberapa harga yang
mungkin terjangkau untuk semua konsumen.
Nilai tambah dari produk ini adalah :
· Harga yang terjangkau
· Kualitas terjamin, aman dan tahan lama
· Aroma dan desain yang selalu bervariatif disesuaikan dengan keinginan
pelanggan
· Pelayanan prima yang diberikan kepada konsumen yang membuat kepuasan
pelanggan

2.4. Target Pasar


Usaha ini mencoba menawarkan produk lilin aromaterapi ke semua kalangan,
kami akan menyurvey beberapa tempat yang bias kami gunakan untuk target
pasar kami. Terlebih dari itu kami mencoba mempromosikan barang produksi
kami melalui internet atau jejaring social agar konsumen dapat melihat produk
lilin aromaterapi kami. Selain itu kami juga menerapkan konsep secara personal
selling (dari mulut ke mulut) kami akan berusaha mencari konsumen di sekitar
kami dan menawarkan produk kami ini.

2.5. Analisa SWOT


Strenght (Kekuatan) :
 Lilin memiliki harga produk yang lebih murah dan berkualitas
 Lilin selalu memberikan harga yang kompetitif untuk pelanggan yang akan
menjual barangnya lagi.
 Lilin menawarkan produk-produk yang berkualitas
 Lilin memberikan produk-produk unggulun yang up to date, yang sesuai
dengan kebutuhan pasar industri.
 Promosi-promosi harga tiap bulannya yang menarik pelanggan.
 Memeberikan keuntungan kepada pelanggan setia dengan memberikan
gratisan lilin 2 dos.
Weaknes (Kelemahan) :
 Lilin harus terus menerus memaintain semua biaya untuk tetap sukses
 Investasi tinggi pada aktivitas (menginvestasikan paling sedikit 9% dari
pendapatan penjualan pada aktivitas)
 Budaya korporasi yang tidak fleksibel

5
 Pengalaman dalam mengelolah perusahaan untuk lebih maju masih terbatas
 Adanya tekanan yang ketat pada karyawan untuk mancapai sasaran
 Lilin belum memiliki jaringan penjualan dan pelayanan yang sebanding
dengan pesaingnya
Opportunity (Peluang) :
 Produk-produk yang ditawrarkan lilin merupakan produk keperluan untuk
mati lampu, sembayangan dll
 Era teknoligi yang makin canggih yang harus terus dikembangkan
 Adanya peningkatan permintaan masyarakat dan perusahaan yang
membutuhkan lilin akan barang-barang industri yang sudah merupaka suatu
kebutuhan
 Pengaruh globalisasi yang mendorong pemasaran barang lilin yang tiada
batas
 Permintaan masyarakat pada produk-produk yang gaya, best practice,
simple dan respon yang cepat pada perubahan pasar
Therat (Ancaman) :
 Semakin banyaknya distributor lilin di Indonesia
 Terjadinya krisis financial yang menyebabkan turunnya daya beli pada
masyarakat
 Adanya produk-produk dari perusahaan lain yang menawarkan harga yang
lebih mudah dengan kualitas yang tidak kalah bagus
 Konsumen memiliki banyak pilihan terhadap distributor lain yang harganya
lebih murah
 Lingkungan bisnis yang sangat tidak pasti dan pasar yang semakin
kompetitif

6
BAB III
PROFIL USAHA
3.1. Tujuan Usaha
Tujuan kami mendirikan usaha liln aroma terapi utamanya adalah
memberikan relaxsasi bersama dengan cara menyebarkan harum wewangian
spesifik yang di yakin memiliki khasiat positif bagi yang menghirupnya.
3.2. Profil Usaha:
Nama Usaha Canddle’s

Logo

Motto Wangi lilinku, segar pikiranku

Bidang Usaha Hiasan

Lokasi Rindam IV Diponegoro, Kota


Magelang
Target Pasar Umum
Produk yang dihasilkan Lilin Aromateraphy

3.3. Rencana Pengembangan Produk


a. Lokasi Usaha
Lokasi yang kami tentukan untuk melaksanakan usaha adalah di rumah yang
bertempat di Rindam IV Diponegoro karena lokasi yang strategis berada di
tengah kota dan selalu ramai oleh lalu lalang masyarakat umum. Jumlah
tenaga produksi 2 orang yang bertugas untuk mencairkan wax atau lilin dan
untuk pencampuran dan pencetakan. Di lokasi tersebut sudah tersedia listrik

7
dengan daya 900W dan air dari PDAM, fasilitas tersebut cukup untuk
melakukan proses produksi lilin aroma terapi.

b. Ketersediaan bahan baku dan produk yang dihasilkan.


