Anda di halaman 1dari 10

Kepemimpinan dalam Islam

Disusun Oleh :

Nama : NIM :

1. Ragil Laksono (30401800277)


2. Sultan Aghi Muhammad (30401800330)
3. Totti Purwoko Jati (30401800338)
4. Jirawat Chaichuea (30401800419)
5. Rifky Aan Kurniawan (30401800287)

UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG

SEMARANG

2019
BAB I

PENDAHULUAN

a. Latar Belakang
Manusia adalah makhluk sosial yang diciptakan oleh Tuhan yang beragam dan
berbeda. Manusia tidak bisa hidup sendiri karena bagaimanapun juga manusia akan
membutuhkan bantuan dengan manusia lain. Oleh karena itu dibutuhkanlah yang
namanya interaksi yang baik dan harmonis, sehingga kehidupan manusia akan lebih
tertata baik dan harmonis. Maka dari itu dibutuhkanlah seorang pemimpin untuk
menciptakan aturan dan dengan kelebihannya dapat mempengaruhi sikap manusia
menjadi lebih baik
Kepemimpinan memiliki banyak definisi, salah satunya menurut William G. Scott
(1962) yaitu Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi kegiatan yang diselenggarakan
dalam kelompok dalam upaya mereka untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Dari
definisi tersebut dapat kita pahami bahwa kepemimpinan merupakan sikap yang harus
dimiliki oleh seorang pemimpin.
Dalam pandangan islam, kepemimpinan merupakan amanah dan tanggung jawab
yang tidak hanya dipertanggung jawabkan kepada anggota-anggota yang dipimpinnya,
tetapi juga akan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah SWT (Zainuddin, 2005: 17).
Maka dari itu dalam makalah ini akan dibahas mengenai pandangan kepemimpinan
dalanm islam.
b. Rumusan Masalah
1. Bagaimanakah definisi kepemimpinan dalam Islam?
2. Bagaiamanakah fungsi kepemimpinan dalam Islam?
3. Bagaimanakah ciri-ciri kepemimpinan dalam Isalm?
4. Bgaiamana syarat-syarat kepemimpinan dalam Islam?
5. Bagaimanakah Prinsip Kepemimpinan dalam Islam?
BAB II

PEMBAHASAN

1. Definisi Kepemimpinan

Kepemimpinan dalam konsep Al-Qur’an disebutkan dengan istilah Imamah,


pemimpin dengan istilah imam. Al-Qur’an mengaitkan kepemimpinan dengan hidayah dan
pemberian petunjuk pada kebenaran. Seorang pemimpin tidak boleh melakukan kezaliman,
dan tidak pernah melakukan kezaliman dalam segala tingkat kezaliman : kezaliman dalam
keilmuan dan perbuatan, kezaliman dalam mengabil keputusan dan aplikasinya.

Di dalam buku Wahjosumidjo (1987:11) mengatakan bahwa kepemimpinan adalah


kemampuan yang ada pada diri seorang leader yang berupa sifat-sifat tertentu, seperti:

Kepribadian (personality)

Kemampuan (ability)

Kesanggupan (capability)

Kepemimpinan merupakan rangkaian aktivitas pemimpin yang tidak dapat dipisahkan


dengan kedudukan, gaya dan perilaku pemimpin tersebut, serta interaksi antara pemimpin,
pengikut dan situasi.

Di dalam buku Jacobs dan Jacques (1990:281) kepemimpinan adalah suatu proses
memberi arti terhadap usaha kolektif, sehingga ada kesediaan untuk melakukan usaha yang
diinginkan untuk mencapai tujuan.

2. Fungsi Kepemimpinan Menurut Islam

Tujuan kepemimpinan adalah untuk membantu orang lain menjadi termotivasi,


mempertahankan serta meningkatkan motivasi di dalam diri mereka. Dengan kata lain,
pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa memotivasi pengikut/ bawahan untuk
mencapai tujuang yang diinginkan.

Fungsi Kepemimpinan
Setelah memahami tujuan kepemimpinan, kita juga harus mengerti apa fungsi
kepemimpinan di dalam sebuah organisasi. Pemimpin memiliki fungsi yang sangat
penting dalam sebuah organisasi, baik untuk keberadaan dan juga kemajuan organisasi
tersebut.

