Anda di halaman 1dari 9

BAB 13 LIABILITAS JANGKA PENDEK, PROVISI DAN KONTINJENSI

Pengertian Kewajiban

Kewajiban adalah kemungkinan pengorbanan masa depan atas manfaat ekonomi yang
muncul dari kewajiban saat ini dari entitas tertentu untuk mentransfer aktiva atau menyediakan
jasa kepada entitas lainnya di masa depan sebagai hasil dari transaksi atau kejadian masa lalu.
Dengan kata lain, suatu kewajiban memiliki tiga karakteristik :

Merupakan kewajiban saat ini

Ini timbul dari peristiwa lalu

Ini mengakibatkan arus keluar dari sumber daya

Pengertian liabilitas jangka pendek

Liabilitas jangka pendek adalah kewajiban yang likuidasinya diperkirakan secara layak
memerlukan penggunaan sumber daya yang ada, yang diklasifikasikan sebagai aktiva lancar,
atau penciptaan kewajiban lancar lain atau kewajiban yang penyelesaiannya dalam satu siklus
operasi biasanya 1 tahun.

Beberapa contoh liabilitas jangka pendek :

Hutang Usaha

Wesel Bayar

Wesel Bayar adalah janji tertulis untuk membayar sejumlah uang tertentu pada saat tanggal
tertentu di masa depan dan dapat berasal dari pembelian, pe,biayaan atau transaksi lainnya.
Wesel diklasifikasikan sebagai jangka pendek atau jangka panjang tergantung pada tanggal jatuh
temponya dan dapat juga diklasifikasikan sebagai wesel berbunga dan wesel tanpa bunga.

Jatuh Tempo Berjalan Hutang Jangka Panjang

Pepsico melaporkan obligasi, wesel hipotik dan hutang jangka panjang lainnya yang jatuh
tempo dalam tahun fiscal beriktunya. Jatuh tempo saat ini dari hutang jangka panjang sebagai
kewajiban lancar. Perusahaan seperti Pepsico, tidak mencatat hutang jangka panjang yang akan
jatuh tempo saat ini sebagai kewajiban lancar jika akan :

Ditarik atau dilunasi dengan aktiva yang terakumulasi untuk tujuan tersebut yang secara layak
tidak ditunjukkan sebagai aktiva lancer

Didanai kembali atau dilunasi dari hasil penerbita hutang baru

Dikonversi menjadi modal saham

Kewajiban Jangka Pendek yang diharapkan akan didanai kembali

Kewajiban jangka pendek adalah hutang yang dijadwalkan akan jatuh tempo dalam waktu
satu tahun setelah tanggal neraca perusahaan atau dalam siklus operasi perusahaan, mana yang
lebih lama. Beberapa kewajiban jangka pendek didanai kembali atas dasar jangka panjang dank
arena itu, diperkirakan tidak memerlukan penggunaan modal kerja selama tahun berikutnya.

Hutang Dividen

Hutang Dividen tunai adalah jumlah terhutang oleh perusahaan kepada para pemegang
saham sebagai hasil dari otorisasi dewan direksi. Pada tanggal pengumuman, perusahaan
mengasumsikan kewajiban yang menempatkan pemegang saham dalam posisi kreditor atas
sejumlah dividen yang diumumkan. Karena dividen tunai selalu dibayarkan dalam satu tahun
setelah pengumuman (biasanya 3 bulan ) maka itu diklasifikasikan sebagai kewajiban lancar.

Uang Muka dan Deposito Pelanggan

Kewajiban lancar yang dapat mencakup deposito kas yang dapat dikembalikan yang
diterima dari pelanggan dan karyawan. Prusahaan dapat menerima deposito dari pelanggan untuk
menjamin pelaksanaan kontrak atau jasa atau sebagai penjamin untuk menutup pembayaran
kewajiban yang diharapkan di masa depan. Klasifikasi pos-pos ini sebagai kewajiban lancar atau
tidak lancar tergantung pada waktu antara tanggal deposito dan pemutusan hubungan yang
mensyaratkan deposito.

