Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM

PENGOLAHAN LIMBAH INDUSTRI


Semester Ganjil Tahun Ajaran 2019/2020

Modul Praktikum : Filtrasi


Dosen Pembimbing : Robby Sudarman S.Si., M.T

Tanggal Praktikum : 04 Oktober 2019


Pengumpulan Revisi Laporan : 17 Oktober 2019

Disusun Oleh:

Kelompok VI

Nanda Hasri Dwirizky (171411087)


Nisya Qonitta Zahra (171411088)
Rianny Puspa Rismayani (171411089)

Kelas : 3C/D3- Teknik Kimia

PROGRAM STUDI D-III TEKNIK KIMIA


JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

2019
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Air merupakan sumber daya yang sangat diperlukan oleh makhluk
hidup. Sumber air bisa berasal dari air laut, air permukaan, dan air tanah.
Pada umumnya air sungai banyak mengandung padatan tersuspensi yang
menyebabkan air terlihat keruh, sedangkan air tanah biasanya banyak
mengandung logam Fe dan Mn. Polutan yang mencemari suatu badan air
bisa berasal dari limbah domestik atau limbah industri.
Proses filtrasi dapat digunakan untuk mengelola air limbah domestik
ataupun industri. Proses filtrasi berfungsi untuk menurunkan kadar padatan
tersuspensi berukuran kecil dengan cara menyaring padatan yang lolos dari
pengolahan di sedimentasi. Proses penyaringan bisa dilakukan secaara
alami (filtrasi biasa) atau dengan bantuan tekanan (filtrasi bertekanan).
Kualitas hasil filtrasi ditunjukan dengan parameter kekeruhan.
Semakin kecil nilai kekeruhan maka proses pengolahan berjalan baik karena
menghasilkan air jernih. Proses filtrasi dibantu dengan adanya media filter
yang berfungsi untuk menahan padatan yang masuk sehingga akan
terbentuk filter cake dibagian atas media.
Penduduk di Indonesia sebagian besar menggunakan air permukaan
untuk kelangsungan hidupnya. Berdasarkan penellitian yang dilakukan
kementrian Lingkungan Hidup (KLH) pada tahun 2014 bahwa 70-75%
sungan di Indonesia telah tercermar. Maka dari itu sebagai mahasiswa
Teknik kimia harus memahami dengan baik dan benar proses pengolahan
air dengan metode filtrasi.

1.2 Tujuan
 Menentukan efisiensi penurunan kekeruhan
 Menentukan pengaruh media filter terhadap kekeruhan
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Air

2.2 Pengertian Filtrasi

Filtrasi merupakan suatu proses pemisahan zat padat dari fluida (cair
maupun gas) yang membawanya menggunakan suatu media berpori untuk
menghilangkan zat tersebut sebanyak mungkin. Pada pengolahan air
minum, filtrasi digunakan untuk menyaring air dari hasil proses koagulasi -
flokulasi – sedimentasi sehingga dihasilkan air minum dengan kualitas
tinggi. Proses filtrasi merupakan proses pengolahan secara fisika dengan
proses penyaringan melalui media filter. Filtrasi bisa mereduksi kandungan
bakteri, menghilangkan warna, bau, besi dan mangan. Cairan yang telah
melalui proses filtrasi (efluen) disebut filtrate, sedangkan padatan yang
tertumpuk di penyaringan disebut residu.

2.3 Prinsip Dasar Filtrasi

Prinsip dasar filtrasi sangat sederhana yaitu menyaring partikel


padatan tersuspensi atau sisa sludge yang masih terbawa sehingga filtrate
yang didapat memiliki tingkat kemurnian yang tinggi. Kemurnian
bergantung pada kualitas dan ukuran pori dari filter yang dipakai.
(Bambang,2010)

Filtrasi bisa dilakukan dengan aliran vertical atau horizontal. Pada


aliran vertical, perlu dilakukan pengaturan dosing. Sedangkan pada aliran
horizontal air dialirkan melalui media filter. (Anonim,2003).
Gambar 1. Skema Proses Filtrasi Secara Umum

2.4 Jenis Unit Filtrasi

2.4.1. Berdasarkan Jenis Proses Filtrasi

a. Filtrasi Pasir Lambat

Unit filtrasi lambat dapat mencapai hasil pengolahan yang


sangat baik. Namun karena kecepatan filtrasi lambat, maka
diperlukan luas area unit filtrasi cukup besar. Kekurangan lainnya
adalah apabila kualitas air masuk sangat jelek, maka unit ini tidak
dapat mengolah dengan baik karena terlalu sering tersumbat dan
harus sering dicuci (backwash). Filtrasi pasir lambat memiliki
kecepatan sekitar 0,1-0,4 m/jam.

