Anda di halaman 1dari 23

A.

DEFINISI

Carsinoma mammae adalah neoplasma ganas dengan pertumbuhan


jaringan mammae abnormal yang tidak memandang jaringan sekitarnya, tumbuh
infiltrasi dan destruktif dapat bermetastase (Soeharto Resko Prodjo, 1995).
Carsinoma mammae merupakan gangguan dalam pertumbuhan sel normal
mammae dimana sel abnormal timbul dari sel – sel normal, berkembang biak dan
menginfiltrasi jaringan limfe dan pembuluh darah (Lynda Juall Carpenito, 1995).
Kanker payudara adalah jenis kanker yang berasal dari kelenjar saluran dan
jaringan penunjang payudara. Kanker bias mulai tumbuh di dalam kelenjar susu,
saluran susu, jaringan lemak, maupun jaringan ikat pada payudara (Medicastore,
2011). Tingkat insidensi kanker payudara di kalangan wanita adalah 1
berbanding 8. Di Indonesia, kanker payudara menduduki peringkat kedua dari
semua jenis kanker. Sedangkan sekitar 60-80 % ditemukan pada stadium lanjut
dan berakibat fatal. Biasanya kanker ini ditemukan pada umur 40-49 tahun dan
letak terbanyak di kuadran lateral atas.

B. ETIOLOGI

Menurut Price & Wilson, ada beberapa teori yang menjelaskan tentang
penyebab terjadinya ca mamae, yaitu :

Mekanisme hormonal : estradiol & progesterone apabila mengalami


perubahan dalam lingkungan seluler dapat mempengaruhi factor
pertumbuhan bagi ca mamae (Smeltzer & Bare, 2002)

Virus : invasi virus yang diduga ada pada air susu ibu menyebabkan adanya
massa abnormal pada sel yang sedang mengalami proliferasi.

Genetic : ca mamae yang bersifat herediter dapat terjadi karena adanya


linkage genetic autosomal dominan (Reeder & Martin, 1997).

1
Defisiensi imun : terutama limfosit T menyebabkan penurunan produksi
interferon yang berfungsi untuk menghambat terjadinya sel dan jaringan
kanker dan meningkatkan aktivitas antitumor.

1. Ca Payudara yang TERDAHULU terjadi malignitas sinkron di payudara


lain karena mammae adalah organ berpasangan
2. Kelainan payudara (benigna), kelainan fibrokistik (benigna) terutama pada
periode fertil, telah ditunjukkan bahwa wanita yang menderita / pernah
menderita yang proliferatif sedikit meningkat.
3. Makanan, berat badan dan faktor resiko lain status sosial yang tinggi
menunjukkan resiko yang meningkat, sedangkan berat badan yang
berlebihan ada hubungan dengan kenaikan terjadi tumor yang
berhubungan dengan oestrogen pada wanita post menopouse.
4. Faktor endokrin dan reproduksi graviditas matur kurang dari 20 tahun dan
graviditas lebih dari 30 tahun Menarche kurang dari 12 tahun
5. Obat anti konseptiva oral, penggunaan pil anti kontrasepsi jangka panjang
lebih dari 12 tahun mempunyai resiko lebih besar untuk terkena kanker.
Kelompok wanita yang kemungkinan terkena kanker payudara adalah :
 Wanita dengan kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, asupan
lemak berlebihan dan kurang olahraga.
 Riwayat keluarga yang menderita kanker payudara – Insidensi kanker
payudara oleh karena genetik menunjukkan 5-10 %.
 Pernah menderita kanker pada salah satu payudara
 Menderita tumor jinak payudara
 Infertil dan kehamilan pertama pada usia 35 tahun
 Tidak memiliki anak
 Faktor hormonal
 Awal menstruasi (menarche) sebelum usia 12 tahun dan berhenti
menstruasi (menopause) setelah usia 50 tahun.
 Periode menstruasi lebih lama
 Tidak pernah menyusui anaknya
 Usia yang makin bertambah – Kanker payudara 78 % menunjukkan
terjadi pada usia lebih 50 tahun dan 6 % terjadi pada usia kurang dari
40 tahun. Sedangkan rata-rata kanker payudara ditemukan pada usia
64 tahun.

