Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN BEST PRACTICE

PEMBELAJARAN MATEMATIKA/BAHASA INDONESIA BERORIENTASI


HOTS MATERI ..................... MELALUI MODEL ............................. PADA
SISWA KELAS ...
SDN ..............................
T.P 2019/2020

OLEH
NAMA
NIP.

PEMERINTAH KABUPATEN LAMPUNG TENGAH


DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SD NEGERI ...........
2019
HALAMAN PENGESAHAN

Pengembangan dalam bentuk practice best practice berjudul pembelajaran matematika


materi ................................. melalui pedekatan ........................... dengan model
..................... di SD Negeri .......................

Nama :

Asal Sekolah :

Telah disetujui dan disahkan pada/oleh :

Hari :

Tanggal :

Kepala SDN ..........

......................

NIP.
BIODATA PENULIS

1. NAMA :
2. NIP :
3. NUPTK :
4. JABATAN :
5. PANGKAT/GOL. RUANG:
6. TEMPAT/TANGGAL LAHIR :
7. JENIS KELAMIN :
8. AGAMA :
9. PENDIDIKAN TERAKHIR :
10. UNIT KERJA :
11. ALAMAT RUMAH :
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum. Wr. Wb.

Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan karunia-
Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas.
Dalam penyusunan Best Practice penulis banyak menerima bantuan dan
bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terimakasih
kepada yang terhormat.
1. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota .........
2. Kepala SD Negeri ........ yang telah memberi izin, kesempatan dan
kepercayaan kepada penulis untuk mengadakan penelitian ini seluas-luasnya.
3. Semua rekan guru di SD Negeri ....... yang telah memberri bntuan selama
proses penelitian sampai dengan terwujud dalam bentuk Best Practice ini.
4. Semua pihak yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu yang telah
memberikan bantuan berupa apapun dalam menyelesaikan best practice ini.

Penulis menyadari bahwa karya ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik
dan saran yang membangun sangat penulis harapkan demi perbaikan karya ini.

DAFTAR ISI
LEMBAR JUDUL
HALAMAN PENGESAHAN
BIODATA PENULIS
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR LAMPIRAN
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Jenis Kegiatan
C. Manfaat Kegiatan
BAB II PELAKSANAAN KEGIATAN
A. Tujuan dan Sasaran
B. Bahan/Materi Kegiatan
C. Metode/Cara Melaksanakan Kegiatan
D. Alat/Instrumen
E. Waktu dan Tenpat Kegiatan
BAB III HASIL KEGIATAN
A. menjelaskan hasil yang diperoleh
B. masalah yang dihadapi
C. cara mengatasi masalah tersebut
BAB IV SIMPULAN DAN REKOMENDASI
A. Simpulan
B. Rekomendasi
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
DAFTAR LAMPIRAN

Laampiran 1. Foto-foto kegiatan ................................................................. 15

Lampiran 2. RPP ..........................................................................................

Lampiran 3. Bahan Ajar...............................................................................

Lampiran 4. LKS .........................................................................................

Lampiran 5. Kisi-kisi soal pilihan ganda dan uraian ...................................

Lampiran 6. Soal, kunci, dan pedoman penskoran ......................................

Lampiran 7. Lembar observasi proses pembelajaran...................................


