Anda di halaman 1dari 11

PERTANYAAN TINJAUAN BAB 14

14-1(Tujuan 14-2) uraikan sifat dari dokumen dan catatan berikut serta jelaskan kegunaannya dalam siklus
penjualan dan penagihan : bill of lading, faktur penjualan, memo kredit, remittance advice, dan laporan bulanan
kepada pelanggan.
Jawab :
Bill of lading : dokumen ini termasuk dokumen pengiriman, dalam fungsi bisnis adalah dokumen pengiriman
barang, dan merupakan kontrak tertullis mengenai penerimaan dan pengiriman barang antara pembeli dan penjual.
Faktur penjualan : adalah dokumen yang menunjukkan deskripsi dan kuantitas barang yang dijual secara lengkap.
Dan ini merupakan metode untuk menunjukkan kepada pelanggan jumlah penjualan, dan tanggal jatuh tempo
pembayaran. Sehingga dapat digunakan untuk penagihan pelanggan dan pencatatan penjualan.
Memo kredit : merupakan dokumen yang mengindikasi pengiriman jumlah dari pelanggan akibat retur barang
atau pengurangan harga. Ini untuk mendukung pengurangan piuutang usaha. Sehingga dapat digunakan untuk
pemrosesan retur dan pengurangan penjualan.
remittance advice : adalah dokumen yang dikirimkan kepada pelanggan dan biasanya dikembalikankepada
penjual beserta pembayaran kas. Dokumen ini digunakan sebagai catatan kas yang diterima untuk memungkinkan
kas tersebut dapat segera disetor dan untuk memperbaiki pengendalian atas aktiva. Sehingga dapat digunkan
dalam pemrosesan dan pencatatan penerimaan kas.
Laporan bulanan kepada pelanggan : ini dikirimkan melalui surat atau secara elektronik kepa setiap pelanggan
yang pada intinya merupakan salinan dari bagian file induk piutang usaha pelanggan. Sehingga dapat digunakan
untuk penagihan pelanggan dan pencatatan penjualan.
14-2 (Tujuan 14-2) jelaskan pentingnya persetujuan kredit yang layak untuk penjualan. Apa pengaruh
pengendalian yang mencukupi dalam fungsi kredit terhadap akumulasi bukti auditor?
Jawab : Pentingnya persetujuan kredit yang layak untuk penjualan adalah untuk dapat meminimalisir adanya
pitang ragu-ragu yang berlebihan dan piutang usaha yang mungkin saja tidak dapat ditagih. Hal ini akan diberikan
karena karena secara otomatis komputer akan menyetujui penjualan kredit berdasarkan batasan kredit yang telah
disetujui sebelumnya yang terdapat pada file induk pelanggan. Komputer akan memungkinkan penjualan
dilanjutkan jika : pesanan ppenjualan yang disusulkan + saldo pelanggan hasillnya lebih < dari batas kredit.
14-3 (Tujuan 14-2) bedakan antara jurnal penjualan dan file induk piutang usaha. Jenis informasi apa yang dicatat
dalam masing-masingnya dan bagaimana catatan akuntansi tersebut berkaitan?
Jawab :
Jurnal penjualan adalah suatu daftar atau laporan yang dihasilkan dari file transaksi penjualan yang biasanya
memuat nama pembeli, tanggal, jumlah, dan klasifikasi akun atau kelompok untuk setiap transaksi, seperti divisi
atau jenis produk. Informasi yang termuat adalah informasi mengenai apakah penjualan dilakukan secara tunai
atau kredit.
Sedangkan file induk piutang usaha adalah file komputer yang digunakan untuk mencatat setiap penjualan,
penerimaan kas, dan retur serta pengurangan harga untuk setiap pembeli dan untuk memutahirkan saldo piutanng
kepada pelanggan yang bersangkutan.
14-4 (Tujuan 14-2) Bestseller.com menjual buku fiksi dan nofiksi kepada pelanggan melalui Website perusahaan.
Para pelanggan memesan buku melalui Website dengan menuliskan namanya, alamat, nomor kartu kredit, dan
tanggal jatuh tempo. Pengendalian internal apa yang dapat diimplementasikan oleh Bestseller.com untuk
memastikan bahwa pengiriman buku hanya dilakukan kepada pelanggan yang mampu membayar buku tersebut?
Pada titik apa Bestseller.com baru boleh mencatat penjualan sebagai pendapatan?
Jawab : pengendalian internal yang dapat dilakukan adalah sebelum melakukan persetujuan kredit, maka
departemen kredit akan memeriksa ... kredit dari calon pembeli, apabila tidak terdapat indikasi kredit macet, maka
perusahaan menyetujuinya. Bestseller baru boleh mencatat penjualan sebagai pendapatan ketika telah menerima
pembayaran kas.
14-5 (Tujuan 14-3) susunlah daftar tujuan audit yang berkaitan denngan transaksi untuk audit transaksi penjualan.
Bagi setiap tujuan, sebutkan satu pengendalian internal yang dapat digunakan klien untuk mengurangi
kemungkinan salah saji.
Jawab :
1. Penjualan dimasukkan dalam jurnal sedangkan pengiriman tidak pernah dilakukan, auditor dapat
memvouching ayat jurnal tertentu dalam jurnal penjualan ke salinan pengiriman dan dokumen
pendukung lainnya yang terkait untuk memastikan bahwa penjualan tersebut benar-benar terjadi.
2. Penjualan dicatat lebih dari satu kali. Auditor dapat mereview secara numeris daftar transaksi penjualan
yang dicatat untuk melihat adakah nomor yang terduplikat dan juga mmenguji pembatalan dokumen
yang tepat yang memungkinkan dokumen pengiriman tersebut akan digunakan untuk mencatat penjualan
lainnya.
3. Pengiriman dilakukan kepada pelanggan fiktif dan dicatat sebagai penjualan. Auditor dapat menelusuri
informasi tentang pelanggan pada faktur penjualan ke file induk pelanggan.
Jenis salah saji nomor 1 dan 2 disebabkan oleh kesalahan dan kecurangan, sementara jenis yang terakhir selalu
disebabkan oleh kecurangan.
14-6 (Tujuan 14-3) sebutkan satu pengujian pengendalian dan satu pengujian substantif atas transaksi yang dapat
digunakan auditor untuk memverifikasi tujuan audit yang berkaitan dengan transaksi penjualan berikut : penjualan
yang dicatat telah dinyatakan pada jjumlah yang tepat.
