Anda di halaman 1dari 4

PENGERTIAN PENGELOLAAN BIAYA PENDIDIKAN

Pengelolaan berasal dari kata manajemen (administrasi). Manajemen berasal dari kata to
manage yang berarti mengatur, mengurus atau mengelola. Banyak definisi yang telah
dikemukakan oleh para ahli. Yang keseluruhannya mengarah pada pengertian bahwa
manajemen merupakan sebuah seni dan ilmu perencanaan, pengorganisasian, penyusunan,
pengarahan, dan pengawasan sumber daya untuk mencapai tujuan yang sudah di
tetapkan. Manajemen menurut Udaya (1995) memberikan rumusan bahwa manajemen yaitu:
Proses untuk mencapai tujuan tujuan organisasi dengan melakukan kegiatan dari empat fungsi
utama yaitu merencanakan (planning), mengorganisasi (organizing), memimpin (leading), dan
mengendalikan (controlling). Dengan demikian, manajemen adalah sebuah kegiatan yang
berkesinambungan. Manajemen pendidikan merupakan rangkaian kegiatan atau keseluruhan
proses pengendalian usaha kerja sama sejumlah orang untuk mencapai tujuan pendidikan
secara berencana dan sistematis yang diselenggarakan pada lingkungan tertentu, terutama
dalam bentuk lembaga pendidikan yang bersifat formal.

Sedangkan pembiayaan dapat didefinisikan sebagai kemampuan interval sistem pendidikaan


untuk mengelola dana pendidikan dengan efisien. Pembiayaan muncul sebagai input yang
digunakan untuk setiap kegiatan pendidikan. Tidak hanya terkait dengan mengetahui ataupun
menganalisa sumber dana, melainkan juga bagaimana cara penggunaan dana yang efektif dan
efisien. Maka dapat didefinisikan bahwa manajemen pembiayaan pendidikan adalah segenap
kegiatan yang berkenaan dengan penataan sumber, penggunaan, dan pertanggungjawaban dana
pendidikan di sekolah atau lembaga pendidikan. Keungan dan pembiayaan merupakan salah
satu sumber daya yang secara langsung menunjang efektivitas dan efisiensi pengelolaan
pendidikan. Dalam pengimplementasiannya sangatmenuntut kemampuan untuk
merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi serta mempertanggungjawabkan pengelolaan
dana secara transparan kepada masyarakat dan pemerintah.

Keuangan dan pembiayaaan sangat menentukan ketercapaian tujuan pendidikan yang


memerlukan sejumlah investasi dari anggaran pemerintah dan dana masyarakat. Investasi
tersebut harus dikelola secara efektif dan efisien serta diarahkan langsung terhadap pencapaian
tujuan. Hal ini merupakan kegiatan manajemen keuangan yang mengatur penerimaan,
pengalokasian, dan pertanggungjawaban keuangan untuk menunjang pelaksanaan program
pengajaran. Beberapa kegiatan yang ada dalam pengelolaan biaya pendidikan mencakup tiga
hal, yakni: Perencanaan biaya pendidikan, Pelaksanaan pengelolaan biaya pendidikan, dan
evaluasi pengelolaan biaya pendidikan.

Sekolah merupakan sistem yang terdiri atas serangkaian komponen yang saling terkait, dan
membutuhkan masukan dari lingkungan untuk melakukan proses transformasi serta
mengeluarkan hasil. Kebutuhan terhadap masukan dan pengeluaran sudahmenjadi hal yang
tidak dapat dipisahkan lagi. Haltersebut disebabkan karena adanya ketergantungan antara
sekolah dengan masyarakat serta lingkungannya. Masukan terhadaop sistem sekolah mencakup
perangkat lunak, keras, danmanusia yang selaras dengan perkembangan lingkungan. Hal inilah
yang akan memberikan konsekuensi dalam proses transformasi sistem sesuai denan tuntutan
lingkungan terhadap keluaran.
Prinsip-Prinsip Pengelolaan Keuangan Pendidikan

Pengelolaan keuangan sekolah perlu memperhatikan sejumlah prinsip. Undang-undang No 20


Tahun 2003 pasal 48 menyatakan bahwa pengelolaan dana pendidikan berdasarkan pada
prinsip keadilan, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas publik. Disamping itu prinsip
efektivitas juga perlu mendapat penekanan. Berikut ini dibahas masing-masing prinsip
tersebut, yaitu transparansi, akuntabilitas, efektivitas, dan efisiensi.

1. Transparansi

Transparan berarti adanya keterbukaan. Transparan di bidang pengelolaan berarti adanya


keterbukaan dalam mengelola suatu kegiatan. Di lembaga pendidikan, bidang pengelolaan
keuangan yang transparan berarti adanya keterbukaan dalam pengelolaan keuangan lembaga
pendidikan, yaitu keterbukaan sumber keuangan dan jumlahnya, rincian penggunaan, dan
pertanggung jawabannya harus jelas sehingga bisa memudahkan pihak-pihak yang
berkepentingan untuk mengetahuinya. Transparansi keuangan sangat diperlukan dalam rangka
meningkatkan dukungan orangtua, masyarakat dan pemerintah dalam penyelenggaraan seluruh
program pendidikan di sekolah. Disamping itu transparansi dapat menciptakan kepercayaan
timbal balik antara pemerintah, masyarakat, orang tua siswa dan warga sekolah melalui
penyediaan informasi dan menjamin kemudahan di dalam memperoleh informasi yang akurat
dan memadai.