Gambar 2. Skema Filtrasi Pasir Lambat

b. Filtrasi Pasir Cepat

Unit filtrasi cepat dapat mencapai hasil pengolahan yang


sangat baik untuk partikel padatan yang lebih kecil dibandingkan
dengan partikel lebih besar. System filtrasi pasir cepat dapat
terbagi atas jenis gravitasi dan jenis bertekanan. Sistem ini
mempunyai kecepatan filtrasi berkisar 4-21 m/jam. Jika
kekeruhan pada influen sebesar 5-10 NTU, maka efisiensi
kekeruhan bisa mencapai 90-98%. (Bambang,2012)

Gambar 3. Skema Filtrasi Pasir Cepat

2.4.2. Berdasarkan Media yang Digunakan

a. Filter Media Tunggal

Filter jenis ini kurang efektif karena hanya menggunakan


media filter satu lapis saja. Biasanya media yang digunakan
berupa kerikil, pasir arang atau media berpori lainnya.

b. Filter Media Ganda

Pada filter ini ukuran media dipertimbangkan, efektifitasnya


tinggi karena mampu memisahkan partikel berukuran kecil.

c. Filter Multi Media

Filter multi media merupakan kombinasi dari kedua jenis


filter yang telah disebutkan. Filter ini mempunyai efektifitas yang
tinggi karena desainnya sangat matang, mulai dari jenis bahan
yang akan digunakan sampai bagian – bagian yang mendukung
pengoperasian filter.

Gambar 4. Filtrasi Berdasarkan Media Filter

Untuk pengolahan air, susunan media filter ( dari atas ke


bawah ), biasanya berisi ijuk kemudian silica ukuran kecil, silica
ukuran besar, karbon aktif, dan paling bawah berisi gravel. Ukuran
media filter di unit filtrasi adalah sebagai berikut :

 Silika : 8 – 12 mesh
 Zeolit : 8-12 mesh
 Karbon Aktif : 8 – 12 mesh
 Gravel : 0,5 – 2 cm. (Muchtar,2012)
2.5 Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Efisiensi Proses Filtrasi

Untuk mendapatkan hasil filtrasi yang baik, ada beberapa factor


yang harus diperhatikan. Faktor tersebut antara lain debit filtrasi, kedalaman
media, ukuran dan material, konsentrasi kekeruhan, tinggi muka air,
kehilangan tekanan, dan temperature. (Bagus,2013).

 Debit filtrasi
Jika debit terlalu cepat akan menyebabkan berkurangnya waktu kontak
antara permukaan butiran media dan air, dan menyebabkan partikel
halus lolos dari media filter.
 Konsentrasi Kekeruhan
Kekeruhan yang tinggi menyebabkan tersumbatnya lubang pori dari
media filter dan akan terjadinya clooging. Jika kekeruhan terlalu tinggi
pada air umpan, dilakukan pengolahan terlebih dahulu seperti koagulan-
flokulasi.
 Temperature
Jika terjadi perubahan suhu dari air yang akan di filtrasi, akan
menyebabkan perubahan massa jenis dan viskositas. Hal ini
mempengaruhi daya tarik – menarik antar partikel halus.
 Kedalaman Media, Ukuran, dan Material
Ketebalan media menentukan lamanya pengaliran dan daya saring.
Ukuran besar kecilnya diameter butiran media filtrasi berpengaruh pada
porositas, laju filtrasi, dan kemampuan daya saring.
 Tinggi Muka Air
Tinggi muka air yang cukup tinggi diatas media akan meningkatkan
daya tekan air untuk masuk kedalam pori. Headloss (kehilangan
tekanan) terjadi karena perbedaan tekanan air yang di atas media dengan
di dasar media. Kehilangan tekanan ini meningkat jika filter kotor atau
telah digunakan beberapa waktu. Filter kotor ini harus di backwash
(cuci) dengan cara air untuk backwash dialirkan ke unit filter melalui
system perpipaan underdrain. Dengan adanya backwash, materi padatan
akan terlepas disertai ekspansi media filter
BAB III

METODOLOGI PERCOBAAN

3.1 Alat dan Bahan


Tabel 3.1 Alat dan Bahan
Alat Bahan
Peralatan proses filtrasi Air sampel
Turbiditymeter Tepung
pH meter Pasir silika
Karbon Aktif
Kerikil
Ijuk

3.2 Skema Peralatan


3.3 Prosedur Kerja

3.4 Keselamatan Kerja


 Menggunakan jas lab, sepatu pelindung, dan juga masker
 Bekerja sesuai Standar Operasional Proses
 Perhatikan kabel listrik tidak bersinggungan dengan
percikan/tumpahan air
BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Pengamatan