2
C. MANIFESTASI KLINIK
1. Tanda carcinoma kanker payudara kini mempunyai ciri fisik yang khas,
mirip pada tumor jinak, massa lunak, bentuk bulat dan elips
2. Gejala carcinoma kadang tak nyeri, kadang nyeri, adanya keluaran dari
puting susu, puting eritema, mengeras, asimetik, inversi, gejala lain nyeri
tulang, berat badan turun dapat sebagai petunjuk adanya metastase.
Benjolan di payudara atau ketiak, perubahan bentuk dan ukuran
payudara yang luar biasa, kerutan atau lekuk yang pada payudara, puting
payudara tertarik ke dalam., perdarahan atau keluar cairan abnormal dari
puting payudara.
3. Perubahan kulit : penebalan, cekungan, kulit pucat disekitar puting susu,
adanya ulkus payudara
4. Perubahan pada puting susu: gatal, ada rasa seperti terbakar, erosi dan
terjadi retraksi
5. Metastase ke kelenjar getah bening sekitar dan organ tubuh lain.

D. PATOFISIOLOGI
Carsinoma mammae berasal dari jaringan epitel dan paling sering terjadi
pada sistem duktal, mula – mula terjadi hiperplasia sel – sel dengan
perkembangan sel – sel atipik. Sel - sel ini akan berlanjut menjadi carsinoma
insitu dan menginvasi stroma. Carsinoma membutuhkan waktu 7 tahun untuk
bertumbuh dari sel tunggal sampai menjadi massa yang cukup besar untuk dapat
diraba ( kira – kira berdiameter 1 cm). Pada ukuran itu kira – kira seperempat dari
carsinoma mammae telah bermetastasis. Carsinoma mammae bermetastasis
dengan penyebaran langsung ke jaringan sekitarnya dan juga melalui saluran
limfe dan aliran darah ( Price, Sylvia, Wilson Lorrairee M, 1995 ).
Sel-sel kanker dibentuk dari sel-sel normal dalam suatu proses rumit yang
disebut transformasi, yang terdiri dari tahap inisiasi dan promosi :
a. Fase inisiasi
Pada tahap inisiasi terjadi suatu perubahan dalam bahan genetic sel yang
memancing sel menjadi ganas. Perubahan dalam baan genetic sel ini
disebabkan oleh suatu agn yang diebut karsinogn, yang bias berupa bahan
kimia, virus, radiasi, atau sinar matahari. Tetapi tidak semua sel memiliki
kepekaan yang sama terhadap suatu kasinogen, kelainan genetic dalam sel
atau bahan lainnya yang disebut promoter, menyebabkan sel lebih rentan

3
terhadap suatu karsinogen. Bahkan gangguan fisik menahun pun bias
membuat sel menjadi lebih peka untuk mengalami suatu keganasan.
b. Fase promosi
Pada tahap promosi, satu sel yang telah mengalami inisiasi akan berubah
menjadi ganas. Sel yang belum melewati tahap inisiasi tidak akan
terpengaruh oleh promos. Karena itu diperlukan beberapa factor untuk
terjadinya keganasan (gabungan dari sel yang peka dan suatu karsinogen)

E. KLASIFIKASI
Klasifikasi Patologik
1. Paget’s disease
Paget’s disease merupakan bentuk kanker yang dalam taraf permulaan
manifestasinya sebagai eksema menahun putting susu, yang biasanya merah
dan menebal. Suatu tumor sub areoler bisa teraba. Sedang pada umumnya
kanker payudara yang berinfiltrasi ke kulit mempunyai prognosis yang buruk
namun pada paget’s disease prognosisnya lebih baik. Paget’s disease
merupakan suatu kanker intraduktal yang tumbuh dibagian terminal dari duktus
laktiferus. Secara patologik cirri-cirinya adalah: sel-sel paget(seperti pasir),
hipertrofi sel epidermoid, infiltrasi sel-sel bundar di bawah epidermis.