Pada dasarnya, fungsi kepemimpinan memiliki 2 aspek yaitu:

a. Fungsi Administratif

Yang dimaksud dengan fungsi Administratif adalah pengadaan formula


kebijakan administrasi di dalam suatu organisasi dan menyediakan segala
fasilitasnya.

b. Fungsi sebagai Top Manajemen

Fungsi sebagai Top Manajemen adalah fungsi pemimpin dalam proses


aktivitas pembuatan Planning, Organizing, Staffing, Directing, Commanding, dan
Controlling.

Fungsi Kepemimpinan Menurut Hadari Nawawi

Beberapa fungsi kepemimpinan menurut Hadari Nawawi adalah:

a. Fungsi Instruktif

Pemimpin berperan sebagai komunikator yang menentukan apa (isi


perintah), bagaimana (cara melakukan), bilamana (waktu pelaksanaan), dan di
mana (tempat mengerjakan) agar keputusan dapat diwujudkan secara efektif.
Dengan kata lain, fungsi orang yang dipimpin hanyalah untuk melaksanakan
perintah pemimpin.

b. Fungsi Konsultatif

Pemimpin menggunakan fungsi konsultatif sebagai cara berkomunikasi


dua arah dalam upaya menetapkan sebuah keputusan yang membutuhkan
pertimbangan dan konsultasi dari orang yang dipimpinnya.

c. Fungsi Partisipasi
Pemimpin bisa melibatkan anggotanya dalam proses pengambilan
keptusan maupun dalam melaksanakannya.

d. Fungsi Delegasi

Pemimpin dapat melimpahkan wewenangnya kepada orang lain, misalnya


membuat dan menetapkan keputusan. Fungsi delegasi adalah bentuk kepercayaan
seorang pemimpin kepada seseorang yang diberikan pelimpahan wewenang untuk
bertanggung jawab.

e. Fungsi Pengendalian

Pemimpin bisa melakukan bimbingan, pengarahan, koordinasi, dan


pengawasan, terhadapa kegiatan para anggotanya.

3. Ciri-ciri Kepemimpinan Menurut Islam


a. Keyakinan kendiri

Merujuk kepada sejauh manakah individu itu berasa selesa dengan


pertimbangan, keupayaan dan kemahirannya. Individu yang tidak berkeyakinan
tidak suka menanggung risiko dan berasa tidak selesa apabila terpaksa membuat
keputusan. Pemimpin yang berkeyakinan lebih berjaya berbanding dengan
pemimpin yang rendah keyakinan kendiri.

b. Bertanggungjawab

Individu yang bertanggungjawab cenderung melaksanakan kerjaya


dengan penuh hati-hati dan bersedia mematuhi peraturan yangditetapkan. Sifat ini
sering dikaitkan dengan kejayaan seseorang pemimpin.

c. Penyesuaian

Merujuk kepada ketahanan dan keupayaan emosi menghadapi tekanan,


konflik, dan kekecewaan. Pemimpin yang berupaya mengharungi rintangan-
rintangan ini adalah lebih berkesan mberbanding dengan pemimpin yang tidak
boleh menyesuaikan diri dalam keadaan tertekan

d. Suka bergaul/ramah
Sifat ini juga disebutkan sebagai penting dalam kejayaan kepemimpinan
kerana orang yang suka bergaul biasanya memperolehi banyak pengalaman dan
mudah mempengaruhi orang-orang dalam organisasinya.

e. Dapat diterima

Merujuk kepada sifat amanah, mudah bekerjasama, mesra, dan sopan.


Orang seperti ini mudah bekerjasama dengan orang lain. Manakala sifat orang
yang sukar diterima, biasanya tidak sabar, muram, syak wasangka, dan sukar
bekerjasama dengan orang lain.

f. Berorientasi Pencapaian

Individu yang berorientasi pencapaian berusaha melaksanakan


tugasdengan jayanya kerana individu ini akan hanya berasa puas jika ia beroleh
kejayaan. Individu seperti ini cenderung bekerja keras, bercita-cita tinggi dan suka
persaingan. Manakala orang yang rendah orientasi pencapaian adalah tidak
bercita-cita tinggi, suka dengan keadaan yang sedia ada, dan pasif serta usaha-
usahanya adalah sedikit, kecuali jika ia dijanjikan ganjaran ekstrinsik.

