Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH

PERANAN DIFERENSIAL DALAM BIDANG PETERNAKAN

DISUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH MATEMATIKA

Disusun oleh :

Rafie Muhammad Azziz (200110180311)


Sufyan Farhan (200110180070)
Tasha Aini (200110180053)
Wida Nur Aeni (200110180060)
Wiranata Raksa Manggala (200110180055)
Zalfa Andini Heryadi (200110180062)

FAKULTAS PETERNAKAN

UNIVERSITAS PADJAJARAN

JATINANGOR

2018
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas berkat, rahmat,
dan hidayah-Nya, penulis dapat menyalesaikan makalah mengenai peranan diferensial
dalam bidang peternakan. Dalam makalah ini penulis akan menjelaskan tentang definisi
diferensial, sifat-sifat diferensial dan peranan diferensial dalam bidang peternakan.
Tugas makalah ini di tunjukkan untuk memenuhi tugas mata kuliah matematika dan
juga memberi informasi mengenai peranan diferensial dalam bidang peternakan. Oleh
karena itu, pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih sedalam-dalamnya atas
bimbingan, motivasi dan bantuannya yang sangat berharga kepada semua pihak yang ada
didalamnya.
Penulis menyadari bahwa makalah ini mempunyai banyak kesalahan baik dari sisi
dan cara penulisannya, hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan dan wawasan penulis,
maka dari itu penulis membutuhkan saran dan kritik yang membangun untuk
memaksimalkan makalah ini.
Akhirnya, penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kehidupan
kita.

Jatinangor, 15 Oktober 2018

Penulis

i
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ......................................................................................... i
Daftar Isi ................................................................................................. ii
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang .................................................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah ............................................................................. 1
1.3 Tujuan ............................................................................................... 2
BAB 2 PEMBAHASAN
2.1 Definisi Diferensial ........................................................................... 3
2.2 Sifat-sifat Diferensial ........................................................................ 3
2.3 Penerapan Diferensial dalam Bidang Peternakan ............................. 4
2.4 Contoh Soal Diferensial dalam Bidang Peternakan ........... 5
BAB 3 PENUTUP
Kesimpulan ............................................................................................. 7
Daftar Pustaka ......................................................................................... 8

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Peternakan adalah segala urusan yang berkaitan dengan sumber daya fisik, benih, bibit
dan bakalan, pakan, alat dan mesin peternakan, budidaya ternak, panen, pascapanen,
pengolahan, pemasaran, dan pengusahaannya. Ada salah satu tujuan yang harus dicapai
dalam kegiatan beternak itu. Salah satu tujuannya adalah mencari keuntungan dengan
penerapan prinsip-prinsip manajemen pada faktor-faktor produksi yang telah
dikombinasikan secara optimal. Tujuan mencari keuntungan tersebut tidak lepas
dari penerapan konsep matematika.
Turunan fungsi ( diferensial ) adalah fungsi lain dari suatu fungsi sebelumnya, misalnya
fungsi f menjadi f' yang mempunyai nilai tidak beraturan. Penerapan fungsi deferensial
dalam bidang peternakan untuk menentukan masa pertumbuhan ternak, untuk menentukan
nilai maksimum dan minimum suatu permasalahan, dan untuk membantu dalam Ekonomi
Peternakan.
Pengenalan matematika dalam ilmu peternakan adalah hal baru bagi mahasiswa yang
baru masuk di jurusan peternakan. Dengan adanya metode pembelajaran yang
dikembangkan diarahkan pada student center learning, mahasiswa di dorong untuk belajar
secara aktif, berinisiatif dan proaktif dalam proses belajar mengajar. Maka dari itu dalam
pembelajaran tentang diferensial dalam bidang peternakan, Bapak Dr. agr. Ir. Asep Anang,
M.Phil memberikan tugas untuk membuat makalah tentang “Peranan Diferensial dalam
Bidang Peternakan”

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang yang disebutkan diatas, maka permasalahan yang akan
dibahas, sebagai berikut :
1. Apa definisi diferensial?
2. Bagaimana sifat-sifat diferensial?
3. Bagaimana peranan diferensial dalam bidang peternakan?

