Anda di halaman 1dari 12

Peran Guru Terhadap Keberhasilan Prestasi dan Pembentukan Karakter

Peserta Didik
Oleh
Fitria Nuraini **)
Abstrak: Guru adalah subjek didik yang menjadi fasilitator
peserta didik dalam rangka menunjang keberhasilan prestasi
serta pembentukan karakter peserta didik. Guru menjadi sosok
yang akan menjadi teladan bagi peserta didik. Oleh karenanya,
peran guru sangat berpengaruh pada keberhasilan prestasi dan
pembentukan karakter peserta didik. Peran guru tidak
seluruhnya dapat digantikan dengan teknologi. Meskipun
teknologi membawa konstribusi yang besar pada proses
pembelajaran, tetapi guru menjadi aktor utama yang harus
diperhatikan dalam keberhasilan peserta didik. Teknologi dapat
memfasilitasi peserta didik dalam proses keberhasilan prestasi
akademik peserta didik, tetapi belum tentu dapat membangun
karakter peserta didik. Terkadang dengan adanya teknologi
justru moral peserta didik rusak jika penggunaannya tanpa
control. Begitu besarnya pengaruh peran guru dalam
keberhasilan peserta didik maka, kualitas guru harus
diperhatian. Guru yang baik akan menghasilkan prestasi peserta
didik yang berprestasi tinggi serta membentuk karakter yang
baik pada peserta didik.

Kata kunci: peran guru, keberhasilan prestasi, pembentukan karakter

Saya memilih judul ini karena menurut saya pengaruh peran guru dalam
keberhasilan prestasi dan pembentukan karakter peserta didik sangat kuat. Guru
termasuk elemen terpenting dalam pembelajaran dan juga guru termasuk tokoh
panutan bagi peserta didik. Dalam rangka peningakatan mutu peserta didik, guru
mempunyai peranan yang sangat penting dalam merealisasikan tujuan pendidikan.
Gurulah ujung tombak kegiatan pengajaran di sekolah yang langsung berhadapan
dengan peserta didik. Tanpa adanya peranan seorang guru, maka kegiatan belajar
mengajar tidak akan berjalan dengan semestinya. Kompetensi guru juga sebagai
alat yang berguna untuk memberikan pelayanan terbaik agar siswa merasa puas
dalam pelaksanaan proses belajar mengajar.
Tulisan ringkasan ini mencoba menyoroti peran guru terhadap
keberhasilan prestasi dan pembentukan karakter peserta didik. Untuk itu, di dalam
tulisan ini terdapat hal yang harus diteliti (1) Siapakah yang dimaksud guru itu?
(2) Bagaimana peran guru dalam keberhasilan prestasi akademik serta
pembentukan karakter peserta didik? (3) Bagaimana pengaruh peran guru
terhadap keberhasilan prestasi akademik serta pembentukan karakter peserta
didik?

