Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN EVALUASI KEGIATAN PELAYANAN OBSTETRI NEONATAL

EMERGENSI KOMPREHENSIF (PONEK) DI RSUD MUNYANG KUTE


REDELONG TAHUN 2016

A. LATAR BELAKANG
Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK)
merupakan suatu proses pelayanan perlindungan pada ibu dan bayi secara terpadu
dan paripurna untuk mendukung terlaksananya Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi.
Pada Konferensi Tingkat Tinggi Perserikatan Bangsa - Bangsa pada tahun
2000 disepakati bahwa terdapat 8 Tujuan Pembangunan Millenium (Millenium
Development Goals) pada tahun 2015. Dua diantara tujuan tersebut mempunyai
sasaran dan indikator yang terkait dengan kesehatan ibu, bayi dan anak yaitu :
1. Mengurangi angka kematian bayi dan balita sebesar dua per tiga dari AKB
pada tahun 1990 menjadi 20 dari 25/1000 kelahiran hidup.
2. Mengurangi angka kematian ibu sebesar tiga per empat dari AKI pada tahun
1990 dari 307 menjadi 125/100.000 kelahiran hidup.
Meskipun tampaknya target tersebut cukup tinggi, namun tetap dapat dicapai
apabila dilakukan upaya terobosan yang inovatif untuk mengatasi penyebab utama
kematian tersebut yang didukung kebijakan dan sistem yang efektif dalam
mengatasi berbagai kendala yang timbul selama ini. Kematian bayi baru lahir
umumnya dapat dihindari penyebabnya seperti Berat Badan Lahir Rendah (40,4%),
asfiksia (24,6%) dan infeksi (sekitar 10%). Hal tersebut kemungkinan disebabkan
oleh keterlambatan pengambilan keputusan, merujuk dan mengobati. Sedangkan
kematian ibu umumnya disebabkan perdarahan (25%), infeksi (15%), pre-
eklampsia / eklampsia (15%), persalinan macet dan abortus. Mengingat kematian
bayi mempunyai hubungan erat dengan mutu penanganan ibu, maka proses
persalinan dan perawatan bayi harus dilakukan dalam sistem terpadu di tingkat
nasional dan regional.
Rumah Sakit PONEK 24 Jam merupakan bagian dari sistem rujukan dalam
pelayanan kedaruratan dalam maternal dan neonatal, yang sangat berperan dalam
menurunkan angka kematian ibu dan bayi baru lahir. Kunci keberhasilan PONEK
adalah ketersediaan tenaga kesehatan yang sesuai kompetensi, prasarana, sarana
dan manajemen yang handal. Untuk mencapai kompetensi dalam bidang tertentu,
tenaga kesehatan memerlukan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan
pengetahuan, keterampilan dan perubahan perilaku dalam pelayanan kepada pasien.
Untuk dapat mencerminkan penyelenggaraan PONEK 24 jam, maka perlu
dibuat Pedoman PONEK sebagai proses untuk menilai terlaksananya PONEK
secara efektif dan efisien di RSUD Munyang Kute Redelong Kabupaten Bener
Meriah.
Seperti kita ketahui Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi
(AKB) di Indonesia masih tinggi. Berdasarkan Survei Demografi Kesehatan Ibu di
Indonesia (SDKI) tahun 2012, AKI mencapai 359 per 100.000 kelahiran hidup dan
AKB mencapai 32 per 1.000 kelahiran hidup.

B. TUJUAN
A. Tujuan Umum
Menurunkan angka kematian maternal neonatal di RSUD Munyang Kute
Redelong
B. Tujuan Khusus
1. Menurunkan angka kematian ibu dengan kasus perdarahan,
PEB/Eklamsia dan Sepsis.
2. Menurunkan angka kematian bayi dengan kasus BBLR, Asfiksia dan
Infeksi.

C. HASIL EVALUASI

REKAPITULASI JUMLAH KUNJUNGAN IBU HAMIL DENGAN


KASUS PREEKLAMSI, EMESIS DAN ANEMIA DI POLI OBGYN RSUD
MUNYANG KUTE REDELONG BULAN NOVEMBER S/D DESEMBER
TAHUN 2016

JUMLAH KELOMPOK RESIKO TINGGI


BULAN
ANC PE EMISIS ANEMIA
NOVEMBER 117 1 5 0
DESEMBER 65 0 2 0
Total 192 1 7 0
GRAFIK JUMLAH KUNJUNGAN IBU HAMIL DENGAN KASUS
PREEKLAMSI, EMESIS DAN ANEMIA DI POLI OBGYN
RSUD MUNYANG KUTE REDELONG
BULAN NOVEMBER S/D DESEMBER
TAHUN 2016

120

100

80 ANC
PE
60
EMESIS
40
ANEMIA
20

0
NOVEMBER DESEMBER

Dari data diatas dapat dilihat bahwa jumlah kunjungan ibu hamil (ANC) adalah
192 orang, dengan kasus preeklamsia 1 (1,9%) dan kasus emesis adalah 7
(13,4%) dan kasus anemia 0 (0%) . Hal ini menunjukkan bahwa ibu hamil sudah
mampu menjaga kesehatannnya sendiri.

