Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN EVALUASI DAN TINDAK LANJUT PELAYANAN OBSTETRI

NEONATAL EMERGENSI KOMPREHENSIF (PONEK)


DI RUMAH SAKIT MUNYANG KUTE REDELONG
TAHUN 2017

I. PENDAHULUAN

Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) merupakan

suatu proses pelayanan perlindungan pada ibu dan bayi secara terpadu dan paripurna

untuk mendukung terlaksananya Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi.

Pada Konferensi Tingkat Tinggi Perserikatan Bangsa - Bangsa pada tahun 2000

disepakati bahwa terdapat 8 Tujuan Pembangunan Millenium (Millenium Development

Goals) pada tahun 2015. Dua diantara tujuan tersebut mempunyai sasaran dan indikator

yang terkait dengan kesehatan ibu, bayi dan anak yaitu :

1. Mengurangi angka kematian bayi dan balita sebesar dua per tiga dari AKB pada

tahun 1990 menjadi 20 dari 25/1000 kelahiran hidup.

2. Mengurangi angka kematian ibu sebesar tiga per empat dari AKI pada tahun 1990

dari 307 menjadi 125/100.000 kelahiran hidup.

Meskipun tampaknya target tersebut cukup tinggi, namun tetap dapat dicapai

apabila dilakukan upaya terobosan yang inovatif untuk mengatasi penyebab utama

kematian tersebut yang didukung kebijakan dan sistem yang efektif dalam mengatasi

berbagai kendala yang timbul selama ini. Kematian bayi baru lahir umumnya dapat

dihindari penyebabnya seperti Berat Badan Lahir Rendah (40,4%), asfiksia (24,6%) dan

infeksi (sekitar 10%). Hal tersebut kemungkinan disebabkan oleh keterlambatan

pengambilan keputusan, merujuk dan mengobati. Sedangkan kematian ibu umumnya

disebabkan perdarahan (25%), infeksi (15%), pre-eklampsia / eklampsia (15%),

persalinan macet dan abortus. Mengingat kematian bayi mempunyai hubungan erat

RSUD Munyang Kute Redelong


dengan mutu penanganan ibu, maka proses persalinan dan perawatan bayi harus

dilakukan dalam sistem terpadu di tingkat nasional dan regional.

Rumah Sakit PONEK 24 Jam merupakan bagian dari sistem rujukan dalam

pelayanan kedaruratan dalam maternal dan neonatal, yang sangat berperan dalam

menurunkan angka kematian ibu dan bayi baru lahir. Kunci keberhasilan PONEK adalah

ketersediaan tenaga kesehatan yang sesuai kompetensi, prasarana, sarana dan manajemen

yang handal. Untuk mencapai kompetensi dalam bidang tertentu, tenaga kesehatan

memerlukan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan

perubahan perilaku dalam pelayanan kepada pasien.

Untuk dapat mencerminkan penyelenggaraan PONEK 24 jam, maka perlu dibuat

Pedoman PONEK sebagai proses untuk menilai terlaksananya PONEK secara efektif dan

efisien di RSUD Munyang Kute Redelong Kabupaten Bener Meriah.

Seperti kita ketahui Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi

(AKB) di Indonesia masih tinggi. Berdasarkan Survei Demografi Kesehatan Ibu di

Indonesia (SDKI) tahun 2012, AKI mencapai 359 per 100.000 kelahiran hidup dan AKB

mencapai 32 per 1.000 kelahiran hidup.

II. TUJUAN

1. Tujuan Umum

Mengetahui secara global perkembangan program PONEK di RSUD Munyang

Kute Redelong

2. Tujuan Khusus

 Mengetahui pencapaian program PONEK semester I tahun 2017

 Mengetahui apa yang sudah di capai dan apa yang belum tercapai

 Menentukan tindak lanjut yang akan dilaksanakan

RSUD Munyang Kute Redelong


III. HASIL PEMANTAUAN
1. REKAPITULASI KUNJUNGAN IBU HAMIL DAN BUMIL RESTI DI POLI
KIA/ OBGYN RSUD MUNYANG KUTE REDELONG SEMESTER I TAHUN
2017

KUNJUNGAN KUNJUNGAN BUMIL


BULAN
HAMIL RESTI
Januari 115 48
Pebruari 117 45
Maret 116 41
April 115 29
Mei 121 33
Juni 80 26
Total 664 222