Jawab : penjualan dicatat dengan akurat. Pencatatan yang akurat atas transaksi penjualan harus
mempertimbangkan hal-hal berikut :
 Mengirimkan jumlah barang yang dipesan
 Menagih dengan akurat sebesar jumlah barang yang dikirim
 Mencatat dengan akurat jumlah yang ditagih dalam catatan akuntansi
Biasanya, auditor melakukan pengujian substantif atas transaksi pada setiap audit untuk memastikan bahwa
masing-masing dari ke 3 aspek kecurangan tersebut telah dilakukan dengan benar dengan menghitung kembali
informasi dalam catatan akuntansi dan membandingkan informasi pada dokumen yang berbeda. Seringkali,
auditor juga memeriksa pesanan pelanggan dan pesanan penjualan untuk informasi yang sama.
Perbandingan pengujian pengendalian dan pengujian ssubstantif atas transaksi untk tujuan keakuratan adalah
contoh yang baik mengenai bagaimana waktu audit dapat dihemat jika ada pengendalian internal yang efektif.
Jadi, pengujian pengendalian untuk tujuan ini hampir tidak memerlukan waktu karena hanya melibatkan
pemeriksaan atas bukti awal atau lainnya dari verifikasi internal. Jika pengendalian ini efektif, ukuran sampel
untuk pengujian substantif atas transaksi dapat dikurangi, sehingga menghasilkan penghematan yang signifikan.
14-7 (Tujuan 14-3) sebutkan tugas paling penting yang harus dipisahkan dalam siklus penjualan dan penagihan.
Jelaskan mengapa lebih disukai memisahkan setaip tugas tersebut.
Jawab : untuk mencegah kecurangan, manajer harus menolak akses ke kas bagi siapapun yang bertanggung jawab
memasukkan informasi transaksi penjualan dan penerimaan kas kedalam komputer. Tugas yang paling penting
yang harus dipisahkan adalah fungsi pemberian kredit harus dipisahkan dari fungsi penjualan karena pengecekan
kredit diajukan untuk mengatasi kecenderungan alami dari para personnil.
14-8 (Tujuan 14-3) jelaaskan bagaimana dokumen pengiriman dan faktur penjualan yang telah dipranomori dapat
bermanfaat untuk mencegah salah saji dalam penjualan.
Jawab : pemberian nomor terhadap dokumen pengiriman dan penjualan akan memudahkan auditor dalam
pengujian pengendalian ketika menentukan kembali dan meyakinkan diri bahwa tidak ada dokumen dengan
nomor yang sama, tentunya hal tersebut sangat bermanfaat dalam mencegah salah saji dalam penjualan, serta
memudahkan auditor dalam melakukan pengauditan.
14-9 (Tujuan 14-3) apa tiga jenis otorisasi yang umumnya digunakan sebagai pengendalian internal atas
pennjualan? Bagi setiap otorisasi, sebutkan pengujian substantif yang dapat digunakan auditor untuk
memverifikasi apakah pengendalian yang ada sudah efektif dalam mencegah salah saji.
Jawab :
14-10 (Tujuan 14-3) jelaskan tujuan memfooting dan memcross-footing jurnal penjualan serta menelusuri
totalnya ke buku besar umum.
Jawab :
PERTANYAAN TINJAUAN BAB 15
15-1 Sebutkan apa yang dimaksud dengan sampel repsentatif dan jelaskan arti pentingnya dalam sampling
populasi audit.
Jawab: Sampling representatif adalah sampel yang karakteristiknya hampir sama dengan yang dimiliki oleh
populasi, ini berarti bahwwa item item yg dijadikan sampel serupa dengan item item yang tidak dijadikan sampel.
15-2 Jelaskan perbedaan utama antara sampling statistik dan sampling nonstatistik. Apa tiga bagian utama dari
metode statistik dan nonstatistik.
Jwab: Dalam samplin statistik, auditor menerapkan aturan matematika, auditor dapat mengkuantifikasi
(mengukur) risiko sampling dalam merencanakan sampel dan dalam mengevaluasi hasil. Sedangkan dalam
sampling nonstatistik, auditor tidak mengkuantifikasi risiko sampling. Ada tiga bagiann uama:
1. Perencanaan sampel
2. Pemilihan sampel dan pelaksanaan pengujian
3. Pengevaluasian hasil
15-3 Jelaskan perbedaan antara sampling penggantian dan sampling tanpa penggantian. Metode mana yang
biasanya ddikuti auditor ? mengapa?
Jwab: Sampling dengan penggantian adalah setiap anggota dari populasi dapat terpilih lebih dari sekali. Dan
sampling tanpa penggantian adalah anggota populasi tidak dapat terpilih lebih dari sekali. Walaupun kedua
pendekatan pemilihan itu konsisten dengan teori statistik, auditor jarang menggunakan sampling penggantian.
15-4 Apa dua jenis metode pemilihan sampel acak sederhana. Mana dari kedua metode itu yang paling sering
digunakan oleh auditor dan mengpa?
Jawab: Dua jenis metode pemilihan sampel acak sederhana adalah jawaban soal no 15-3.
15-5 Uraikan pemilihan sampel sistematisdan jelaskan bagaimana auditor akan memilih 40 nomor dari populasi
sebanyak 2.800 item dengan menggunakan pendekatan ini. Apa keunggulan dan kelemahan dari pemilihan sampel
sistematis?
Jawab: Pemilihan sampel sistematis adalah metode sampling probabilistik dimana auditor menghitung suatu
interval dan memilih item item yang akan dijadikan sampel berdasarkan ukuran interval dan secara acak memilih
titik awal antara 0 dan panjang interval, ex: Auditor memilih 40 nomor dari populasi sebanyak 2.800 item, maka
intervalnya 70 (2.800-0/40). Keunggulan dari pemilihan sampel sistematis adalah lebih mudah digunakan,namun
hal yang perlu diperhatikan adalah kemungkinan terjadinya bias.
15-6 Apa tujuan menggunakan sampling nonstatistik dalam pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas
transaksi
Jawab: Tujuannya adalah untuk menentukan apakah pengendalian berjalan secara efektif, dan apakah tingkat
kesalahan moneter berada dibawah atas yang dapat ditoleransi, auditor perlu mengestimasi persentase item item
dlm populasi oleh karena itu perlunya menggunakan sampling nonstatistik.
15-7 Jelaskan apa yang dimaksud dengan pemilihan sampel blok dan jelaskan bagaimana auditor dapat
memperoleh 5 blok dari 20 faktur penjualan yg ada dalam jurnal penjualan?
Jawab: Pemilihan sampel blok adalah metode pemilihan sampel nonprobabilistik dimana setiap item dipilih dlm
urutan yang terukur, contohnya: auditor dapat memilih total sampel sebanyak 100 dengan mengambil 5 blok dari
20 faktur penjualan.