4
2. Kanker duktus laktiferus
3. Comedo carcinoma terdiri dari sel-sel kanker non papillary dan intraductal,
sering dengan nekrosis sentral sehingga pada permukaan potongan terlihat
seperti terisi kelenjar, jarang sekali comedo carcinoma hanya pada saluran
saja biasanya akan mengadakan infiltrasi kesekitarnya menjadi infiltrating
comedo carcinoma.
4. Adeno carcinoma dengan infiltrasi dan fibrosis, ini adalah kanker yang lazim
ditemukan 75 % kanker payudara adalah tipe ini. Karena banyak terdiri dari
fibrosis umumnya agak besar dan keras. Kanker ini disebut juga dengan tipe
scirrbus yaitu tumor yang mengadakan infiltrasi ke kulit dan kedasar.
5. Medullary carcinoma
Tumor ini biasanya sangat dalam di dalam kelenjar mammae, biasanya tidak
seberapa keras, dan kadang-kadang disertai kista dan mempunyai kapsul. Tumor
ini kurang infiltratif disbanding dengan tipe scirrbus dan mestatasis ke ketiak
sangat lama. Prognosis tumor ini lebih baik dari tipe-tipe tumor yang lain.
6. Kanker dari Lobulus
Kanker lobulus sering timbul sebagai carcinoma in situ dengan lobulus yang
membesar. Secara mikroskopik, kelihatan lobulus atau kumpulan lobulus yang
berisi kelompok sel-sel asinus dengan bebrapa mitosis. Kalau mengadakan
infiltrasi hamper tidak dapat dibedakan dengan tipe scirrbus.
7. Klasifikasi klinik
i. Stadium I : kanker payudara besarnya kurang dari 2 cm tanpa
keterlibatan limfonodus dan tanpa penyebaran jauh. Tumor terbatas
pada payudara dan tidak terfiksasi pada kulit dan otot pektoralis.

5
ii. Stadium IIa : kanker payudara yang berdiameter kurang dari 2 cm dengan
keterlibatan limfonodus dan tanpa penyebaran jauh ata tumor yang
berdiameter kurang dari 5 cm tanpa keterlibatan limfonodus dan tanpa
penyebaran jauh

iii. Stadium IIb : Tumor yang berdiameter kurang dari 5 cm dengan


keterlibatan limfonodus dan tanpa penyebaran jauh atau tumor yang
berdiameter lebih 5 cm tanpa keterlibatan limfonodus dan tanpa
penyebaran jauh

iv. Stadium IIIa : kanker payudara yang berdiameter lebih dari 5 cm dengan
keterlibatan limfonodus tanpa penyebaran jauh

6
v. Stadium IIIb : tumor yang berdiameter lebih dari 5 cm dengan
keterlibatan limfonodus dan terdapat penyebaran jauh berupa
metastasis ke supraklavikula dengan keterlibatan limfonodus
supraklavikula, atau metastasis ke infraklavikula atau mnginfiltrasi/
menyebar ke kulit atau dinding thoraks atau tumor dengan edema pada
tangan. Tumor telah menyebar ke dinding dada atau menyebabkan
pembengkakan bias juga luka bernanah di payudara. Di diagnosis
sebagai inflammatory breast cancer. Bisa sudah atau bias juga belum
menyebar ke pembuluh getah bening di ketiak dan lengan atas, tapi
tidak menybar ke bagian lain organ tubuh.

vi. Stadium IIIc : ukuran tumor bias berapa saja dan terdapat metastasis
kelenjar limfe infraklavikular ipsilateral, atau bukti klinis menunjukkan
terdapat metastasis kelenjar limfe aksilar atau metastasis kelenjar limfe
supraklavikular ipsilateral

7
vii.

Stadium IV : kanker payudara dengan metatasis jauh misal ke tengkorak,


tulang punggung, paru-paru, liver dan tulang rusuk..