Pengertian Guru
Guru adalah orang yang memfasilitasi ilmu pengetahuan dari sumber
belajar kepada peserta didik. Guru adalah sosok inspirator dan motivator murid
dalam mengukir masa depannya. Dalam pengertian yang sederhana, guru adalah
orang yang memberikan ilmu pengetahuan kepada peserta didik. Disini juga
dijelaskan pengetian guru ideal, yaitu guru yang memiliki lima kecerdasan yaitu
kecerdasan intelektual, kecerdasan moral, kecerdasan sosial, ,kecerdasan
emosional, dan kecerdasan motorik. Kecerdasan intelektual harus diimbangi
dengan kecerdasan moral karena agar menghasilkan peserta didik yang berprestasi
akademik tinggi tetapi juga bermoral baik. Kecerdasan sosial juga harus dimiliki
oleh guru ideal agar seorang guru tidak berlaku egois terhadap peserta didik.
Kecerdasan emosional juga harus ditumbuhkan agar guru tidak mudah marah,
tersinggung, dan agar bisa mengontrol emosinya. Sedangkan kecerdasan motorik
diperlukan agar guru mampu melakukan mobilisasi yang tinggi sehingga mampu
bersaing dalam memperoleh hasil yang maksimal.
Kriteria guru ideal:
a) Guru yang paham akan profesinya, dalam arti guru yang memahami apa yang
menjadi tanggungjawabnya sebagai guru. b) Rajin membaca dan menulis, yang
dimaksud rajin membaca disini adalah guru yang selalu haus akan ilmu
pengetahuan, sehingga mereka akan selalu mencerna ilmu-ilmu dari berbagai
sumber termasuk buku. Sedangkan rajin menulis adalah guru yang dapat
menghasilkan karya-karya ilmiah yang berkualitas. c) Guru yang sensitif terhadap
waktu, artinya seorang guru harus bisa memanfaatkan waktunya dengan baik. d)
Kreatif dan inovatif.
Peran Guru terhadap Keberhasilan Prestasi Akademik dan Pembentukan
Karakter Peserta Didik
Peran guru dalam pembelajaran, yaitu:
a. Guru sebagai Pendidik
Guru adalah pendidik yang menjadi tokoh panutan bagi peserta didik
serta lingkungannya. Oleh karena itu guru harus memiliki standart kualitas
pribadi tertentu yang mencakup tanggungjawab, wibawa, mandiri, dan
disiplin. Peserta didik bisa meningkatkan intelektualnya melalui media
teknologi. Tetapi tidak membangun karakternya hanya dengan teknologi,
karena teknologi hanya benda mati yang dapat memberikan contoh atau
arahan mengenai bimbingan moral. Justru terkadang jika lepas kontrol maka
teknologi bisa membawa peserta didik menjadi anak yang moralnya rendah.
Sebagai seorang pendidik guru juga harus bisa membangun anak
didiknya menjadi manusia yang berkarakter tinggi. Karena karakter menjadi
awal keberhasilan peserta didik. Sepandai apapun peserta didik jika moralnya
rendah maka mereka akan menjadi peserta didik yang arogan. Menjadikan
peserta didik pandai itu mudah, tetapi mencetak peserta didik berkarakter baik
itu tidak mudah.
b. Guru sebagai Pengajar
Kegiatan belajar peserta didik dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti
motivasi, kematangan, hubungan peserta didik dengan guru, kemampuan
verbal, tingkat kebebasan, rasa aman, dan keterampilan guru dalam
berkomunikasi. Jika faktor-faktor diatas dipenuhi, maka melalui pembelajaran
peserta didik dapat belajar dengan baik. Guru harus berusaha membuat
sesuatu menjadi jelas bagi peserta didik dan terampil dalam memecahakan
masalah. Ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh seorang guru dalam
pembelajaran, yaitu: membuat ilustrasi, mendefinisikan, menganalisis,
bertanya, merespon, mendengarkan, menciptakan kepercayaan, memberikan
pandangan yang bervariasi, menyediakan media untuk mengkaji materi
standar, menyesuaikan metode pembelajaran, memberikan nada perasaan.
Agar pembelajaran memiliki kekuatan yang maksimal guru-guru harus
senantiasa berusaha untuk mempertahankan dan meningkatkan semangat yang
telah dimilikinya ketika mempelajari materi.
c. Guru sebagai Pembimbing
Guru dapat diibaratkan sebagai pembimbing perjalanan, yang
berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya bertanggungjawab atas
kelancaran perjalanan itu. Dalam hal ini, istilah perjalanan tidak hanya
menyangkut fisik tetapi juga perjalanan mental, emosional, kreatifitas, moral,
dan spiritual yang lebih dalam dan kompleks. Sebagai pembimbing
perjalanan, guru memerlukan kompetensi yang tinggi melaksanakan empat hal
berikut:
a) Guru harus merencanakan tujuan dan mengidentifikasi kompetensi yang
hendak dicapai. b) Guru harus melihat keterlibatan peserta didik dalam
pembelajaran, dan yang paling penting bahwa peserta didik melaksanakan
kegiatan belajar itu tidak hanya secara jasmaniah, tetapi mereka harus terlibat
secara psikologis. c) Guru harus memaknai kegiatan belajar. d) Guru harus
melaksanakan penilaian.
d. Guru sebagai Pelatih
Proses pendidikan dan pembelajaran memerlukan latihan keterampilan,
baik intelektual maupun motorik, sehingga menuntut guru untuk bertindak
sebagai menuntut guru untuk bertindak sebagai pelatih. Hal ini lebih
ditekankan lagi dalam kurikulum 2013 yang berbasis kompetensi, karena
tanpa latihan tidak akan mampu menunjukkan penguasaan kompetensi dasar
dan tidak akan mahir dalam berbagai keterampilan yang dikembangkan sesuai
dengan materi standar.
e. Guru sebagai Penasehat
Guru adalah seorang penasehat bagi peserta didik juga bagi orangtua,
meskipun mereka tidak memiliki latihan khusus sebagai penasehat dari dalam
beberapa hal tidak dapat berharap untuk menasehati orang. Peserta didik
senantiasa berharapan dengan kebutuhan untuk membuat keputusan dan
dalam prosesnya akan lari kepada gurunya. Agar guru dapat menyadari
perannya sebagai orang kepercayaan dan penasehat secara lebih mendalam ,
ia harus memalami psikologi kepribadian dan ilmu kesehatan mental.
f. Guru sebagai Pembaharuan (Inovator)
Guru menerjemahakan pengalaman yang telah lalu kedalam kehidupan
yang bermakna bagi peserta didik. Dalam hal ini, terdapat jurang yang dalam
dan luas antara generasi yang satu dengan yang lain, demikian halnya
pengalaman orang tua memiliki arti lebih banyak dari pada nenek kita.seorang
peserta didik yang belajar sekarang, secara psikologis berada jauh dari
pengalaman manusia yang harus dipahami, dicerna, dan diwujudkan dalam
pendidikan. Tugas guru adalah menerjemahkan kebijakan dan pengalaman
yang berharga ini kedalam istilah atau bahasa modern yang akan diterima oleh
peserta didik. Sebagai jembatan antara generasi tua dan generasi muda, yang
juga penerjemah pengalaman, guru harus menjadi pribadi yang terdidik.
g. Guru sebagai Model dan Teladan
Guru merupakan model atau teladan bagi peserta didik dan semua orang
