Anda di halaman 1dari 11

Makalah

METODE DUAL SIMPLEKS


DOSEN PENGAMPU :

SITI SALAMAH Br. Ginting, M.Pd

Disusun Oleh :

Kelompok 4

1. Elviani Sukma (0305173150)


2. Meutia Silvi (0305171065)
3. Kumala Sari Harahap (0305173194)
4. Fitri Handayani (0305171061)
5. Windi Rezeki Indah (0305173182)
6. Nurjannah Dalimunthe (0305173212)
7. Henti Saputra (0305171031)

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA


FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA
2019
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum, Wr. Wb.

i
Syukur Alhamdulillah penulis ucaapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan
hidayah dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini sebagaimana
yang diharapkan. Tidak lupa pula shalawat dan juga salam penulis hadiahkan kepada
junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang merupakan contoh tauladan dalam kehidupan
manusia, semoga kita termasuk dalam umat-umatnya yang akan mendapatkan syafaatnya di
yaumil akhir kelak, Aamiin.

Penulis merasa bahwa laporan mini riset ini masih belum lengkap baik dari segi isi,
susunan, maupun tutur kata dan bahasanya. Hal ini disebabkan keterbatasan dan daya serap
penulis yang terbatas. Untuk itu, penulis mengharap kritik dan saran yang membangun dari
pembaca demi kesempurnaan dan kelengkapan isi dari makalah-makalah berikutnya.

Akhir kata kepada Allah SWT jugalah penulis mohon ampun, semoga makalah ini
bermanfaat bagi pengembangan ilmu kita dan juga bagi yang membacanya khususnya bagi
penulis sendiri.Aamiin.

Medan, Oktober 2019

Kelompok4

DAFTAR ISI

ii
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ........................................................................................................

Daftar Isi ...................................................................................................................

Bab I Pendahuluan ..................................................................................................

A. Latar Belakang ...............................................................................................


B. Rumusan Masalah ..........................................................................................
C. Tujuan ............................................................................................................

Bab II Pembahasan ..................................................................................................

A. Pengertian Metode Grafik ..............................................................................


B. Materi Logika Matematika ............................................................................
C. Kesalahan Terjemahan ...................................................................................

Bab III Penutup........................................................................................................

A. Kesimpulan ....................................................................................................
B. Saran ..............................................................................................................

Daftar Pustaka .........................................................................................................

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Program linier merupakan metode matematika dalam engalokasikan sumber daya yang
terbatas untuk mecapai suatu tujuan seperti memaksimumkan keuntungan dan meminimumkan
biaya. Persoalan program linier adaah suatu persoalan untuk menentukan besarnya masing-
masing nilai variabel sedemikian rupa sehingga nilai fungsi tujuan atau objektif yang linier
menjadi optimum dengan memperhatikan kendala yang ada yaitu kendala ini harus dinyatakan
dengan ketidaksamaan yang linier.
Salah satu teknik penentuan solusi optimum yang digunakan dalam pemprograman linier
adalah metode dual simpleks. Meteode dual simpleks disebut juga dual simplex algorithm
adalah satu prosedur perhitungan yang membiarkan suatu solusi layak optimum , meskipun
solusi awalnya tidak layak.

B. Rumusan Masalah
1. Apakah yang dimaksud dengan metode dual simpleks?
2. Apa saja langkah-langkah metode dual simleks?
3. Bagaimana cara penyelesaian program linier dengan metode dual simpleks?

C. Tujuan
1. Untuk memahami pengertian metode dual simpleks
2. Untuk mengetahui langakah-langkah metode dual simpleks
3. Untuk mengetahui cara penyelesaian program linier dengan metode dual simpleks

4
BAB II

PEMBAHASAN

METODE DUAL SIMPLEKS

A. Pengertian Metode Dual Simpleks

Meteode dual simpleks disebut juga dual simplex algorithm adalah satu prosedur
perhitungan yang membiarkan suatu solusi layak optimum , meskipun solusi awalnya
tidak layak.

Prosedur perhitungan yang dibicarakan sejauh ini bergerak dari solusi dasar layak
yang belum optimum ke solusi layak yang lain. Apakah proses tersebut akhirnya akan
mencapai suatu solusi layak optimum, adalah tergantung pada kemampuan untuk
mendapatkan suatu solusi dasar awal yang layak. Dalam kaitan ini, artificial variabel
kadang-kadang digunakan untuk menemukan solusi awal layak. Jika formulasi LP
mengandung sejumlah besar artificial variable, maka membutuhkan banyak perhitungan
untuk memperoleh solusi awal layak.