15-8 1. ARO ( risiko yang dapat diterima atas ketergantungan yg terlalu tinggi)
Adalah risiko yg bersedia ditanggung auditor untuk menerima pengendalian sebagai efektif atau tingkat
salah saji moneter sebagai dpt ditoleransi apabila tingkat pengecualian populasi yg sebenarnya lebih besar dari
tingkat pengecualian yg dpt ditoleransi(TER)
2. CUER ( tingkat pengecualian atas yg dihitung)
Adalah batas atas tingkat pengecualian populasi yg mungkin; tingkat pengecualian tertinggi dlm populasi
dgn ARO tertentu.

3. EPER ( tingkat pengecualian populasi yg diestimasi)


Adalah Tingkat pengecualian yg diharapkan akan ditemukan auditor dlm populasi sebelum pengujian
dimulai
4. SER( tingkat pengecualian sampel)
Adalah jumlah pengecualian dalam sampel dibagi dengan ukuran sampel
5. TER(tingkat pengecualian yg dpt ditoleransi)
Adalah tingkat pengencualian yg diizinkan auditor dalam populasi dan masih bersedia menyimpulkan
bahwa pengendalian telah beroperasi secara efektif dan jumlah salah saji moneter dlm transaksi yg
diterapkan selama perencanaan dpt diterima
15-9 Jelaskan apa yg dimaksud dengan unit sampling. Jelaskan mengapa unit sampling untuk memverifikasi
keterjadian penjualan yg tercatar berbeda dgn unit sampling untuk menguji kemungkinan penjualan yg
dihilangkan?
Jawab: Unit sampling adalah unit fisik yg berhubungan dengan angka acak yg dihasilkan auditor. Untuk siklus
penjualan dan penagihan, unit sampling biasanya berupa nomor faktur penjualan atau dokumen penelitian
15-10 Bedakan antara TER dan CUER. Bagaimana masing masing dpt ditentukan?
Jawab: halaman 80

PERTANYAAN TINJAUAN BAB 16


16-1 Bedakan antara pengujian atas rincian saldo, pengujian pengendalian, dan pengujian substantif atas
transaksi untuk siklus penjualan dan penagihan. Jelaskan bagaimana pengujian pengendalian dan pengujian
substantif atas transaksi mempengaruhi pengujian atas rincian saldo?
Jawab : Pengujian atas rincian saldo merupakan pengujian detail saldo yang tepat untuk siklus penjualan dan
penagihan yaitu piutang usaha, Dimana di dalam pengujian rincian saldo ada sustu metodologi untuk merancang
pengujian atas rincian saldo tersebut. Metodologi tersebut terdiri dari tiga tahap. Merancang dan melaksanakan
pengujian pengendalian dan pengujian sustantif atas transaksi merupakan tahap kedua dari metodologi tersebut.
Jadi, dapat disimpulkan pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi merupakan bagian dari
pengujian atas rincian saldo. Hasil pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi punya pegaruh
terhadap sisa audit, terutama pengujian substantif atas rincian saldo. Bagian yang paling dipengaruhi oleh
pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi dalam siklus penjualan dan penagihan adalah saldo
piutang uasaha, kas, beban piutang tak tertagih, dan penyisihan untuk piutang tak tertagih. Jika hasil pengujian
tak memuaskan, maka auditor melakukan pengujian substantif tambahan. Pengaruh yang paling signifikan dari
hasil pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi dalam siklus penjualan dan penagihan adalah
terhadap konfirmasi piutang usaha.
16-2 Evaluasi lah sudut pandang cyntia?
Jawab: HAL 111 POIN 1-4
16-3 sebutkan lima prosedur analitis untuk siklus penjualan dan penagihan. Untuk setiap pengujian, uraikanlah
salah saji yg dapat diidentifikasi?
Jawab: Tabel 16-1 halaman 99
16-4 Jelaskan mengapa anda setuju atau tidak setuju dengan pernyataan berikut “ Dalam sebagian besar audit,
jauh lebih penting menguji dengan cermat pisah batas untuk penjualan ketimbang untuk penerimaan kas”. Uraikan
bagaimana anda akan melaksanakan setiap jenis pengujian,dengan mengasumsikan dokumen telah dpranomori?
Jawab: Setuju. Pisah batas penerimaan kas yang benar kurang begitu penting dibandingkan pisah batas penjualan,
karena pisah batas kas yang tidak tepat hanya mempengaruhi saldo kas dan piutang usaha, bukan laba. Akan
tetapi, jika salah sajinya material, hal itu dapat mempengaruhi kewajaran penyajian akun-akun tersebut.
Pengujian yang dapat dilakukan untuk mengevaluasi pisah batas penjualan dengan asumsi dokumen telah
dipranomori yaitu langkah pertama mengevaluasi metode klien untuk memperoleh pisah batas dan menentukan
prosedur yang akan digunakan.Langkah lainnya yang dapat dilihat yaitu apakah klien telah melaksanakan
pemisahan tugas antara fungsi pengiriman dan dan penagihan dimana hal ini juga dapat meningkatkan
kemungkinan pencatatan transaksi pada periode yang tepat. Yang terakhir jika auditor yakin bahwa pengendalian
internal klien sudah memadai, auditor dapat memverifikasi pisah batas dengan memperoleh nomor dokumen
pengiriman untuk pengiriman terakhir yang dilakukan pada akhir periode dan membandingkan nomor tersebut
dengan penjualan yang dicatat pada periode berjalan atau periode selanjutnya.
16-5 Identifikasilah 8 tujuan audit yang berkaitan dengan saldo piutang uasaha. Untuk setiap tujuan cantumkanlah
satu prosedur audit?