Pendapatan Diterima Dimuka


Perusahaan memperhitungkan pendapatan diterima dimuka yang diterima sebelum barang
dikirimkan atau jasa dilakukan adalah dengan cara :

Ketika uang diterima, Kas didebet dan akun Kewajiban lancar yang mengidentifikasi sumber
pendapatan diterima dimuka dikredit

Ketika pendapatan diterima, akun pendapatan diterima dimuka didebet, dan akun pendapatan
yang diterima dikredit

Hutang Pajak Penjualan

Terkadang penagihan pajak penjualan yang dikredit ke akun kewajiban tidak sama dengan
kewajiban yang dihitung oleh rumus pemerintah. Pada kasus ini, GAP membuat penyesuaian
atas aku kewajiban dengan mengakui keuntungan atau kerugian atas penagihan pajak penjualan.

Hutang Pajak Penghasilan

Setiap Pajak Penghasilan federal atau Negara bagian memiliki porsi yang berbeda terhadap
jumlah laba tahunan. Dengan menggunakan informasi dan nasihat yang tersedia, perusahaan
harus mempersiapkan SPT pajak penghasilan dan menghitung hutang pajak penghasilan yang
dihasilkan dari operasi periode berjalan. Hutang pajak atas laba perusahaan, seperti yang
dihitung per SPT pajak hatus diklasifikasikan sebagai kewajiban lancar.

Kewajiban yang berhubungan dengan Karyawan

Pemotongan Gaji : Jenis paling umum dari pemotongan gaji adalah pajak premi asuransi,
tabungan karyawan dan iuran serikat kerja. Jika jumlah dipotong belum diserahkan kepada pihak
yang berwenang pada akhir periode akuntansi, maka jumlah itu harus diakui sebagai kewajiban
lancar.

Absensi yang Dikompensasi : Absensi yang dikompensasi adalah absensi dari pekerjaan seperti
cuti, sakit, dan hari libur. Suatu kewajiban harus diakrualkan untuk biaya kompensasi atas
absensi di masa depan.
Perjanjian Bonus :Tambahan atas gaji atau upah yang diberikan kepada karyawan atas hasil kerja
atau jumlah laba tahunan perusahaan. Pemberian bonus kepada karyawan harus dimasukkan
sebagai pengurang dalam menentukan laba bersih tahun berjalan.

Pengertian Provisi adalah liabilitas yang waktu atau jumlahnya belum pasti ( sering disebut
liabilitas yang diestiminasi).

Pengakuan provisi
Perusahaan memiliki kewajiban kini sebagai akibat dari peristiwa lalu
Kemungkinan besar memerlukan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomik
untuk menyelesaikan kewajiban
Perkiraan yang dapat diandalkan dapat dibuat untuk jumlah kewajiban.
Liabilitas kontinjensi tidak diakui dalam laporan keuangan karena merupakan
Kewajiban yang belum dipastikan kewajiban kini
Kewajiban kini yang tidak berkemungkinan besar pembayaran dilakukan
Kewajiban kini dimana estimasi yang andal atas kewajiban tersebut tidak dapat dilakukan.
Aset kontinjensi yang khas adalah :

Penerimaan yang mungkin atas uang dari hadiah, sumbangan, bonus dan lain sebagainya

Kemungkinan pengembalian dana dari pemerintah atas kelebihan pajak

Penundaan kasus pengadilan yang hasilnya mungkin menguntungkan

Kerugian pajak yang dikompensasi ke depan

Penyajian Kewajiban Lancar

Dalam praktek kewajiban lancar biasanya dicatat dalam catatan akuntansi dan dilaporkan
dalam laporan keuangan pada nilai penuh jatuh temponya. Karena singkatnya periode waktu
yang terlibat, yang sering kali kurang dari satu tahun, maka perbedaan antara nilai sekarang
kewajiban lancar dan nilai jatuh tempo biasanya tidak besar. Penilaian kewajiban yang sedikit
terlalu tinggi akibat pencatatan kewajiban lancar pada nilai jatuh temponya dianggap sebagai
tidak material.

Analisis Kewajiban Lancar


Perbedaan antara kewajiban lancar dan hutang lancar adalah penting karena menyediakan
informasi tentang likuiditas perusahaan. Likuiditas yang berhubungan dengan kewajiban adalah
waktu yang diharpkan berlalu hingga suatu kewajiban harus dibayar. Dengan kata lain,
kewajiban yang akan dibayar dengan segera merupakan kewajiban lancar, Suatu perusahaan
yang likuid dapat bertahan lebih baik dalam menghadapi masalah keuangan. Selain itu,
perusahaan ini juga memiliki peluang yang lebih baik dalam mengambil keuntungan dan
kesempatan investasi yang berkembang.

