Anda di halaman 1dari 9

RANGKUMAN MATERI KULIAH

“STRATEGI LOKASI”

OLEH KELOMPOK 5 :
1. I GEDE ADHYAKSA (1802612010007)
2. I KADEK SUMIARTA (1802612010013)
3. I MADE RINALDINATA (1802612010015)
4. I PUTU BHAGASKARA SUNGGU (1802612010017)
5. KOMANG PASEK ANGGARA (1802612010022)
6. MADE HENDRA MULYAMERTA (1802612010024)

UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR


TAHUN AJARAN 2019/2020
A. Pentingnya Lokasi yang Strategis

Masalah lokasi sangat memengaruhi risiko dan keuntungan perusahaan


secara keseluruhan. Misalnya biaya pengangkutan bahan mentah yang masuk atau
produk jadi yang ke luar dari perusahaan, dapat mencapai seperempat dari harga
jual produk. Selain itu lokasi juga dapat memengaruhi biaya pajak, upah, biaya
bahan baku, dan sewa.

Keputusan mengenai lokasi harus diambil perusahaan sesekali saja, biasanya


karena permintaan yang telah melebihi kapasitas pabrik yang ada atau karena
perubahan produktivitas tenaga kerja, perubahan nilait tukar, biaya-biaya, dan
sikap masyarakat setempat. Pilihan-pilihan dalam lokasi meliputi : tidak pindah,
tetapi memperluas fasilitas yang ada, mempertahankan lokasi sekarang dan
menambahkan fasilitas lain di tempat lain atau, menutup fasilitas yang ada atau
pindah ke lokasi lain.

Keputusan lokasi bergantung pada jenis bisnis. Untuk keputusan lokasi industry,
strategi yang digunakan biasanya adalah strategi untuk meminimalkan biaya,
meski inovasi dan kreativitas juga penting. Untuk bisnis eceran dan jasa
profesional, strategi yang digunakan difokuskan pada memaksimalkan
pendapatan. Walaupun demikian, strategi lokasi pemilihan gudang bisa ditentukan
oleh biaya serta kecepatan pengiriman. Tujuan strategi lokasi adalah
memaksimalkan manfaat lokasi bagi perusahaan.

Lokasi dan Biaya, karena lokasi memengaruhi biaya dan menentukan penghasilan,
lokasi sepenuhnya memiliki kekuatan untuk membuat atau menghancurkan
strategi bisnis perusahaan. Keputusan lokasi yang berdasarkan pada strategi biaya
rendah (low-cost) membutuhkan pertimbangan yang cermat. Ketika manajemen
telah memutuskan untuk beroperasi disatu lokasi tertentu, banyak biaya yang
menjadi tetap dan sulit dikurangi.

1
B. Proses Penentuan Lokasi Pabrik

 Merumuskan sasaran pemilihan tempat kedudukan perusahaan


Merupakan penentuan tempat yang dapat memberikan keuntungan
bagi sebanyak mungkin pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan
yang terdiri dari pemilik, pengelola, pekerja, pemakai barang, pemasok,
masyarakat setempat dan pemerintah.
 Merumuskan batasan-batasan atau kendala-kendala
Batasan-batasan ini meliputi jumlah, jenis dan harga seluruh
sumber daya yang dibutuhkan di dalam kegiatan pengelolaan. Juga
termasuk di dalamnya adalah batasan-batasan yang ditetapkan oleh
pemerintah dalam bentuk peraturan-peraturan.
 Merumuskan norma-norma keputusan
Merupakan suatu keadaan atau tingkat dimana kedudukan yang
sudah mencapainya adalah tempat kedudukan yang sudah memenuhi
syarat. Penentuan norma-norma keputusan ini dilakukan secara bersama-
sama dengan perumusan model pengambilan keputusan.
 Membentuk model-model pengambilan keputusan
Merupakan penyederhanaan atas sifat-sifat yang sebenarnya yang
menunjukan hubungan-hubungan sebab dan akibat serta antara sasaran-
sasran dan batasan-batasan. Model pengambilan keputusan ini dapat
berbentuk Kualitatif dan Kuantitatif.
 Menentukan Tempat Kedudukan Terbaik
Setelah model-model keputusan digunakan untuk penelaahan maka
calon tempat kedudukan yang memenuhi syarat ditetapkan sebagai pilihan.
Apabila terdapat lebih dari satu pilihan yang memenuhi norma-norma
keputusan maka tempat yang diambil adalah yang memiliki nilai tertinggi.
 Memilih lokasi terbaik, alternatifnya:
Kota besar (city location), alternatif ini dipilih berdasar
pertimbangan apabila dibutuhkan tenaga kerja terampil dalam jumlah
besar, proses produksi tergantung fasilitas kota, mengutamakan
pentingnya sarana transportasi dan komunikasi, banyak masalah tenaga