Jawab: Hal 94
1. Piutang usaha dalam neraca saldo sama dengan file induk terkait, dan totalnya telah ditambahkan
dengan benar serta sama dengan buku besar umum. Pengujian didasarkan pada aged trial balanced, yaitu
menyajikan daftar saldo dalam file induk piutang usaha pada tanggal neraca, termasuk saldo pelanggan
individual yang beredar dan rincian tiap saldo pada waktu tanggal penjualan dan pada neraca (kecocokan
saldo)
2. Piutang yang dicatat memang ada. Konfirmasi saldo pelanggan merupakan pengujian atas rincian saldo
yang palimh penting untuk menentukan keberadaan piutang usaha yang dicatat. (keberadaan)
3. Piutang usaha yang ada telah dicantumkan. Sulit bagi auditor untuk menguji saldo akun yang dihilangkan
dari aged trial balanced kecuali mengandalkan pada sifat menyeimbangkan sendiri file induk piutang
usaha (kelengkapan)
4. Piutang usaha sudah akurat. Dengan melakukan konfirmasi akun dari neraca saldo (keakuratan)
5. Piutang usaha diklasifikasikan dengan benar. Dengan mereview aged trial balanceuntuk piutang yang
material. (klasifikasi)
6. Pisah batas piutang usaha sudah benar. Salah saji pisah batas terjadi apabila transaksi periode berjalan
dicatat dalam periode selanjutnya. Tujuan pisah batas untuk memverifikasi apakah transaksi yang
mendekati akhir periode akuntansi telah dicatat pada periode yang tepat. (pisah batas)
7. Piutang usaha dinyatakan pada nilai realisasi. Nilai realisasi piutang usaha sama dengan piutang usaha
dikurangi penyisihan piutang tak tertagih. Penyisihan dihitung dengan mengestimasi total jumlah piutang
usaha yang diperkirakan tidak dapat ditagih. (Nilai realisasi)
8. Klien memiliki hak atas piutang usaha. Auditor dapat mereview notulen rapat, membahasnya dengan
klien, mengkonfirmasi dengan bank, memeriksa kontrak hutang. (hak)

16-6 Mana dari delapan tujuan audit yang berkaitan dengan saldo piutang usaha yang dapat dipenuhi sebagian
oleh konfirmasi dengan pelanggan?
Jawab:
Konfirmasi piutang usaha merupakan salah satu dari delapan jenis bukti audit. Tujuan audit yang berkaitan dengan
saldo piutang usaha yang dapat dipenuhi sebagian oleh konfirmasi dengan pelanggan adalah tujuan keberadaan,
ketelitian, dan pisah batas.
1. Yang dimaksud dengan tujuan keberadaan adalah apabila konfirmasi yang dikirimkan kepada konsumen
tidak memberi jawaban atas konfirmasi, maka auditor harus memeriksa dokumen pendukung dan
memastikan barang sudah dikirm dan bukti adanya penerimaan kas untuk menentukan bahwa piutang telah
diterima pembayarannya setelah tanggal neraca.
2. Yang dimaksud dengan tujuan ketelitian adalah konfirmasi akun piutang usaha yang dipilih dari daftar umur
piutang. Apabila pelanggan tidak menjawab konfirmasi , auditor akan memeriksa dokumen sama seperti
tujuan keberadaan dan melakukan pengujian dengan memeriksa pendebetan dan pengkreditan pada masing2
akun pelanggan individual dengan membandingkan dengan dokumen pengiriman barang.
3. tujuan pisah batas adalah untuk memeriksa apakah transaksi menjelang akhir tahun buku telah dicatat pada
periode yang tepat. Auditor mengandalkan konfirmaasi piutang untuk mengungkap kesalahan penyajian
pisah batas penjualan, retur penjualan, dan penerimaan kas.
16-7 Sebutkan tujuan memfooting total kolom pada neraca saldo klien, menelusuri nama pelanggan dan jumlah
masing masing ke file induk piutang usaha, dan menelusuri total ke buku besar umum. Apakah perlu menelusuri
setiap jumlah ke file induk, mengapa?
Jawab: Auditor menguji kecocokan (memfooting) informasi dalam daftar piutang sebelum melakukan pengujian
lain untuk memastikan bahwa populasi yang akan diuji cocok dengan buku besar umum dan file induk piutang
usaha. Kolom total dan footing dalam kolom yang menggambarkan umur piutang harus diuji, sementara totalnya
pada neraca saldo dibandingkan dengan buku besar umum. Auditor juga harus menelusuri sampel setiap saldo ke
dokumen pendukung seperti salinan faktur penjualan untuk memverifikasi nama pelanggan, saldo, dan umur
pitang yang sesuai.
16-8 Apa perbedaan antara pengujian keakuratan piutang usaha kotor dengan pengujian nilai realisasi piutang?
Jawab: Nilai realisasi piutang usaha ( realizable value of account receivabels) sama dengan piutang usaha kotor
dikurangi dengan penyisihan piutang tak tertagih. Untuk menghitung penyisihan, klien mengestimasi total jumlah
piutang usaha yang diperkirakan tidak dapat ditagih. Tentu saja, klien tidak dapat memprediksi piutang di masa
depan dengan tepat, tetapi penting bagi auditor untuk mengevaluasi apakah penyisihan klien itu masuk akal
dengan mempertimbangkan semua fakta yang ada. Untuk membantu melakukan evaluasi ini, auditor sering kali
menyiapkan skedul audit yang menganalisis penyisihan piutang tak tertagih.
16-9 Jawab: Konfirmasi adalah respons tertulis langsung dari pihak ketiga dan dianggap sebagai bukti yang sangat
terpercaya. Tujuan utama konfirmasi piutang usaha adalah memenuhi tujuan eksistensi, keakuratan, serta pisah
batas. Menurut saya apabila piutang usaha berjumlah material maka auditor sebaik nya melakukan konfirmasi
piutang usaha walaupun auditor menilai bahwa pengendalian internal klien telah memadai, hal ini dilakukan agar
mendapatkan bukti yang akurat. Menurut saya konfirmasi yang paling baik dilakukan adalah dengan formulir
konfirmasi yang kosong, dimana dalam formulir ini auditor tidak menyatakan jumlah pada konfirmasi tetapi
meminta penerimanya untuk mengisi saldo atau melengkapi informasi lainnya. Jenis konfirmasi ini akan membuat
auditor mendapatkan bukti yang lebih akurat.
16-10 Bedakan antara konfirmasi positif dengan konfirmasi negatif serta sebutkan situasi dimana masing2
konfirmasi itu harus digunakan. Mengapa kantor akuntan seringkali menggunakan kombinasi konfirmasi positif
dan negatif pada audit yang sama?
Jawab: Konfirmasi positif merupakan Komunikasi dengan debitor yang meminta pihak penerima untuk
mengkonfirmasi secara langsung apakah saldo yang dinyatakan dalam konfirmasi adalah benar atau salah.
Konfirmasi negatif adaalah Hanya meminta respon debitor tidak setuju dengan jumlah yang dinyatakan.
Konfimasi negatif dapat diterima jika seluruh situasi berikut ini tersedia: 1)Piutang usaha tercipta dari akun-akun
yang kecil 2) Penilaian resiko pengendalian dan risiko inheren gabungan adalah rendah. tidak ada alasan untuk
percaya bahwa penerima konfirmasi tidak mungkin memberikan pertimbangannya.