Dua rasio yang digunakan dalam menganalisis dan menguji likuiditas adalah rasio lancar dan
rasio cepat.

Rasio Lancar

Rasio Lancar adalah rasio total aktiva lancar terhadap kewajiban lancar.

Rasio lancar = Asset Lancar

Kewaiban lancar

Rasio Cepat

Banyak analis lebih menyukasi rasio cepat yang menghubungkan total kewajiban lancar dengan
kas, sekuritas dan piutang.

Rasio Cepat = Kas+Investasi Jangka Pendek+Piutang Bersih


Kewajiban Lancar

BAB 14 LIABILITAS JANGKA PANJANG

Hutang jangka panjang adalah pengorbanan manfaat ekonomi yang sangat mungkin di
masa depan akibat kewajiban sekarang yang tidak dibayarkan dalam satu tahun atau siklus
operasi perusahaan. Hutang jangka panjang terdiri dari Hutang Obligasi, Wesel Bayar Jangka
Panjang, Hutang Hipotik, Kewajiban Pensiun dan Kewajiban Lease.

PENERBITAN OBLIGASI
Obligasi yang timbul dari suatu kontrak disebut sebagai indenture obligasi dan
merupakan janji untuk membayar (1) sejumlah uang yang harus dibayar pada tanggal jatuh
tempo ditambah (2) bunga periodic pada tingkat tertentu atas jumlah yang jatuh tempo (nilai
nominal).

JENIS DAN PERINGKAT OBLIGASI

Obligasi Berjamin dan Tanpa Jaminan

Secured bonds didukung oleh janji dari bebrapa orang penjamin. Obligasi hipotik dijamin
oleh klaim atas real estate. Unsecured bonds merupakan obligasi tanpa jaminan dan sangat
berisiko, sehingga harus membayar bunga lebih tinggi.

Obligasi Berjangka, Obligasi Berseri dan Obligasi Yang Dapat Ditebus

Obligasi Berjangka terbitan obligasi yang telah jatuh tempo pada satu tanggal, Obligasi
Berseri terbitan yang jatuh tempo namun pembayarannya secara angsuran, Obligasi Yang Dapat
Ditebus memberikan hak kepada penerbit untuk menebus dan menarik kembali obligasi sebelum
jatuh tempo

Obligasi Konvertibel, Obligasi Yang Didukung Komoditas, dan Dengan Diskonto Besar

Obligasi Konvertibel obliasi yang bisa dikonversi menjadi sekuritas lain dalam jangka waktu
tertentu setelah penerbitannya, Obligasi yang Didukung Komoditas obligasi yang dapat ditebus
dengan menggunakan komoditas seperti minyak dalam barel, batubara dalam ton, dan logam
mulia dalam ons, Obligasi Dengan Diskonto Besar dijual pada diskonto yang memberikan total
pembayaran harga pada saat jatuh tempo kepada pembelinya.

Obligasi Terdaftar dan Obligasi Atas Unjuk

Obligasi Terdaftar obligasi yang diterbitkan atas nama pemilik. Obligasi Atas Unjuk obligasi
yang tidak mencatat nama pemilik.

Obligasi Laba dan Obligasi Pendapatan

Obligasi Laba tidak membayar bunga kecuali perusahaan mendapat laba, Obligasi
Pendapatan
METODE BUNGA EFEKTIF

Beban bunga obligasi dihitung pertama kali dengan mengalikan nilai buku obligasi pada awal
periode dengan suku bunga efektif

Amortisasi diskonto atau premi obligasi kemudian ditentukan dengan membandingkan bunga
obligasi terhadap bunga yang dibayarkan

WESEL BAYAR JANGKA PANJANG

Terdiri dari :

1. Wesel yang Diterbitkan Pada Nilai Nominal


2. Wesel yang Tidak Diterbitkan Pada Nilai Nominal
Wesel Dengan Bunga Nol
Wesel Berbunga
3. Wesel Bayar Dalam Situasi Khusus
Wesel Diterbitkan untuk Properti, Barang dan Jasa
Suku bunga yang ditetapkan dianggap layak jika: 1) Tidak ada suku bunga yang ditetapkan (2)
Suku bunga yang ditetapkan tidak layak (3) Jumlah nominal yang ditetapkan dari instrument
hutang itu secara material berbeda dengan harga jual tunai berjalan atas barang yang sama atau
serupa atau dari nilai pasar berjalan instrument hutang itu.