GRAFIK KUNJUNGAN KUNJUNGAN HAMIL DAN BUMIL RESTI


DI POLI KIA/ OBGYN RSUD MUNYANG KUTE REDELONG
SEMESTER I TAHUN 2017

150

100
KUNJ HAMIL
50 BUMIL RESTI

0
JAN PEB MAR APR MEI JUNI

2. REKAPITULASI KRITERIA IBU HAMIL RESIKO TINGGI DI POLI KIA/


OBGYN RSUD MUNYANG KUTE RDELONG SEMESTER I TAHUN 2017

BULAN
KASUS JUMLAH
JAN PEB MAR APR MEI JUN
Emisis gravidarum 8 2 6 12 10 5 43
Blighted Ovum 6 2 3 0 3 2 16
Threatened abortion 2 7 5 5 2 0 21
Kel letak 4 3 2 4 2 6 22
Penyakit 0 2 3 1 0 1 7
Usia >35 Thn 27 28 21 7 15 11 109
PER/ PEB 0 0 0 0 0 0 0
Gemelli 0 1 0 0 0 0 1
Lain-lain 1 0 1 0 1 1 4
Total 48 45 41 29 33 26 222

RSUD Munyang Kute Redelong


DIAGRAM KRITERIA IBU HAMIL RESIKO TINGGI
DI POLI KIA/ OBGYN RSUD MUNYANG KUTE REDELONG
SEMESTER I TAHUN 2017

Blighted
01 Thercaneted
4 15 abortion
22 kel letak

penyakit
21
usia >35thn
109 7
PER/PEB

Gameli

lain-lain

Dari data diatas dapat dilihat:


 Kunjungan pasien hamil semester 1 tahun 2017 adalah 664.
 Kasus hamil resiko tinggi 222 orang. Kasus bumil resiko tinggi paling banyak karena usia>35
tahun.

3. REKAPITULASI JUMLAH IBU HAMIL DENGAN KASUS TERBANYAK DI


POLI KIA/ OBGYN RSUD MUNYANG KUTE REDELONG SEMESTER I
TAHUN 2017

KUNJUNGAN
BULAN HAMIL USIA>35 EMISIS/HIPER KELAINAN
EMISIS LETAK
Januari 115 27 8 4
Pebruari 117 28 2 3
Maret 116 21 6 2
April 115 7 12 4
Mei 121 15 10 2
Juni 80 11 5 6
Total 664 109 43 22

RSUD Munyang Kute Redelong


GRAFIK KUNJUNGAN IBU HAMIL DENGAN KASUS TERBANYAK
DI POLI KIA/ OBGYN RSUD MUNYANG KUTE REDELONG
SEMESTER I TAHUN 2017

150
KUNJ HAMIL
100
USIA>35
50 EMISIS/HIPEREMESIS
KEL LETAK
0
JAN PEB MAR APR MEI JUNI

Dari data diatas dapat dilihat :


Kunjungan ibu hamil dengan kasus terbanyak ada 3 kasus yaitu kasus resti usia>35 tahun ada 109
kasus (16,4%), kasus emisis/hiperemisis ada 43 kasus (6,5%) dan untuk kelainan letak ada 22
kasus (3,3%)

4. REKAPITULASI JUMLAH IBU BERSALIN DAN JENIS PERSALINAN


SEMESTER I TAHUN 2017 DI RUANG BERSALIN RSUD MUNYANG KUTE
REDELONG

JUMLAH JENIS PERSALINAN


BULAN RUJUKAN
BULIN SPONTAN VE SC
Januari 86 47 0 39 33
Pebruari 80 43 0 37 53
Maret 100 55 0 45 59
April 93 42 0 51 67
Mei 95 45 1 49 72
Juni 87 30 0 57 68
Total 541 262 1 278 352

RSUD Munyang Kute Redelong


GRAFIK BULIN, JENIS PERSALINAN DAN BULIN RUJUKAN
DI RUANG BERSALIN RSUD MUNYANG KUTE REDELONG
SEMESTER 1 TAHUN 2017

100
BULIN
SPONTAN
50
VE
SC
0 RUJUKAN
JAN PEB MAR APR MEI JUNI

Dari data diatas dapat dilihat :


 Jumlah pasien bersalin semester 1 tahun 2017 ada 541.
 Jenis persalinannya spontan ada 262 (48,4%) persalinan dengan VE ada 1(0,1 %) dan
SC ada 278 (51,4%).
 Kasus rujukan dari luar ada 352 (65,1%). Hal ini membuktikan bahwa RSUD
Munyang Kute Redelong menjadi Rumah Sakit rujukan bagi kasus kebidanan, oleh
sebab itu angka persalinan dengan SC juga cukup tinggi dari 352 kasus rujukan 210
diantaranya adalah persalinan dengan SC.

