Anda di halaman 1dari 5

Resa Masela K.

13/349658/EK/19545

SUMMARY TEORI AKUNTANSI


CHAPTER 7 – THE FASB’s CONCEPTUAL FRAMEWORK
FASB dan SFAC No. 1, 2, 6

Dokumen-dokumen sebelum adanya kerangka dasar FASB, seperti ASOBAT, ARS,


dan SATTA, memegang peran penting dalam pengembangan standar akuntansi.

A. KERANGKA DASAR FASB


Kerangka dasar ditujukan untuk mewujudkan sebuah sistem yang koheren dari tujuan-
tujuan yang saling berkaitan dan mendasar, yang dapat mengarahkan pada standar yang
konsisten, serta menentukan sifat, fungsi, dan membatasi akuntansi keuangan dan laporan
keuangan. Kerangka dasar dimaksudkan untuk menyediakan struktur metateori untuk
akuntansi keuangan. Saat ini, kerangka dasar ini mencakup 8 statement konsep akuntansi
keuangan, yang diawali oleh discussion memorandum.

Discussion Memorandum
Discussion memorandum merupakan sebuah penelitian yang sangat besar, bahkan
mungkin yang paling ekstensif dari berbagai dokumen lain yang dipublikasikan oleh FASB.
discussion memorandum ini dipublikasikan bersama dokumen lain yang berisikan kesimpulan
dari tujuan-tujuan yang ada pada Trueblood Report.
2 isu utama yang diangkat dalam discussion memorandum:
(1) pandangan baru tentang akuntansi keuangan dan orientasinya pada laporan keuangan
(2) garis besar dari berbagai pendekatan untuk capital maintenance.
Discussion Memorandum mencoba untuk menunjukkan berbagai alternatif dan peluang
untuk mengadopsi standar akuntansi yang baru. Selain itu, dokumen ini menyajikan definisi
dari asset, liability, revenue, expenses, dan losses, termasuk diskusi mengenai karakteristik
kualitatif laporan keuangan. Isu yang paling penting dalam dokumen tersebut adalah capital
maintenance, yang intinya adalah tentang bagaimana earning perusahaan diukur dalam bentuk
mempertahankan keutuhan modal yang ada di awal periode.

B. STATEMENT OF FINANCIAL ACCOUNTING CONCEPT (SFAC)


Jika discussion memorandum merupakan bagian awal dari kerangka dasar FASB, maka
SFAC merupakan bagian akhir dari kerangka ini.

SFAC NO. 1
SFAC No. 1 berfokus pada tujuan dari pelaporan keuangan bisnis. Tujuan
keseluruhannya adalah menyediakan informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan
bisnis. Statement ini merupakan turunan langsung dari Trueblood Report, dengan versi yang
lebih matang (kekurangan disempurnakan, pengulangan dihilangkan). Selain itu, SFAC No. 1
juga mengulang konsep pada dokumen-dokumen sebelumnya yang berorientasi pada user.
Resa Masela K. 13/349658/EK/19545

Walaupun terdapat banyak jenis pengguna eksternal, namun karakteristik utama dari
pengguna eksternal ini sama, yaitu berkepentingan pada prediksi jumlah, waktu, dan
ketidakpastian future cash flow. Oleh karena itu, SFAC No. 1 menekankan bahwa laporan
keuangan harus dibuat secara umum dan tidak dikhususkan untuk kelompok pengguna tertentu
 menjunjung generality.
Selain itu, SFAC No. 1 juga mengasumsikan bahwa para pengguna memiliki
pengetahuan tentang informasi keuangan dan pelaporan. Hal ini merupakan sebuah turunan
semu dari statement Trueblood Report yang mengasumsikan “limited ability” of users.
Statement ini juga menyatakan pentingnya stewardship. Stewardship dalam konteks ini
bukan hanya bentuk “penjagaan” aset dan sumber daya perusahaan saja (custodianship),
namun juga bagaimana manajemen mempertanggunjawabkan aset dan sumber daya tersebut
(accountability).
Berikut merupakan value judgement yang penting yang ada dalam SFAC No. 1:
- Manfaat dari penggunaan informasi harus lebih besar dari pada cost-nya.
- Laporan akuntansi merupakan satu-satunya sumber informasi tentang perusahaan.
- Accrual accounting sangatlah berguna dalam menilai dan memprediksi earning power
dan cash flow perusahaan.
- Informasi yang disajikan harus berguna dalam pengambilan keputusan oleh pengguna.