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Guru mempunyai tugas, fungsi, dan peran sangat penting serta strategis dalam
mencerdaskan kehidupan bangsa. Guru yang profesional diharapkan mampu berpartisipasi
dalam pembangunan nasional untuk mewujudkan insan Indonesia yang bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa, unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki jiwa
estetis, etis, berbudi pekerti luhur, berjiwa sosial, dan berkepribadian yang baik. Tidaklah
berlebihan kalau dikatakan bahwa masa depan masyarakat, bangsa, dan negara, sebagian
besar ditentukan oleh guru. Agar guru dapat melaksanakan tugasnya dalam memberikan
layanan pendidikan/pembelajaran yang berkualitas kepada peserta didik, wajib bagi guru
untuk selalu melakukan kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan guna
mendukung pengembangan profesi bagi guru sesuai dengan pengembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi.
Ujian Nasional (UN) dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) merupakan bagian yang
tidak dapat dipisahkan dari system pendidikan nasional. UN adalah system evaluasi standard
pendidikan dasar dan menengah secara nasional dan persamaan mutu tingkat pendidikan antar
daerah yang dilakukan oleh Pusat Penilaian Pendidikan. Hasil pengukuran capaian siswa
berdasar UN selaras dengan capaian PISA maupun TIMSS. Hasil UN tahun 2018 menunjukkan
bahwa siswa-siswa masih lemah dalam keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order
Thinking Skills) seperti menalar, menganalisa, dan mengevaluasi. Oleh karena itu siswa harus
dibiasakan dengan soal-soal dan pembelajaran yang berorientasi kepada keterampilan berpikir
tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills) agar terdorong kemampuan berpikir kritisnya.
Salah satu upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Guru
dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang
bermuara pada peningkatan kualitas siswa adalah menyelenggarakan Program Pengembangan
Keprofesian Berkelanjutan (PKB) melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP)
Berbasis Zonasi yang selanjutnya disebut dengan Program PKP.
Untuk meningkatkan efisiensi, efektifitas, serta pemerataan mutu pendidikan, maka
pelaksanaan Program PKP mempertimbangkan pendekatan kewilayahan, atau dikenal
dengan istilah zonasi. Melalui langkah ini, pengelolaan Pusat Kegiatan Guru (PKG) TK,
kelompok kerja guru (KKG) SD, atau musyawarah guru mata pelajaran (MGMP)
SMP/SMA/SMK, dan musyawarah guru bimbingan dan konseling (MGBK), yang selama
ini dilakukan melalui Gugus atau Rayon, dapat terintegrasi melalui zonasi pengembangan
dan pemberdayaan guru. Zonasi memperhatikan keseimbangan dan keragaman mutu
pendidikan di lingkungan terdekat, seperti status akreditasi sekolah, nilai kompetensi guru,
capaian nilai rata-rata UN/USBN sekolah, atau pertimbangan mutu lainnya.

B. Jenis Kegiatan
Kegiatan yang dilaporkan dalam laporan best practice ini adalah kegiatan
pembelajaran Hots di kelas ……. untuk Muatan Pelajaran ...... .dengan KD
.....................

C. Manfaat Kegiatan
Manfaat penulisan best practice ini adalah meningkatkan kompetensi peserta
didik dalam pembelajaran tematik integratif yang berorientasi HOTS pada peserta didik
sekolah dasar.
BAB II
PELAKSANAAN KEGIATAN

A. Tujuan dan Sasaran


Tujuan penulisan best practice ini adalah untuk mendeskripsikan praktik
pembelajaran yang dibuat oleh penulis dalam menerapkan pembelajaran
berorientasi higher order thiking skills (HOTS) pada peserta didik sekolah dasar.
Sasaran pelaksanaan best practice ini adalah peserta didik kelas ……. semester
....... di SD……....sebanyak …….. peserta didik.

B. Bahan/Materi Kegiatan
Bahan yang digunakan dalam best practice pembelajaran ini adalah materi kelas
…… untuk KD………. yang merupakan KD dalam muatan pembelajaran mata
pelajaran ......................

MAPEL
KD 3.3

KD 4.3

C.Cara Melaksanakan Kegiatan


Cara yang digunakan dalam pelaksanaan best practice ini adalah menerapkan
pembelajaran tematik terpadu dengan model pembelajaran.....................
Berikut ini adalah langkah-langkah pelaksanaan best practice yang telah dilakukan
oleh penulis.