5. REKAPITULASI PERSALINAN YANG DILAKUKAN IMD, RAWAT


GABUNG, ASI DI RUANG BERSALIN DAN KEBIDANAN SEMESTER I
TAHUN 2017

BULAN BULIN IMD R. GABUNG ASI


Januari 86 47 80 86
Pebruari 80 49 76 80
Maret 100 55 95 100
April 93 53 90 93
Mei 95 57 88 95
Juni 87 45 83 87
Total 541 306 512 541

RSUD Munyang Kute Redelong


GRAFIK PERSALINAN YANG DILAKUKAN IMD, RAWAT GABUNG, ASI DI
RUANG BERSALIN DAN KEBIDANAN RSUD MUNYANG KUTE
REDELONG SEMESTER I TAHUN 2017

100
80 BULIN
60 IMD
40 R GABUNG
20
ASI ESKLUSIF
0
JAN PEB MAR APR MEI JUNI

Dari data diatas dapat dilihat :


Dari data diatas dapat dilihat Bayi yang lahir di RSUD Munyang Kute Redelong
pada semester I tahun 2017 adalah 541 bayi. Bayi yang dilakukan IMD ada 306
(56,6%), bayi yang dilakukan rawat gabung 512 bayi (94.6%), sedang bayi yang
diberikan ASI esklusif ada 541 bayi (100%). Hal ini disebabkan bayi yang dilakukan
IMD sementara hanya yang persalinan spontan dimana kondisi ibu dan bayi baik,
demikian juga dengan pemberian ASI. Untuk Persalinan SC sudah mulai dijalankan
IMD tetapi tidak maksimal kendala dengan dokter SpA, Operator, anastesi. Untuk
rawat gabung baik persalinan spontan maupun SC dilakukan bila kondisi bayi dan ibu
memungkinan untuk dilakukan rawat gabung.

6. REKAPITULASI JUMLAH KASUS BAYI ASPEKSIA, BBLR, INFEKSI,


NEONATURUM DI RUANG NICU RSUD MUNYANG KUTE REDELONG
SEMESTER I TAHUN 2017

KASUS BAYI
BULAN JML BAYI
ASPEKSIA BBLR INFEKSI
Januari 25 10 7 5
Pebruari 23 6 8 5
Maret 24 4 5 8
April 24 8 6 5
Mei 23 3 11 7
Juni 15 2 10 3
Total 134 33 47 33

RSUD Munyang Kute Redelong


GRAFIK KASUS BAYI ASPEKSIA, BBLR, INFEKSI, INFEKSI
DI RUANG NICU RSUD MUNYANG KUTE REDELONG
SEMESTER I TAHUN 2017

25
20 JML BAYI
15 ASPEKSIA
10 BBLR
5
INFEKSI
0
JAN PEB MAR APR MEI JUNI

Dari data diatas dapat dilihat :


 Jumlah bayi yang dirawat ada 134 bayi
 Bayi yang mengalami aspeksia ada 33 bayi (24,6%), bayi dengan BBLR 47 bayi (35,1%), dan
bayi yang dengan infeksi ada 33 bayi (24,6%).
 Semua bayi yang di rawat di Rumah Sakit tidak semua lahir di RSUD Munyang Kute
Redelong tetapi ada yang rujukan dari luar RSUD Munyang Kute Redelong yaitu 25 bayi
(18,6%)
 Hal ini menunjukkan RSUD Munyang Kute Redelong merupakan rujukan bagi kasus
neonatal.

7. REKAPITULASI BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH YANG


DILAKUKAN PMK (PERAWATAN METODE KANGGURU) DI RUANG
NICU SEMESTER I TAHUN 2017

BULAN JML BAYI BBLR PMK


Januari 25 7 7
Pebruari 23 8 8
Maret 24 5 5
April 24 6 6
Mei 23 11 11
Juni 15 10 10
Total 134 47 47

RSUD Munyang Kute Redelong


GRAFIK BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH YANG DILAKUKAN PMK
(PERAWATAN METODE KANGGURU) DI RUANG NICU
SEMESTER I TAHUN 2017

15

10
BBLR
5 PMK

0
JAN PEB MAR APR MEI JUNI

Dari data diatas dapat dilihat bayi berat badan lahir rendah semester 1 tahun 2017 adalah ada
47 bayi dan semuanya dilakukan Perawatan Metode Kangguru.