Dibanding dengan konfirmasi negatif, konfirmasi positif lebih bisa dipercaya karena auditor bisa
melakukan prosedur tindak lanjut apabila jawaban dari debitur tidak diterima.Apabila digunakan konfirmasi
negatif, auditor biasanya menekankan auditnya pada efektivitas pengendalian internal, pengujian substantif
transaksi, dan prosedur analitis sebagai bukti tentang kewajaran piutang usaha. Konfirmasi yang akan dipilih
auditor dapat bervariasi, diawali dengan tidak menggunakan konirmasi pada beberapa situasi, hanya
menggunakan konfirmasi negatif, menggunakan baik konfirmasi negatif maupun positif, hingga hanya
menggunakan konfirmasi positif. Faktor utama yang mempengaruhi keputusan auditor adalah materialitas piutang
usaha, jumlah, dan ukuran saldo piutang individual, risiko pengendalian, risiko bawaan, efektivitas konfirmasinya
sebagai bukti dan ketersedian bukti audit lainnya.
PERTANYAAN TINJAUAN BAB 17
17-1 (Tujuan 17-1) Apa perbedaan utama antara (a) pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas
transaksi dan (b) pengujian atas rincian saldo yang membuat sampling atribut tidak tepat untuk pengujian atas
rincian saldo?
Jawab : perbedaan utama antara (a) pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi dengan (b)
pengujian atas rincian saldo terletak pada apa yang ingin di ukur oleh auditor. Dalam pengujian pengendalian dan
pengujian substantif atas transaksi perhatian utama nya adalah menguji efektivitas pengendalian internal dan
tingkat salah saji moneter. Sedangkan dalam pengujian atas rincian saldo, perhatian utamanya adalah menentukan
apakah jumlah dolar saldo akun mengandung salah saji yang material. Sampling atribut tidak tepat untuk
pengujian atas rincian saldo karena dalam pengujian ini auditor jarang menggunakan tingkat keterjadian,
sebaliknya aauditor menggunakan metod sampling yang memberikan hasil dalam dolar.
17-2 (Tujuan 17-2) Definisikan sampling berstratifikasi dan jelaskan arti pentingnya dalam auditing. Bagaimana
auditor dapat memperoleh sampel berstratifikasi sebanyak 30 item dari ketiga strata dalam konfirmasi piutang
usaha?
Jawab : sampling berstratifikasi yaitu dimana auditor memisahkan populasi kedalam dua atau lebih subpopulasi
sebelum menerapkan sampling audit. Sampling berstratifikasi penting dalam audit dalam situasi dimana salah saji
cenderung besar atau kecil. Agar auditor mendapatkan sampel bertingkat dari 30 item dari masing-masing tiga
strata dalam konfirmasi piutang, ia harus terlebih dahulu membagi populasi menjadi tiga strata saling ekslusif.
Sebuah sampel acak dari 30 item kemudian dipilih secara independen untuk masing-masing strata.
17-3 (Tujuan 17-2) Apa perbedaan antara titik estimasi total salah saji dan nilai salah saji yang sebenarnya dalam
populasi. Bagaimana perbedaan tersebut dapat ditentukan?
Jawab : titik estimasi total salah saji dalam populasi adalah proyeksi salah saji yang ditemukan dalam sampel.
Proyeksi ini didasarkan baik pada salah saji rata-rata dikali sampel ukuran populasi, atau persen bersih dari salah
saji dikali nilai buku tercatat sampel. Sedanngkan nilai sebenarnya dalam populasi adalah jumlah bersih dari
semua salah saji dalam populasi dan hanya dapat diketahui apabila auditor melakukan audit 100%
17-4 (Tujuan 17-2) Evaluasi lah pernyataan berikut yang dibuat oleh auditor: “Dalam setiap aspek audit, jika
memungkinkan, saya menghitung titik estimasi salah saji dan mengevaluasi apakah jumlahnya material. Jika
material, saya menyelidiki penyebabnya dan terus menguji populasi hingga saya menentukan apakah ada masalah
yang serius. Penggunaan sampling statistik dalam cara ini merupakan alat audit yang berharga”
Jawab : pernyataan itu menggambarkan bagaimana penyalahgunaan estimasi statistik dapat mengganggu opini
audit. Terkadang auditor memperlakukan titik estimasi sebagai nilai populasi sebenarnya, padahal titik estimasi
itu sendiri perhitungan nya didasarkan pada sampel. Hal ini lah yang dapat menimbulkan permasalahan. Oleh
sebab itu aditor harus memproyeksikan dari sampel ke populasi untuk mengestimasi salah saji populasi.
17-5 (Tujuan 17-3) Definisikan sampling unit moneter dan jelaskan arti pentingnya dalam auditing. Bagaimana
sampling tersebut mengombinasikan fitur sampling atribut dan variabel?
Jawab : sampling unit moneter adalah metode dimana populasi didefinisikan sebagai dolar individu (mata uang
lainnya) yang membentuk saldo rekening. Sampling unit moneter sekarang merupakan metode sampling statistik
yang paling umum digunakan untuk pengujian atas rincian saldo karena memiliki kesederhanaan statistik bagi
sampling atribut serta memberikan hasil statistik yang diekspresikan dalam dolar(mata uang lainnya yang sesuai).
17-6 (Tujuan 17-1, 17-2, 17-3, 17-4) Definisikan apa yang dimaksud dengan risiko sampling. Apakah risiko
sampling dapat diterapkan pada sampling nonstatistik, sampling unit moneter (MUS), sampling atribut, dan
sampling variabel? Jelaskan.
Jawab : risiko sampling adalah ketidakpastian yang disebabkan langsung oleh penggunaan sampling, yaitu risiko
dimana karakteristik dalam sampel tidak mewakili apa yang terdapat dalam populasi. Risiko sampling terjadi
setiap kali sampel diambil dari populasi, oleh karena itu berlaku untuk semua metode sampling. Ada dua jenis
risiko sampling yang dihadapi oleh auditor saat menguji saldo akun yaitu ARIA dan ARIR. ARIA berlaku untuk
semua metode pengambilan sampel, sementara ARIR hanya digunakan dalam sampling variabel dan estimasi
perbedaan.
17-7 (Tujuan 17-1, 17-2) Apa perbedaan utama dari 14 langkah yang digunakan dalam sampling nonstatistik
untuk pengujian atas rincian saldo dibandingkan pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi?
Jawab : langakh-langkah dalam pengambilan sampel nonstatistik untuk pengujian atas rincian saldo dan untuk
pengujjian pengendalian hampi sama. Perbedaan utama adalah pengambilan sampel untuk pengujian
pengendalian berkaitan dengan pengecualian dan pengambilan sampel untuk pengujian atas rincian saldo
berkaitan dengan salah saji dolar. Hal ini menyebabkan perbedaan dalam penerapan dua metode, tetapi langkah-
langkah nya tetap sam.