Karena itu, akan dijelaskan suatu prosedur perhitungan yang memberikan suatu
solusi layak optimum, meskipun solusi awalnya tidak layak. Prosedur itu dinamakan dual
simplex algorithm yang pertama kali disusun oleh Lemke. Algoritma ini tidak banyak
digunakan di antara program-program komputer yang ada. Namun ia memainkan peranan
penting dalam post optimality analysis.

B. Langkah Langkah Penyelesaian Metode Dual Simpleks

Langkah-langkah penyelesaian simpleks menggunakan metode dual adalah:

1. Tentukan baris pivot. Baris pivot adalah baris dengan nilai kanan negatif terbesar. Jika
negatif terbesar lebih dari satu, pilih salah satu sembarang. UI

2. Tentukan kolom pivot. Kolom pivot diperoleh dengan terlebih dahulu membagi nilai
baris z dengan baris pivot. Dalam hal ini, semua nilai baris pivot dapat menjadi pembagi
kecuali nilai 0. Kolom pivot adalah kolom dengan rasio pembagian mutlak terkecil. Jika rasio
pembagian mutlak terkecil lebih dari satu, pilih salah satu secara sembarang.

3. Pembentukan tabel berikutnya sama dengan prosedur dalam primal simpleks

5
C. Penyelesaian Program linier Menggunakan Metode dual simpleks

Metode dual simpleks digunakan jika tabel optimal tidak layak. Jika fungsi
kendala ada yang menggunakan pertidaksamaan ≥ dan tidak ada = dalam bentuk umum
PL, maka metode dual simpleks dapat digunakan. Kita selesaikan contoh di bawah ini.

Min z = 21x1 + 18x2 + 15x3

Terhadap 90x1 + 20x2 + 40x3 ≥ 200

30x1 + 80x2 + 60x3 ≥ 180

10x1 + 20x2 + 60x3 ≥ 150

x1, x2, x3 ≥ 0

semua kendala menggunakan pertidaksamaan ≥. Kendala dengan pertidaksamaan


≥ dapat diubah ke pertidaksamaan ≤ dengan mengalikan pertidaksamaan dengan -1.
Bentuk umum PL di atas berubah menjadi:

Min z = 21x1 + 18x2 + 15x3

Terhadap -90x1 - 20x2 - 40x3 ≤ -200

-30x1 - 80x2 - 60x3 ≤ -180

-10x1 - 20x2 - 60x3 ≤ -150

x1, x2, x3 ≥ 0

Semua fungsi kendala sudah dalam bentuk pertidaksamaan ≤, maka kita kita
hanya perlu menambahkan variabel slack untuk mengubah bentuk umum ke bentuk
baku/standar. Variabel slack akan berfungsi sebagai variabel basis awal.

Bentuk Baku/standar:

Min z = 21x1 + 18x2 + 15x3 + 0s1 + 0s2 + 0s3

Terhadap -90x1 - 20x2 - 40x3 + s1 = -200

-30x1 - 80x2 - 60x3 + s2 = -180

-10x1 - 20x2 - 60x3 + s3 = -150

6
x1, x2, x3, s1, s2, s3 ≥ 0

Tabel awal

Variabel X1 X2 X3 S1 S2 S3 NK
Z -21 -18 -15 0 0 0 0
S1 -90 -20 -40 1 0 0 -200
S2 -30 -80 -60 0 1 0 -180
S3 -10 -20 -60 0 0 1 -150

Tabel di atas optimal tapi tidak layak (ingat, untuk fungsi tujuan minimisasi, tabel
sudah optimal jika semua koefisien baris tujuan sudah negatif atau 0). Untuk membuat
tabel tersebut layak, kita harus gunakan metode dual simpleks. Langkah-langkah
penyelesaian simpleks menggunakan metode dual adalah: 1.