yang menganggap dia sebagai seorang guru. Terdapat kecenderungan yang
besar untuk menganggap bahwa peran ini tidak mudah untuk ditentang apalagi
ditolak. Sebagai teladan tentu saja guru akan mendapat sorotan peserta didik
serta orang disekitar lingkungannya yang menganggap atau mengakuinya
sebagai guru. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh guru, yaitu:
sikap dasar, bicara, gaya bicara, kebiasaan bekerja, sikap melalui pengalaman
dan kesalahan, pakaian, hubungan kemanusiaan, proses berpikir, perilaku,
selera, keputusan, kesehatan, dan gaya hidup. Secara umum perilaku guru
sangat mempengaruhi peserta didik, tetapi peserta didik harus berani
mengembangkan gaya hidup pribadinya sendiri. Guru yang baik adalah guru
yang menyadari kesenjangan antara apa yang diinginkan dengan apa yang ada
pada dirinya, kemudian menyadari kesalahan ketika memang bersalah.
Kesalahan harus diikuti dengan sikap merasa dan berusaha untuk tidak
mengulanginya.
h. Guru sebagai Pribadi
Guru harus memiliki kepribadian yang mencerminkan seorang pendidik.
Ungkapan yang sering dikemukakan adalah bahwa “guru itu digugu lan
ditiru”. Digugu maksudnya bahwa pesan-pesan yang disampaikan guru bisa
dipercaya untuk dilaksanakan dan pola hidupnya bisa ditiru atau diteladani.
Jika ada nilai yang bertentangan dengan nilai yang dianutnya, maka dengan
cara yang tepat disikapi sehingga tidak terjadi benturan nilai antara guru
dengan masyarakat melalui kemampuannya, antara lain melalui kegiatan
olahraga, keagamaan, dan kepemudaan. Keluwesan bergaul harus dimiliki,
sebab kalau tidak, pergaulannya akan menjadi kaku dan berakibat kurang bisa
diterima oleh masyarakat.
i. Guru sebagai Peneliti
Pembelajaran merupakan seni, yang dalam pelaksanaannya memerlukan
penyesuaian-penyesuaian dengan kondisi lingkungan. Untuk itu diperlukan
berbagai penelitian yang didalamnya melibatkan guru. Oleh karena, guru
adalah seorang pencari atau peneliti. Menyadari akan kekurangannya guru
berusaha mencari apa yang belum diketahui untuk meningkatkan
kemampuannya dalam melaksanakan tugas. Sebagai orang yang telah
mengenal metodologi tentunya ia tau pula apa yang harus dikerjakan, yakni
penelitian.
j. Guru sebagai Pendorong Kreatifitas
Kreatifitas merupakan hal yang sangat penting dalam pembelajaran.
Guru dituntut untuk mendemonstrasikan dan menunjukkan proses kreatifitas
tersebut. Kreatifitas merupakan sesuatu yang bersifat universal dan
merupakan ciri aspek dunia kehidupan di sekitar kita. Kreatifitas ditandai oleh
adanya kegiatan menciptakan sesuatu yang sebelumnya tidak ada dan tidak
dilakukan oleh seseorang atau adanya kecenderungan untuk menciptakan
sesuatu. Akibat dari fungsi ini, guru senantiasa berusaha untuk menemukan
cara yang lebih baik dalam melayani peserta didik, sehingga peserta didik
akan menilai bahwa ia memang kreatif dan tidak melakukan seseuatu secara
rutin saja. Kreatifitas menunjukkan bahwa apa yang akan dikerjakan oleh
guru sekarang lebih baik dari yang telah dikerjakan sebelumnya.
Pengaruh Peran Guru terhadap Keberhasilan Prestasi Akademik dan
Pembentukan Karakter Peserta Didik
Melihat begitu banyaknya peran seorang guru terhadap keberhasialan
prestasi akademik dan pembentukan karakter peserta didik, maka jelaslah bahwa
peran guru sangat besar pengaruhnya. Guru adalah figur seorang pemimpin. Guru
juga sosok arsitektur yang dapat membentuk jiwa dan watak peserta didik. Guru
mempunyai kekuasaan untuk membentuk serta membangun kepribadian peserta
didik menjadi seorang yang berprestasi akademik yang tinggi serta berkarakter
yang baik. Berkaitan dengan tugas guru mempersiapkan manusia susila yang
cakap sehingga dapat diharapkan membangun dirinya serta membangun bangsa
dan negara. Guru sangat berperan dalam membantu perkembangan peserta didik
untuk mewujudkan tujuan hidupnya secara optimal. Minat, bakat kempuan serta
potensi-potensi yang dimiliki oleh peserta didik tidak akan berkembang secara
optimal tanpa bantuan seorang guru.
Sampai kapanpun peran guru tidak akan tergantikan, karena hal ini
berkaitan dengan pembentukan mental maupun karakter peserta didik. Meskipun
datangnya teknologi yang dapat menjadi pemicu keberhasilan peserta didik, akan
tetapi peran guru lebih utama dalam proses keberhasilan siswa. Karena guru
menjadi aktor dalam pembelajaran. Berhasil tidaknya prestasi serta baik buruknya
karakter peserta didik dapat ditentukan dari gurunya. Guru yang profesional dalam
profesinya sebagai guru, maka akan mencetak peserta didik yang berkompeten.
Kewibawaan seorang guru akan mengajarkan anak untuk bisa menghargai,
menghormati, serta berempati kepada sesama. Kewibawaan yang dibawakan oleh
seseorang guru akan berpengaruh pada kepribadian peserta didik. Hal itu akan
menjadikan peserta didik menjadi orang yang berusaha bisa membawa diri
dimanapun tempatnya.
Motivasi-motivasi seorang guru sangat berpengaruh dalam membangun
semangat belajar peserta didik, sehingga akan mempercepat serta mempermudah
dalam mencapai prestasi yang diharapkan. Motivasi yang tinggi dan sering berikan
oleh guru akan merangsang stimulus peserta didik untuk terus berusaha. Sepandai
apapun jika motivasi belajarnya rendah maka prestasinya akan menurun. Karena
motivasi berkaitan dengan semangat peserta didik dalam proses pembelajaran.
Kreatifitas guru dalam mengajar akan berpengaruh pada suasana hati peserta didik.
Semakin tinggi kreatifitas seorang guru, semakin digemari banyak peserta didik.
Guru yang selalu kreatif dalam pembelajarannya akan membuat peserta didik
selalu senang, nyaman serta betah dalam lingkungan pembelajaran. Peserta didik
tidak akan jenuh terhadap pelajaran yang mereka terima. Mereka akan selalu
nyaman serta tidak bosan dalam mengikuti proses pembelajaran. Sehingga mereka
akan lebih mudah mencapai prestasinya dengan adanya kenyamanan dan
kesenangan dalam belajarnya.
Disebabkan karena peserta didik tidak hanya membutuhkan pengajaran,
akan tetapi juga membutuhkan didikan serta bimbingan moral, maka dari berbagai
peranan guru yang terpapar diatas sangatlah jelas. Telah disimpulkan bahwa peran
guru sangatlah besar dalam keberhasilan prestasi akademik peserta didik. Peran
guru dalam hal tersebut tidak akan pernah dapat digantikan oleh media lain,
termasuk teknologi. Oleh karena itu, besar pengaruh peran guru di atas, maka
hendaknya kualitas guru terutama di Indonesia harus selalu ditingkatkan.