1
1.3 Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah yang disebutkan diatas, maka tujuan yang akan dibahas,
sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui definisi diferensial
2. Untuk mengetahui sifat-sifat diferensial
3. Untuk mengetahui peranan diferensial dalam bidang peternakan

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Definisi Diferensial


Diferensial atau turunan fungsi f adalah fungsi lain f’ (dibaca: f aksen) yang nilainya
pada sembarang bilangan x adalah

𝒇(𝒙+𝒉)−𝒇(𝒙)
f’(x) = 𝐥𝐢𝐦
𝒉→𝟎 𝒉

contoh :
f(x) = 13x-6, cari f’(4)
pembahasan :
𝑓(𝑥+ℎ)−𝑓(𝑥)
f’(4) = lim
ℎ→0 ℎ
𝑓(4+ℎ)−𝑓(4)
=lim
ℎ→0 ℎ
𝑓[13(4+ℎ)−6]−[13(4)−6]
=lim
ℎ→0 ℎ
13ℎ
=lim
ℎ→0 ℎ

=lim 13
ℎ→0

=13

2.2 Sifat-sifat Diferensial


1. Jika f(x)=k dengan k suatu konstanta maka untuk sembarang x, maka f’(x)=0

2. Jika f(x)=xn, dengan n bilangan bulat positif, maka f’(x)=nxn-1

3. Jika f(x)=k.f(x), maka f’(x)=k.f’(x)

4. Jika f(x)=(f+g)(x), maka f’(x)=f’(x)+g’(x)

5. Jika f(x)=(f-g)(x), maka f’(x)=f’(x)-g’(x)

6. Jika f(x)=(f.g)(x), maka f’(x)=f’(f.g)(x)

𝒇 𝒈(𝒙)𝒇′ (𝒙)−𝒇(𝒙)𝒈′ (𝒙)


7. Jika f(x)=𝒈(x), maka f’(x)= 𝐠 𝟐 (𝒙)

3
2.3 Peranan Diferensial dalam Bidang Peternakan
1. Untuk menentukan masa pertumbuhan ternak
Salah satu aplikasi diferensial dalam ilmu peternakan, yaitu pada laju
pertumbuhan ternak.Laju pertumbuhan merupakan fungsi linier sigmoid yaitu
penambahan bobot badan (berat) berbentuk huruf S, pada awalnya bergerak lambat
kemudian cepat dan akhirnya melambat lagi, atau bisa konstan.
Pada masa menjelang dewasa (pubertas), ternak ada dalam masa akselerasi yaitu
ketika pertumbuhan dalam masa pertumbuhan yang cepat. Masa akselerasi baik
digunakan untuk masa penggemukan terutama pada ternak yang diambil dagingnya.
Sehingga dengan kurva pertumbuhan yang telah dibuat peternak dapat menentukan
masa dimana ternak dapat mengonsumsi pakan lebih banyak dan dapat diserap baik
oleh tubuh.Sehingga dapat menghasilkan efisiensi pakan dan penambahan bobot
badan yang signifikan.
2. Untuk menentukan nilai maksimum dan minimum suatu
permasalahan.
Dalam bidang peternakan pastinya para peternak ingin bisa mendapatkan hasil
maksimum dengan proses yang minimum.Contohnya dalam penentuan FCR (Feed
Convensi Ratio) yaitu ketika ditentukan berapa banyak ransum yang dibutuhkan
untuk pertumbuhan 1 kg berat badan.
Sesuai dengan teorema nilai ekstremum, suatu fungsi yang kontinu pada
interval tertutup haruslah memiliki nilai-nilai minimum dan maksimum. Jika fungsi
tersebut diturunkan, nilai minimal dan maksimal dapat terjadi pada titik kritis atau
titik akhir.
Maka kita dapat menentukan FER (Feed Eficiency Ratio) yaitu efisiensi
pemberian ransum yang lebih sedikit, namun kita bisa menjual dengan harga yang
sama sehingga didapatkan keuntungan yang lebih besar.
3. Untuk membantu dalam Ekonomi Peternakan
Untuk memproduksi dan memasarkan hasil ternak, sebelumnya peternak harus
dapat menentukan harga jual dan laba yang diinginkan sehingga dapat memperoleh
keuntungan.
Misalnya peternak mampu menghasilkan hasil ternak dengan ketentuan harga
beli bibit dan ketentuan pakan yang telah dihitung biayanya atau FCR nya.Maka
dalam perumusan harga jualnya bergantung pada harga bibit dan biaya pakan yang
telah dikeluarkan untuk menghasilkan ternak tersebut.