8. Melaksanakan Sistem Monitoring Dan Evaluasi Pelaksanaan Program


RSSIB 10 Langkah Menyusui Dan Peningkatan Kesehatan Ibu.

TANGGAL PENCAPAIAN
NO JENIS KEBUTUHAN
REALISASI (PERSEN)
1 Kebijakan tentang pemberian ASI Esklusif Januari 2017 50%
2 Kerja sama dengan Puskesmas Kab. Bener
Meriah dalam tindak lanjut pemberian ASI Januari 2017 50%
Ekslusif

GRAFIK REALISASI PELAKSANAAN SISTIM MONITORING & EVALUASI


PELAKSANAAN PROGRAM RSSIB 10 LANGKAH MENYUSUI
DI RSUD MUNYANG KUE REDELONG
SEMESTER 1 TAHUN 2017

100

50 Pencapaian

0
Kebijakan Kerja sama

Dari data diatas dapat dilihat : Sistem Monitoring Dan Evaluasi Pelaksanaan Program RSSIB 10
Langkah Menyusui Dan Peningkatan Kesehatan Ibu di RSUD Munyang Kute Redelong pada
semester I tahun 2017 sudah tercapai 100%.

RSUD Munyang Kute Redelong


10. REKAPITULASI REALISASI KESIAPAN DAN KEBUTUHAN
PONEK SEMESTER 1 TAHUN 2017

TANGGAL PENCAPAIAN
NO JENIS KEBUTUHAN
REALISASI (PERSEN)
1 SK Direktur tentang pembentukan Tim
1 September 2015
PONEK
2 Kebijakan tentang pelayanan PONEK :
 Kebijakan pelayanan maternal dan
neonatus
 Kebijakan PONEK 24 jam
 Kebijakan Rawat Gabung ibu dan bayi
 Kebijakan IMD dan ASI esklusif Januari 2016
 Kebijakan Perawatan Metode
Kangguru pada BBLR
 Kebijakan RS Sayang Ibu dan Bayi
 Kebijakan pelaksanaan rujukan
PONEK
3 Pedoman Pelayanan PONEK Januari 2016
4 Pedoman Pengorganisasian PONEK Januari 2016
5 Panduan PONEK :
 Panduan pelayanan maternal dan
neonatus
 Panduan PONEK 24 jam
 Panduan Rawat Gabung ibu dan bayi
 Panduan IMD dan ASI esklusif Januari 2016
 Panduan Perawatan Metode Kangguru
pada BBLR
 Panduan RS Sayang Ibu dan Bayi
 Panduan pelaksanaan rujukan PONEK

6 SPO PONEK Up Date Januari 2017


7 Legalitas dari Dinas Kesehatan tentang
RSUD Munyang Kute Redelong sebagai
RS PONEK
8 MOU rujukan dengan Rumah Sakit Umum
Datu Beru

RSUD Munyang Kute Redelong


GRAFIK REALISASI KESIAPAN DAN KEBUTUHAN PONEK
SEMESTER 1 TAHUN 2017

100
80
60
40
20
0 Pencapaian

Dari data diatas dapat dilihat : kesiapan RSUD Munyang Kute Redelong sebagai Rumah Sakit
PONEK mencapai 70%

11. REKAPITULASI REALISASI FUNGSI RUMAH SAKIT SEBAGAI


PUSAT RUJUKAN PELAYANAN KESEHATAN IBU DAN BAYI BAGI
SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAINNYA.

TAHUN PENCAPAIAN
NO JENIS KEBUTUHAN
REALISASI (PERSEN)
1 Kebijakan tentang pelaksanaan rujukan 100%
2016
PONEK
2 Panduan tentang pelaksanaan rujukan 100%
2016
PONEK

GRAFIK REALISASI RSUD MUNYANG KUTE REDELONG SEBAGAI PUSAT


RUJUKAN PELAYANAN KESEHATAN IBU DAN BAYI BAGI SARANA PELAYANAN
KESEHATAN LAINNYA SEMESTER 1 TAHUN 2017

100

50
Pencapaian
0
Kebijakan
Panduan

Dari data diatas dapat dilihat : Kesiapan RSUD Munyang Kute Redelong sebagai pusat rujukan
pelayanan kesehatan ibu dan bayi bagi sarana pelayanan kesehatan lainnya pada semester I tahun
2017 sudah tercapai 100%.