2
kerja, ekspansi sulit dilakukan. Contoh pabrik Unilever yang berada di Jl.
Rungkut Raya Industri.
Pinggir kota (suburban location), alternatif ini dipilih berdasar
pertimbangan apabila dibutuhkan tenaga kerja semi skill, tingkat ekspansi
mudah dilakukan, tenaga kerja dekat dengan lokasi pabrik, jumlah
penduduk minimum, sehingga tidak banyak terdapat masalah
lingkungan.Contoh indusri kerajinan UC Silver yang berada di perbatasan
Gianyar dan Denpasar sehingga lokasi mudah dijangkau, tenaga kerja
lebih murah karena menggunakan upah minimum daerah sekitar.
Luar kota (country location), dasar pertimbangan yang
dipergunakan adalah apabila pabrik yang didirikan membutuhkan lahan
luas, tingkat ekspansi mudah, dibutuhkan tenaga kerja unskill dalam
jumlah besar, produk yang dihasilkan berisiko tinggi, dan standar upah
minimum. Contoh pabrik teh yang memerlukan perkebunan yang luas
serta daerah yang sejuk, sehingga tidak bisa dilakukan di tengah kota yang
panas karena mempertimbangkan luas lahan, kondisi cuaca serta biaya,
sehingga harga jual dapat ditekan yang berakibat laku dipasaran.

C. Faktor Pemilihan Lokasi

1. Lokasi Pasar

Lokasi dimana potensi pembeli berada adalah suatu faktor yang harus
diperhatikan di dalam proses penentuan lokasi pabrik. Jika lokasi pasar tersebar
dalam wilayah tertentu maka posisi pabrik yang ideal adalah berada di tengah-
tengah pasar. Dan jika lokasi pasar terpusat pada wilayah tertentu maka lokasi
pabrik dapat didirikan mendekati wilayah tersebut.

2. Lokasi Sumber Bahan Baku

Beberapa industri karena sifat dan keadaan dari proses produksinya


memaksa untuk menempatkan pabriknya dengan sumber bahan baku, seperti
pabrik semen, mengahruskan lokasi pabrik berada di daerah yang memiliki
sumber bahan baku semen.

3
3. Alat Angkutan

Tersedianya alat transportasi yang layak akan sangat mempengaruhi


proses produksi, jenis fasilitas dan biaya relatif dan masing-masing alat
transportasi di lokasi alternatif harus memberikan biaya transportasi yang minim.

4. Sumber Energi

Faktor ini sangat vital dalam penentuan lokasi karena keberadaanya


mutlak diperlukan, secara umum sebagian perusahaan membeli energi (listrik)
daripada harus membuat instalasi pembangkit energy.

5. Pekerja dan Tingkat Upah

Pemilihan lokasi akan mempertimbangkan tersedianya tenaga kerja yang


cukup yang tidak saja dilihat dari ketersediaan jumlah pekerja, akan tetapi juga
kemampuan dan ketrampilan pekerja dan tentu saja akan mempertimbangkan
tingkat upah rata-rata pada lokasi alternatif.

6. Undang-undang dan Pajak

Beberapa aspek dari oprasi suatu pabrik yang umum diatur oleh undang-
undang seperti jam kerja maksimal, usia kerja maksimal, dan kondisi kerja
lainnya. Serta perijinan dari suatu Negara apakah mudah atau lama dalam
pembuatannya. Jumlah besaran pajak yang disetorkan tergantung dari lokasi
pabrik.