4. Syarat-syarat Kepemimpinan Menurut Islam

Syarat-syarat Kepemimpinan Islami :

Menurut Rivai dan Arifin (2009), seorang pemimpin yang islami harus memenuhi empat
persyaratan, yaitu:

a. Ash-Shidq, yakni kebenaran dan kesungguhan dalam bersikap, berucap serta berjuang
melaksanakan tugasnya.
b. Al-amanah, atau kepercayaan, yang menjadikan seorang pemimpin memelihara
sebaik-baiknya apa yang diserahkan kepadanya baik dari Allah maupun dari orang-
orang yang dipimpinnya, sehingga tercipta rasa aman bagi semua pihak.
c. Al-Fathanah, yaitu kecerdasan yang melahirkan kemampuan menghadapi dan
menangani persoalan baik yang muncul secara perlahan maupun seketika, berdedikasi
tinggi, dan memiliki cita-cita yang realistik untuk organisasi.
d. At-Tabligh, yaitu penyampaian yang jujur dan bertanggung jawab, atau dapat
diistilahkan dengan keterbukaan atau transparansi, dan berani mengambil keputusan.

Menurut Hafidhuddin (2008), terdapat empat syarat pemimpin yang islami, yaitu:

a. Memiliki akidah yang benar (aqidah salimah). Seorang pemimpin harus mempunyai
pegangan atau keyakinan yang kuat, keyakinan terhadap Allah sebagai Rabb-Nya
serta beriman dan bertakwa kepada-Nya.
b. Memiliki ilmu pengetahuan dan wawasan yang luas. Pemimpin yang kuat fisik dan
luas pengetahuan diperlukan untuk menjadikan umat yang juga kuat. Hal tersebut
menunjukkan bahwa pengetahuan yang luas bagi pemimpin adalah perlu.
c. Memiliki akhlak yang mulia (akhlaqul karimah). Pemimpin juga berfungsi sebagai
pendidik umat, maka pada prinsipnya pemimpin wajib memiliki segala sifat yang
berakhlak mulia dan sebaiknya perlu menjauhkan diri dari sifat-sifat yang tercela.
d. Seorang pemimpin harus memiliki kecakapan manajerial, memahami ilmu-ilmu
administrasi, mengatur semua kegiatan karyawannya serta mengatur urusan-urusan
duniawi yang lainnya.

5. Prinsip Kepemimpinan Menurut Islam


Menurut Rivai (2004) dan Zainuddin (2005), terdapat prinsip-prinsip dasar
kepemimpinan islami yang harus dijalankan, yaitu sebagai berikut:
a. Prinsip Tanggung Jawab. Di dalam Islam sudah digariskan bahwa setiap manusia
adalah pemimpin (minimal memimpin diri sendiri) dan akan dimintai per-tanggung
jawaban. Makna tanggung jawab adalah subtansi utama yang harus dipahami terlebih
dahulu oleh seorang calon pemimpin agar amanah yang diserahkan kepadanya tidak
di sia-siakan.
b. Prinsip Tauhid. Islam mengajak ke arah satu kesatuan akidah di atas dasar yang dapat
diterima oleh berbagai umat, yakni tauhid.
c. Prinsip Musyawarah. Al-Qur’an dengan jelas menyatakan bahwa seseorang yang
menyebut dirinya pemimpin wajib melakukan musyawarah dengan orang yang
berpengetahuan atau orang yang berpandangan baik.
d. Prinsip Adil. Keadilan menjadi suatu keniscayaan dalam organisasi maupun
masyarakat, dan pemimpin sudah sepatutnya mampu memperlakukan semua orang
secara adil, tidak berat sepihak dan tidak memihak.
BAB III

PENUTUP

a. Kesimpulan
b. Saran
DAFTAR PUSTAKA:

https://www.maxmanroe.com/vid/organisasi/pengertian-kepemimpinan.html

https://mylittletask.blogspot.com/2010/11/ciri-ciri-pemimpin-yang-baik-dalam.html

https://www.kajianpustaka.com/2019/04/syarat-dan-prinsip-kepemimpinan-islami.html?m=1,
diakses pada, 14 Oktober 2019