Anda di halaman 1dari 7

Anggota Kelompok 3 :

1) Rif’atuz Zulfa (135030401111023)


2) Anggie Nastiti (135030401111025)
3) Sinta Rima Lusiana (135030401111029)
4) Chinta Febrina Hapsari (135030401111030)
5) Nur’Aini Tiara Putri (135030401111031)
6) Bethesda Erine Nugroho (135030401111038)
7) Theresia Ananda Puteri (135030407111011)
8) Helwinda Puspita (135030400111050)

BAB IX

Attribute Sampling Untuk Pengujian Pengendalian

SOAL LATIHAN

1. Dalam melakukan pengujian auditor dapat melakukan 4 macam cara. Sebut dan jelaskan ke
empat macam tersebut.
Jawab:
a. Pengujian Analitik
Pengujian ini dilakukan oleh auditor pada tahap awal proses audit dan pada tahap
review menyeluruh terhadap hasil audit. Pengujian ini dilakukan oleh auditor dengan
cara mempelajari perbandingan antara data yang satu dengan yang lain.Pada tahap awal
proses audit,pengujian analitik dimaksudkan untuk membantu auditor dalam memahami
bisnis klaen dan dalam menemukan bidang yang memerlukan audit lebih
intensif.Sebelum auditor melaksanakan audit sesara rinci dan mendalam terhadap objek
audit,ia harus memperoleh gambaran yang menyeluruhmengenai perusahaan yang
diaudit.Untuk mendapatkan gambaran menyeluruh dan secara garis besar mengenai
keadaan keuangan dan hasil usaha klaen auditor menggunakan analisis ratio,analisis
laba bruto,analisis terhadap laporan keuangan perbandingan ( comparative financial
statements )

b. Pengujian Pengendalian
Pengujian pengendalian adalah prosedur audit yang dilaksanakan untuk menentukan
evektivitas desain dan/atau operasi pengendalian intern. Dalam hubungannya dengan
desain pengendalian intrn, pengujian pengendalian yang dilakukan oleh auditor
berkaitan dengan apakah kebijakan dan prosedur telah didesain memadai untuk
mencegah ayau mendeteksi salah saji material dalam asersi tertentu laporan keuangan.
Dalam hubungannya dengan operasi suatu pengendalian intern, pengujian pengendalian
yang dilakukan oleh auditor berkaitan dengan apakah kebijakan dan prosedur
sesungguhnya berjalan dengan baik.

c. Pengujian Substantive
Sifat pengujian substantive mencakup jenis dan efektivitas prosedur audit yang
dilakukan oleh auditor yaitu :
1. Jika tingkat resiko deteksi yang dapat diterima adalah rendah, auditor harus
menggunakan prosedur audit yang lebih efektif, dan biasanya memerlukan biaya yang
lebih tinggi
2. Jika tingkat resiko deteksi yang dapat diterima adalah tinggi, auditor dapat
menggunakan prosedur audit yang kurang efektif, dan biasanya memerlukan biaya yang
lebih rendah

d. Pengujian Terinci atas Saldo


Pengujian terinci atas saldo memusatkan perhatian atas saldo-saldo akhir buku besar
untuk laporan realisasi pendapatan dan belanja serta neraca. Contoh dari pengujian
terinci atas saldo termasuk konfirmasi untuk saldo piutang, pemeriksaan fisik
persediaan, dan pemeriksaan kontrak utang dengan pihak lain. Pengujian terinci atas
saldo ini adalah penting karena bukti biasanya diperoleh dari sumber yang independen
sehingga dapat diandalkan.