7. Sikap Masyarakat

Sosial cultural, adat istiadat, tradisi dan tingkat pendidikan rata-rata dari
anggota masyarakat sekitar lokasi alternative menjadi pertimbagan utama dalam
penyelesaian masalah pemburuhan, persengketaan dan masalah hubungan
insdustri dengan masyarakat sekitar.

8. Air dan Limbah Industri

Memilih lokasi dengan suplai air yang cukup sangat penting bagi semua
industri, dan masalah pengolahan dan pengendalian limbah insdustri merupakan

4
hal yang harus dipertimbangkan dalam penentuan dan perencanaan pembangunan
industri.

D. Metode Penentuan Lokasi

1. Metode Pemeringkatan Faktor


Terdapat banyak faktor, kualitatif maupun kuantitatif, yang harus
dipertimbangkan dalam memilih suatu lokasi. Beberapa dari faktor-faktor ini lebih
penting dari yang lain, sehingga manajer dapat menggunakan bobot untuk
membuat proses pengambilan keputusan menjadi lebih objektif. Metode
pemeringkatan faktor sering digunakan karena mencakup variasi faktor yang
sangat luas, mulai dari pendidikan, rekreasi sampai keahlian tenaga kerja. Metode
pemeringkatan-faktor mempunyai enam tahap :
a) Membuat daftar faktor yang berhubungan yang disebut faktor penentu
keberhasilan.
b) Menetapkan bobot pada setiap faktor untuk mencerminkan seberapa jauh
faktor itu penting bagi pencapaian tujuan perusahaan.
c) Mengembangkan suatu skala untuk setiap faktor (misalnya, 1 sampai 10
atau 1 sampai 100 point).
d) Meminta manajer menentukan skor setiap lokasi untuk setiap faktor,
dengan menggunakan skala yang telah dikembangkan pada tahap 3.
e) Mengalikan skor itu dengan bobot dari setiap faktor, dan menentukan
jumlah total untuk setiap lokasi.
f) Membuat rekomendasi yang didasarkan pada skor laba maksimal, dengan
juga mempertimbangkan hasil dari pendekatan kuantitatif.
Jika sebuah keputusan bersifat sensitif terhadap perubahan-perubahan
kecil, maka analisi lebih lanjut mengenai pembobotan atau penilaiannya mungkin
perlu dilakukan. Sebagai alternatf lain, manajemen dapat menyimpulkan faktor
tidak nyata bukan merupakan kriteria yang tepat sebagai dasar pengambilan
keputusan lokasi. Oleh karena itu, manajer menempatkan bobot utama pada aspek
keputusan yang lebih kuantitatif.

5
2. Analisis Titik Impas Lokasi
Merupakan penggunaan analisis biaya-volume produksi untuk analisis titik
untuk membuat suatu perbandingan ekonomis terhadap alternatif-alternatif lokasi.
Dengan mengidentifikasi biaya variabel dan biaya tetap serta membuat grafik
kedua biaya ini untuk setiap lokasi, kita dapat menentukan alternatif mana yang
biayanya paling rendah. Analisis titik-impas lokasi dapat dilakukan secara
matematik atau secara grafik. Pendekatan grafiknya mempunyai keuntungan
dengan memberikan kisaran jumlah setiap lokasi dapat dipilih.

Tiga tahap dalam analisis titik-impas adalah:


a) Tentukan biaya tetap dan biaya variabel untuk setiap lokasi.
b) Plot biaya untuk setiap lokasi, dengan biaya pada garis vertikal dan
volume produksi tahunan pada garis horisontal di grafik itu.
c) Pilih lokasi yang biaya totalnya paling rendah, untuk setiap volume
produksi yang diinginkan.