REKAPITULASI JUMLAH IBU BERSALIN DAN JENIS PERSALINAN DI


RUANG BERSALIN RSUD MUNYANG KUTE REDELONG
BULAN NOVEMBER S/D DESEMBER
TAHUN 2016

JUMLAH JENIS PERSALINAN


BULAN
BULIN SPONTAN VE SC
NOVEMBER 104 65 2 37
DESEMBER 107 51 2 54
TOTAL 211 116 4 91
GRAFIK REKAPITULASI JUMLAH IBU BERSALIN DAN JENIS
PERSALINAN DI RUANG BERSALIN RSUD MUNYANG KUTE
REDELONG BULAN NOVEMBER S/D DESEMBER
TAHUN 2016

70
60
50 PN
40 VE
30
SC
20
10
0
NOVEMBER DESEMBER

Dari data diatas dapat dilihat bahwa Jumlah pasien bersalin periode November s/d
Desember 2016 adalah 211 orang. Jenis persalinan spontan ada 116 (55 %) dan SC
ada 91 (43,1%) dan jenis persalinan dengan VE ada 4 (1,9%). Hal ini membuktikan
bahwa Rumah Sakit Munyang Kute Redelong merupakan Rumah Sakit rujukan dari
puskesmas dan rujukan bidan bagi kasus kebidanan, oleh sebab itu angka persalinan
dengan SC juga cukup tinggi dari 91 kasus, 73 adalah rujukan.

REKAPITULASI BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH YANG


DILAKUKAN PMK (PERAWATAN METODE KANGGURU)
BULAN NOVEMVER S/D DESEMBER
TAHUN 2016

BULAN JML BAYI BBLR PMK


NOVEMBER 15 1 1
DESEMBER 18 4 4
Total 33 5 5
REKAPITULASI BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH YANG
DILAKUKAN PMK (PERAWATAN METODE KANGGURU
BULAN JULI S/D OKTOBER TAHUN 2016

4
3 BBLR
2 PMK
1
0
NOVEMBER DESEMBER

Dari data diatas dapat di lihat bahwa jumlah BBLR dari periode November s/d
Desember 2016 adalah 5 (15,2%) dan semuanya di lakukan Perawatan Metode
Kangguru.

REKAPITULASI PERSALINAN YANG DILAKUKAN IMD, RAWAT


GABUNG, ASI ESKLUSIF BULAN NOVEMBER S/D DESEMBER
TAHUN 2016

BULAN BULIN IMD R. GABUNG ASI


NOVEMBER 104 60 60 60
DESEMBER 107 51 37 37
Total 211 111 97 97

GRAFIK PERSALINAN YANG DILAKUKAN IMD, RAWAT GABUNG, ASI


BULAN NOVEMBER S/D DESEMBER
TAHUN 2016

120
100
BULIN
80
IMD
60
RAWAT GABUNG
40
20 ASI

0
NOVEMBER DESEMBER
Dari data diatas dapat dilihat Bayi yang lahir di RSUD Munyang Kute Redelong
pada bulan November s/d Desemberr 2016 adalah 211 bayi. Bayi yang dilakukan
IMD ada 116 (52,6%), bayi yang dilakukan rawat gabung bayi 97 (45,9%), sedang
bayi yang diberikan ASI ada bayi 97 (45,9%). Hal ini disebabkan bayi yang
dilakukan IMD sementara yang persalinan spontan dimana kondisi ibu dan bayi
baik, demikian juga dengan pemberian ASI. Persalinan SC sudah mulai dijalankan
IMD tetapi tidak maksimal kendala dengan dokter Spesialis Anak, Operator,
anastesi. Untuk rawat gabung baik persalinan spontan maupun SC dilakukan bila
kondisi bayi dan ibu memungkinan untuk dilakukan rawat gabung.

