Anda di halaman 1dari 4

1.

Titik ke Titik

Diketahui kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk 2a cm. Jarak antara titik H ke B adalah ⋯⋅

A. (2a√3–a√2) cm D. 2a√2 cm

B. a√2 cm E. 2a√3 cm

C. a√3 cm

Perhatikan sketsa gambar berikut.

Pertama, perhatikan segitiga ABD (siku-siku di A). Panjang BD dapat ditentukan dengan rumus
Pythagoras, yaitu BD=√AB2+AD2

=√(2a)2+(2a)2

=√8a2

=2a√2 cm

Sekarang, perhatikan segitiga BDH (siku-siku di D). Panjang HB juga dapat ditentukan dengan rumus
Pythagoras, yaitu

HB=√BD2+DH2

=√(2a√2)2+(2a)2

=√8a2+4a2

=√12a2

=2a√3 cm

Jadi, jarak titik H ke B adalah 2a√3 cm

(Jawaban E)
2. Titik ke Garis

Diketahui kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk8 cm. Jarak titik B ke garis HC adalah ⋯⋅

A. 12√2 cm D. 8 cm

B. 8√5 cm E. 4√6 cm

C. 8√3 cm

Perhatikan sketsa gambar berikut.

Jarak titik B ke HC sama dengan jarak titik B ke C. Perhatikan bahwa BC merupakan rusuk kubus, sehingga
panjang BC=8 cm.

Jadi, jarak titik B ke garis HC adalah 8 cm

(Jawaban D)
3. Titik ke Garis

Diketahui kubus ABCD.EFGH dengan rusuk 8 cm. M adalah titik tengah EH. Jarak titik M ke garis AG sama
dengan⋯

A. 4√6 cm D. 4√2 cm

B. 4√5cm E. 4 cm

C. 4√3 cm

Perhatikan sketsa gambar berikut.

Misalkan titik O merupakan proyeksi titik M pada garis AG. Titik O tepat di tengah AG karena panjang MA
dan MG sama. Pertama, perhatikan segitiga siku-siku MHG. Diketahui HG=8 cm dan MH=4 cm (setengah
dari panjang rusuk kubus). Dengan Teorema Pythagoras, diperoleh M

G=√HG2+MH2

=√82+42

=√64+16

=√80

=4√5 cm

Sekarang, tinjau segitiga siku-siku MOG. Diketahui OG=4√3 cm (setengah dari panjang diagonal ruang
kubus) dan MG=4√5 cm. Dengan Teorema Pythagoras, diperoleh

MO=√MG2−OG2

=√(4√5)2−(4√3)2

=√80−48√32

=4√2cm

Jadi, jarak titik M ke garis AG sama dengan 4√2 cm

(Jawaban D)
4. Titik ke Bidang

Diketahui kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuka cm. Jarak titik E ke bidang diagonal BDHF adalah ⋯⋅

A. 1/2a√3cm D. 1/2a cm

B. 1/2a√2cm E. 1/4a cm

C. 1/4a√2cm

Perhatikan sketsa gambar berikut.

Jarak titik E ke bidang diagonal BDHF sama dengan jarak titik E ke titik tengah diagonal HF. Misalkan O
titik tengah diagonal HF. EG merupakan diagonal bidang dengan panjang a√2 cm. Perhatikan bahwa
panjang EO merupakan setengah dari panjang diagonal EG, sehingga

EO=1/2(a√2)

=1/2a√2 cm

Jadi, jarak titik E ke bidang diagonal BDHF adalah 1/2a√2 cm

(Jawaban B)