17-8 (Tujuan 17-3) Sebanyak 2.620 item persediaan yang digambarkan pada pertanyaan 17-14 telah ada dalam
daftar persediaan setebal 44 halaman dengan 60 baris per halaman. Totalnya dsajikan pada setiap halaman. Data
tentang klien tidak disajikan dalam bentuk yang dapat dibaca mesin. Gambarkan bagaimana sampel unit moneter
dapat dipilih dalam situasi ini.
Jawab :
17-9 (Tujuan 17-3) Jelaskan bagaimana auditor menentukan salah saji yang dapat ditoleransi untuk sampling unit
moneter(MUS).
Jawab : salah saji yang dapat ditoleransi pada umumnya sama dengan materialitas kinerja, namun auditor dapat
mengurangi jumlah salah saji yang dapat ditoleransi ini jika populasi yang diuji kurang dari 100 persen. Dalam
sampling unit moneter, salah saji yang dapat ditoleransi digunakan penilaian awal tentang materialitas.
17-10 (Tujuan 17-2) Jelaskan apa yang dimaksud dengan risiko yanng dapat diterima atas penerimaan yang salah
(ARIA). Apa faktor audit utama yang mempengaruhi ARIA?
Jawab : ARIA adalah risiko sampel yang dipilih mendukung kesimpulan bahwa saldo akun yang tercatat tidak
mengandung salah saji yang material ketika dinyatakan salah saji secara material (dianggap mengandung salah
saji material tetapi ternyata tidak). Faltp utama yang mempengaruhi keputusan auditor mengenai ARIA adalah
penilaian risiko pengendalian dalam model risiko audit. Jika pengendalian internal sudah efektif, risiko
pengendalian dapat dikurangi sehingga memungkinkan auditor untuk meningkatkan ARIA, yang pada akhirnya
ini akan mengurangi ukuran sampel yang diperlukan untuk pengujian atas rincian saldo akun yang berkaitan.
PERTANYAAN TINJAUAN BAB 18
18-1 (Tujuan 18-1) sebutkan lima akun aset, tiga akun kewajjiban, dan lima akun beban yang termasuk ke dalam
siklus akuisisi dan pembayaran bagi suatu perusahaan manufaktur yang tipikal.
Jawab ;
Tiga transaksi utama dalam siklus ini yaitu:
1.Akuisisi barang dan jasa
2.Pengeluaran kas
3 .Retur dan pengurangan pembelian juga diskon pembelian
Akun asset: kas di bank, property, pabrik dan peralatan, beban dibayar dimuka, persediaan.
Akun kewajiban : utang usaha
Akun beban: beban manufaktur, beban penjualan, beban administrasi.
18-2 (Tujuan 18-3) sebutkan satu pengendalian internal yang mungkin bagi masing-masing dari enam tujuan
audit yang berkaitan dengan transaksi untuk pengeluaran kas. Bagi setiap pengendalian, sebutkan pengujian
pengendalian untuk menguji efektivitasnya.
Jawab : auditor harus memahami pengendalian internal untuk siklus akuisisi dan pembayaran sebagian dari
pelaksanaan prosedur penilaian risiko dengan mempelajari bagan arus klien, mereview kuesioner pengendalian
internal serta melaksanakan pengujian walkthrough untuk transaksi akuisisi dan pengeluaran kas. pengendalian
internal kunci yaitu otoritas pembelian, pemisahan fungsi penyimpanan barang yang diterima dari fungsi lainnya,
pencatatan yang tepat waktu dan meriview yang independent atas transaksi, otoritas pembayaran kepada vendor.
Pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi merupakan hal yang penting untuk memverifikasi
efektivitas pengendalian internal sehigga auditor dapat mengurangi pengujian atas rincian saldo maka waktu
bersih yang dapat di hemat sangatlah besar.

18-3 (Tujuan 18-3) sebutkan satu pengendalian internal yang mungkin bagi masing-masing dari enam tujuan
audit yang berkaitan dengan transaksi untuk akuisisi. Bagi setiap pengendalian, sebutkan pengujian pengendalian
untuk menguji efektivitasnya.
Jawab : Pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi untuk akusisi serta pembayaran dibagi ke
dalam dua bidang yang luas:

1. Pengujian akusisi meliputi fungsi bisnis: memproses pembelian, menerima barang dan jasa, serta
mengakui kewajiban.
2. Pengujian pembayaran menyangkut fungsi bisnis memproses dan mencatat pengeluaran kas.

Efisiensi audit yang signifikan dapat dicapai pada banyak audit apabila pengendalian internal beoperasi
secara efektif.

18-4 (Tujuan 18-3) evaluasi lah pernyataan berikut yang diberikan oleh auditor berkenaan dengan pengujian atas
akuisisi dan pengeluaran kas: “dalam memilih sampel akuisisi dan pengeluaran kas untuk diuji, pendekatan terbaik
adalah memilih bulan secara acak dan menguji setiap transaksi selama periode tersebut. Penggunaan pendekatan
ini akan memungkinkan saya untuk memahami secara menyeluruh pengendalian internal karena saya telah
memeriksa semua hal yang terjadi selama periode tersebut. Sebagai bagian dari pengujian bulanan, saya juga
menguji rekonsiliasi bank awal dan akhir serta menyiapkan bukti kas selama bulan tersebut. Ketika menyelesaikan
pengujian tersebut saya merasa dapat mengevaluasi efektivitas pengedalian internal.”
Jawab : Standar audit mensyaratkan bahwa pengujian pengendalian dan pengujian substantif transaksi mencakup
seluruh periode akuntansi untuk menentukan bahwa sistem beroperasi secara konsisten sepanjang periode. Dalam
memilih jumlah item untuk pengujian, auditor harus menentukan ukuran sampel, secara statistik atau nonstatistik,
sehingga cenderung mewakili kondisi aktual populasi dari semua transaksi.
Dalam item pengujian yang merupakan prosedur periodik daripada transaksi individual (seperti rekonsiliasi bank
bulanan), auditor harus menentukan waktu yang tepat untuk menentukan bahwa prosedur tersebut beroperasi
dengan benar.
18-5 (Tujuan 18-3) apa arti penting diskon tunai bagi klien dan bagaimana auditor dapat memverifikasi apakah
diskon tersebut telah diambil sesuai dengan kebijakan perusahaan?