Beberapa informasi keuangan yang bebas diketahui oleh semua warga sekolah dan orang tua
siswa misalnya rencana anggaran pendapatan dan belanja sekolah (RAPBS) bisa ditempel di
papan pengumuman di ruang guru atau di depan ruang tata usaha sehingga bagi siapa saja yang
membutuhkan informasi itu dapat dengan mudah mendapatkannya. Orang tua siswa bisa
mengetahui berapa jumlah uang yang diterima sekolah dari orang tua siswa dan digunakan
untuk apa saja uang itu. Perolehan informasi ini menambah kepercayaan orang tua siswa
terhadap sekolah.

1. Akuntabilitas

Akuntabilitas adalah kondisi seseorang yang dinilai oleh orang lain karena kualitas
performansinya dalam menyelesaikan tugas untuk mencapai tujuan yang menjadi tanggung
jawabnya. Akuntabilitas di dalam pengelolaan keuangan berarti penggunaan uang sekolah
dapat dipertanggung jawabkan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan. Berdasarkan
perencanaan yang telah ditetapkan dan peraturan yang berlaku maka pihak sekolah
membelanjakan uang secara bertanggung jawab. Pertanggung jawaban dapat dilakukan kepada
orang tua, masyarakat dan pemerintah. Ada tiga pilar utama yang menjadi prasyarat
terbangunnya akuntabilitas, yaitu (1) adanya transparansi para penyelenggara sekolah dengan
menerima masukan dan mengikut sertakan berbagai komponen dalam mengelola sekolah , (2)
adanya standar kinerja di setiap institusi yang dapat diukur dalam melaksanakan tugas, fungsi
dan wewenangnya, (3) adanya partisipasi untuk saling menciptakan suasana kondusif dalam
menciptakan pelayanan masyarakat dengan prosedur yang mudah, biaya yang murah dan
pelayanan yang cepat

1. Efektivitas

Efektif seringkali diartikan sebagai pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Garner(2004)
mendefinisikan efektivitas lebih dalam lagi, karena sebenarnya efektivitas tidak berhenti
sampai tujuan tercapai tetapi sampai pada kualitatif hasil yang dikaitkan dengan pencapaian
visi lembaga. Effectiveness ”characterized by qualitative outcomes”. Efektivitas lebih
menekankan pada kualitatif outcomes. Pengelolaan keuangan dikatakan memenuhi prinsip
efektivitas kalau kegiatan yang dilakukan dapat mengatur keuangan untuk membiayai aktivitas
dalam rangka mencapai tujuan lembaga yang bersangkutan dan kualitatif outcomes-nya sesuai
dengan rencana yang telah ditetapkan.

1. Efisiensi

Efisiensi berkaitan dengan kuantitas hasil suatu kegiatan. Efficiency”characterized by


quantitative outputs” (Garner,2004). Efisiensi adalah perbandingan yang terbaik antara
masukan (input) dan keluaran (output) atau antara daya dan hasil. Daya yang dimaksud
meliputi tenaga, pikiran, waktu, biaya. Perbandingan tersebut dapat dilihat dari dua hal:

1. Dilihat dari segi penggunaan waktu, tenaga dan biaya:

Kegiatan dapat dikatakan efisien kalau penggunaan waktu, tenaga dan biaya yang sekecil-
kecilnya dapat mencapai hasil yang ditetapkan.

Ragam efisiensi dapat dijelaskan melalui hubungan antara penggunaan waktu, tenaga, biaya
dan hasil yang diharapkan dapat dilihat pada gambar berikut ini:

Hubungan penggunaan waktu, tenaga, biaya dan hasil yang diharapkan

Pada gambar di atas menunjukkan penggunaan daya C dan hasil D yang paling efisien,
sedangkan penggunaan daya A dan hasil D menunjukkan paling tidak efisien.

1. Dilihat dari segi hasil

Kegiatan dapat dikatakan efisien kalau dengan penggunaan waktu, tenaga dan biaya tertentu
memberikan hasil sebanyak-banyaknya baik kuantitas maupun kualitasnya.

Ragam efisiensi tersebut dapat dilihat dari gambar berikut ini:

Hubungan penggunaan waktu, tenaga, biaya tertentu dan ragam hasil yang diperoleh

Pada gambar di atas menunjukkan penggunaan waktu, tenaga, biaya A dan hasil B paling tidak
efisien. Sedangkan penggunaan waktu, tenaga, biaya A dan hasil D paling efisien.

Tingkat efisiensi dan efektivitas yang tinggi memungkinkan terselenggaranya pelayanan


terhadap masyarakat secara memuaskan dengan menggunakan sumber daya yang tersedia
secara optimal dan bertanggung jawab.
DAFTAR PUSTAKA

Mulyasa, Enco. 2002. Manajemen Berbasis Sekolah. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Wijaya, David.2009. Implikasi Manajemen Keuangan Sekolah Terhadap Kualitas Pendidikan.


Jurnal Pendidikan Penabur – No.13/Tahun ke-8/Desember 200.

http://www.bpkpenabur.or.id/files/Hal.%2080-
96%20Implikasi%20Manajemen%20Keuangan%20Sekolah.pdf. Didownload 6 Januari pukul
7:39 WIB.

Tilaar. 1992. Manajemen Pendidikan Nasional: Kajian Pendidikan Masa Depan. Bandung:
Remaja Rosdakarya.

https://afidburhanuddin.wordpress.com/2014/01/07/konsep-dasar-pengelolaan-biaya-pendidikan-2/
https://amiamaliahanii.wordpress.com/2012/05/30/pengelolaan-keuangan-pendidikan/