Klasifikasi TNM kanker payudara


T artinya tumor, N artinya nodule atau kelenjar yang membesar regional, M
artinya metastase.
Tx : Tumor primer tidak dapat ditentukan
To : Tidak terbukti adanya tumor primer
Tis - kanker in situ
- kanker intaduktal atau labular in situ
- penyakit paget’s pada papilla tanpa teraba tumor
T1 : Tumor < 2 cm
T1a : Tumor < 0.5 cm
T1b : Tumor 0.5-1 cm
T1c : Tumor 1-2 cm
T2 : Tumor 2-5 cm
T3 : Tumor > 5 cm

8
T4 : berapapun ukuran tumor, dengan infiltrasi langsung ke dinding dada atau
kulit. Dinding dada termasuk costa, intercostal muskulus dan tidak termasuk otot
pektoralis.
T4a : Melekat pada dinding dada
T4b :dengan oedema, infiltrasi atau ulserasi kulit (kulit yang berbiji-biji)
T4c : T4a dan T4b
T4d : carcinoma inflamatoir (mastistis carcinoma tosis)
Nx : pembesaran kelenjar regional tidak dapat ditentukan
No : tidak teraba kelenjar aksila
N1 : teraba pembesaran kelenjar aksila homolateral yang tidak melekat
Mx : Metastasis jauh dan tidak dapat ditentukan
Mo : Tidak ada metastasis jauh
M1 : ada metastasis jauh termasuk ke kelenjar supraklavikula

F. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
Pemeriksaan laboratorium meliputi : morfologi sel darah, LED, test al marker
(CEA) dalam serum/ plasma, pemeriksaan sitologis. Tes diagnostic lain :
Non invasive : mamografi, Rontgen thorax, USG, MRI
Invasive : biopsy, aspirasi biopsy (FNAB), incise biopsy, eksisi biopsy
Pendektesian kanker payudara sedini mungkin merupakan faktor penting
dalam menanggulangi kanker payudara. Oleh karena kanker payudara
merupakan jenis kanker yang mudah dideteksi. Untuk menemukan kanker pada
stadium awal dilakukan dengan pemeriksaan medis antara lain :
1. Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI).
2. Pemeriksaan payudara secara klinis (SARARI).
3. Pemeriksaan mammografi – adalah foto payudara dengan alat khusus.
4. Biopsi aspirasi.
5. True-cut (pengambilan jaringan dengan jarum ukuran besar).
6. Biopsi terbuka – adalah prosedur pengambilan jaringan dengan operasi
kecil, eksisi maupun insisi yang dilakukan sebagai diagnosis pre operatif
ataupun durante operationam.
7. Terapi – Untuk meningkatkan angka harapan hidup, pembedahan biasanya
diikuti dengan terapi. Misalnya terapi radiasi, terapi hormon, kemoterapi, dan
terapi imunologik.

9
10
G. PENATALAKSANAAN

Stadium TIS : Operasi mastektomi radikal secara halsted tanpa radiasi


Stadium 1 :Modified mastektomi radikal yaitu mastektomi tanpa
pengangkatan muskulus pektoralis mayor dan minor, ditambah
dengan pengangkatan kelenjar ketiak dan radioterapi.
Stadium 2 : Seperti stadium 1 ditambah dengan sitostatiska.
Stadium 3 : Radioterapi atau eksisi tumor yang apert dan pemberian terapi
hormon, terdiri atas antrogen sebelum menopause dan
kombinasi androgen dan esterogen sesudah menopause,
sebelum menopause dikerjakan pula ooforektomi bilateral.
Stadium 4 : Sebelum menopause dilakukan ooforektomi, jika tidak berhasil
dilakukan hipofisektomi

H. KOMPLIKASI

11
Metastase ke jaringan sekitar melalui saluran limfe ke paru-paru, pleura, tulang,
dan hati. Selain itu komplikasi ca mammae yaitu :
a. Metastas ke jaringan sekitar melalui saluran limfe dan pembuluh darah
kapiler (penyebaran limfogen dan hematogen), penyebaran hmatogen
dan limfogen dapat mengenai hati, paru, tulang, sumsum tulang, otak,
dan syaraf.
b. Gangguan neurovaskuler
c. Factor patologi
d. Fibrosis paydara
e. Kematian

I. ASUHAN KEPERAWATAN

Pengkajian
1. Riwayat Kesehatan Sekarang
Biasanya klien masuk ke rumah sakit karena merasakan adanya benjolan
yang menekan payudara, adanya ulkus, kulit berwarna merah dan mengeras,
bengkak dan nyeri.