Jawab : Diskon tunai sendiri adalah diskon atau potongan harga yang diberikan resmi kepada pembeli sesuai
dengan harga yang tertera pada brosur. Namun diskon kredit adalah diskon yang diberikan jika konsumen
membayar utang mereka dalam waktu atau masa syarat sesuai dengan ketentuan sehingga akan mendapatkan
potongan. Perusahaan memverifikasi dengan bukti pembayaran yang tertera potongan diskon.
18-6 (Tujuan 18-3) apa persamaan dan perbedaan tujuan dara dua prosedur berikut: (1) memilih sampel acak
laporan penerimaan dan menelusuri nya ke faktur vendor terkait dan ayat jurnal akuisisi, dengan membandingkan
nama vendor, jenis bahan dan kuantitas yan diperoleh, serta total jumlah total akuisisi. (2) memilih sampel acak
ayat jurnal akuisisi dan menelusurinya ke faktur vendor terkait dan laporan penerimaan, dengan membandingkan
nama vedor, jenis bahan dan kuantitas yang diperoleh, serta tptal jumlah akuisisi.
Jawab :
18-7 (Tujuan 18-2, 18-3) jika klien audit tidak memiliki cek yang telah dipranomori, jenis salah saji apa yang
memiliki peluang besar untuk terjadi? Dalam situasi tersebut, prosedur audit apa yang dapat digunakan auditor
untuk mengkompensasi defisiensi ini?
Jawab : Perbedaan tujuan langkah-langkah ini adalah bahwa Prosedur 1 memastikan apakah semua akuisisi yang
ada dicatat dengan benar (kelengkapan dan akurasi), sedangkan Prosedur 2 dirancang untuk menentukan apakah
akuisisi yang dicatat sudah tepat (keberadaan dan akurasi). Meskipun kedua prosedur menguji tujuan yang
berlawanan (kelengkapan dan keberadaan), keduanya serupa karena masing-masing dirancang untuk menentukan
bahwa nama vendor, jenis bahan dan jumlah yang dibeli, dan jumlah total akuisisi sesuai dengan laporan
penerimaan, faktur vendor, dan entri jurnal akuisisi

18-8 (Tujuan 18-2) apa yang dimaksud dengan voucher? Jelaskan bagaimana penggunaannya dapat
meningkatkan pengendalian internal organisasi?
Jawab : Voucher adalah dokumen yang digunakan oleh suatu organisasi untuk menetapkan cara formal untuk
merekam dan mengendalikan akuisisi. Daftar voucher adalah jurnal untuk merekam voucher untuk pembelian
barang dan jasa. Penggunaan sistem kupon meningkatkan kontrol atas pencatatan pembelian dengan memfasilitasi
pencatatan dalam urutan numerik pada tanggal sedini mungkin, titik di mana faktur diterima. Penggunaan voucher
secara tidak langsung perusahaan telah mengadakan pencatatan dan sekaligus pengawasan terhadap siklus
perolehan dan pembayaran yang dapat bermanfaat kepada perlindungan harga perusahaan, kecermatan data
akuntansi dan menunjang efisiensi operasi sehingga meningkatkan pengendalian internal.
18-9 (Tujuan 18-2) jelaskan mengapa sebagian besar auditor mempertimbangkan penerimaan barang dan jasa
sebagai hal yang penting dalam siklus akuisisi dan pembayaran.
Jawab : karena jika barang telah diterima pengendalian yang memadai akan mewajibkan dilakukannya
pemerikasaan atas deskripsi ,kuantitas, kedatangan yang tepat waktu dan kondisinya. Laporan penerimaan dibuat
pada saat barang diterima .
18-10 (Tujuan 18-3, 18-6) jelaskan hubungan antara pengujian siklus akuisisi dan pembayaran serta pengujian
persediaan. Berikan contoh spesifik bagaimana kedua jenis pengujian tersebut mempengaruhi satu sama lain.
Jawab : Siklus akuisisi dan pembayaran terkait dengan akun persediaan di mana biasanya semua pembelian bahan
baku dalam hal operasi manufaktur atau barang dagangan dalam kasus perusahaan distribusi dicatat melalui siklus
ini. Jika tes kontrol internal dari siklus akuisisi dan pembayaran menunjukkan bahwa ada kontrol yang tepat untuk
memastikan bahwa biaya yang tepat digunakan dalam menilai persediaan dan bahwa pembelian inventaris baru
dicatat pada waktu yang tepat, dalam jumlah yang tepat, dan dalam akun yang tepat, pengujian yang berkaitan
dengan keakuratan dan cutoff akun inventaris dapat dikurangi dari level yang diperlukan jika kontrol tidak
memadai.
PERTANYAAN TINJAUAN BAB 19
19-1 (Tujuan 19-2) jelaskan hubungan antara pengujian substantif atas transaksi untuk siklus akuisisi dan
pembayaran dan pengujian atas rincian saldo untuk verifikasi properti, pabrik, dan peralatan. Aspek mana dari
properi, pabrik, dan peralatan yang secara langsung dipengaruhi oleh pengujian pengendalian dan pengujian
substantif atas transaksi serta mana yang tidak?
Jawab :
1. Tujuan audit yang berhubungan dengan saldo prosedur pengujian terinci atas saldo yang lazim
2. Telusuri jumlah total kebuku besar
3. Periksa faktur pemasok dan laporan penerimaan barang
4. Pemeriksaan fisik aktiva
Hubungan antara pengujian substantif atas transaksi untuk siklus akuisisi dan pembayaran dan pengujian atas
rincian saldo untuk verifikasi properti, pabrik, dan peralatan sangatlah penting untuk memverifikasi efektivitas
pengendalian internal sehingga auditor dapat mengurangi pengujian atas rincian saldo. Aspek yang langsung
dipengaruhi oleh pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi adalah peralatan pabrik, karena
:
1. Biasanya hanya terdapat sedikit perolehan peralatan pabrik pada tahun berjalan
2. Jumlah dan perolehan tertentu seringkali material
19-2 (Tujuan 19-2) jelaskan mengpa penekanan dalam mengaudit properti, pabrik, dan peralatan diberikan pada
akisisi serta pelepasan periode berjalan dan bukan pada saldo akun yang dibawa dari tahun sebelumnya. Dalam
situasi apa penekanan akan diberikan pada saldo yang dibawa ke tahun depan?
