Anda di halaman 1dari 3

1.a.

Ada 4 (empat) ciri birokrasi di negara berkembang dengan Model Sala, sebutkan
ke 4 ciri tersebut! Serta jelaskan pula menurut pandangan Anda kondisi birokrasi pada
Pemerintah Republik Indonesia termasuk atau tidak pada Model Sala? Jelaskan ciri-
cirinya!

1) Menunjukkan adanya gejala formalisme, yaitu fenomena praktik pelaksanaan yang


berbeda jauh dengan blueprint atau perencanaan yang kadang menghabiskan dana
lebih banyak dari yang benar-benar dibutuhkan di lapangan.
2) Terjadi penyimpangan atau heterogenitas, yaitu maksud dari penyimpangan ini
adalah birokrasi negara berkembang mencoba meniru struktur birokrasi negara maju,
akan tetapi masih diisi dengan kegiatan-kegiatan atau praktek-praktek administratif
yang bersifat nepotisme dan primordialisme sehingga akan menciptakan in-efisiensi
organisasi publik.
3) Adanya overlapping dalam praktik birokrasi, ini mengindikasikan struktur
organisasi bersifat modern tetapi masih diisi dengan budaya tradisional yang tidak
sesuai dengan nilai-nilai perubahan organisasi
4) Dan faktor lain seperti poli-normativ, fungsionalitas ganda (polyfunctionalism),
polycommunalism, bazaar-canteen model, authority v/s control, spekulasi harga,
stabilitas politik, etc

Bagaimana dengan birokrasi di Indonesia?

Birokrasi di Indonesia jauh dari standard birokrasi milik Weber. Dan seringkali masih
menunjukkan Model Sala. Sebagai negara berkembang, saya rasa birokrasi Indonesia
masih harus banyak berbenah. Mulai dari level bawah sampai pucuk lembaga
tertinggi negara. Sebab Model Sala sangat gamblang menjelaskan apa yang tengah
terjadi pada birokrasi di Indonesia.

Contohnya: di Indonesia, walaupun masih ada program rekruitmen CPNS dari


pemerintah, masih banyak orang-orang menggantungkan nasib dengan menjadi
honorer yang mana gajinya sangat rendah daripada PNS se-angkatan dan tidak
beroleh tunjangan serta sulit rasanya untuk diangkat menjadi PNS.

Ini mengindikasikan bahwa di satu sisi pemerintah berbenah melakukan proses


rekruitmen berbasis digital dan kualifikasi yang ketat, di sisi lain masih ada lulusan
atau masyarakat yang rela menjadi honorer untuk batu loncatan untuk menjadi PNS
dengan menghindari test CPNS dsb

1.b. Ada 3 (tiga) faktor yang menyebabkan perubahan organisasi, sebutkan ke 3


faktor tersebut! Serta jelaskan pula menurut pandangan Anda kondisi perubahan
organisasi Pemerintah Republik Indonesia disebabkan oleh faktor perubahan
tersebut? Jelaskan!

Tiga faktor yang menyebabkan perubahan organisasi adalah:

1) Ukuran dan struktur organisasi yang semakin berkembang


2) Perubahan dalam sistem administrasi sebagai bentuk tuntutan zaman dan efisiensi
3) Perkembangan teknologi komunikasi, informasi dan digitalisasi
Sebagaimana organisasi lainnya, pemerintah Indonesia sebagai organisasi publik juga
mengalami perubahan-perubahan untuk beradaptasi dan bertahan hidup untuk
menjamin tercapainya tujuan-tujuan negara Indonesia ini didirikan.

Menurut saya kondisi perubahan organisasi di Pemerintah Republik Indonesia telah


masive terjadi. Hal ini selain karena pertumbuhan pendudukan yang tak dapat dielak,
juga berkat pengaruh dari luar seperti perkembangan teknologi yang semakin hari
semakin canggih.