SFAC NO. 2 (kemudian digantikan oleh SFAC No. 8)


SFAC No. 2 berisikan tentang karakteristik kualitatif dari informasi akuntansi. Term
karakteristik kulitatif digunakan pada APB Statement 4. Namun, sebenarnya, karakteristik
kualitatif yang ada pada SFAC No. 2 ini adalah turunan langsung dari ASOBAT.
SFAC No. 1 menyatakan bahwa laporan keuangan harus ditujukan pada kebutuha
informasi secara umum, dan mengasumsikan bahwa pengguna memiliki pengetahuan yang
cukup untuk memahami informasi tersebut. Namun, tingkat pemahaman pengguna tentang
suatu informasi berbeda-beda. Ini merupakan salah satu batasan dari pelaporan keuangan:
benefit harus lebih besar dari pada cost.
Untuk mengetahui apakah suatu informasi memiliki manfaat yang lebih besar dari pada
biayanya tidaklah mudah. Hal ini dikarenakan: nyaris tidak mungkin bagi kita untuk dapat
mengkuantifikasi manfaat yang dihasilkan dari penggunaan informasi akuntansi dalam
pengambilan keputusan secara solid. Cost informasi dibagi menjadi 2: (1) direct cost  biaya
yang dikeluarkan untuk mengumpulkan, menyiapkan, dan menyebarluaskan informasi ; (2)
indirect cost  a). karena informasi perusahaan dipublikasikan, kompetitor dapat dengan
mudah mengakses informasi yang diperlukan untuk memenangkan persaingan; b). tidak semua
pengguna dapat benar-benar memahami pengungkapan yang diberikan perusahaan sehingga
berpotensi menciptakan information overload.
Resa Masela K. 13/349658/EK/19545

Relevance dan reliability merupakan karakteristik kualitatif yang paling utama dalam
SAFC No. 2. Untuk menjadi relevan, informasi harus bersifat timely dan memiliki predictive
value, feedback value, atau keduanya. Untuk menjadi reliable, informasi harus memiliki
representational faithulness dan dapat diverifikasi, serta netral. Comparability yang mencakup
consistency merupakan kualitas sekunder yang menyatu dengan relevansi dan reliabilitas untuk
berkontribusi pada kebergunaan informasi.

1. Relevance
Relevansi merupakan kualitas yang diambil dari ASOBAT, dan didefinisikan pada
SAFC No. 2 sebagai: infrormasi dikatakan relevan jika mampu membuat perbedaan
dalam pengambilan sebuah keputusan dengan membantu pengguna untuk
memprediksi outcome dari masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang.

Aspek utama relevansi adalah predictive value dan feedback value, dan aspek
pendukung yaitu timeliness.

Predictive value : kebergunaan informasi untuk memprediksi kondisi ekonomi di


masa yang akan datang.
Feedback value : kemampuan informasi untuk mengkonfirmasi atau
membenarkan ekspektasi awal dari pembuat keputusan.
Timeliness : informasi harus tersedia ketika dibutuhkan sebelum informasi
tersebut kehilangan kemampuannya untuk mempengaruhi
keputusan.

2. Reliability
Reliabilitas terdiri atas 3 bagian:
Verifiability : dasar pengukuran laporan keuangan dapat diverifikasi oleh
akuntan lain dengan menggunakan metode pengukuran yang
sama.
Representional faithfulness: informasi disajikan secara jujur dan ada kesesuaian
antara pengukuran dengan peristiwa akuntansi yang diukur.
Neutrality : informasi yang disajikan harus bersifat netral dan tidak
memihak pada kepentingan kelompok tertentu.

3. Comparability dan Consistency


Suatu informasi akan sangat berguna jika: (1) dapat dibandingkan dengan informasi
yang sama dari perusahaan yang berbeda; (2) dapat dibandingkan dengan informasi
yang sama dari suatu perusahaan pada periode yang berbeda. Untuk itu, diperlukan
konsistensi dalam pelaporan agar informasi dapat diperbandingkan.

