Anda di halaman 1dari 3

LABORATORIUM PENGOLAHAN AIR DAN

LIMBAH INDUSTRI
SEMESTER GANJIL TAHUN AJARAN 2019/2020

MODUL : Lumpur Aktif


DOSEN PEMBIMBING : Ir. Endang Kusumawati, MT

Tanggal Praktikum : 06 September 2019


Penyerahan Laporan : 20 September 2019

Oleh :
Kelompok: VI (Enam)
Nama 1. Nanda Hasri (121411053)
2. Nisya Qonita (121411054)
3. Rianny Puspa Rismayani (121411055)
Kelas : 3B

PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK KIMIA


JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2014
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Limbah cair industri dapat mengandung ion logam berat, seperti 𝐶𝑢2+ dan 𝐴𝑔+ .
Selain itu, limbah juga memiliki kadar BOD dan COD, tingkat kekeruhan diluar batas
mutu standar air bersih. Pada pengolahan air limbah secara anaerobic mikroorganisme
pendemkomposisi bahan-bahan organic dalam air limbah akan terganggu pertumbuhannya
jika terdapat oksigen bebas dalam system pengolahannya. Sedangkan secara aerobic,
mikroorganisme mengoksidasi dna mendekomposisi bahan-bahan organic dalam air
limbah dengan menggunakan oksigen yang disuplai oleh aerasi dengan bantuan enzim
dalam mikroorganisme.
Reaksi dekomposisi/degradasi bahan organic secara aerobic dna reaksi
pertumbuhan mikroorgnasime yang terjadi dalam system pengolahan air limbah :

[bahan organic] + 𝑂2 + nutrisi —› 𝐶02 + 𝑁𝐻3 + mikroba baru + produk akhir


[mikroba] + 𝑆𝑂2 —› 5𝐶𝑂2 + 2𝐻2 𝑂2 + 𝑁𝐻3 + energy

Proses pengolahan limbah cair secara mikrobiologi dapat dilakukan dengan salah
satu caranya yaitu menggunakan Lumpur Aktif. Lumpur aktif adalah lumpur yang ada
dalam dasar saluran atau bak limbah yang mengandung mikroba yang mempunyai
kemampuan untuk memecah bahan organic menjadi senyawa yang lebih sederhana.

1.2 Tujuan Percobaan

a. Menentukan konsentrasi awal kandungan organik dalam lumpur aktif dan konsentrasi
kandungan organik setelah percobaan berlangsung selama seminggu.
b. Menentukan kandungan Mixed Liquor Volatile Suspended Solid (MLVSS) yang
mewakili kandungan mikroorganisme dalam lumpur aktif.
c. Menentukan konsentrasi nutrisi bagi mikroorganisme pendegradasi air limbah dalam
lumpur aktif.
d. Menghitung efisiensi pengolahan dengan cara menentukan persen (%) kandungan
bahan organik yang didekomposisi selama seminggu oleh mikroorganisme dalam
lumpur aktif terhadap bahan organik mula-mula.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Dasar Teori

Lumpur aktif (active sludge) adalah proses pertumbuhan mikroba tersuspensi. Proses
ini menggunakan udara yang disalurkan melalui pompa blower (difusi) atau melalui aerasi
mekanik. Sel mikroba membentuk flok yang akan mengendap di tangki penjernihan.
Kemampuan bakteri dalam membentuk flok menentukan keberhasilan pengolahan limbah
secara biologis, karena akan memudahkan pemisahan partikel air limbah.