Anda di halaman 1dari 4

Hukum Ketenaga Kerjaan

Dalam hukum pekerjaan ini ada beberapa istilah contohnya seperti


buruh, karyawan, pegawai, pengusaha atau bias juga majikan. Kata buruh
itu sendiri masih sering digunakan sebagai panggilan kelompok tenaga
kerja. Istilah pekerja praktik sering digunakan untuk menunjukan status
hubungan kerja contohnya seperti pekerja kontrak, pekerja borongan,
pekerja honorer, pekerja harian, pekerja tetap dan juga lain sebagainya
Istilah yang sepadan itu seperti karyawan dimana karyawan itu sendiri ialah
orang yang melakukan pekerjaan, baik didalam hubungan kerja ataupun
swapekerja. Istilah pegawai itu sendiri ialah orang yang bekerja pada
pemerintah.
Istilah tenaga kerja itu sendiri sebenarnya sangat luas meliputi
pejabat negara, pegawai negeri sipil atau militer, pengusaha, buruh,
swapekerja,penggauran dan lain sebagainya. Tenaga kerja itu sendiri ialah
orang yang mampu melakukan pekerjaan untuk menghasilkan suatu
barang atau bias juga jasa guna memenuhi kebutuhan sendiri dan juuga
masyarakat. Iman soepomo memberikan pengertian buruh atau pegawai
ialaha sebagai berikut :
1. Imbalan kerjanya dibayar oleh majikan atau perusahaan.
2. Bekerja pada majikan atau juga perushaan.
3. Diadakannya hubungan kerja dengan majikan atau perusahaan baik
untuk waktu tertentu ataupun jangka waktu lainnya.
Didalam UU No. 2 Tahun 2004 berisi tentang pengusaha ialah orang
per orang, persekutuan atau badan hukum yang menjalankan perusahaan
milik sendiri, bukan miliknya atau mewakili perusahaan yang berkedudukan
di Indonesia.
Menerut Rahmat berpandapat dimana isi pendapat tersebut ialah
pengusaha adalah seorang atau kumpulan oranh yang mampu
mengidentifikasi kesempatan-kesempatan usaha dan merealisasikannya
dalam sasaran – sasaran yang harus dicapai.
Penegetian hokum menruut M.G. Levenbach dalam Manulang ialah
hokum perubahan adalah hokum yang berkenaan dengan hubungn kerja,
dimna pekerjaan itu dilakukakn dibawah pimpinan dan dengan keadaan
penghidupan yang langsung bersangkut paut dengan kerja.
Tujuan dari hokum ketenga kerjaan itu sendiri ialah sebagai berikut :
1. Untuk mencapai atau juga melaksanakan keadilan social dalam
bidang ketengakerjaan.
2. Untuk melindungi tenaga kerja terhadap kekuasaan yang tidak
terbatas dari pengusaha.
Dalam pelaksanaan hubugan kerja untuk masalah – masalah
tertentu diperlukan campur tangan pemerintah karena hokum ketenaga
kerjaan bersifat publik. Contoh dari campur tangan pemerintah ialah
sebagai berikut :
a) Dalam bentuk
 Perizinan yang menyangkut bidang ketenga kerjaan
 Penetapan upah minimum
 Masalah penyelesaian hubungan industrial atau juga pemutusan
hubungan kerja
b) Adanya penerapan sanksi terhadap pelanggaran

A. Unsur Hubungan Kerja


Dalam perjanjian kerja yang menjadi dasar hubungan kerja adalah
empat unsur penting ialah sebagai berikut :
1. Adanya pekerjaan
2. Adanya perintah orang lain
3. Adanya upah
Kewajiban pekerja atau buruh iu sendiri ialah melaksanakan tugas
atau pekerjaan sesuai perjanjian, melaksankan pekerjaannya sendiri,
menaati peraturan dalam melaksanakan pekerjaan, melaksanakn tugas
dan kewajibnnya, membayar ganti rugi atau denda.
Kewajiban pengusaha ialah membayar upah kepada pekerja,
mengatur pekerjaan, memberikan cuti atau libur, mengurus perawatan,
memberikan surat keterangan.
B. Pembagian perjanjian kerja
1. Perjanjian kerja waktu tertentu
Perjanjian kerja anatara pekerja buruh dengan pengusaha yang
hanya dibuat untuk pekerjaan tertentu yang menurut jenis dan sifat atay
kegiatan pekerjaanya akan selesai dalam waktu tertentu.
2. Perjanjian kerja waktu tiddak tertentu
Suatu perjanjian kerja antara pekerja buruh atau buruh dan pengusaha,
dimana jangka waktunya tidak ditentukan baik dalam perjanjian, undang-
undang maupun kebiasaan.
C. Syarat-syarat pembutan perjanjian kerja waktu tertentu
1. Kesepekatan kedua belah pihak
2. Kemampuan atau kecakapan melakukan perbutan hokum
3. Adanya pekerjaan yang diperjanjikan
4. Pekerjaan yang diperjanjikan tidak bertentangan dengan ketertiban
umum, kesusilaan, dan peraturan perundang-undangan yang
berlaku.
D. Kategori pekerjaan untuk PKWT
1. Pekerjaan yang sekali selesai atau sementara sifatnya yang
penyelesaiannya paling lama 3 tahun
2. Pekerjaan yang bersifat musiman
3. Pekerjanyang berhubungan dengan produk baru, kegiatan baru atau
produk tambahan
E. Hubungan Industrial
Hubungan industrial ini ialah hubungan perubahan hanya
membahas masalah – masalah hubungan kerja anatara pekerja atau buruh
dan pengusaha.
Landasan hubungan insdustrial ini ialah landasan idiil ialah Pancasila,
landasan konstitusional ialah undang-undang dasar 1945, landasan
operasional ialah GBHN yang ditetapkan oleh MPR, serta kebijakan-
kebijakan lain ddari pemerintah. Tujuan dari hubungan industrial ini ialah
untuk mewujudkan masyarakat adil dan juga makmmur yang berdasarkan
Pancasila serta ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan
kemerdekaan, perdamaina abadi dan keadilan social.