2. Jelaskan syarat apa saja yang harus dipenuhi agar pemeriksaan terhadap suatu sampel
disebut sebagai statistical sampel
Jawab :
a. Pertama, sampel harus dipilih secara random. Random merupakan lawan arbritrari atau
judgemental. Seleksi random menawarkan kesempatan sampel tidak akan bias.
b. Kedua, hasil sampel harus bisa dievaluasi secara matematis. Jika salah satu syarat ini
tidak terpenuhi maka tidak bisa disebut sebagai sampling statistik.
3. Sebut dan jelaskan dua macam statistical sampling models
Jawab :
Ada 2 Statistical Sampling Model, yaitu :
 Attribute Sampling (Proportional Sampling)
Digunakan untuk menguji efektivitas pengendalian intern (dalam pengujian pengendalian).
 Variable Sampling
Digunakan untuk menguji nilai rupiah yang tercantum dalam akun (dalam pengujian substantif).
4. Ada tiga macam attribute sampling models. Sebut dan jelaskan kegunaannya masing-masing
model
Jawab :
Ada tiga model dari attribute sampling, yaitu:
1) Fixed Sample Size Attribute Sampling
Model ini paling banyak digunakan dalam audit. Pengambilan sampel dengan model ini ditujukan
untuk memerkirakan persentase terjadinya mutu tertentu dalam suatu populasi.
2) Stop or Go Sampling (Decision Attribute Sampling)
Model ini dapat mencegah auditor dari pengambilan sample yang terlalu banyak, yaitu dengan cara
menghentikan pengujian sedini mungkin. Model ini digunakan jika auditor yakin bahwa kesalahan
yang diperkirakan dalam populasi sangat kecil.
3) Discovery Sampling
Model ini cocok digunakan jika tingkat kesalahan yang diperkirakan dalam populasi sangat rendah
(mendekati nol). Model ini dipakai untuk menemukan kecurangan, pelanggaran yang serius dari unsur
pengendalian intern, dan ketidakberesan lainnya.

5. Langkah-langkah audit dalam penggunaan fixed-sample-size-attribute-sampling


Jawab :
a. Penentuan attribute yang akan diperiksa untuk menguji efektivitas pengendalian intern
b. Penentuan populasi untuk mengambil sampelnya
c. Penentuan besarnya sampel
d. Pemilihan anggota sampel dari seluruh anggota populasi
e. Penafsiran terhadap attribute yang menunjukkan efektivitas unsur pengendalian intern
f. Evaluasi hasil pemeriksaan terhadap attribute anggota sampel

6. Langkah-langkah audit dalam penggunaan stop-or-go-sampling


Jawab :
1. Tentukan desired upper precision limit dan tingkat keandalan
2. Gunakan tabel besarnya sampel minimum untuk pengujian pengendalian guna
menentukan sampel pertama yang harus diambil
3. Buatlah tabel Stop or Go Decision
4. Evaluasi hasil pemeriksaan terhadap sampel

7. Sebutkan langkah-langkah yang harus ditempuh oleh auditor dalam discovery sampling
Jawab :
Prosedur pengambilan sample dalam model ini adalah sebagai berikut:
a) Tentukan attribute yang akan diperiksa
b) Tentukan populasi dan besar populasi yang akan diambil samplenya
c) Tentukan tingkat keandalan
d) Tentukan desired upper precision limit
e) Tentukan besarnya sample
f) Periksa attribute sample
g) Evaluasi hasil pemeriksaan terhadap karakteristik sample
8. Dalam fixed-sample-size attribute sampling auditor harus menaksir tingkat kesalahan yang
terdapat dalam populasi dalam menentukan besarnya sampel yang harus diambil. Jika ia
tidak mempunyai pengalaman mengenai tingkat kesalahan dalam populaso, bagaimana
menentukan tingkat kesalahan dalam populasi tersebut ?
Jawab :
Apabila auditor tidak mempunyai pengalaman mengenai tingkat kesalahan maka dapat
menggunakan cara lain seperti stop or go dan discovery dimana dengan tidak cara fixed
sample size namun jika seperti pada soal dimana auditor diharuskan menggunakan cara
fixed sample size maka hasuil kesimpulan atas auditnya tidak valid.