4
Maka dengan pembuatan turunan kita dapat menentukan nilai harga jual ternak
serta dapat membandingkan dengan nilai harga jual pada pasar sehingga dapat
dibuat perbandingan dalam biaya serta keuntungan yang diperoleh.

2.4 Contoh Soal Diferensial dalam Bidang Peternakan


a. Untuk memproduksi x pakan dalam satu hari diperlukan biaya produksi
(x2+4x+10) ratusan ribu rupiah. Harga jual per kg pakan itu adalah (20-x) ratusan
ribu rupiah. Keuntungan maksimum yang dapat diperoleh setiap hari ?

Biaya produksi x kilo pakan/hari = (x2+4x+10) ratusan ribu rupiah

Harga jual/kilo pakan = (20-x) ratusan ribu rupiah

Keuntungan max yang dapat diperoleh setiap hari?

Keuntungan :

k(x) = harga jual – baiaya produksi

k(x) = (20-x) . x – (x2+4x+10)

= - 2x2 + 16x – 10

k’(x) = 0 max

k’(x) = -4x + 16 = 0

-4x + 16 = 0

x = -4 kg

k(4) = - 2x2 + 16x – 10

= - 2(42) + 16(4) – 10

= 22 2.200.000

5
b. Kurva pertumbuhan sapi potong Hereford mengikuti model y = a(x+1)b Ketika
dimulai dari umur 7 bulan atau milai pada masa post weaning growth.

Bila a = berat awal sebesar 50 kg ;

b = koefisien pertumbuhan / ADG sebesar 2 kg/hari;

y = berat badan;

x = umur dalam hari.

Berapa bobot badan setelah 7 bulan ?

y=a(x+1)b

Kecepatan pertumbuhan:

y’ = dy/dx = ab(x+1)b‐1

dy/dx = ab (x+1)b‐1; a=50 ; b=2 ; maka

dy/dx = 50 (2) (7+1)2‐1

= 40 (2) (8)1

= 640 kg

c. Diketahui dan f’ adalah turunan pertama dari f.


Nilai dari f’(1) = ...

PEMBAHASAN:

= 24 – 6 + 6 – 1
= 23

6
BAB II
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Dalam dunia peternakan, diferensial sangat penting dan berguna. Diferensial di
gunakan untuk menghitung masa pertubuhan ternak, lebih tepatnya untuk menghitung
laju pertumbuhan ternak. Lalu, diferensial jg digunakan untuk menentukan nilai maksi
mum dan minimum suatu permasalahan, contohnya dalam penentuan FCR ( Feeding C
onversion Ratio ), dan dari data tersebut bisa ditentukan FER ( Feeding Eficiency Rati
o ) sehingga peternak bisa menekan pengeluaran untuk kebutuhan pakan. Yang terakh
ir, diferensial digunakan untuk membantu peternak dalam menentukan harga jual terna
k dari data” yang ada.

7
Daftar Pustaka

Rifaldi, Aldi. Turunan dan Diferensial. Diambil dari


https://www.academia.edu/8607348/TURUNAN_DAN_DIFERENSIAL
Aim. 2012. Turunan Fungsi dan Sifat-Sifatnya. Diambil dari
https://www.google.co.id/amp/s/aimprof08.wordpress.com/2012/05/02/turuna
n-dan-sifat-sifatnya/amp/