2. Riwayat Kesehatan Dahulu


Adanya riwayat ca mammae sebelumnya atau ada kelainan pada mammae,
kebiasaan makan tinggi lemak, pernah mengalami sakit pada bagian dada
sehingga pernah mendapatkan penyinaran pada bagian dada, ataupun
mengidap penyakit kanker lainnya, seperti kanker ovarium atau kanker serviks.

3. Riwayat Kesehatan Keluarga


Adanya keluarga yang mengalami ca mammae berpengaruh pada
kemungkinan klien mengalami ca mammae atau pun keluarga klien pernah
mengidap penyakit kanker lainnya, seperti kanker ovarium atau kanker serviks.

4. Pemeriksaan Fisik
a. Kepala : normal, kepala tegak lurus, tulang kepala umumnya bulat
dengan tonjolan frontal di bagian anterior dan oksipital dibagian posterior.
b. Rambut : biasanya tersebar merata, tidak terlalu kering, tidak terlalu
berminyak.
c. Mata : biasanya tidak ada gangguan bentuk dan fungsi mata. Mata
anemis, tidak ikterik, tidak ada nyeri tekan.

12
d. Telinga : normalnya bentuk dan posisi simetris. Tidak ada tanda-tanda
infeksi dan tidak ada gangguan fungsi pendengaran.
e. Hidung : bentuk dan fungsi normal, tidak ada infeksi dan nyeri tekan.
f. Mulut : mukosa bibir kering, tidak ada gangguan perasa.
g. Leher : biasanya terjadi pembesaran KGB.
h. Dada : adanya kelainan kulit berupa peau d’orange, dumpling, ulserasi
atau tanda-tanda radang.
i. Hepar : biasanya tidak ada pembesaran hepar.
j. Ekstremitas: biasanya tidak ada gangguan pada ektremitas.

5. Pengkajian 11 Pola Fungsional Gordon


a. Persepsi dan Manajemen
Biasanya klien tidak langsung memeriksakan benjolan yang terasa pada
payudaranya kerumah sakit karena menganggap itu hanya benjolan biasa.
b. Nutrisi – Metabolik
Kebiasaan diet buruk, biasanya klien akan mengalami anoreksia, muntah
dan terjadi penurunan berat badan, klien juga ada riwayat mengkonsumsi
makanan mengandung MSG.
c. Eliminasi
Biasanya terjadi perubahan pola eliminasi, klien akan mengalami melena,
nyeri saat defekasi, distensi abdomen dan konstipasi.
d. Aktivitas dan Latihan
Anoreksia dan muntah dapat membuat pola aktivitas dan lathan klien
terganggu karena terjadi kelemahan dan nyeri.
e. Kognitif dan Persepsi
Biasanya klien akan mengalami pusing pasca bedah sehingga kemungkinan
ada komplikasi pada kognitif, sensorik maupun motorik.
f. Istirahat dan Tidur
Biasanya klien mengalami gangguan pola tidur karena nyeri.
g. Persepsi dan Konsep Diri
Payudara merupakan alat vital bagi wanita. Kelainan atau kehilangan akibat
operasi akan membuat klien tidak percaya diri, malu, dan kehilangan haknya
sebagai wanita normal.
h. Peran dan Hubungan

13
Biasanya pada sebagian besar klien akan mengalami gangguan dalam
melakukan perannya dalam berinteraksi social.
i. Reproduksi dan Seksual
Biasanya akan ada gangguan seksualitas klien dan perubahan pada tingkat
kepuasan.
j. Koping dan Toleransi Stress
Biasanya klien akan mengalami stress yang berlebihan, denial dan keputus
asaan.
k. Nilai dan Keyakinan
Diperlukan pendekatan agama supaya klien menerima kondisinya dengan
lapang dada.

