Anda di halaman 1dari 9

Bab II Tinjauan Pustaka

II.1 Motor DC
Motor arus searah (motor DC) adalah mesin yang mengubah energi listrik arus searah
menjadi energi mekanis. Sebuah motor listrik berfungsi untuk mngubah daya listrik
menjadi daya mekanik. Pada prinsip pengoperasiannya, motor arus searah sangat
identik dengan generator arus searah. Kenyataannya mesin yang bekerja sebagai
generator arus searah akan dapat bekerja sebagai motor arus searah. Oleh sebab itu,
sebuah mesin arus searah dapat digunakan baik sebagai motor arus searah maupun
generator arus searah (Yon Rijono, 1997).

Motor arus searah bekerja berdasarkan prinsip interaksi antara dua fluksi magnetik.
Dimana kumparan medan akan menghasilkan fluksi magnet yang arahnya dari kutub
utara menuju kutub selatan dan kumparan jangkar akan menghasilkan fluksi magnet
yang melingkar. Interaksi antara kedua fluksi magnet ini menimbulkan suatu gaya
sehingga akan menimbulkan momen puntir atau torsi.

Motor listrik merupakan perangkat elektromagnetis yang mengubah energi listrik


menjadi energi mekanik. Energi mekanik ini digunakan untuk, misalnya memutar
impeller pompa, fan atau blower, menggerakkan kompresor, mengangkat bahan , dan
lain lain. Motor listrik digunakan juga dirumah (mixer, bor listrik, fan angin) dan
industri. Motor listrik kadangkala disebut “kuda kerja” nya industri sebab diperkirakan
bahwa motor-motor menggunakan sekitar 70% beban listrik total di industri.

Motor DC terdapat dalam berbagai ukuran dan kekuatan, masing- masing didisain
untuk keperluan yang berbeda-beda namun secara umum memiliki berfungsi dasar
yang sama yaitu mengubah energi elektrik menjadi energi mekanik. Sebuah motor DC
sederhana dibangun dengan menempatkan kawat yang dialiri arus di dalam medan
magnet kawat yang membentuk loop ditempatkan sedemikian rupa diantara dua buah
magnet permanen. Bila arus mengalir pada kawat, arus akan menghasilkan medan
magnet sendiri yang arahnya berubah-ubah terhadap arah medan magnet permanen
sehingga menimbulkan putaran.

Motor dc memerlukan suplai tegangan searah pada kumparan medan untuk diubah
menjadi energi mekanik. Kumparan medan pada motor dc disebut stator (bagian yang
tidak berputar), dan kumparan jangkar disebut rotor (bagian yang berputar). Jika terjadi
putaran pada kumparan jangkar didalam medan magnet, maka akan timbul tegangan
(GGL) yang berubah-ubah arah pada setiap setengah putaran. Prinsip kerja dari arus
searah adalah membalik fasa tegangan dari gelombang yang mempunyai nilai positif
dengan menggunakan komutator, maka dengan memberikan beda tegangan pada kedua
terminal tersebut, motor akan berputar pada satu arah, dan bila polaritas dari tegangan
tersebut dibalik maka arah putaran motor akan terbalik pula. Polaritas dari tegangan
yang diberikan pada dua terminal menentukan arah putaran motor sedangkan besar dari
beda tegangan pada kedua terminal menentukan kecepatan motor (Sulasno, dkk:2006).

Bentuk motor paling sederhana memiliki kumparan satu lilitan yang bisa berputar
bebas di antara kutub-kutub magnet permanen. Motor dc merupakan jenis motor yang
menggunakan tegangan searah sebagai sumber tenaganya. Berdasarkan fisiknya motor
arus searah secara umum terdiri atas bagian yang diam dan bagian yang berputar. Pada
bagian yang diam (stator) merupakan tempat diletakkannya kumparan medan yang
berfungsi untuk menghasilkan fluksi magnet sedangkan pada bagian yang berputar
(rotor) ditempati oleh rangkaian jangkar seperti kumparan jangkar, komutator dan
sikat.

II.1.1 Prinsip dasar motor DC


Jika arus lewat pada suatu konduktor, akan timbul medan magnet di sekitar konduktor.
Arah medan magnet ditentukan oleh arah aliran arus pada konduktor. Aturan
genggaman tangan kanan bisa digunakan untuk menentukan arah garis fluks di sekitar
konduktor. Genggam konduktor dengan tangan kanan dengan jempol mengarah pada
arah aliran arus, maka jari-jari akan menunjukkan arah garis fluks. Gambar 2.2 nomor
2 menunjukkan medan magnet yang terbentuk di sekitar konduktor berubah arah
karena berbentuk U. Medan magnet hanya terjadi di sekitar sebuah konduktor jika ada
arus mengalir pada konduktor tersebut.