REKAPITULASI JUMLAH KASUS NEONATUS DENGAN ASFIKSIA, BBLR


INFEKSI DAN KELAIAN BAWAAN DI RUANG NICU RSUD MUNYANG
KUTE REDELONG BULAN NOVEMBER S/D DESEMBER
TAHUN 2016

JENIS PERSALINAN
JUMLAH
BULAN BBLR KELAINAN
BAYI ASFIKSIA INFEKSI
BAWAAN
NOVEMBER 15 6 1 4 0
DESEMBER 18 4 4 4 0
Total 33 10 5 8 0

GRAFIK REKAPITULASI JUMLAH KASUS NEONATUS DENGAN


ASFIKSIA, BBLR INFEKSI DAN KELAIAN BAWAAN DI RUANG NICU
BULAN NOVEMBER S/D DESEMBER
TAHUN 2016

4 ASFIKSIA
BBLR
3
INKESI
2 KELAINAN BAWAAN

0
NOVEMBER DESEMBER
Dari data diatas dapat dilihat bahwa Jumlah bayi yang dirawat ada 33 bayi. Bayi yang
mengalami aspeksia ada 10 bayi (30,3%), bayi dengan BBLR 5 bayi (15,6%), bayi yang
infeksi 8 bayi (24,3%) dan bayi yang mengalami kelaianan bawaan ada 0 bayi (0 %).

REKAPITULASI JUMLAH KASUS KEMATIAN IBU BERSALIN


DI RUANG BERSALIN DAN KEBIDANAN RSUD MUNYANG KUTE
REDELONG PERIODE NOVEMBER S/D DESEMBER
TAHUN 2016

JUMLAH JUMLAH KEMATIAN


BULAN
BULIN EKLAMSIA HPP INFEKSI
NOVEMBER 104 0 0 0
DESEMBER 107 1 0 0
Total 211 1 0 0

GRAFIK REKAPITULASI JUMLAH KASUS KEMATIAN IBU BERSALIN DI


RUANG BERSALIN DAN KEBIDANAN RSUD MUNYANG KUTE
PERIODE NOVEMBER S/D DESEMBER 2016

120
100
BULIN
80
EKLAMSIA
60
HPP
40
INFEKSI
20
0
NOVEMBER DESEMBER

Dari data diatas dapat dilihat bahwa jumlah Ibu bersalin pada periode November s/d
Desember 2016 adalah 211 pasien dan jumlah kematian ibu bersalin 1 orang dengan
kasus Eklamsia.
REKAPITULASI KEGIATAN PROGRAM PELATIHAN PONEK TAHUN
2016

TGL PELAKSANAAN
TEMPAT REALI
JENIS PELATIHAN IN EKS
PELATIHAN SASI
HOUSE
HOUSE

Supervisi fasilitatif - - - -
pelayanan Obsetri
Neonatal Emergensi
Komprehensif PONEK

GRAFIK REKAPITULASI KEGIATAN PROGRAM PELATIHAN PONEK


TAHUN 2016

1
0.8
0.6 Pencapaian
0.4
0.2
0
inhouse ekshouse PDP

Dari data diatas dapat dilihat :


Rea lisasi Program pelatihan PONEK tahun 2016 untuk inhouse dan ekshouse
belum ada sama sekali,dan direncakan akan dilakukan pada tahun 2017.

D. EVALUASI
1. Hasil pelaksanaan evaluasi kegiatan PONEK periode November s/d Desember
2016 belum maksimal.
2. Adapun yang masih kurang optimal yaitu :
 Belum tersedianya USG 4 Dimensi, sehingga kasus kehamilan yang diduga
ada kelainan sejak dini yang memerlukan USG 4 dimensi harus di rujuk ke
klinik dokter atau rumah sakit yang sudah tersedia.
 Angka persalinan dengan seksio sesaria cukup tinggi yaitu 43,1%, perlu ada
evaluasi tentang indikasi SC
 MOU dengan RSU Datu Beru terkait rujukan maternal neonatal belum
mendapat balasan.
 Program pelatihan PONEK sangat kurang baik inhouse maupun ekshouse,
hal ini karena informasi tentang pelatihan yang dibutuhkan dari luar belum
ada
 Untuk pelatihan yang bisa dilakukan secara inhouse training masih
dijadwalkan, perlu koordinasi dengan dokter Obgyn dan dokter Anak.

E. TINDAK LANJUT
Tim PONEK akan melakukan evaluasi secara berekesinambungan dan melakukan
koordinasi lagi dengan unit-unit terkait atau panitia terkait dan evaluasi yang akan
datang .

Ditetapkan di : Redelong

Pada tanggal : 5 Juli 2013

Tim PONEK

Ketua,

dr . Arwin Munawariko, Sp.OG