Sistem administrasi di pemerintah juga mengalami kemajuan, yang semula bersifat


tertutup, kini menuju prinsip keterbukaan terhadap publik baik dalam pemakaian
dana, perencanaan, perancangan dan eksekusi lapangan.

Namun perlu digarisbawahi bahwa perubahan organisasi pemerintah Republik


Indonesia masih jauh dari kata sempurna karena saking luasnya cakupan wilayah dan
cakupan administrasi negara di negara ini. Terbatasnya tenaga dan kecakapan para
pelayan publik menjadi salah satu faktor yang cukup harus dipertimbangkan demi
perubahan organisasi publik yang lebih baik lagi ke depannya.

1. Sebutkan dan jelaskan kendala-kendala birokrasi di Indonesia? Jelaskan, serta


berikan contohnya!

Kendala birokrasi di Indonesia bisa dikarenakan faktor fisik maupun faktor intern
(SDM). Kendala fisik birokrasi di Indonesia: luasnya cakupan wilayah negara dan
demografi penduduk

Luasnya cakupan wilayah negara membuat birokrasi berjalan dengan lambat dan
merembet terlalu lama untuk segera ditangani oleh pejabat atau lembaga yang
berwenang.
Semisal, ketersediaan form e-KTP yang harus menunggu dari pusat. Mungkin bagi
warga wilayah Jawa Barat atau sekitara Jakarta hal tersebut bukan menjadi persoalan.
Namun bagi warga Atambua, misalnya, yang jauh dari ramainya ibukota dan wilayah
padat penduduk di Indonesia, ketersediaan tanda pengenal mendasar seperti form e-
KTP membutuhkan waktu berhari-hari untuk sampai.

Tentu, perkembangan dan kendala birokrasi antar daerah di kepulauan Indonesia tidak
dapat dipukul rata mengingat kondisi geografi yang kurang memungkinkan.

Solusinya adalah pembangunan infrastruktur yang memadai dan konektivitas antar


pulau di Indonesia dari Sabang sampai Merauke agar birokrasi pemerintah bisa
merata pembangunan dan pelayanannya.

Adapun kendala birokrasi Indonesia yang berupa faktor intern atau kualitas SDM
diantaranya adalah:

1) Kendala Dalam Struktur Organisasi


2) Kendala Dalam Melakukan Koordinasi Horizontal
3) Kelemahan Komunikasi
4) Kendala Dalam Pendelegasian Wewenang
5) Kendala Komunikasi Vertikal
6) Kendala Karena Kualitas Para Birokrat

2.b. Ada 4 (empat) syarat dalam penerapan T-Form dalam organisasi, sebutkan ke 4
syarat tersebut, serta jelaskan pula organisasi Pemerintah Republik Indonesia sesuai
atau tidak dengan dengan syarat T-Form?

1) Melakukan revolusi mental atau perubahan sikap para birokrat untuk lebih profesional
2) Mempersiapkan tenaga birokrasi yang memiliki mutu dan kualitas tinggi melalui
sistem rekruitmen yang selektif
3) Menghilangkan pengkotak-kotakan pelayanan publik, setiap lembaga atau badan yang
melayani masyarakat saling terkait dan terintegrasi pada satu sistem
4) Para birokrat dipersiapkan bekal keahlian atau training untuk mahir menggunakan
teknologi informasi dan program digital seperti pelayanan berbasis komputer

Apakah organisasi Pemerintah Republik Indonesia sesuai dengan penerapan T-


Form?

Menurut saya, secara teoritis telah sesuai. Namun pada praktik lapangan, masih banyak
pegawai negeri atau para birokrat yang buta teknologi utamanya bagi para birokrat yang
telah berusia mendekati masa pensiun.

Pemerintah telah memberikan suntikan motivasi melalui program sertifikasi agar para
birokrat bisa mahir menggunakan komputer dan pelayanan elektronik serta pelayanan
yang memuaskan. Pemantauan berkala dan program pelatihan salah satu diantara usaha
pemerintah dalam menerapkan T-Form di Indonesia.