9. Dalam mengevaluasi efektivitas unsur pengendalian intern terhada penjualan kredit auditor
melakukan pemeriksanaan terhadap kelengkapan dokumen pendukung faktur penjualan
dengan menggunakan fixed-sample-size attribute sampling. Misalnya, auditor tersebut
menentukan R% = 99%, DUPL = 6%, dan tingkat kesalahan populasi diperkirakan 3%.
Hitunglah besarnya sampel faktur penjualan yang harus diambil oleh auditor tersebut?
Jawab :
Secara singkat, variabel yang akan digunakan untuk menentukan besarnya sampel adalah
sebagai berikut:

Taksiran presentase kesalahan dalam populasi (rate of occurance): 3%


Desired upper precision limit: 6%
Tingkat keandalan (R%): 99%
Dengan menggunakan Tabel 9.2 (auditing mulyadi, hal. 257)Penentuan Besarnya Sampel,
jumlah faktur penjualan yang harus diambil oleh auditor adalah n= 200.

10. Jika dari soal nomor 9 tersebut, auditor menemukan 14 lembar faktur penjualan yang tidak
lengkap dokumen pendukungnya, bagaimana kesimpulan auditor tersebut tentang efektivitas
pengendalian intern terhadap penjualan kredit kliennya? Jelaskan!
Jawab:
Karena ditemukannya beberapa faktur penjualan yang tidak lengkap dokumen
pendukungnya, maka auditor dapat menyimpulkan bahwa pengendalian intern terhadap
penjualan kredit kliennya tidak efektif, karena dengan tidak lengkapnya dokumen
pendukung dari 14 faktur tersebut, maka sampel yang akan dilakukan pemeriksaan akan
berkurang juga, dan berpengaruh terhadap keefektifan pengendalian internnya.

11. Jika dari soal nomor 10 tersebut, auditor menemukan 17 lembar bukti kas keluar yang tidak
lengkap dokumen pendukungnya, bagaimana kesimpulan auditor tersebut tentang efektifitas
pengendalian intern terhadap penjualan kredit kliennya? Jelaskan jawaban saudara.
Jawab:
Karena ditemukannya beberapa bukti kas keluar yang tidak lengkap dokumen
pendukungnya, maka auditor dapat menyimpulkan bahwa pengendalian intern terhadap
penjualan kredit kliennya tidak efektif, karena dengan tidak lengkapnya dokumen
pendukung dari 17 lembar bukti kas keluar tersebut, maka sampel yang akan dilakukan
pemeriksaan akan berkurang juga, dan berpengaruh terhadap keefektifan pengendalian
internnya.

12. Dalam mengevaluasi efektifitas unsur pengendalian intern terhadap retur pembelian auditor
melakukan pemeriksaan terhadap otorisasi atas memo debit dengan menggunakan stop-or-
go sampling.. Misalnya auditor tersebut menentukan R% = 90%, DUPL = 4%, buatlah stop-
or-go decision tabel. (Soal Hitungan => kemungkinan tidak akan keluar ujian)

13. Dalam mengevaluasi efektivitas unsur pengendalian intern terhadap retur penjualan auditor
melakukan pemeriksaan terhadap otorisasi atas memo kredit dengan menggunakan stop-or-
go sampling. Misalnya auditor tsb menentukan R% = 97,5% DUPL = 4%, buatlah stop or go
table! (Soal Hitungan => kemungkinan tidak akan keluar ujian)
Jawab :

R = 97,5% DUPL = 4% sehingga didapatkan sampel minimum 93 lembar surat orderan


pengiriman.

Langkah pertama :

93 lembar surat orderan pengiriman. Dianggap tidak menemukan kesalahan, tetapi dihitung
terlebih dahulu apakah sampel DUPL = AUPL, pada tingkat kesalahan sama dengan 0 AUPL
dihitung dengan cara :

AUPL = Conf. Level factor at desired reliability for occurance obeserved : sample size

R = 97,5%, anggap tingkat kesalahannya 0 = 3,7 (lihat tabel dibuku bab 9 hal ...)

Oleh karena itu, AUPL = 3,7 : 93 = 0,0397 (dibulatkan menjadi 0,04 atau 4%). Sehingga
jumlah AUPL = DUPL karena sama-sama memiliki jumlah 4%, maka unsur pengendalian
intern klien ianggap baik.

