Anda di halaman 1dari 2

Tugas.

2
NAMA : TITIS KOMARUL JANAH
NIM : 030499127
MATA KULIAH : AKUNTANSI KEUANGAN SYARIAH
Jelaskan karakteristik kualitatif pokok dari laporan keuangan
Unit Jasa Keuangan Syariah (UJKS) BAGUS mendapatkan pesanan pembangunan gedung . Rencananya
gedung tersebut akan dibangun 2 lantai dengan luas bangunan total 500 m2. Nilai kontrak yang
disepakati untuk pembangunan gedung tersebut adalah Rp550.000.000,-. Biaya yang dikeluarkan dalam
proses pembangunan gedung tersebut sebesar Rp100.000.000,- (termasuk biaya pra kontrak sebesar
Rp50.000.000,-). Berdasarkan informasi, buatlah jurnal pembayaran beban pra akad ?
Jelaskan secara singkat tentang standar akuntansi murabahah dalam transaksi jual beli
Jawab
1. Karakteristik kualitatif merupakan ciri khas yang membuat informasi dalam laporan keuangan
berguna bagi pemakai. Terdapat empat karakteristik kualitatif pokok, yaitu: dapat dipahami, relevan,
keandalan, dan dapat diperbandingkan.
1)Dapat Dipahami
Kualitas penting informasi yang ditampung dalam laporan keuangan adalah kemudahannya untuk
segera dapat dipahami oleh pemakai. Untuk meksud ini, pemakai diasumsikan memiliki pengetahuan
yang memadai tentang aktivitas ekonomi dan bisnis, akuntansi, serta kemauan untuk mempelajari
informasi dengan ketekunan yang wajar. Namun demikian, informasi kompleks yang seharusnya
dimasukkan dalam laporan keuangan tidak dapat dikeluarkan hanya atas dasar pertimbangan bahwa
informasi tersebut terlalu sulit untukdapat dipahami oleh pemakai tertentu.
2)Relevan
Agar bermanfaat, informasi harus relevan untuk memenuhi kebutuhan pemakai dalam proses
pengambilan keputusan. Informasi memiliki kualitas relevan jika dapat memengaruhi keputusan
ekonomi pemakai dengan membantu mereka mengevaluasi peristiwa masa lalu, masa kini atau masa
depan, serta menegaskan atau mengoreksi hasil evaluasi mereka di masa lalu. Relevan berarti juga harus
berguna untuk peramalan (predictive) dan penegasan (confirmatory) atas transaksi yang berkaitan satu
sama lain.
3)Keandalan
Andal diartikan sebagai bebas dari pengertian yang menyesatkan, kesalahan material, dan dapat
diandalkan pemakainya sebagai penyajian yang tulus atau jujur (faithful representation) dari yang
seharusnya disajikan atau yang secara wajar diharapkan dapat disajikan. Agar dapat diandalkan maka
informasi harus memenuhi hal sebagai berikut.
a.Penyajian jujur.
Menggambarkan dengan jujur transaksi serta peristiwa lainnya yang seharusnya disajikan atau yang
secara wajar dapat diharapkan untuk disajikan. Penggambaran tersebut harus memenuhi kriteria
pengakuan, walaupun terkadang mengalami kesulitan yang melekat untuk mengidentifikasi transaksi
baik disebabkan oleh kesulitan yang melekat pada transaksi atau oleh penerapan ukuran dan teknik
penyajian yang sesuai dengan makna transaksi atau peristiwa tersebut.
b. Substansi mengungguli bentuk.
Dicatat dan disajikan sesuai dengan substansi dan realitas ekonomi yang sesuai dengan prinsip dan
bukan hanya bentuk hukumnya.
c.Netral.
Harus diarahkan untuk kebutuhan umum pemakai dan bukan pihak tertentu saja.
d.Didasarkan atas pertimbangan yang sehat.
Adakalanya di dalam menyusun sebuah laporan keuangan akan menghadapi ketidakpastian peristiwa
dan keadaan tertentu. Oleh karena itu, perlu pertimbangan yang mengandung unsure kehati-hatian
pada saat melakukan perkiraan atas ketidakpastian tersebut.
e.Materialitas.
Informasi dipandang material apabila kelalaian untuk mencantumkan atau kesalahan dalam mencatat
informasi tersebut dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pemakai yang diambil atas dasar laporan
keungan. Materialitas tergantung pada besarnya pos atau kesalahan yang dinilai sesuai dengan situasi
khusus dari kelalaian dalam mencantunkan (omission) atau kesalahan dalam mencatat (misstament).
Oleh karenanya, materialitas lebih merupakan suatu ambang batas atua titik pemisah dari pada suatu
karakteristik kualitatif pokok yang harus dimiliki agar informasi dipandang berguna.
4)Dapat Dibandingkan
Pemakai harus dapat membandingkan laporan keuangan antar periode untuk mengidentifikasi
kecenderungan (trend) posisi dan kinerja keuangan. Agar dapat dibandingkan, informasi tentang
kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan dan perubahan kebijakan
serta pengaruh perubahan tersebut juga harus diungkapkan termasuk ketaatan atas standar akuntansi
yang berlaku. Bila pemakai akan membandingkan posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi
keuangan antarperiode, maka entitas perlu menyajikan informasi periode sebelumnya dalam laporan
keuangan.
2.(DR)rekening BAGUS RP 100.000.000
(CR)persediaan – aktiva murabahah RP 100.000.000
3. Murabahah adalah jual beli barang pada harga pokok perolehan barang dengan tambahan
keuntungan yang disepakati antara pihak penjual dengan pihak pembeli barang. Perbedaan yang
nampak pada jual beli murabahah adalah penjual harus mengungkapkan harga perolehan barang dan
kemudian terjadi negoisasi keuntungan yang akhrnya disepakati kedua belah pihak. Pada
perjanjian murabahah, pihak penjual membiayai pembelian barang yang dibutuhkan oleh pembeli.
Sebagai contoh, transaksi murabahah yang dilakukan di Bank Syariah, Bank akan membelikan barang
yang dibutuhkan nasabah dari pemasok (supplier) dan kemudian menjualnya kepada nasabah dengan
harga yang ditambah keuntungan atau mark-up.
Mekanisme yang dilakukan dalam transaksi murabahah yang dilakukan di sector Perbankan Syariah
adalah sebagai berikut:
a.Bank bertindak sebagai penjual sementara nasabah sebagai pembeli. Harga jual adalah harga beli bank
dari produsen (pabrik/toko) ditambah keuntungan. Harga jual dan jangka waktu pembayaran harus
disepakati kedua belah pihak.
b.Harga jual dicantumkan dalam akad jual beli dan jika telah disepakati, tidak dapat berubah selama
berlakunya akad. Dalam perbankan, murabahah lazimnya dilakukan dengan cara pembayaran
cicilan (bitsaman ajil).
c.Bila sudah ada barang, maka segara akan diserahkan kepada nasabah, sedangkan pembayaran
dilakukan secara tangguh.
Mekanisme transaksi murabahah tersebut tidak hanya bisa dilakukan hanya pada sector Perbankan
Syariah saja, dapat juga pada entitas bisnis maupun nirlaba. Misalnya transaksi murabahah yang
dilakukan LKMS (Lembaga Keuangan Mikro Syariah) melakukan transaksi murabahah dengan Organisasi
Pengelola Zakat (OPZ) berupa jual beli kendaraan operasional sehingga pihak LKMS sebagai penjual
sedangakan OPZ sebagai pembelinya.