Gambar II.1 Medan Magnet Yang Membawa Arus Mengelilingi Konduktor

Jika konduktor berbentuk U (rotor) diletakkan di antara kutub utara dan selatan, maka
kuat medan magnet konduktor akan berinteraksi dengan medan magnet kutub.

Gambar II.2 Reaksi Garis Fluks

Lingkaran bertanda A dan B merupakan ujung konduktor yang dilengkungkan (looped


conductor). Arus mengalir masuk melalui ujung A dan keluar melalui ujung B. Medan
konduktor A yang searah jarum jam akan menambah medan pada kutub dan
menimbulkan medan yang kuat di bawah konduktor. Konduktor akan berusaha
bergerak ke atas untuk keluar dari medan magnet. Medan konduktor B yang
berlawanan arah jarum jam akan menambah medan pada kutub dan menimbulkan
medan yang kuat di atas konduktor. Konduktor akan berusaha untuk bergerak turun
agar keluar dari medan yang kuat tersebut. Gaya-gaya tersebut akan membuat rotor
berputar searah jarum jam.
Pada motor dc, daerah kumparan medan yang dialiri arus listrik akan menghasilkan
medan magnet yang melingkupi kumparan jangkar dengan arah tertentu. Konversi dari
energi listrik menjadi energi mekanik (motor) maupun sebaliknya berlangsung melalui
medan magnet, dengan demikian medan magnet disini selain berfungsi sebagai tempat
untuk menyimpan energi, medan magnet juga berfungsi sebagai tempat
berlangsungnya proses perubahan energy.

Agar proses perubahan energi mekanik dapat berlangsung secara sempurna, maka
tegangan sumber harus lebih besar daripada tegangan gerak yang disebabkan reaksi.
Dengan memberi arus pada kumparan jangkar yang dilindungi oleh medan maka
menimbulkan perputaran pada motor[1].

II.1.2 Macam-macam Motor DC


Jenis-jenis motor arus searah dapat dibedakan berdasarkan jenis penguatannya,
yaitu hubungan rangkaian kumparan medan dengan kumparan jangkar. Sehingga
motor arus searah dibedakan menjadi (Berahim,1991):

Gambar III.3 Macam-macam Motor DC


II.1.2.1 Motor DC Sumber Daya Terpisah (Separately Excited DC Motor)
Pada Motor DC jenis sumber daya terpisah ini, sumber arus listrik untuk kumparan
medan (field winding) terpisah dengan sumber arus listrik untuk kumparan angker
(armature coil) pada rotor seperti terlihat pada gambar diatas ini. Karena adanya
rangkaian tambahan dan kebutuhan sumber daya tambahan untuk pasokan arus listrik,
Motor DC jenis ini menjadi lebih mahal sehingga jarang digunakan. Separately Excited
Motor DC ini umumnya digunakan di laboratorium untuk penelitian dan peralatan-
peralatan khusus.

II.1.2.2 Motor DC Sumber Daya Sendiri (Self Excited DC Motor)


Pada Motor DC jenis Sumber Daya Sendiri atau Self Excited Motor DC ini, kumparan
medan (field winding) dihubungkan secara seri, paralel ataupun kombinasi seri-paralel
dengan kumparan angker (armature winding). Motor DC Sumber Daya Sendiri ini
terbagi lagi menjadi 3 jenis Motor DC yaitu Shunt DC Motor, Series DC
Motor dan Compound DC Motor yang rangkaiannya dapat dilihat pada Gambar

Gambar II.4 Rangkaian Motor DC Berdasarkan Tipenya

II.1.3 Parameter-parameter dalam Motor DC Penguat Terpisah


Motor arus searah penguatan terpisah adalah motor arus searah yang sumber tegangan
penguatannya berasal dari luar motor. Di mana kumparan medan disuplai dari sumber
tegangan DC tersendiri. Rangkaian ekivalen motor arus searah penguatan bebas dapat
dilihat pada gambar di bawah ini:

Gambar II.5 Rangkaian Ekivalen Motor Arus Searah Penguatan Bebas

Persaman umum motor arus searah penguatan bebas …………………..


𝑉𝑡 = 𝐸𝑎 + 𝐼𝑎 𝑅𝑎

𝑉𝑓 = 𝐼𝑓 + 𝑅𝑓
Dimana:
𝑉𝑡 = tegangan terminal jangkar motor arus searah (volt)
𝐼𝑎 = arus jangkar (Amp)
𝑅𝑎 = tahanan jangkar (ohm)
𝐼𝑓 = arus medan penguatan bebas (amp)
𝑅𝑓 = tahanan medan penguatan bebas (ohm)
𝑉𝑓 = tegangan terminal medan penguatan bebas (volt)
𝐸𝑎 = gaya gerak listrik motor arus searah (volt)