Penutup
Dalam barisan ini akan dibicarakan tentang guru. Guru adalah subjek didik
yang menjadi fasilitator peserta didik dalam rangka menunjang keberhasilan
prestasi serta pembentukan karakter peserta didik. Guru menjadi sosok yang akan
menjadi teladan bagi peserta didik. Oleh karenanya, peran guru sangat
berpengaruh pada keberhasilan prestasi dan pembentukan karakter peserta didik.
Peran guru tidak seluruhnya dapat digantikan dengan teknologi. Di dalam
pembelajaran peran seorang guru sangat penting. Tanpa adanya peranan seorang
guru, maka kegiatan belajar mengajar tidak akan berjalan dengan semestinya.
Kompetensi guru juga sebagi alat yang berguna untuk memberikan pelayanan
terbaik agar siswa merasa puas dalam pelaksanaan proses belajar mengajar.

Simpulan
Kesimpulan yang didapat dari tulisan di atas adalah:
(1) Seorang guru harus memiliki kecerdasan intelektual, kecerdasan moral,
kecerdasan sosial, kecerdasan emosional, dan kecerdasan motorik.
(2) Seorang guru harus menjadi pendidik dan pengajar yang bisa menjadi
panutan bagi peserta didik.
(3) Seorang guru harus kreatif, karena kreatifitas guru dalam mengajar
akan berpengaruh pada suasana hati peserta didik, semakin tinggi
kreatifitas seorang guru, semakin digemari peserta didik.