Diagnosis Keperawatan
1. Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan pembedahan, mis;
anoreksia
2. Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan proses pembedahan
3. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan pengangkatan bedah
jaringan
4. Ansietas berhubungan dengan diagnosa, pengobatan, dan prognosanya .
5. Kurang pengetahuan tentang Kanker mammae berhubungan dengan
kurang pemajanan informasi
6. Gangguan body image berhubungan dengan kehilangan bagian dan fungsi
tubuh
7. Potensial disfungsi seksual berhubungan dengan kehilangan bagian tubuh,
perubahan dalam citra diri

Rencana Keperawatan
DIAGNOSA KEP. NOC NIC
Nutrisi kurang NOC : NIC :
dari kebutuhan v Nutritional Status : food Nutrition Management
tubuh and Fluid Intake § Kaji adanya alergi
berhubungan Kriteria Hasil : makanan
dengan v Adanya peningkatan § Kolaborasi dengan ahli gizi
pembedahan, berat badan sesuai untuk menentukan jumlah
mis; anoreksia dengan tujuan kalori dan nutrisi yang

14
v Berat badan ideal dibutuhkan pasien.
sesuai dengan tinggi § Anjurkan pasien untuk
badan meningkatkan intake Fe
v Mampu mengidentifikasi § Anjurkan pasien untuk
kebutuhan nutrisi meningkatkan protein dan
v Tidak ada tanda tanda vitamin C
malnutrisi § Berikan substansi gula
v Tidak terjadi penurunan § Yakinkan diet yang
berat badan yang berarti dimakan mengandung tinggi
serat untuk mencegah
konstipasi
§ Berikan makanan yang
terpilih ( sudah
dikonsultasikan dengan ahli
gizi)
§ Ajarkan pasien bagaimana
membuat catatan makanan
harian.
§ Monitor jumlah nutrisi dan
kandungan kalori
§ Berikan informasi tentang
kebutuhan nutrisi
§ Kaji kemampuan pasien
untuk mendapatkan nutrisi
yang dibutuhkan

Nutrition Monitoring
§ BB pasien dalam batas
normal
§ Monitor adanya penurunan
berat badan
§ Monitor tipe dan jumlah
aktivitas yang biasa dilakukan
§ Monitor interaksi anak atau
orangtua selama makan

15
§ Monitor lingkungan selama
makan
§ Jadwalkan pengobatan
dan tindakan tidak selama
jam makan
§ Monitor kulit kering dan
perubahan pigmentasi
§ Monitor turgor kulit
§ Monitor kekeringan,
rambut kusam, dan mudah
patah
§ Monitor mual dan muntah
§ Monitor kadar albumin,
total protein, Hb, dan kadar
Ht
§ Monitor makanan
kesukaan
§ Monitor pertumbuhan dan
perkembangan
§ Monitor pucat, kemerahan,
dan kekeringan jaringan
konjungtiva
§ Monitor kalori dan intake
nuntrisi
§ Catat adanya edema,
hiperemik, hipertonik papila
lidah dan cavitas oral.
§ Catat jika lidah berwarna
magenta, scarlet

Gangguan rasa NOC : NIC :


nyaman nyeri v Pain Level, Pain Management
berhubungan v Pain control, § Lakukan pengkajian nyeri
dengan proses v Comfort level secara komprehensif
pembedahan Kriteria Hasil : termasuk lokasi, karakteristik,
v Mampu mengontrol durasi, frekuensi, kualitas dan

16
nyeri (tahu penyebab faktor presipitasi
nyeri, mampu § Observasi reaksi nonverbal
menggunakan tehnik dari ketidaknyamanan
nonfarmakologi untuk § Gunakan teknik
mengurangi nyeri, mencari komunikasi terapeutik untuk
bantuan) mengetahui pengalaman
v Melaporkan bahwa nyeri pasien
nyeri berkurang dengan § Kaji kultur yang
menggunakan manajemen mempengaruhi respon nyeri
nyeri § Evaluasi pengalaman nyeri
v Mampu mengenali nyeri masa lampau
(skala, intensitas, § Evaluasi bersama pasien
frekuensi dan tanda nyeri) dan tim kesehatan lain
v Menyatakan rasa tentang ketidakefektifan
nyaman setelah nyeri kontrol nyeri masa lampau
berkurang § Bantu pasien dan keluarga
v Tanda vital dalam untuk mencari dan
rentang normal menemukan dukungan
§ Kontrol lingkungan yang
dapat mempengaruhi nyeri
seperti suhu ruangan,
pencahayaan dan kebisingan
§ Kurangi faktor presipitasi
nyeri
§ Pilih dan lakukan
penanganan nyeri
(farmakologi, non farmakologi
dan inter personal)
§ Kaji tipe dan sumber nyeri
untuk menentukan intervensi
§ Ajarkan tentang teknik non
farmakologi
§ Berikan analgetik untuk
mengurangi nyeri
§ Evaluasi keefektifan