PILIHAN SUKU BUNGA

Dalam transaksi wesel, suku bunga pasar atau suku bunga efektif itu nyata atau dapat
ditentukan oleh faktor lain yang terlibat dalam pertukaran, seperti nilai pasae wajar dari apa yang
diberikan atau diterima. Namun, jika sebuah perusahaan tidak dapat menentukan nilai wajar
property, barang dan jasa dan jika wesel tersebut tidak mempunyai pasar yang siap
menampungnya, masalah penentuan nilai sekarang wesel tersebut lebih sulit. Untuk
memperkirakan nilai sekarang dari wesel dalam kondisi seperti itu, perusahaan harus
memperkirakan suku bunga penerapan yang mungkin berbeda dengan suku bunga yang
ditetapkan. Proses penaksiran ini disebut Pengaitan, dan suku bunga yang dihasilkan disebut
Suku Bunga Terkait.
Suku bunga yang berlaku untuk instrument yang serupa dari dari para lembaga penerbit
wesel yang mempunyai peringkat kredit yang serupa akan mempengaruhi pilohan suku
bunganya. Faktor lain yang berpengruh lainnya adalah perjanjian pembatasan, jaminan, jadwal
pembayaran, dan suku bunga utama yang berlaku. Perusahaan menentukan suku bunga terkait
letika mereka menerbitkan wesel, perubahan yang terjadi sesudahnya pada suku bunga yang ada
akan diabaikan.

WESEL BAYAR HIPOTIK

Bentuk paling umum dari wesek bayar jangka panjang adalah wesel bayar hipotik. Wesel
Bayar Hipotik adalah wesel promes yang dijamin dengan satu dokumen yang disebut hipotik
yang menggadaikan hak atas property sebagai jaminan pinjaman. Wesel bayar hipotiks erring
digunakan oleh perusahaan dan persekutuan daripada korporasi.

Peminjam biasanya menerima kas dalam jumlah nominal wesel hipotik, si mana jumlah
nominal wesel itu merupakan kewajiban yang sebenarnya dan tidak ada diskonto atau premi
yang terlibat. Namun, apabila dikenakan penilaian “poin” oleh pemberi pinjaman, maka jumlah
total yang diterima oleh peminjam kurang dari jumlah nilai nominal wesel. Poin menaikkan suku
bunga efektif diatas yang ditetapkan suku bunga dalam wesel. Satu poin adalah 1% dari nilai
nominal wesel.

PENYAJIAN DAN ANALISIS HUTANG JANGKA PANJANG

Perusahaan yang mempunyai banyak terbitan hutang jangka panjang dalam jumlah besar
sering kali hanya melaporkan satu akun dalam neraca dan mendukungnya dengan komentar
dalam catatan yang menyertainya. Hutag jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun hrus
dilaporkan sebagai hutang lancar, kecuali kalau penarikan itu dipenuhi dengan aktiva selain
aktiva lancar. Jika hutang itu didanai kmbali, dikonversi menjadi saham, atau ditarik dari dana
pelunasan obligasi, maka hal itu harus terus dilaporkan sebagai pos tidak lancar.

Pengungkapan catatan umumnya berisi sifat dari keajiban, tanggal jatuh tempo, suku
bunga, provisi penarikan, konversi, pembatasan yang dikenakan oleh kreditor dan aktiva yang
disepakati sebagai jaminan.

ANALISIS HUTANG JANGKA PANJANG


Pemegang saham dan kreditor jangka panjang berkepentingan dengan solvensi jangka
panjang perusahaan terutama kemampuannya membayar bunga yang akan jatuh tempo dan
melunasi nilai nominal hutangnya saat jatuh tempo.

RASIO HUTANG TERHADAP TOTAL AKTIVA

Mengukur persentase total aktiva yang disediakan oleh kreditor

Hutang Terhadap Total Aktiva = Total Hutang / Total Aktiva

RASIO BERAPA KALI BUNGA DIHASILKAN

Menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar bunga ketika jatuh tempo.

Hutang Terhadap Total Aktiva= Laba sebelum PPh dan Beban Bunga / Beban Bunga.

Anda mungkin juga menyukai