4. Conservatism
Conservatism merupakan suatu prinsip pelaporan yang berkaitan dengan kebutuhan
akan pelaporan yang menjunjung kehati-hatian. Pengguna laporan keuangan harus
diberi informasi mengenai segala ketidakpastian dan risiko perusahaan.
Resa Masela K. 13/349658/EK/19545

5. Materiality
Materialitas merupakan suatu batasan yang menyebabkan apakah suatu informasi
dapat mempengaruhi sebuah keputusan atau tidak. Pada umumnya, materialitas
merupakan karakteristik kuantitatif. Namun, materialitas sangat berkaitan dengan
relevansi (kualitatif). Materialitas dan relevansi sama-sama didefinisikan sebagai
apa yang mempengaruhi atau membuat perbedaan pada pengambilan keputusan
oleh pengguna.

SFAC NO. 6
SFAC No. 6 merupakan pengganti dari SFAC No. 3. Perbedaannya adalah pada SFAC
No. 6 terdapat perluasan konteks pada organisasi non-bisnis. Selain itu, karakteristik kualitatif
informasi akuntansi yang ada pada SFAC No. 2 juga diperluas kepada organisasi non-bisnis.
Berikut ini merupakan definisi dari 10 elemen laporan keuangan menurut SFAC No. 6:
1. Aset adalah manfaat ekonomi di masa yang akan datang yang dikuasai oleh suatu
entitas sebagai akibat dari transaksi masa lalu.

2. Liabilitas adalah pengorbanan di masa yang akan datang akibat manfaat ekonomi yang
muncul dari kewajiban saat ini, berupa transfer aset atau penyediaan jasa dari suatu
entitas kepada entitas lainnya di masa yang akan datang sebagai hasil dari transaksi di
masa lalu.

3. Ekuitas atau net asset adalah aset dari entitas yang telah dikurangi dengan liabilitas,
Pada bisnis, ekuitas merupakan suatu kepemilikan, sementara di organisasi non profit,
ekuitas (net asset) dibagi menjadi 3 kelas berdasarkan ada atau tidaknya batasan-
batasan donasi.

4. Investasi oleh pemilik meningkatkan ekuitas suatu perusahaan, yang muncul dari
transfer suatu barang yang bernilai dari entitas lain untuk meningkatkan kepemilikan.

5. Distribusi kepada pemilik mengurangi ekuitas suatu perusahaan sebagai hasil dari
transfer aset atau penyediaan jasa oleh perusahaan kepada pemilik. Distribusi kepada
pemilik mengurangi kepemilikan (ekuitas) pada sebuah perusahaan.

6. Comprehensive income merupakan perubahan ekuitas pada perusahaan selama satu


periode, dari transaksi sumber daya yang tidak berasal dari owner.

7. Revenue adalah arus masuk aset pada sebuah entitas, dari penyediaan barang/jasa atau
aktivitas lain yang merupakan kegiatan operasional utama perusahaan.

8. Expenses merupakan arus keluar aset pada sebuah entitas, dari penyediaan barang/jasa
atau aktivitas lain yang merupakan kegiatan operasional utama perusahaan.

9. Gains adalah peningkatan ekuitas dari transaksi sampingan sebuah entitas dan dari
seluruh transaksi lain kecuali yang dihasilkan dari revenue dan investasi pemilik.
Resa Masela K. 13/349658/EK/19545

10. Losses adalah pengurangan ekuitas dari transaksi sampingan sebuah entitas dan dari
seluruh transaksi lain kecuali yang dihasilkan dari revenue dan investasi pemilik.

Definisi tersebut merupakan improvement dari APB Statement 4 yang mengandung


redundant definitions. Kritik atas definisi tersebut:
- Dopuch dan Sander  berbagai kriteria untuk setiap kategori dibutuhkan, namun tidak
cukup untuk menentukan kategori definisi yang mana yang cocok untuk sebuah jenis
peristiwa akuntansi.

- Brown, Collins dan Thornton  merupakan suatu hal yang tidak mungkin untuk dapat
menspesifikasikan seluruh karakteristik seperti aset dan liabilitas secara lengkap.
Ketidaklengkapan ini harus dilengkapi oleh kemampuan akuntan dan auditor dalam
melakukan professional judgement.

- Samuelson  mengkritik definisi aset yang menekankan pada manfaat ekonomi di


masa depan sebagai hasil dari revenue dan cost di masa depan. Samuelson percaya
bahwa aset merupakan salah satu wujud dari matching concept (matching cost dengan
revenue) yang merupakan gagasan historical cost. Seharusnya, definisi aset
dikonsentrasikan pada property rights.

- Kritik mengenai seberapa luas term “past transactions” dapat diinterpretasikan di


bawah definisi aset dan liabilitas.