Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH TERAPI AKTINOHYDRO

“PARAFIN BATH”

Disusun oleh:
1. Ainun Jariah (PO713241181002)
2. Arma Sari (PO713241181005)
3. Arsita Anggreni (PO713241181006)
4. Irlidia Wahyuni (PO713241181014)
5. Irma (PO713241181015)
6. Khumairah (PO713241181017)
7. Nur Ilmi Marhimi (PO713241181026)
8. Nurul Hidayah (PO713241181032)
9. Muhammad Ghozy (PO713241181023)
10. Sofyan (PO713241181041)
11. Zakiyatul Fitri (PO713241181049)

DOSEN PEMBIMBING

St. Nurul Fajriah, S.Pd, S.Ft, M.Kes

DIII FISIOTERAPI

TAHUN AJARAN 2019/2020

POLTEKKES KEMENKES MAKASSAR


KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.


Puji syukur kehadirat Allah SWT Dzat penguasa alam semesta yang
telah memberikan taufiq, rahmat, hidayah serta inayahnya sehingga kami dapat
beraktivitas untuk menyusun dan menyelesaikan makalah yang berjudul
“parafin Bath“ ini.
Kami berharap makalah ini dapat membantu dan menambah wawasan
saudara-saudari yang ingin lebih memahami atau mengetahui sekilas tentang
“Parafin Bath“.
Makalah ini disusun dan dibuat berdasarkan materi-materi yang ada.
Materi ini bertujuan agar dapat menambah pengetahuan dan wawasan mengenai
“Parafin Bath‟.
Penyusunan makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas Terapi Hidro
dan Aktino yang diberikan oleh dosen.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat dan menjadi sumbangan
pemikiran bagi pihak yang membutuhkan, khususnya bagi kami sehingga
tujuan yang diharapkan dapat tercapai.

Makassar, 01 November 2019

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ....................................................................................... i

DAFTAR ISI ...................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakang ......................................................................................... 1
B. Rumusan masalah .................................................................................... 1

BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Parafin Bath........................................................................... 2
B. Sejarah Parafin Bath ................................................................................ 2
C. Modulasi atau Alat yang digunakan Parafin Bath................................... 3
D. Efek, indikasi dan kontraindikasi parafin Bath ....................................... 3
E. Penatalaksanaan Parafin Bath ................................................................. 6
F. Metode Parafin Bath ............................................................................... 7

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan ............................................................................................. 10
B. Saran ........................................................................................................ 10

Daftar Pustaka ..................................................................................................... iii

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Terapi bath terus di produksi di Amerika Serikat ,dibuat untuk FDA
kelas II Medical device standar dan masih satu satunya made in USA
CE/ETL terdaftar mandi paraffin dari tangan, kaki, wajah dan tubuh sejak
tahun 1962. Terapi lilin atau paraffin bath ,Terapi ini menggunakan lilin
parafin yang telah dikenal dan dimanfaatkan selama berabad-abad di mulai
sejak kekaisaran Romawi. Komponen alami lilin parafin berasal dari
minyak mineral mentah yang dihasilkan melalui proses penyulingan atau
pemisahan lilin dari minyak mineral mentah tersebut. Parafin Bath
merupakan salah satu modalitas terapi yang menggunakan metode panas
dan lembab, yang bertujuan untuk mempercepat proses penyembuhan,
merelaksasikan jaringan lunak tubuh dan mengurangi nyeri pada otot.
Suatu bentuk thermotherapy, perawatan paraffin efektif untuk
meningkatkan aliran darah, membantu rehabilitasi atau menghangatkan
tubuh, sebelum terapi atau latihan lainnya, paraffin hangat juga digunakan
secara luas untuk melembutkan kulit kering, pecah-pecah, dengan
kelembapan dari dalam tubuh kepermukaan. Parafin Bath merupakan
salah satu modalitas terapi yang menggunakan metode panas dan lembab,
yang bertujuan untuk mempercepat proses penyembuhan, merelaksasikan
jaringan lunak tubuh dan mengurangi nyeri pada otot.

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud parafin Bath?
2. Bagaimana sejarah Parafin Bath?
3. Efek apa yang ditimbulkan dari Parafin Bath?
4. Indikasi dan kontraindikasi Parafin Bath?
5. Metode-Metode apa saja yang dilakukan untuk Parafin Bath?

1
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Parafin Bath


Parafin Bath merupakan salah satu modalitas terapi yang
menggunakan metode panas dan lembab, yang bertujuan untuk
mempercepat proses penyembuhan, merelaksasikan jaringan lunak tubuh
dan mengurangi nyeri pada otot. perawatan paraffin efektif untuk
meningkatkan aliran darah, membantu rehabilitasi atau menghangatkan
tubuh, sebelum terapi atau latihan lainnya.