Saran
Dari tulisan di atas, terdapat saran bagi seorang guru, yaitu:
(1) Seorang guru harus menggunakan metode pengajaran yang menarik, agar
peserta didik bisa nyaman dalam pembelajaran tersebut.
(2) Seorang guru harus menjadi tokoh panutan yang baik bagi peserta didik dan
lingkungannya.
(3) Seorang guru harus memiliki sikap yang baik agar menjadi contoh bagi
peserta didik.
(4) Seorang guru harus paham akan profesinya, dalam arti guru yang
memahami apa yang menjadi tanggungjawabnya sebagai guru.
(5) Seorang guru harus rajin membaca dan menulis, yang dimaksud rajin
membaca disini adalah guru yang selalu haus akan ilmu pengetahuan,
sehingga mereka akan selalu mencerna ilmu-ilmu dari berbagai sumber
termasuk buku. Sedangkan rajin menulis adalah guru yang dapat
menghasilkan karya-karya ilmiah yang berkualitas.
(6) Seorang guru harus sensitif terhadap waktu, artinya seorang guru harus bisa
memanfaatkan waktunya dengan baik
(7) Seorang guru harus kreatif dan inovatif.
(8) Seorang guru harus memiliki kecerdasan intelektual, kecerdasan moral,
kecerdasan sosial, kecerdasan emosional, dan kecerdasan motorik.
(9) Seorang guru harus memiliki wibawa yang baik, karena kewibawaan
seorang guru akan mengajarkan anak untuk bisa menghargai, menghormati,
serta berempati kepada sesama. Kewibawaan yang dibawakan oleh seorang
guru akan berpengaruh pada kepribadian peserta didik.
(10) Seorang guru harus bisa merubah karakter peserta didik menjadi lebih baik.
**)Penulis merupakan Mahasiswi Universitas Islam Darul Ulum
Lamongan. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Jurusan Pendidikan
Bahasa dan Sastra Indonesia. Termasuk mahasiswa semester III.

Daftar Rujukan
Khamidah,Umi,2013,Pengaruh Peran Guru terhadap Keberhasilan Prestasi dan
Pembentukan Karakter Peserta Didik
(Online)(http://blogspot.in/2013/04/kapita-selekta-pendidikan-html?m).
diunduh pada tanggal 17 April 2013.
ARTIKEL
Peran Guru Terhadap Keberhasilan Prestasi dan Pembentukan
Karakter Peserta Didik

Dosen Pengampu: Iib Mnarzuqi, M.Pd.

NAMA : FITRIA NURAINI

NIM : 13321847

KELAS : III B (pagi)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS ISLAM DARUL ULUM

LAMONGAN

2014