1. Tentukan baris pivot. Baris pivot adalah baris dengan nilai kanan negatif terbesar. Jika
negatif terbesar lebih dari satu, pilih salah satu sembarang. UI

2. Tentukan kolom pivot. Kolom pivot diperoleh dengan terlebih dahulu membagi nilai
baris z dengan baris pivot. Dalam hal ini, semua nilai baris pivot dapat menjadi pembagi
kecuali nilai 0. Kolom pivot adalah kolom dengan rasio pembagian mutlak terkecil. Jika
rasio pembagian mutlak terkecil lebih dari satu, pilih salah satu secara sembarang.

3. Pembentukan tabel berikutnya sama dengan prosedur dalam primal simpleks.

Gunakan tabel awal simpleks di atas.

 Baris pivot adalah baris S1, baris dengan nilai kanan negatif terbesar.

Variabel X1 X2 X3 S1 S2 S3 NK
Z -21 -18 -15 0 0 0 0
S1 -90 -20 -40 1 0 0 -200
S2 -30 -80 -60 0 1 0 -180
S3 -10 -20 -60 0 0 1 -150

7
Kolom pivot adalah kolom x1

Variabel X1 X2 X3 S1 S2 S3 NK
Z -21 -18 -15 0 0 0 0
S1 -90 -20 -40 1 0 0 -200
S2 -30 -80 -60 0 1 0 -180
S3 -10 -20 -60 0 0 1 -150
RASIO 21/90 18/20 15/40 0 0 0 _

ITERASI -1

Variabel X1 X2 X3 S1 S2 S3 NK
Z 0 -40/9 --9 -70/3 0 0 140/3
X1 1 2/9 4/9 -1/90 0 0 220/9
S1 0 220/3 -140/3 -1/3 1 0 --340/3
S2 -10 -160/9 -500/9 -1/9 0 1 -1150/9
RASIO - 0.0485 0.19286 0,7 - - _

ITERASI KE-2

Iterasi -2

VB 𝑋1 𝑋2 𝑋3 𝑆1 𝑆2 𝑆3 NK

Z 0 0 -611/99 -0.213131 -22/33 0 53.535


𝑋1 0 0 10/33 0.0303 1/330 0 1.8788
X2 0 1 7/11 1/220 -3/220 0 17/11
𝑆3 0 0 -44.2424 -0.0303 -0.02424 1 -100.3030
Rasio - - 0.139498 7.0340 2.500 0 -

8
Iterasi-3

VB 𝑋1 𝑋2 𝑋3 𝑆1 𝑆2 𝑆3 NK

Z 0 0 0 -0.208934 -0.0572 -0.13948 67.52628


𝑋1 1 0 0 0.00000014 0.00286 0.006848 1.19173
𝑋2 0 1 0 0.0041127 -0.013986 0.01438 0.102818
𝑋3 0 0 1 0.00068 0.00055 -0.0226 2.267

Jadi dapat disimpulkan solusi optimum & layak adalah:

z = 67,52628

X1 = 1,19173

X2 = 0,102818

X3 = 2,267

9
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Program linier adalah suatu cara matemati yang digunakan untuk menyelesaikan
masalah yang berkaitan dengan pengalokasian sumberdaya yang terbatas untuk mencapai
optimasi, yaitu memaksimumkan atau meminimumkan fungsi tujuan yang bergabung
pada sejumah varibel input. Yang termasuk dalam komponen model program linier
adalah variabel keputusan, fungsi tujuan, dan batasan model. Program linier bisa di
elesaikan menggunakan metode simpleks, Karena dijelaskan suatu prosedur perhitungan
yang memberikan suatu solusi layak optimum, meskipun solusi awalnya tidak layak.
Prosedur itu dinamakan dual simplex algorithm yang pertama kali disusun oleh Lemke.
Algoritma ini tidak banyak digunakan di antara program-program komputer yang ada.
Namun ia memainkan peranan penting dalam post optimality analysis.

B. Saran
Penulis menyadari bahwasannya makalah ini masih terdapat banyak
kekurangannya. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat diperlukan
untuk menyemurnakan makalah ini agar lebih baik lagi. Semoga makalah ini dapat
memberikan pengetahuan dan wawasan mendalam bagi khususnya dan bagi pembaca
umumnya.

10
DAFTAR PUSTAKA
Rully Charitas Indra Prahmana, Pemrograman Linear, 2013 , Tangerang.

Ruminta, matriks persamaan linier dan program linier,2009, Rekayasa Sains.

11

Anda mungkin juga menyukai