RSUD Munyang Kute Redelong


12. REKAPITULASI KEGIATAN PROGRAM PELATIHAN PONEK
SEMESTER 1 TAHUN 2017

TGL PELAKSANAAN
JENIS TEMPAT REALI
IN HOUSE EKS
PELATIHAN PELATIHAN SASI
HOUSE
- - - - -

GRAFIK REALISASI PROGRAM PELATIHAN PONEK SEMESTER 1 TAHUN 2017

1
0.8
0.6
Pencapaian
0.4
0.2
0
Inhouse Ekshouse PDP

Dari data diatas dapat dilihat :


Realisasi Program pelatihan PONEK tahun 2017 untuk ekshouse belum
ada sama sekali,dan direncakan akan dilakukan pada tahun 2017, pelatihan
inhouse juga belum dilakukan dan pelatihan diluar program belum
dilakukan sama sekali.

14. REKAPITULASI KEMATIAN IBU BERSALIN DI RUANG BERSALIN


DAN KEBIDANAN SEMESTER I TAHUN 2017

KEMATIAN IBU
BULAN JML BULIN LAIN-
PEB/EKLAMSI HPP INFEKSI
LAIN
Januari 86 0 0 0 0
Pebruari 80 0 0 0 0
Maret 100 0 0 0 0
April 93 0 0 0 0
Mei 95 0 0 0 0
Juni 87 2 0 0 0
Total 541 2 0 0 0

RSUD Munyang Kute Redelong


GRAFIK KEMATIAN IBU BERSALIN DI RUANG BERSALIN DAN KEBIDANAN
SEMESTER I TAHUN 2017

100
BULIN
80
EKLAMSI
60
40 HPP
20 INFEKSI
0 LAIN2
JAN PEB MAR APR MEI JUNI

Dari data diatas dapat dilihat : ibu bersalin pada semester 1 tahun 2017 adalah 541 pasien dan
2 (0,4%) pasien dinyatakan meninggal dengan kasus Eklmasia post SC dan selebihnya semua
pulang dalam keadaan sehat.

15. REKAPITULASI KEMATIAN BAYI DI RUANG NICU SEMESTER I


TAHUN 2017

KEMATIAN BAYI
BULAN JML BAYI
ASPEKSIA INFEKSI LAIN- LAIN
Januari 25 0 0 0
Pebruari 23 0 0 1
Maret 24 0 0 0
April 24 1 0 1
Mei 23 0 0 1
Juni 15 1 0 0
Total 134 2 0 3

GRAFIK KEMATIAN BAYI DI RUANG NICU RSUD MUNYANG KUTE


REDELONG SEMESTER I TAHUN 2017

25
20 BAYI
15 ASPEKSIA
10 INFEKSI
5
LAIN2
0
JAN PEB MAR APR MEI JUNI

Dari data diatas dapat dilihat bayi yang dirawat pada semester 1 tahun 2017 adalah 134 bayi,
ada 5 (3,7%) kematian bayi yaitu 2 bayi karena aspiksia, 3 bayi dengan penyebab lain yaitu
kelahiran premature dan kelainan bawaan (Ancephalus).

RSUD Munyang Kute Redelong


IV. EVALUASI
1. Hasil pelaksanaan evaluasi kegiatan PONEK Semester I tahun 2017 belum maksimal.
2. Adapun yang masih kurang optimal yaitu :
 Belum tersedianya USG 4 Dimensi, sehingga kasus kehamilan yang diduga ada
kelainan sejak dini yang memerlukan USG 4 dimensi harus di rujuk ke klinik
dokter atau rumah sakit yang sudah tersedia.
 Angka persalinan dengan seksio sesaria cukup tinggi yaitu 51,4 %, perlu ada
evaluasi tentang indikasi SC
 Area/ wilayah kunjungan rumah untuk ibu bersalin kurang luas, perlu adanya
evaluasi atau revisi ruang lingkup area kunjungan rumah
 Program pelatihan PONEK sangat kurang baik Inhouse maupun Ekshouse, hal ini
karena informasi tentang pelatihan yang dibutuhkan dari luar belum ada
 Untuk pelatihan yang bisa dilakukan secara Inhouse training masih dijadwalkan,
perlu koordinasi dengan dokter Obgyn dan dokter Anak.

V. TINDAK LANJUT
Tim PONEK akan melakukan evaluasi secara berekesinambungan dan melakukan
koordinasi lagi dengan unit-unit terkait atau panitia terkait dan evaluasi yang akan
datang .

RSUD Munyang Kute Redelong