Produk yang kami buat adalah lilin aroma terapi. Ketersediaan bahan baku
cukup mudah didapat dengan menggunakan wax atau lilin bekas pakai, dan
campuran untuk pewanginya dapat menggunakan sabun cair atau aroma wangi
lainnya sesuai minat konsumen.
c. Strategi Pengembangan Produk
1. Adversiting usaha melalui brosur dan via online.
2. Penambahan model dan aroma baru.
3. Pengembangan wilayah pasar.

d. Potensi untuk Bersaing

1. Keunggulan Produk
 Mengatasi Insomnia
 Mengatasi Tekanan dan Nyeri Pada Otot
 Mengurangi Stres
 Mempertahankan Konsentrasi

2. Persaingan produk dengan pesaing


Persaingan usaha aromaterapi kini memang semakin ketat, sebab
pertumbuhan pelaku kecil juga cukup banyak. Tetapi peta persaingan
produsen tidak seketat penjual aromaterapi. Adapun untuk memenangkan
persaingan yang begitu ketat, sebagai pelaku usaha harus terus bereksperimen
dan mengeluarkan produk-produk baru mulai dari bentuk, kemasan atau
tampilan dari aromaterapi itu sendiri.
e. Strategi Pemasaran dan Promosi

1.Strategi Pemasaran
Target kami kami kebanyakan dari rumah kecantikan, cafe-cafe dan pesta
pernikahan. Atau toko-toko souvenir dan hotel berbintang serta ada juga yang
memesan secara individu. Kami akan meyakinkan konsumen kami dengan
kualitas lilin aromaterapi yang kami buat, dengan beberapa desain dan aroma

8
yang baru dan mungkin belum ada di pasaran. Kami mencoba memberikan
beberapa harga yang mungkin terjangkau untuk semua konsumen.

2.Promosi

 Menentukan target market usaha, jika target market tepat sasaran maka promosi
akan lebih efisien dan efektif.

 Berpromosi yang sesuai target market, produk harus dipromosikan secara


terintegrasi mulai dari pembagian flyer /brosur dan juga dengan memasang iklan
di koran, majalah,tabloid,koran lokal, lewat jaringan sosial di internet seperti
facebook dll yang saat ini banyak digunakan orang.

 Hasil Produk yang unik, agar produk kreasi bisa jadi trademark dan dikenal
orang atau diingat orang karena ada sesuatu yang beda baik dari segi
kemasan,bentuk,warna. Walaupun produk bervariasi banyak macam sebaiknya
memilik satu jenis produk unggulan yang bisa menarik calon konsumen. Dimana
produk unggulan tersebut bisa produk baru yang belum pernah ada dipasaran,
ataupun mencontoh produk yang ada dipasaran tapi dimodifikasi dengan tampilan
yang berbeda.

 Penghargaan, berikan penghargaan untuk konsumen yang loyal karena ini akan
mendorong pelanggan membeli produk lebih banyak dan memperkenalkan produk
yang dibuat kepada orang lain. Pemberian penghargaan yang simpel misalkan
memberi voucer untuk pembelian dalam jumlah khusus, atau bisa juga
memberikan penghargaan apabila berhasil mengajak orang untuk berbelanja bisa
diatur misal mengajak 1 orang atau lebih berbeda penghargaan yang diberikan.
Dengan adanya program tersebut akan mendorong konsumen untuk mengajak
orang lain dan orang lain akan mengajak orang lain lagi. Dengan demikian tentu
saja produk yang anda tawarkan akan meledak omzetnya.

9
 Menggandeng Partner usaha lain, untuk usaha souvenir produk ini bisa
dipasarkan dengan cara menjalin kerja sama dengan usaha yang ada hubungan
dengan souvenir misal , salon, Event Organizer baik perkawinan atau ulang
tahun,dengan demikian produk akan mencapai ke target ke sasaran yang tepat,
dan tentunya lebih cepat. Yang perlu anda lakukan adalah memberikan fee
atau komisi kepada orang yang jadikan partener usaha tersebut.

10
Lampiran
Biodata anggota usaha
1 Nama Muchamad Rifaldi Mahendar
2 Jenis Kelamin Laki-Laki
3 Program Studi D-III Teknik Mesin
4 NIM 1710504012
5 Tempat Lahir Magelang
6 E-Mail Muchamad.rifaldi@gmail.com
7 No Handphone 085237765189

1 Nama Gigih Arinda Putra


2 Jenis Kelamin Laki-Laki
3 Program Studi D-III Teknik Mesin
4 NIM 1710504035
5 Tempat Lahir Magelang
6 E-Mail gigihbrx666@gmail.com
7 No Handphone 081915333686

11

Anda mungkin juga menyukai