Umumnya jatuh tegangan pada sikat relatif kecil sehingga besarnya dapat diabaikan.
Untuk rumus selanjutnya Vsikat ini diabaikan.
II.2 Analisis Regresi
Analisis regresi merupakan studi ketergantungan satu atau lebih variabel bebas
terhadap variabel tidak bebas. Dengan maksud untuk meramalkan nilai variabel tidak
bebas. Menurut M. Nazir (2014), peneliti ada kalanya berkehedak untuk mempelajari
bagaimana variasi dari beberapa variable independen mempengaruhi variable
dependen dalam suatu fenomena yang kompleks. Jika 𝑋1 , 𝑋2 , … , 𝑋𝑘 adalah variable-
variabel independen dan Y adalah variable dependen, maka terdapat hubungaa
fungsional antara variable X dan Y, dimana variasai dari X akan diiringi pula oleh
variasi dari Y. Secara matematika, hubungan di atas dapat dijabarkan sebagai berikut.
𝑌 = 𝑓(𝑋1 , 𝑋2 , … , 𝑋𝑘, 𝑒)
Dimana:
Y = variable dependen
X = variable independen
E = disturbance term

Dengan perkataan lain, variasi dari Y disebabkan oleh variasi dari variable independen
X dan oleh variasi random lainnya yang tidak dapat diketahui secara pasti.

Jika hubungan yang terjadi adalah linier, maka hubungan tersebut dapat dijabarkan
sebagai berikut.
𝑌 = 𝐴0 + 𝐴1 𝑋1 + 𝐴2 𝑋2 + ⋯ 𝐴𝑘 𝑋𝑘 + ⋯ + 𝑒
Dimana, 𝐴0 , 𝐴1 , 𝐴2 , … , 𝐴𝑘 adalah parameter. Dengan menggunakan data empiris,
parameter-parameter tersebut ingin diestimasikan. Ada beberapa cara untuk
mengadakan estimasi terhadap parameter. Salah satu diantaranya adalah dengan teknik
Ordinary Least Square.

Analisis regresi ingin mempelajari bagaimana eratnya hubungan antara satu atau
beberapa variable independen dengan sebuah variable dependen. Dalam analisis
regresi, 4 usaha pokok akan dilaksanakan, yaitu:
1. mengadakan estimasi terhadap parameter berdasarkan data empiris
2. menguji berapa besar variasi variable dependen dapat diterangkan oleh variasi
variable independen
3. menguji apakah estimasi parameter tersebut signifikan atau tidak
4. melihat apakah tanda dan magnitude dari estimasi parameter cocok dengan
teori

II.2.1 Regresi Sederhana


Analisis regresi yang menyangkut sebuah variable independen dan sebuah variable
dependen dinamakan analisis regresi sederhana.
Regresi Linear Sederhana adalah Metode Statistik yang berfungsi untuk menguji
sejauh mana hubungan sebab akibat antara Variabel Faktor Penyebab (X) terhadap
Variabel Akibatnya (Y).
Model persamaan regresi linear sederhana adalah sebagai berikut:
Y = a + bx

Dimana:
Y = Variabel response atau variabel akibat (Dependent)
X = Variabel predictor atau variabel faktor penyebab (Independent)
a = konstanta
b = koefisien regresi (kemiringan); besaran response yang ditimbulkan oleh predictor.

1. Regresi Linear Berganda


Analisis regresi linear berganda sebenarnya sama dengan analisis regresi linear
sederhana, hanya variabel bebasnya lebih dari satu buah. Persamaan umumnya adalah:
𝑌 = 𝑎 + 𝑏1 𝑋1 + 𝑏2 𝑋2 + ⋯ + 𝑏𝑛 𝑋𝑛
Dengan Y adalah variabel bebas, dan X adalah variabel-variabel bebas, a adalah
konstanta (intersept) dan b adalah koefisien regresi pada masing-masing variabel
bebas.
Interpretasi terhadap persamaan juga relatif sama, sebagai ilustrasi, pengaruh antara
motivasi (X1), kompensasi (X2) dan kepemimpinan (X3) terhadap kepuasan kerja (Y)
menghasilkan persamaan sebagai berikut:
Penggunaan metode analisis regresi linear berganda memerlukan asumsi klasik yang
secara statistik harus dipenuhi. Asumsi klasik tersebut meliputi asumsi normalitas,
multikolinearitas, autokorelasi, heteroskedastisitas dan asumsi linearitas (akan dibahas
belakangan).
Langkah-langkah yang lazim dipergunakan dalam analisis regresi linear berganda
adalah 1) koefisien determinasi; 2) Uji F dan 3 ) uji t. Persamaan regresi sebaiknya
dilakukan di akhir analisis karena interpretasi terhadap persamaan regresi akan lebih
akurat jika telah diketahui signifikansinya. Koefisien determinasi sebaiknya
menggunakan adjusted R Square dan jika bernilai negatif maka uji F dan uji t tidak
dapat dilakukan.