 Berat tepung = 20 gram / 40 L
 Debit air = 20 ml /detik
 Volume kolom filtrasi = 28,458 L
 Volume bak filtrasi = 47,43 L
 Kekeruhan air baku = 86,98
 pH awal =7
Tabel 4.1 Tabel hasil pengamatan terhadap berbagai parameter

Waktu Kekeruhan Volume Laju Alir Efisiensi penurunan


No
(menit) (NTU) Filtrat (L) (L/menit) Konsentrasi (%)
1 0 26,58 0 0 0
2 4 17,68 4 1 33,48
3 8 11,08 4 1 58,31
4 12 16,42 4,3 1,075 38,22
5 16 11,31 3,5 0,875 57,45
6 20 10,97 3,9 0,975 58,73
7 24 14,57 3,9 0,975 45,18
8 28 14,15 4 1 46,76
9 32 13,97 2,4 0,6 47,44
10 36 10,39 1,7 0,425 60,91
11 40 10,25 0,5 0,125 61,44

Kurva Pengaruh Kekeruhan terhadap Waktu


30

25
Kekeruhan (NTU)

20

15

10

0
0 4 8 12 16 20 24 28 32 36 40 44
Waktu (menit)

Gambar 4.1 Kurva pengaruh kekeruhan terhadap waktu


Kurva Hasil Volume Filtrat terhadap Waktu
5
4.5
4

Volume Filtrat (L)


3.5
3
2.5
2
1.5
1
0.5
0
0 4 8 12 16 20 24 28 32 36 40 44
Waktu (menit)

Gambar 4.2 Kurva hasil volume filtrat terhadap waktu

4.2 Pembahasan
BAB V

KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2012. Kumpulan Teknik Penyaringan.


https://sumurresapan.wordpress.com/category/saringan-pasir-lambat/.
Diakses 10 Oktober 2019.

Anonim. 2019. 5 Cara Penjernihan Air Secara Fisika dan Prinsipnya.


https://materiipa.com/penjernihan-air-secara-fisika. Diakses 10 Oktober 2019.

Fera,Astri dkk. 2015. Laporan Filtrasi. https://dokumen.tips/documents/laporan-


filtrasi-56dbb08b74136.html. Diakses 10 Oktober 2019.

Rendy.2016. Makalah Filtrasi.


https://biologirendy.blogspot.com/2016/04/makalah-filtrasi.html. Diakses 4
Oktober 2019.

Tim Penyusun Bahan Ajar Pengolahan Air Industri. Politeknik Neger Bandung
LAMPIRAN

I. Lampiran Perhitungan
1.1 Menghitung Laju alir filtrat per menit

𝑉𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑓𝑖𝑙𝑟𝑎𝑡
𝐿𝑎𝑗𝑢 𝑎𝑙𝑖𝑟 𝑝𝑒𝑟 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡 =
𝑤𝑎𝑘𝑡𝑢 𝑓𝑖𝑙𝑡𝑟𝑎𝑠𝑖

Contoh perhitungan:

Laju alir filtrat pada saat 4 menit proses.


4𝐿
𝐿𝑎𝑗𝑢 𝑎𝑙𝑖𝑟 𝑝𝑒𝑟 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡 = = 1 𝐿/𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡
4 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡

Waktu Volume Laju Alir


(menit) Filtrat (L/menit)
0 0 0
4 4 1
8 4 1
12 4,3 1,075
16 3,5 0,875
20 3,9 0,975
24 3,9 0,975
28 4 1
32 2,4 0,6
36 1,7 0,425
40 0,5 0,125

1.2 Menghitung efisiensi penurunan konsentrasi


𝑘𝑒𝑘𝑒𝑟𝑢ℎ𝑎𝑛 𝑎𝑤𝑎𝑙 − 𝑘𝑒𝑘𝑒𝑟𝑢ℎ𝑎𝑛 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟
𝐸𝑓𝑖𝑠𝑖𝑒𝑛𝑠𝑖 = 𝑥 100%
𝑘𝑒𝑘𝑒𝑟𝑢ℎ𝑎𝑛 𝑎𝑤𝑎𝑙

Contoh perhitungan:oh

Efisiensi penurunan konsentrasi 4 menit proses.

26,58 − 17,68
𝐸𝑓𝑖𝑠𝑖𝑒𝑛𝑠𝑖 = 𝑥 100% = 33,48%
26,58

Waktu Kekeruhan Efisiensi penurunan


(menit) (NTU) Konsentrasi (%)
0 26,58 0
4 17,68 33,48
8 11,08 58,31
12 16,42 38,22
16 11,31 57,45
20 10,97 58,73
24 14,57 45,18
28 14,15 46,76
32 13,97 47,44
36 10,39 60,91
40 10,25 61,44

II. Lampiran Foto

Gambar 2a. Rangkaian Peralatan Filtrasi

Gambar 2b. Bak filtrasi berisi media