Jawab : penekanan dalam mengaudit properti, pabrik, dan peralatan diberikan pada akuisisi serta pelepasan
periode berjalan dan bukan pada saldo akun yang dibawa dari tahun sebelumnya dikarenakan transaksi yang
melibatkan akuisisi tahun berjalan dan pelepasan peralatan manufaktur seringkali disalah sajikan apabila
pengendalian internal perusahaan tidak memiliki metode formal. Jika klien lalai mencatat pelepasan, biaya awal
akun peralatan manufaktur akan dinyatakan terlalu tinggi dan nilai buku bersih akan dinyatakan terlalu tinggi
hingga aktiva telah disusutkan sepenuhnya dan begitu pun dengan akuisisi tahun berjalan.
19-3 (Tujuan 19-2) apa hubungan antara audit atas akun properti, pabrik, dan peralatan dengan audit atas akun
reparasi dan pemeliharaan? Jelaskan bagaimana auditor mengorganisir audit untuk mempertimbangkan hubungan
tersebut?
Jawab : biasanya klien mencantumkan transaksi yang harus dicatat sebagai aktiva dalam beban reparasi dan
pemeliharaan, beban lease, perlengkapan, peralatan kecil, dan akun-akun serupa lainnya. Salah saji dapat saja
berasal dari kurangnya pemahaman terhadap prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum atau keinginan klien
untuk menghindari pajak penghasilan. Jika auditor menyimpulkan jenis salah saji yang material ini mungkkin
terjadi, maka harus memvouching jumlah yang lebih besar yang di debet ke akun beban.
19-4 (Tujuan 19-2) sebutkan dan nyatakan secara singkat tujuan semua prosedur audit yang mungkin akan
diterapkan oleh auditor untuk menentukan bahwa semua penarikan properti, pabrik, dan peralatan telah dicatat
dalam sistem akuntansi.
Jawab : tujuan utama auditor dalam verifikasi penjualan, tukar tambah, atau penghentian aset tetap adalah
mendapatkan bukti memadai bahwa seluruh penghentian dicatat dalam jumlah yang benar. Terdapat beberapa hal
yang harus diperhatikan yaitu :
1. Tinjau apakah aset yang baru diperoleh menggantikan aset yang ada dan tanyakan apakah aset lama telah
dihapus dari pembukuan
2. Buat pertanyaan dari manajemen dan personel produksi tentang pelepasan aset
19-5 (Tujuan 19-2) dalam mengaudit beban penyusutan, pertimbangan utama apa yang harus diingat oleh
auditor? Jelaskan bagaimana masing-masing dapat diverifikasi.
Jawab : hal yang perlu diingat adalah metode penyusutan yang diambil karena berdasarkan metode yang ada dapat
ditelusuri biaya penyusutannya. Jumlah tercatat ditentukan dengan alokasi internal. Tujuan yang penting atas
beban penyusutan adalah akurasi , dimana ditentukan apakah klien mengikuti kebijakan depresiasi yang konsisten
dan apakah perhitungannya tepat kemudian verifikasi atas saldo akhir dari akumulasi penyusutan. Ada dua tujuan
yang ditekankan dalam audit atas akumulasi penyusutan :
1. Akumulasi penyusutan seperti yang dinyatakan dalam berkas induk properti sesuai dengan buku besar
2. Akumulasi penyusutan dan berkas induk dinilai dengan pantas
19-6 (Tujuan 19-3) jelaskan hubungan antara pengujian substantif atas transaksi untuk siklus akuisisi serta
pembayaran dan pengujian atas rincian saldo untuk verifikasi asuransi dibayar dimuka.
Jawab :
1. Bandingkan total asuransi dibayar dimuka dan beban asuransi dengan total tahun sebelumnya untuk
pengujian kelayakan.
2. Transaksi asuransi dibayar dimuka dicatat dalam periode yg tepat (penilaian dan alokasi)
3. Jumlah asuransi dibayar dimuka akurat dan total jumlahnya ditambahkan secara benar dan sesuai dengan
buku besar (keberadaan,keterjadian,dan akurasi)
19-7 (Tujuan 19-3) jelaskan mengapa audit asuransi dibayar dimuka biasanya akan menghabiskan jumlah waktu
audit yang relatif singkat jika penilaian risiko pengendalian klien untuk akuisisi adalah rendah.
Jawab : Saldo awal dan saldo akhir asuransi dibayar dimuka biasanya tidak material dan hanya terdapat sedikit
transaksi didebet dan dikredit atas saldo tersebut selama tahun berjalan,sebagian besar berjumlah kecildan mudah
dipahami. Oleh karena itu, auditor hanyaperlu menggunakan sedikit waktunya dalam melakukan verifikasi saldo
atau transaksi.
19-8 (Tujuan 19-3) bedakan antara evaluasi kememadaian cakupan asuransi dan verifikasi asuransi dibayar
dimuka. Jelaskan mana yang lebih penting dalam audit yang tipikal.
Jawab : Evaluasi kecukupan asuransi adalah pengujian perlindungan yg wajarterhadap hilangnya aset yg ada.
Verifikasi asuransi dibayar dimuka dilakukan:
1. Saldo merupakan biaya yg tepat terhadap operasi masa depan
2. Penambahan merupakan biaya pada akun akun ini dan tercermin pada biaya aktual
3. Amortisasi dan penghapus buku wajar dalam situasi tersebut
Evaluasi kecukupan perlindungan asuransi lebih penting karena potensi kerugian karena asuransi. Verifikasi
asuransi dibayar dimuka biasanya melibatkan jumlah yg tidak material dan tidak ditekankan dalam sebagian besar
audit.
19-9 (Tujuan 19-3) apa perbedaan utama antara audit beban dibayar dimuka dan akun aset lainnya seperti piutang
usaha atau properti, pabrik, dan peralatan?
Jawab : Perbedaan utama antara beban audit dibayar dimuka dan akun aset lainnya adalah tingkat materialitas dari
saldo akun yg terkait. Prosedur analitis substantif dapat digunakan secara luas untuk memverifikasi saldo akun yg
terkait tersebut.
19-10 (Tujuan 19-4) jelaskan hubungan antara sewa akrual dan pengujian substantif atas transaksi untuk siklus
akuisisi dan pembayaran. Aspek mana dari sewa akrual yang tidak di verifikasi sebagai bagian dari pengujian
pengujian substantif atas transaksi?
Jawab : Debet untuk sewa yg masih harus dibayar timbul dari jumlah pengeluaran kas, yg diverifikasi sebagai
bagian dari pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi untuk pengeluaran tunai. Kredit
biasanya muncul dari jurnal umum dan mungkin tidak diverifikasi sebagai bagian dari pengujian ini. Selain itu
pengujian pengendalian dan subsatantif atas transaksi tidak termasuk verifikasi pencantuman properti akrual yg
ada dan verifikasi perlakuan konsisten dari akrual dari tahun ke tahun.