Anda di halaman 1dari 3

Jamur (fungi) adalah mikroorganisme yang termasuk golongan eukariotik dan tidak termasuk

golongan tumbuhan. 1 Jamur dapat menyebabkan terjadinya infeksi pada manusia. Salah satu
infeksi akibat jamur dengan insidensi tertinggi yaitu dermatofitosis.
Dermatofitosis adalah suatu infeksi pada jaringan berkeratin (rambut, kulit, dan kuku) yang
disebabkan karena adanya kolonisasi dari jamur jenis dermatofita Bawang dayak
(Eleutherine americana (Aubl.) Merr. ex K. Heyne) merupakan salah satu jenis
tumbuhan yang memiliki potensi sebagai obat herbal. 6,7,8
Secara empiris umbi bawang dayak digunakan untuk mengatasi bisul. Umbi bawang
dayak memiliki kandungan senyawa aktif yaitu naftokuinon, eleutherin, eleutherol dan
isoeleutherine. Naftokuinon yang terkandung dalam umbi bawang dayak merupakan golongan
kuinon yang memiliki efek sebagai antimikroba, antijamur, antiviral, dan
antiparasit. Penelitian telah dilakukan di Laboraturium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran
Universitas Tanjungpura dari Agustus sampai Oktober 2014. Studi ini bersifat eksperimental
dengan desain postest only control group design. Variabel bebas adalah ekstrak etanol umbi
bawang dayak (Eleutherine americana (Aubl.) Merr. ex K. Heyne) dengan berbagai
konsentrasi yaitu 3,75%, 7,5%, 15%, 30% dan 60% dan variabel terpengaruh adalah jamur
Trichophyton mentagrophytes. Data hasil penelitian diolah dengan uji Anova satu arah dengan
derajat kepercayaan 95% (=0,05), bila didapat perbedaan nyata antar perlakuan maka akan
dilanjutkan dengan uji korelasi Pearson untuk menentukan korelasi antara peningkatan
konsentrasi ekstrak dan diameter zona hambat yang terbentuk.
Aktivitas antijamur ekstrak etanol umbi bawang dayak dapat diamati melalui diameter
zona hambat yang terbentuk pada media uji yang telah diletakkan dengan kertas cakram. Hasil
pengamatan uji aktivitas antijamur ekstrak etanol umbi bawang dayak terhadap
Trichophyton mentagrophytes setelah diinkubasi selama 5 hari pada suhu 25℃ pada Tabel1.
Tabel 1. Hasil uji aktivitas antijamur ekstrak etanol umbi bawang dayak (Eleutherine americana
(Aubl.) Merr. ex K. Heyne) terhadap pertumbuhan
Trichophyton mentagrophytes
Hasil skrining fitokimia pada ekstrak etanol
umbi bawang dayak mengandung senyawa metabolit
sekunder yaitu fenol, flavonoid, tanin, saponin, dan
kuinon. Hasil skrining fitokimia pada ekstrak etanol
umbi bawang dayak dapat dilihat pada Tabel 2.

Uji aktivitas antijamur pada penelitian ini telah


dilakukan dengan menggunakan metode cakram
kertas Kirby-Bauer. Metode ini dilakukan dengan cara
merendam kertas cakram pada ekstrak yang akan
diujikan ke Medium agar saboraud dekstrosa untuk
kemudian diinkubasi pada suhu 25
o
C selama 5 hari.
Kemudian diamati zona bening di sekitar kertas
cakram.Apabila terdapat zona bening di sekitar kertas
cakram, hal itu menunjukkan adanya penghambatan
pada pertumbuhan jamur yang disebut sebagai zona
hambat.
Uji Aktivitas antijamur dilakukan

melalui
beberapa tahapan yaitu; peremajaan jamur uji,
pembuatan suspensi jamur uji, pembuatan variasi
konsentrasi ekstrak etanol umbi bawang dayak dan
persiapan kontrol negatif dan positif.
Hasil uji aktivitas antijamur menunjukkan
kontrol negatif tidak memiliki aktivitas sebagai
antijamur yang ditunjukkan dengan tidak adanya zona
hambat di sekitar cakram. Kontrol positif itrakonazol
memberikan hasil rerata diameter zona hambat 12,56
mm, zona hambat tersebut dikategorikan sensitif
apabila dosis obat ditingkatkan. Obat ini dikatakan
sensitif apabila memilki zona hambat =16 mm; sensitif
apabila dosis ditingkatkan 10-15 mm; dan resisten <9
mm. Uji aktivitas antijamur dilakukan dengan variasi
konsentrasi larutan uji600; 300; 150; 75; 37,5 mg/mL,
dari konsentrasi tersebut didapatkan adanya zona
hambat pada konsentrasi 600; 300; 150; mg/mL.
Berdasarkan hasil pengamatan uji aktivitas antijamur
dari ekstrak etanolumbi bawang dayak terhadap
pertumbuhan Trichophyton mentagrophytes diperoleh
nilai reratadiameter zona hambat yang berkisar antara
9,75 – 26,70 mm. Hal ini sejalan dengan penelitian
yang dilakukan pada jamur uji lainnya yang
menyatakan bahwa ekstrak etanol umbi bawang
dayak dapat menghambat pertumbuhan jamur
Trichophyton rubrumpada konsentrasi 150 mg/mL
dengan diameter zona hambat sebesar 15,06
mm.
11
Hasil analisis Post-Hoc menunjukkan
terdapatnya perbedaaan bermakna antara konsentrasi
600 mg/ml dengan konsentrasi; 300; 150; mg/ml hal
tersebut dikarenakan nilai signifikansinya <0,05.
Perbedaan besarnya daerah hambatan untuk masingmasing

konsentrasi dapat diakibatkan antara lain


perbedaan besar kecilnya konsentrasi atau sedikitnya
kandungan zat aktif antimikroba yang terkandung di
dalam ekstrak, kecepatan difusi bahan antimikroba ke
dalam medium, kepekaan pertumbuhan bakteri/jamur,
reaksi antara bahan aktif dengan medium dan
temperatur inkubasi, pH lingkungan, komponen media,
waktu inkubasi dan aktivitas metabolik
mikroorganisme.