B. Sejarah Parafin Bath


Lilin parafin pertama kali diciptakan pada tahun 1830 oleh ahli kimia
Jerman Karl von Reichenbach ketika ia mencoba mengembangkan cara
untuk secara efisien memisahkan dan memperbaiki zat lilin yang terjadi
secara alami dalam minyak bumi. Parafin mewakili kemajuan besar dalam
industri pembuatan lilin, karena terbakar lebih bersih dan andal, dan lebih
murah untuk diproduksi daripada bahan bakar lilin lainnya. Lilin parafin
awalnya menderita titik leleh rendah; Namun, kekurangan ini kemudian
diatasi dengan penambahan asam stearat yang lebih keras. Produksi lilin
parafin menikmati booming pada awal abad ke-20 sebagai hasil dari
pertumbuhan industri pengemasan daging dan minyak, yang menciptakan
parafin dan asam stearat sebagai produk sampingan.
Kemudian diproduksi di Amerika Serikat, dibuat untuk FDA Kelas II
Medical Device Standar, dan masih satu-satunya Made in USA CE / ETL
terdaftar mandi parafin portabel di pasar. Digunakan untuk tangan, kaki,
wajah dan tubuh sejak tahun Selama lebih dari 90 tahun parafin terapi
panas lembab telah digunakan untuk menghilangkan rasa sakit,
peradangan dan kekakuan disebabkan oleh arthritis. Suatu bentuk
thermotherapy, perawatan parafin efektif meningkatkan aliran darah untuk
membantu dalam rehabilitasi, atau untuk menghangatkan area tubuh

2
sebelum terapi atau latihan lainnya. Parafin hangat juga digunakan secara
luas untuk melembutkan kering, kulit pecahpecah dengan menggambar
kelembaban dari dalam tubuh ke permukaan. Tangan, kaki, wajah atau
siku yang tersisa terasa lembut dan muncul lebih muda mencari. The
Therabath Profesional Parafin Bath adalah paraffin bath buatan Amerika
Serikat sebagai perangkat medis standar.

C. Modalitas atau alat yang digunakan untuk Parafin Bath


Alat yang digunakan untuk terapi harus tersedia sesuai dengan metode
terapi.
Berikut alat-alat dan bahan yang digunakan untuk parafin bath:
1) Parafin & parafin oil
2) Handuk
3) Kuas
4) wadah
D. Efek, Indikasi, dan Kontra Indikasi Parafin Bath
1) Efek Yang di hasilkan :
a. Efek fisiologis yang mungkin timbul adalah seperti berikut :
 Peningkatan suhu / temperatur tubuh
 Penigkatan metabolism
 Terjadi vasodilatasi arteriole
 Peredaran darah kapiler menjadi lancar
 Tekanan hirostatik kapiler meningkat
b. Sedangkan pada organ dan sistem organ tubuh adalah sebagai
berikut:
 Pada kulit
Rangsangan panas dengan media yang mempunya
temperatur lebih besar dari 40oC pada kulit dalam waktu
sigkat akan mengakibatkan kulit menjadi pucat, karena
timbul vasokontriksi pembuluh darah kulit secara tiba-tiba.
Bila penggunaan panas dengan temperatur tidak begitu

3
tinggi warna pucat tersebut akan segera diikuti adanya
vasodilatasi sehingga timbul warna kemerah-merahan
(eritema). Kelenjar keringat dan lemak akan terangsang,
sehingga kulit menjadi lemas dan lentur.
 Pada sirkulasi darah setempat
Sirkulasi darah menjadi lancar karena adanya efek
vasodilatasi.
 Pada jaringan otot
Otot menjadi rileks dan lentur, kelelahan akan
hilang, iribilitas berkurang dan nyeri berkurang. Bila
waktunya ditambah maka akan terjadi kelemahan otot.
 Pada sirkulasi darah
Awal pemberian panas menyebabkan beban kerja
jantung meningkat. Hal itu disebabkan timbulnya
vasokontriksi pembuluh darah perifer pada jaringan
superfisial tubuh yang kemudian diikuti kenaikan tekanan
darah sistemik. Bila segera timbul vasodilatasi maka
tekanan darah sistemik akan turun dengan begitu beban
kerja jantung juga menurun.
 Pada metabolisme
Metabolisme akan meningkat dengan panas yang
cukup.
 Pada sistem saraf
Pemberian panas dengan temperatur yang tinggi
akan menyebabkan ujung-ujung saraf sensoris mati bila
diberikan dalam waktu yang lama. Jika temperatur lebih
rendah, yang terjadi adalah timbulnya efek sedatif
(nyaman).