17
kontrol nyeri
§ Tingkatkan istirahat
§ Kolaborasikan dengan
dokter jika ada keluhan dan
tindakan nyeri tidak berhasil
§ Monitor penerimaan pasien
tentang manajemen nyeri

Analgesic Administration
§ Tentukan lokasi,
karakteristik, kualitas, dan
derajat nyeri sebelum
pemberian obat
§ Cek instruksi dokter
tentang jenis obat, dosis, dan
frekuensi
§ Cek riwayat alergi
§ Pilih analgesik yang
diperlukan atau kombinasi
dari analgesik ketika
pemberian lebih dari satu
§ Tentukan pilihan analgesik
tergantung tipe dan beratnya
nyeri
§ Tentukan analgesik pilihan,
rute pemberian, dan dosis
optimal
§ Pilih rute pemberian
secara IV, IM untuk
pengobatan nyeri secara
teratur
§ Monitor vital sign sebelum
dan sesudah pemberian
analgesik pertama kali
§ Berikan analgesik tepat

18
waktu terutama saat nyeri
hebat
§ Evaluasi efektivitas
analgesik, tanda dan gejala
(efek samping)
Kerusakan NOC : Tissue Integrity : NIC : Pressure Management
integritas kulit Skin and Mucous§ Anjurkan pasien untuk
berhubungan Membranes menggunakan pakaian yang
dengan Kriteria Hasil : longgar
pengangkatan v Integritas kulit yang baik§ Hindari kerutan padaa tempat
bedah jaringan bisa dipertahankan tidur
(sensasi, elastisitas, § Jaga kebersihan kulit agar
temperatur, hidrasi, tetap bersih dan kering
pigmentasi) § Mobilisasi pasien (ubah posisi
v Tidak ada luka/lesi pada pasien) setiap dua jam sekali
kulit § Monitor kulit akan adanya
v Perfusi jaringan baik kemerahan
v Menunjukkan§ Oleskan lotion atau
pemahaman dalam proses minyak/baby oil pada derah
perbaikan kulit dan yang tertekan
mencegah terjadinya§ Monitor aktivitas dan
sedera berulang mobilisasi pasien
v Mampu melindungi kulit§ Monitor status nutrisi pasien
dan mempertahankan
kelembaban kulit dan
perawatan alami
Ansietas NOC : NIC :
berhubungan v Anxiety control Anxiety Reduction
dengan v Coping (penurunan kecemasan)
diagnosa, Kriteria Hasil : · Gunakan pendekatan
pengobatan, dan v Klien mampu yang menenangkan
prognosanya . mengidentifikasi dan · Nyatakan dengan jelas
mengungkapkan gejala harapan terhadap pelaku
cemas pasien
v Mengidentifikasi, · Jelaskan semua
mengungkapkan dan prosedur dan apa yang