3. Metode Pusat Gravitasi


Metode pusat gravitasi merupakan teknik matematis yang digunakan untuk
menentukan lokasi pusat distribusi yang akan meminimalkan biaya distribusi.
Metode ini memperhitungkan jarak lokasi pasar, jumlah barang yang akan dikirim
ke pasar tersebut, dan biaya pengiriman guna menemukan lokasi terbaik untuk
sebuah pusat distribusi.
Langkah pertama dalam metode gravitasi adalah menempatkan lokasi pada
suatu sistem koordinat. Titik asal sistem koordinat dan skala yang digunakan
keduanya memiliki sifat berubah-ubah, selama jarak relatif (antarlokasi)
dinyatakan secara tepat. Hal ini dapat dikerjakan dengan mudah dengan
menempatkan titik-titik pada peta biasa.
Metode ini mengasumsikan biaya secara langsung berimbang pada jarak dan
jumlah yang dikirim. Lokasi yang ideal adalah lokasi yang meminimalkan jarak
berbobot antara gudang dan toko ecerannya, dimana pembobotan jarak dilakukan
sesuai dengan jumlah kontainer yang dikirim.

6
4. Model Transportasi
Tujuan dari model transportasi adalah untuk menetapkan pola pengiriman
terbaik dari beberapa titik penawaran (pasokan/sumber) ke beberapa titik
permintaan (tujuan) agar dapat meminimalkan produksi total dan biaya
transportasi. Setiap perusahaan dengan jaringan titik penawaran-permintaan
menghadapi masalah yang sama. Sebagai contoh, jaringan pasokan/penawaran
Volkswagen yang kompleks. VW Meksiko mengirimkan hasil rakitan ke Brasil,
sementara VW Meksiko sendiri menerima suku cadang dan hasil rakitan dari
kantor pusatnya di Jerman.
Walapun teknik pemrograman linier dapat digunakan untuk menyelesaikan
jenis masalah ini, telah dikembangkan algoritma bertujuan khusus yang lebih
efisien untuk aplikasi transportasi. Model Transportasi memberikan solusi awal
yang pantas, kemudian perbaikan bertahap dilakukan hingga solusi optimal
dicapai.

E. Kasus-kasus Penentuan Lokasi

1.Penentuan lokasi pabrik harus aman secara hukum (tidak bersengketa)


karena untuk kelangsungan aktivitas pabrik untuk jangka panjangnya sehingga
tidak mengganggu proses produksi.

2.Pemilihan lokasi dengan sedikit kompetitor, sehingga tidak ada pembagian


keuntungan pada kompetitor. Contoh jika ada satu usaha dalam satu lokasi maka
keuntungan yang didapat 100%, jika ada dua usaha yang sama dalam satu wilayah
maka keuntungan menjadi 50%.

3.Pemilihan lokasi dengan peluang minim, hal ini bisa terjadi ketika tidak
melakukan survey dan riset terhadap keadaan dan kebutuhan market.

4.Memilih lokasi di jalan yang padat, karena dengan lokasi yang ramai bisa
menghasilkan banyak keuntungan, contoh : mini market yang berada di depan
jalan utama sehingga terlihat oleh calon pembeli.

7
DAFTAR PUSTAKA

Anoname.2013.Stategi Lokasi dan Metode Penentuan.

(http://gegenganitikundha-2.blogspot.com/2013/12/strategi-lokasi-dan-
metode-penentuan.html. Diakses tanggal 23 September 2019)

Arastafarian . 2014. Faktor Penentu Lokasi.

(https://www.scribd.com/doc/250015694/Faktor-penentu-lokasi. Diakses
tanggal 23 September 2019)
Hidayat, Ekayana. 2013. Strategi Lokasi.

(http://ekayanahidayat.blogspot.com/2013/11/strategi-lokasi.html. Diakses
tanggal 23 September)
Heizer, Jay. Render, Barry.Operation Management Manajemen Operasi. Jakarta
Selatan: Salemba Empat

M. Pardede, Pontas. 2009. Manajemen Operasi dan Produksi: Teori, Model, dan
Kebijakan. Yogyakarta: C.V ANDI OFFSET

Wahyono, Budi. 2012. Tahap-Tahap Penentuan Lokasi Pabrik.


(http://www.pendidikanekonomi.com/2012/07/tahap-tahap-penentuan-lokasi-
pabrik.html. Diakses tanggal 23 September 2019)

Anda mungkin juga menyukai