Anda di halaman 1dari 4

1.

Tulis sifat umum yang mirip pada reaksi pemanasan logam Ti-Zr-Hf dengan
(a) oksigen, (b) halogen, (c) air, dan (d) dengan asam HCl !
 Jawaban :
1. Reaksi dengan Air
Zirkonium tidak bereaksi dengan air pada keadaan di bawah normal.
Reaksi dengan Udara
Zr(s) + O2(g) → ZrO2(s)
Reaksi dengan Halogen
Zirkonium bereaksi dengan Halogen membentuk Zirkonium (IV) Halida.
Zr (s) + 2F2 (g) → ZrF4 (s)
Zr (s) + 2Cl2 (g) → ZrCl4 (s)
Zr (s) + 2Br2 (g) → ZrBr4 (s)
Zr (s) + 2I2 (g) → ZrI4 (s)
Reaksi dengan Asam
Hanya terdapat sedikit kemungkinan logam Zirkonium bereaksi dengan
asam. Zirkonium tidak dapat bercampur dengan asam hidrofluorik, HF,
membentuk kompleks fluoro.
2. Reaksi dengan Air
Hafnium tidak bereaksi dengan air di bawah kondisi normal.
Reaksi dengan Udara
Hf (s) + O2 (g) → HfO2 (s)
Reaksi dengan Halogen
Hf (s) + 2F2 (g) → HfF4 (s)
3. Reaksi dengan Air
Titanium akan bereaksi dengan air membentuk Titanium dioksida dan
hydrogen yaitu :
Ti(s) + 2H2O(g) → TiO2(s) + 2H2(g)
Reaksi dengan Udara
Ketika Titanium dibakar di udara akan menghasilkan Titanium dioksida
dengan nyala putih yang terang dan ketika dibakar dengan Nitrogen murni
akan menghasilkan Titanium Nitrida.
Ti(s) + O2(g) → TiO2(s)
2Ti(s) + N2(g) →TiN(s)
Reaksi dengan Halogen
Reaksi Titanium dengan Halogen menghasilkan Titanium Halida. Reaksi
dengan Fluor berlangsung pada suhu 200°C.
Ti(s) + 2F2(s) → TiF4(s)
Ti(s) + 2Cl2(g) → TiCl4(s)
Ti(s) + 2Br2(l) → TiBr4(s)
Ti(s) + 2I2(s) → TiI4(s)
Reaksi dengan Asam
Logam Titanium tidak bereaksi dengan asam mineral pada temperatur
normal tetapi dengan asam hidrofluorik yang panas membentuk kompleks
anion (TiF6)3- yaitu :
2Ti(s) + 2HF (aq) → 2(TiF6)3- (aq) + 3 H2(g) + 6 H+(aq)
2. Tulis persamaan reaksi H2O2 (̴ 10%) dengan (a) larutan titanium (IV) dan (b)
larutan zirkonium (IV)
 Jawaban :
Larutan titanium(IV) dan Zirkonium(IV) bereaksi dengaj hidrogen
peroksida (10%) menghasilka ion perokso [M(O2)]2+ atau lebih tepat
[M(O2)(OH)(H2O)n]+ yang berwarna orange untuk titanium tetapi tak
berwarna untuk zirkonium menurut persamaan reaksi :

2Ti4+(aq) + 2H2O2(aq) + (n+8) H2O(l) 2[Ti(O2)(OH)(H2O)n]+(aq) + 6H3O+(aq)

(Orange)

2Zr4+(aq) + 2H2O2(aq) + (n+8) H2O(l) 2[Zr(O2)(OH)(H2O)n]+(aq) + 6H3O+(aq)


(Tidak berwarna)
3. Mana yg lbih stabil terhadap reduksi, Ti(IV) ataukah Zr(IV), jelaskan!
 Jawaban :
Potensial reduksi Ti(IV)/Ti(III) yaitu sekitar 0.1 V. Oleh karena itu
Ti(IV) dapat direduksi menjadi Ti(III) oleh logam Zink dalam asam,
sedangkan Zr(IV) tidak terduksi oleh reduktan basah. Ketahanan reduksi
Zr(IV) relatif terhadap Ti(VI) berkaitan dengan ukuran jari-jari Ti(IV) yang
relatif lebih kecil daripada jari-jari Zr(IV), sehingga lebih mudah menangkap
elektron. Senyawa hafnium tidak banyak dikenal, namun mempunyai karakter
amat dekat dengan senyawaan zirkonium.
4. Sebutkan contoh spinel Ti dan Zr!
 Jawaban :
a. Spinel Zirkonium
Zirkon yang diharapkan, yaitu zirkon yang memiliki kandungan dengan
fase murni, maka diberikan perlakuan panas dengan cara disinter pada
temperatur tinggi, dan dilakukan holding time, agar membatasi terbentuknya
matrik zirkon.

Pada temperatur rendah, ZrSiO4, disebut sebagai zirkon, memiliki kisi


Bravais Body-centered tetragonal dengan 12 atom pada setiap unit sel. Grup
ruang yang dimiliki oleh struktur kristal ini, yaitu I41/amd dan satu unit sel
terdiri atas empat grup SiO44- dan empat grup ZrO812-. Pada masing-masing
empat grup memiliki kesamaan geometri dan orientasi yang berbeda. Pada
grup SiO44- terdistorsi tetrahedral memanjang sepanjang dua kali lipat sumbu-
y paralel terhadap sumbu c-kristalografi dan simetri D2d.
b. Spinel Titanium
TiO2 anatas mengkristal dalam kisi kristal tetragonal berpusat badan
yang terdiri dari emat tepi yang saling terdistorsi oktahedral. Simetris
disekitaran daerah kation adalan D2d.
Menurut teori medal kristal, keadaan 5 orbital degenerate Ti4+ 3
mengalami pemisahan menjadi keadaan eg dan t2g, sedangkan orbital 2p daru
atom O terpisah menjadi orbital Pα dan Pπ. Keadaan Pα atom O dan orbital
3dx2-y2, 3dz2 atom Ti4+ dari ikatan α* antibonding berada pada daerah energi
yang lebih tinggi dari pita konduksi. Daerah yang memiliki energi sedang
dari pita valensi dan Pita konduksi terbentuk dari ikatan lemah antara orbital
Pπ atom O 3dxz, 3dyz atom Ti sedikit kontribusi dari orbital Pα atom O dan
3dxy atom Ti4+. Pita valensi maksimum (BVM) terdiri dari orbital Pπ yang
non-bonding dari atom O dan pita konsuksi minimum (CBM) terdiri dari
orbital 3dxy atom Ti.