19
menunjukkan tehnik untuk dirasakan selama prosedur
mengontol cemas · Temani pasien untuk
v Vital sign dalam batas memberikan keamanan dan
normal mengurangi takut
v Postur tubuh, ekspresi · Berikan informasi
wajah, bahasa tubuh dan faktual mengenai diagnosis,
tingkat aktivitas tindakan prognosis
menunjukkan · Dorong keluarga untuk
berkurangnya kecemasan menemani anak
· Lakukan back / neck
rub
· Dengarkan dengan
penuh perhatian
· Identifikasi tingkat
kecemasan
· Bantu pasien
mengenal situasi yang
menimbulkan kecemasan
· Dorong pasien untuk
mengungkapkan perasaan,
ketakutan, persepsi
· Instruksikan pasien
menggunakan teknik
relaksasi
· Barikan obat untuk
mengurangi kecemasan
Kurang NOC : Teaching : Dissease
pengetahuan v Kowlwdge : disease Process
tentang penyakit, process - Kaji tingkat pengetahuan klien
perawatan,pengo v Kowledge : health dan keluarga tentang proses
batan Behavior penyakit
kurang paparan Kriteria Hasil : -Jelaskan tentang patofisiologi
terhadap v Pasien dan keluarga penyakit, tanda dan gejala
informasi menyatakan pemahaman serta penyebabnya
tentang penyakit, kondisi,-Sediakan informasi tentang
prognosis dan program kondisi klien

20
pengobatan -Berikan informasi tentang
v Pasien dan keluarga perkembangan klien
mampu melaksanakan-Diskusikan perubahan gaya
prosedur yang dijelaskan hidup yang mungkin
secara benar diperlukan untuk mencegah
v Pasien dan keluarga komplikasi di masa yang
mampu menjelaskan akan datang dan atau kontrol
kembali apa yang proses penyakit
dijelaskan perawat/tim-Jelaskan alasan
kesehatan lainnya dilaksanakannya tindakan
atau terapi
-Gambarkan komplikasi yang
mungkin terjadi
-Anjurkan klien untuk mencegah
efek samping dari penyakit
-Gali sumber-sumber atau
dukungan yang ada
-Anjurkan klien untuk
melaporkan tanda dan gejala
yang muncul pada petugas
kesehatan
Gangguan body 1) Klien tidak malu Diskusikan dengan klien
image dengan keadaan dirinya. atau orang terdekat respon
berhubungan 2) Klien dapat klien terhadap penyakitnya.
dengan menerima efek Rasional : membantu dalam
kehilangan pembedahan. memastikan masalah untuk
bagian dan fungsi memulai proses pemecahan
tubuh masalah
Tinjau ulang efek
pembedahan
Rasional : bimbingan
antisipasi dapat membantu
pasien memulai proses
adaptasi.
Berikan dukungan emosi
klien.

21
Rasional : klien bisa
menerima keadaan dirinya.
Anjurkan keluarga klien
untuk selalu mendampingi
klien.
Rasional : klien dapat merasa
masih ada orang yang
memperhatikannya.

DAFTAR PUSTAKA
Brunner & Suddarth. 2002. Keperawatan Medikal Bedah vol 2. Jakarta : EGC
Closkey ,Joane C. Mc, Gloria M. Bulechek.(1996). Nursing Interventions
Classification (NIC). St. Louis :Mosby Year-Book.
Johnson,Marion, dkk. (2000). Nursing Outcome Classifications (NOC). St.
Louis :Mosby Year-Book
Juall,Lynda,Carpenito Moyet. (2003).Buku Saku Diagnosis Keperawatan edisi
10.Jakarta:EGC
Mansjoer, arif dkk.2000.Kapita Selekta. Jakarta : Media Aesculapius
Manuaba.1998.Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan & Keluarga Berencana
untuk Pendidikan Bidan.Jakarta : EGC
Marilyan, Doenges E. 2000. Rencana Asuhan Keperawatan (Pedoman untuk
perencanaan dan pendokumentasian perawatyan px) Jakarta : EGC
Wiknjosastro, hanifa. 2006.Ilmu Kandungan.Jakarta : Yayasan bina pustaka
sarwono prawirohardjo
Price Sylvia, A (1994), Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Jilid
2 . Edisi 4. Jakarta. EGC
Sjamsulhidayat, R. dan Wim de Jong. 1998. Buku Ajar Imu Bedah, Edisi revisi.
EGC : Jakarta.
Smeltzer, Suzanne C. and Brenda G. Bare. 2002. Buku Ajar Keperawatan
Medikal Bedah : Brunner Suddarth, Vol. 2. EGC : Jakarta.
Sjamsuhidajat. R (1997), Buku ajar Ilmu Bedah, EGC, Jakarta

22
23