Dan apabila ternyata, apabila dimisalkan dari sampel 93 ada yang salah sebanyak 1 maka
AUPL = 5,6 : 93 = 0,0602 ( dibulatkan menjadi 0,06 atau 6%) sehingga jumlah AUPL >
DUPL maka perlu sampel tambahan. Caranya;

Sample Size = Conf. Level factor at desired reliability for occurance observed : Desired
Upper Precision Limit (DUPL)

5,6 : 4% = 140 anggota


Misal dari 140 anggota ternyata auditor menemukan 2 kesalahan penyimpangan, maka
auditor ambil tambahan anggota sebanyak 7,3 : X = 4% sehingga ditemukan 182,5 tambahan
anggota sampel. Hitungan akan dibenarkan apabila 7,3% : 182,5= 4% dan pengendalian intern
dianggap tetap efektif. Namun apabila kembali ditemukan kesalahan misal 4 kesalahan maka,
10,3 ; X = 4% yang nantinya akan ditemukan tambahan anggota sebanyak 257,5.

Sehingga apabila dibuat tabel Stop Or Go Sampling adalah sebagai berikut.

Langkah ke- Besarnya Berhenti jika Lanjutkan ke Lanjutkan


smple kumulatif langkah langkah ke 5
kumulatif yg yang terjadi berikutnya jika
digunakan sama dengan jika kesalahan
kesalahan paling tidak
terjadi sama sebesar -
dengan
1 93 0 1 4
2 140 1 3 4
3 182,5 2 3 4
4 257,5 3 4 4
5. Gunakan fixed sample attribute sampling.

Pada kesalahan ke 5 maka sudah dianggap tidak bisa lagi dipercaya. Dan harus
menggunakan fixed sample attribute sampling untuk penghitungannya.

14. Dalam mengevaluasi aktivitas pengendalian intern terhadap kas, auditor ingin menemukan
satu kesalahan berupa tidak adanya tanda tangan otorisasi pada bukti kas keluar, ia
menggunakan discovery sampling. Jika dikteahui jumlah lembar bukti kas keluar yang dibuat
dalam tahun yang diaudit 4.500 lembar dan ia memilih R%=99% dan DUPL= 0,8% maka
berapa jumlah lembar bukti kas keluar yang harus diambil dari populasi berjumlah
4.500lembar tersebut? Jika dari pemeriksaan terhadap sampel tersebut auditor menemukan 3
lembar bukti kas keluar yang tidak diotorisasi oleh yang berwenang. Gunakanlah tabel 9.8
untuk mengevaluasi hasil audit terhadap sampel tersebut.

Jawab :

Penentuan besarnya sample dengan populasi berjumlah 4500lbr (lihat tabel 9.10 hal 272)
maka sample size yang ditemukan adalah berjumlah 500.

15. Dalam mengevaluasi efektivitas pengendalian intern terhadap penjualan tunai, auditor ingin
menemukan satu kesalahan berupa tidak adanya cash register tape pada faktur penjualan
tunai. Ia menggunakan discovery sampling. Jika diketahui jumlah lembar faktur penjualan
tunai yang dibuat dalam tahun yang diaudit 11.000 lembar dan ia memilih R5=95% dan
DUPL= 1%, maka berapa jumlah lembar bukti kas keluar yang harus diambil dari populasi
berjumlah 11.000 lembar tersebut? Jika dari pemeriksaan terhadap sampel tersbut auditor
menemukan 1 lembar faktur penjualan tunai yang tidak dilampiri pita register kas,
gunakanlah tabel 9,6 untuk mengevaluasi hasil audit terhadap sampel tersebut.

Jawab : penentuan besar sample dengan populasi berjumlah 11.000 lembar, (lihat tabel
9.6) maka sample size nya adalah berjumlah 300

NB: untuk evaluasi no 14 dan 15 bisa lihat di tabel 9.8 dan 9.6 pada bab 9

Anda mungkin juga menyukai