4
2) Indikasi Parafin Bath
Terapi pada bagian superfisial tubuh dengan panas sangat
baik untuk mereduksi nyeri dan kekakuan, untuk menghindari
sapsme otot, meningkatkan range of motion sendi, serta
mempercepat proses penyembuhan dengan cara meningkatkan
aliran darah sehingga peredaran darah menjadi lancar dan
kebutuhan nutrisi pada jaringan yang berkaitan terpenuhi.
a. Parafin bath indikasi terhadap: Reduksi nyeri dan spasme otot
Efek panas dari parafin dapat digunakan sebelum dilakukan latihan
penguluran otot untk mereduksi nyeri.
b. Spasme otot menimbukan rasa nyeri serta berkurangnya range of
motion sendi, namun hal ini dapat dikurangi dengan memberikan
panas sebagai media terapi.
c. Pasca fracture
d. Pasca trauma
e. Sprain dan strain
f. Arthritis kronis

3) Kontra Indikasi Parafin Bath


Pada dasarnya kontra indikasi pada terapi dengan
menggunakan suhu atau temperatur adalah gangguan sensibilitas.
Kontra indikasi untuk terapi parafin bath dapat dituliskan sebagai
berikut:
1) Gangguan sensibilitas.
2) Luka terbuka.
3) Parafin tidak boleh digunakan pada luka terbuka karena dapat
menyebabkan luka bakar pada jaringan yang bersangkutan.

5
D. Penatalaksanaa Parafin Bath Pada Kekakuan Sendi
1. Persiapan Alat
 Parafin dan parafin oil
 Wadah
 handuk
2. Prosedur pelaksanaan
 Lelehkan lilin Parafin dengan 48-57 derajat celcius di dalam
wadah tertutup.
 Sebelum melakukan terapi, semua bagian tubuh yang hendak
direndam dalam lilin parafin harus bersih dari kotoran dan
perhiasan apapun yang menempel pada kulit (gelang, cincin,
dll).
 Bagian tubuh yang akan di terapi, dicelupkan pada wadah yang
bersi lilin paraffin yang di lelehkan pada suhu tertentu lalu
dibiarkan beberapa menit.
 Setelah batas waktu yang ditentukan,angkat bagian yang sudah
diterapi lalu biarkan sisa lilin yang masih menempel membeku.
 Proses pencelupan dilakukan beberapa kali
 Setelah sekitar 20 menit dan mengeras, lilin akan dikelupas dan
daerah tersebut siap untuk dilakukan pemijatan, peregangan,
latihan atau tindakan terapi tambahan selanjutnya.
3. Efek yang Terjadi
memberikan efek panas yang diperoleh dari lilin yang mencair
akan menenangkan (merelaksasi) jaringan lunak yang diterapi,
membuka pori-pori dan meningkatkan aliran darah dan sirkulasi tubuh.
Manfaatnya untuk mengurangi rasa sakit/nyeri, kekakuan otot dan
sendi karena mampu menghilangkan kelebihan cairan di jaringan lunak
sekitar. Selain itu,lilinparaffin itu sendiri mampu melembabkan
kulit/tubuh sehingga memberikan efek peremajaan kulit dan kulit
nampak halus dan lembut.

6
E. Metode Parafin Bath
1) Pemeriksaan
Pemeriksaan dilakukan dengan tanya jawab antara terapis dengan
pasien. Hal-hal yang perlu diketahui dari pasien antara lain:
a. Kondisi patologis pasien berkaitan dengan tingkat keparahan
kondisi patologis pasien ( akut atau kronis ).
b. Di samping itu juga apakah kondisi patologis pasien indikatif atau
kontra indikatif dengan terapi yang akan diberikan.
c. Gangguan sensibilitas yang dimaksud adalah sensibilitas panas-
dingin. Untuk mengetahui keadaan sensibilitas pasien maka perlu
dilakukan tes sensibilitas panas-dingin, seperti berikut:
 Sediakan 2 buah tabung / kantung plastik kecil. Sebuah tabung
berisi air panas (hangat) yang lain berisi air dingin (air es).
 Kedua tabung tersebut diujikan satu per satu ke bagian tubuh
pasien yang normal sambil mengenalkan rasa / sensasi yang
dirasakan oleh pasien ( pasien diminta untuk melihat pengujian
/ pengenalan ini).
 Setelah pengenalan sensasi dilakukan, pengujuan sensasi yang
sebenarnya dilakukan. Pasien diminta untuk tidak melihat
pengujian pada daerah yang abnormal. Pasien bisa diminta
untuk memejamkan matanya ataupun dengan cara yang lain,
misalnya dengan menghalangi pandangannya
2) Pemilihan metode
Pemilihan metode terapi ditentukan sesuai hasil pemeriksaan pada
pasien ( tahap Apakah pasien indkasi untuk diterapi dengan metode
parafin bath atau kontra indikasi.
3) Persiapan alat
Sebelum digunakan, lakukan tes terlebih dahulu seperti suhunya.
4) Persiapan pasien
Pasien diberikan pengetahuan / diberi tahu tentang perlakuan-
perlakuan apa saja yang akan diberikan oleh terapis kepada pasien.

