Anda di halaman 1dari 3

NAPKIN ECZEMA

No
:428/SOP/UKP/2016
Dokumen
No Revisi : 00
SOP
Tanggal : 31 Maret 2016
Terbit
Halaman : 1/4
UPT Puskesmas dr.Hj.RR.Theresia Widuri, MM

Sukarasa NIP. 19770208 200604 2020

1. Pengertian Napkin eczema atau sering disebut juga dengan dermatitis


popok/ diaper rash adalah dermatitis di daerah genito-krural
sesuai dengan tempat kontak popok. Umumnya pada bayi
pemakai popok dan juga orang dewasa yang sakit dan memakai
popok. Dermatitis ini merupakan salah satu dermatitis kontak
iritan akibat isi napkin (popok).
2. Tujuan Sebagai pedoman diagnosis dan penatalaksanaan kasus Napkin
Eczema (Dermatitis Popok)di UPT PKM Sukarasa
3. Kebijakan SK Kepala UPT Puskesmas Sukarasa Nomor
042/SK/UKP/UPTPKMSKRS/2016 Tentang Kebijakan
Pelayanan Klinis
4. Referensi 1. Permenkes No.5 Tahun 2014 Tentang Panduan Praktik
Klinis Dokter Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer.
2. Buku Pedoman Pengobatan Dasar Di Puskesmas Tahun
2007.
5. Prosedur/ Hasil Anamnesis (Subjective)
Keluhan
Langkah-
Pasien datang dengan keluhan gatal dan bercak merah
langkah berbatas tegas, mengikuti bentuk popok yang berkontak
kadang-kadang membasah dan membentuk luka.

Faktor Risiko
a. Popok jarang diganti.
b. Kulit bayi yang kering sebelum dipasang popok.
c. Riwayat atopi diri dan keluarga.
d. Riwayat alergi terhadap bahan plastik dan kertas.

Hasil Pemeriksaan Fisik dan Pemeriksaan Penunjang


Sederhana (Objective)
Pemeriksaan FisikPatognomonis
a. Makula eritematosa berbatas agak tegas (bentuk mengikuti
2/3

bentuk popok yang berkontak).


b. Papul.
c. Vesikel.
d. Erosi.
e. Ekskoriasi.
f. Infiltran dan ulkus bila parah.
g. Plak eritematosa (merah cerah), membasah, kadang pustul,
lesi satelit (bila terinfeksi jamur).

Gambar 39. Napkin eczema/ Dermatitis popok


Sumber: http://medicalpicturesinfo.com/diaper-rash/

Pemeriksaan Penunjang
Bila diduga terinfeksi jamur kandida, perlu dilakukan
pemeriksaan KOH/Gram dari kelainan kulit yang basah.

Penegakan Diagnosis (Assessment)


Diagnosis Klinis
Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan Pemeriksaan
Fisik.

Diagnosis Banding
a. Penyakit Letterer-Siwe
b. Akrodermatitis enteropatika
c. Psoriasis infersa
d. Eritrasma

Komplikasi
Infeksi sekunder

Rencana Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)


Penatalaksanaan
a. Untuk mengurangi gejala dan mencegah bertambah
beratnya lesi, perlu dilakukan hal berikut:
1. Ganti popok bayi lebih sering, gunakan pelembab
sebelum memakaikan popok bayi.
2. Dianjurkan pemakaian popok sekali pakai jenis highly
absorbent.
b. Prinsip pemberian farmakoterapi yaitu untuk menekan
inflamasi dan mengatasi infeksi kandida.
1. Bila ringan: krim/ salep bersifat protektif (zinc
oxide/pantenol) dipakai 2 kali sehari selama 1 minggu
atau kortikosteroid potensi lemah (salep hidrokortison 1-
2.5%) dipakai 2 kali sehari selama 3-7 hari.
2. Bila terinfeksi kandida: berikan antifungal nistatin
3/3

sistemik 1 kali sehari selama 7 hari atau derivat azol


topikal dikombinasi dengan zinc oxide diberikan 2 kali
sehari selama 7 hari.

Konseling dan Edukasi


a. Memberitahu keluarga mengenai penyebab dan menjaga
higiene
b. Mengajarkan cara penggunaan popok dan mengganti
secepatnya bila popok basah
c. Mengganti popok sekali pakai bila kapasitas telah penuh
Pemeriksaan Penunjang Lanjutan
Biasanya tidak perlu dilakukan, hanya dilakukan untuk
mengekslusi Diagnosis banding.
Rencana Tindak Lanjut
Setelah 1 minggu dari pemakaian terapi standar. Bila gejala
tidak menghilang setelah pemakaian terapi standar selama 1
minggu, dilakukan:
a. Pengobatan dapat diulang 7 hari lagi.
b. Pertimbangkan untuk pemeriksaan ulang KOH atau Gram.
Kriteria Rujukan
Bila keluhan tidak membaik setelah pengobatan standarselama
2 minggu.
Sarana Prasarana
a. Lup
b. Laboratorium sederhana untuk pemeriksaan KOH dan Gram
Prognosis
Prognosis umumnya bonam dan dapat sembuh tanpa
komplikasi.
6. Hal-hal yang -
perlu
diperhatikan

7. Unit Terkait 1. Ruang Pemeriksaan Umum


2. UGD
3. Laboratorium
8. Dokumen Rekam Medis
terkait
9. Rekaman No Yang diubah Isi Perubahan Tanggal mulai
historis diberlakukan
perubahan