1. Pemetaan KD
Pemetaan KD dilakukan untuk menentukan pasangan KD yang dapat diterapkan
dalam pembelajaran.
2. Analisis Target Kompetensi
Hasil analisis target kompetensinya sebagai berikut.
Mapel
KD
PENGETAHUAN

KD
KETERAMPILAN

3. Perumusan Indikator Pencapaian Kompentesi


IPK MAPEL
3.3.1
3.3.2
3.3.3
4.3.1
KD 4.3

4.Pemilihan Model Pembelajaran


Model pembelajaran yang dipilih adalah ..................................
5.Merencanakan kegiatan Pembelajaran sesuai dengan Model Pembelajaran
Pengembangan desain pembelajaran dilakukan dengan merinci kegiatan
pembelajaran yang dilakukan sesuai dengan sintak/langkah model ............ .
Berikut ini adalah rencana kegiatan pembelajaran ..........(mapel) yang
dikembangkan berdasarkan model .............................
KEGIATAN KEGIATAN ALOKASI WAKTU
PEMBELAJARAN
PENDAHULUAN

INTI

PENUTUP
6.Penyusunan Perangkat Pembelajaran
Berdasarkan hasil kerja LK 1 hingga LK 5 di atas, kemudian disusun perangkat
pembelajaran meliputi RPP, bahan ajar, LKPD, dan instrumen penilaian. RPP
disusun dengan mengintegrasikan kegiatan literasi, penguatan pendidikan karakter
(PPK), dan kecakapan abad 21.

D. Alat, Media dan Instrumen


Media pembelajaran yang digunakan dalam pelaksanaan best practice ini adalah
IPA: ………………………………………….

E.Waktu dan Tempat Kegiatan


Best Practice ini dilaksanakan pada tanggal ...... tahun 2019 untuk muatan pelajaran
........., bertempat di kelas V SD Negeri ......., Kecamatan ................, Kab. ......................
BAB III
HASIL KEGIATAN

A. Hasil
Hasil yang dapat dilaporkan dari pelaksanaan best practice ini diuraikan sebagai
berikut.

B. Masalah yang Dihadapi

C. Cara Mengatasi Masalah


.
BAB IV
SIMPULAN DAN REKOMENDASI

A. Simpulan
Berdasarkan uraian di atas, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut.
1. Pembelajaran .................. di SDN ……Kecamatan .................. , Kab. ........... layak
dijadikan best practice pembelajaran berorientasi HOTS karena dapat meningkatkan
kemampuan peserta didik di kelas …… dalam melakukan transfer pengetahuan,
berpikir kritis, dan pemecahan masalah.
2. Dengan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) secara sistematis dan
cermat, pembelajaran tematik dengan model pembelajaran .......... yang dilaksanakan
tidak sekadar berorientasi HOTS, tetapi juga mengintegrasikan PPK, literasi, dan
kecakapan abad 21.

B. Rekomendasi
Berdasarkan hasil best practice, pembelajaran ................... dengan model
......................, berikut disampaikan rekomendasi yang relevan.
1. Bagi Guru
Guru seharusnya tidak hanya mengajar dengan mengacu pada buku peserta didik dan
buku guru, tetapi berani melakukan inovasi pembelajaran yang kontekstual sesuai
dengan latar belakang peserta didik dan situasi dan kondisi sekolahnya. Hal ini akan
membuat pembelajaran lebih bermakna.
2. Bagi Peserta didik
Peserta didik diharapkan untuk menerapkan kemampuan berpikir tingkat tinggi
dalam belajar, tidak terbatas pada hafalan teori. Kemampuan belajar dengan cara ini
akan membantu peserta didik menguasai materi secara lebih mendalam dan lebih
tahan lama (tidak mudah lupa).
3. Bagi Sekolah
Pihak sekolah, terutama kepala sekolah dapat mendorong guru lain untuk ikut
melaksanakan pembelajaran berorientasi HOTS. Dukungan positif sekolah, seperti
penyediaan sarana dan prasarana yang memadai dan kesempatan bagi penulis untuk
mendiseminasikan best practice ini akan menambah wawasan guru lain tentang
pembelajaran HOTS.
Daftar Isi
LAMPIRAN 1
LAMPIRAN 2