7
5) Teknik pelaksanaan
Pelaksanaan terapi terkait dengan pemilihan metode terapi.
Berikut adalah penatalaksanaan parafin bath dengan metode rendaman:
 Panaskan parafin dengan suhu antara 90-100 C.
 Setelah parafin mencair, dinginkan terlebih dahulu karena untuk
pemakaian hanya dibutuhkan suhu antara 45-50 C.
 Pada suhu tersebut, tangan yang akan diterapi kemudian
dicelupkan ke dalam parafin cair tersebut selama beberapa detik
 Kemudian diangkat dan didiamkan selama beberapa waktu sampai
rasa hangatnya berkurang
 Setelah itu bagian tangan dicelupkan lagi ke dalam parafin cair
selama beberapa detik dan diangkat lagi serta didinginkan. Begitu
seterusnya sampai parafin yang menempel sudah tebal dan saat
dicelup ke parafin cair pasien tidak merasakan panas lagi.
 Kemudian bagian tangan yang sudah tertempel parafin tersebut
dibungkus dengan handuk
 Diamkan selama 10-15 menit.
 Lalu handuk dilepas dan parafin yang sudah mengering tadi dilepas
(dikelupas) dari bagian tangan yang tertempel parafin tadi. Setelah
itu akan tampak eritema pada bagian tubuh tersebut.
 Rapikan peralatan.

Efek yang Ditimbulkan:


Pada bagian tubuh (kulit) pasien yang diterapi timbul eritema.
Eritema ini muncul sebagai efek fisiologis yang ditimbulkan
karena adanya stimulasi berupa sensasi panas yang ditimbulkan
oleh parafin cair. Eritema lebih tepatnya lagi terjadi karena respon
tubuh terhadap panas, respon ini berupa vasodilatasi pembuluh
darah yang pada akhirnya menyebabkan eritema.
Efek fisiologis lain yang tampak secara nyata adalah pasien
berkeringat. Keringat dikeluarkan tidak hanya pada bagian tubuh

8
yang bersangkutan saja, melainkan seluruh tubuh pasien. Kelenjar
keringat pada kulit pasien terangsang sehingga memberikan respon
terhadap temperatur yang tinggi yang digunakan dalam terapi ini
(450C-500C).

6) Evaluasi dan dokumentasi


Evaluasi dan dokumentasi bertujuan untuk:
a. Melihat / mengetahui efek hasil terapi
b. Membandingkan kondisi patologis sebelum dan sesudah diberikan
terapi
c. Menentukan tindakan / terapi selanjutnya.

9
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Parafin Bath merupakan salah satu modalitas terapi yang menggunakan
metode panas dan lembab, yang bertujuan untuk mempercepat proses
penyembuhan, merelaksasikan jaringan lunak tubuh dan mengurangi nyeri
pada otot. perawatan paraffin efektif untuk meningkatkan aliran darah,
membantu rehabilitasi atau menghangatkan tubuh, sebelum terapi atau
latihan lainnya. Selain itu, pada kasus carpal tunnel sydrom digunakan
parafin bath namun perlu dilakukan massage dan untuk peningkatan gerak
perlu dilakukan terapi latihan sperti stretching.

B. Saran
Terapi yang diberikan kepada pasien harus teppat dan efisien sesuai
kondisi pasien serta pemilihan modalitas dan dosis terapi yang tepat dan
sesuai sangat berpengaruh terhadap proses kesembuhan pasien

10
DAFTAR PUSTAKA

Aras, D., &Ahsaniyah, B. 2017.Sumber Fisis. Physio Sakti: Makassar.

https://boronajos.blogspot.com/2018/12/parafin-bath.html

Susan L. Michlovitz. 1990. Thermal Agents in Rehabilitation, third edition. F. A.


Davis Company: Philadelphia.

Tim Dosen D III Fisioterapi Politeknik Kesehatan Surakarta. 1993. Sumber Fisis.
Politeknik Kesehatan Surakarta Jurusan Fisioterapi: Surakarta.

http://artikel-fisioterapi.blogspot.com/2011/03/paraffin-bath.html

Barasat Wax Refiner . Diakses pada 21 Desember 2012 .

https://en.m.wikipedia.org/wiki/Paraffin_wax

iii

Anda mungkin juga menyukai