Anda di halaman 1dari 11

JARINGAN OTOT

Fadillah, B., E. Fralita, K. Nisa, M. A. B. Sembiring, M. I. Nugraha dan N. Q. Manik

Laboratorium Mikrobiologi Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan


Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK

Jaringan adalah sekumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama
dalam suatu individu. Ada empat jaringan dasar, yaitu jaringan epitel, jaringan otot, jaringan
ikat, dan jaringan saraf. Jaringan otot adalah sebuah jaringan dalam tubuh manusia dan
hewan yang berfungsi sebagai alat gerak aktif yang menggerakkan tulang. Jaringan otot terdiri
dari otot lurik, otot jantung, otot polos. Tujuan dari praktikum ini adalah untuk melihat jaringan
otot dengan menggunakan mikroskop dan menguraikan bagian-bagian jaringan otot beserta
fungsinya. Sebelum melakukan praktikum siapkan alat dan bahan, lalu amati jaringan otot
degan mikroskop. Setelah mendapat bayangan yang jelas, gambarkan di buku gambar. Hasil
pengamatan jaringan otot adalah gambar otot lurik, otot polos, dan otot jantung.

Kata Kunci : Jaringan otot, Otot jantung, Otot polos, Otot lurik, Mikroskop

PENDAHULUAN

Jaringan otot menyusun 40% dari berat tubuh organisme, dan membutuhkan
oksigen paling banyak di dalam tubuh. Jaringan otot selalu siap menanggapi tuntutan
kekuatan dan ransangan dari saraf (Linstedt, 2016). Tulang dan sendi adalah alat gerak pasif,
yang membentuk rangka tubuh. Pergerakan yang dihasilkan berasal dari pergantian kontraksi
dan relaksasi otot, diaman energi yang dipakai adalah energi kimia (ATP) yang diubah ke
energi mekanik. Fungsi jaringan otot secara umum adalah sebagai alat gerak,menjaga stabilita
tubuh, mengatur volum organ, dan termogenesis (diperkirakan 85% dari panas tubuh
dihasilkan oleh kontraksi otot). Jaringan otot memiliki sifat eksitabilitas/iritabilitas, dapat
berkontraksi dan relaksasi tanpa merusak jaringannya sampai batas tertentu. Berdasarkan
fungsi dan letak jaringan otot, jaringan otot dapat dibagi menjadi otot polos, otot lurik, dan otot
jantung (Wangko, 2014). Otot adalah jaringan yang mempunyai kemampuan kontraktil. Otot
terdiri dari serabut-serabut yang dyang dungsinya sama dengan sel jaringan lain, yang diikat
oleh suatu jaringan ikat yang mengandung kemampuan kontraktil
(Sumiasih dan Budiani, 2016).

PENGAMATAN
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui dan mengklasifikasi jenis-
jenis jaringan otot. Dapat mengetahui sifat-sifat jaringan otot, cara kerja otot, perbedann otot
lurik, otot jantung, dan otot plos, fungsi jaringan otot, dan dapat mengetahui apa itu jaringan
otot.
METODE PRAKTIKUM

Waktu dan Tempat


Praktikum yang berjudul Pengamatan Jaringan Otot dengan Mikroskop ini
berlangsung pada tanggal 24 September 2019 pukul 15.00 WIB di Laboratorium Mikrobiologi
program studi Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara,
Medan.
Alat dan Bahan

Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah preparat jaringan
otot polos, preparat jaringan otot jantung, preparat jaringan otot, dan mikroskop cahaya yang
disediakan di laboratorium.

Prosedur Praktikum
Disapkan alat dan bahan, yaitu mikroskop cahaya dan preparat jaringan otot polos.
Diletakkan mikroskop di atas meja yang datar. Diposisikan meja preparat diatas meja datar.
Diatur perbesaran lensa objektif ke fase yang lebih rendah, yaitu 10x. Digunakan lensa okuler
sesuai jenis mikroskop, yaitu monokuler atau binokuler. Dinyalakan lampu pada mikroskop
cahaya dan pastikan warna putih tampak pada lensa okuler. Kelima, pastikan jarak lensa
objektif cukup jauh dari objek. Diletakkan preparat jaringan otot di meja preparat. Dinaikkan
meja preparat mendekati lensa objektif. Diamati bayangan benda hingga mendapat hasil yang
jelas, jika bayangan benda belum jelas, putar mikrometer berlawanan arah jarum jam hingga
didapati bayangan yang jelas. Diatur lensa objektif ke perbesaran 40x, setelah mendapat hasil
bayangan perbesaran 10x yang jelas. Diamati bayangan benda hingga didapat hasil yang
jelas. Diatur lensa ke perbesaran 100x, setelah mendapat hasil bayangan perbesaran 40x.
Diganti preparat jaringan otot hingga ketiga jenis jaringan otot diamati dan didapatkan hasil
bayangan bendanya. Dinaikkan tabung dan turunkan meja mikroskop. Diambil preparat
jaringan otot dari meja preparat. Diletakkan kembali alat dan bahan setelah selesai digunakan.
Adapun skema pengamatan jaringan otot dapat dilihat pada Gambar 1.
Diletakkan mikroskop diatas meja datar

Diposisikan meja preparat pada permukaan datar

Diatur perbesaran lensa objektif ke perbesaran 10x

Digunakan lensa okuler yang sesuai jenis mikroskop

Diatur pencahayaan yang didapat cermin cekung mikroskop

mela
Dibuka diafragma menggunakan tuas

Dipastikan jarak antara lensa objektif dengan meja preparat

Diletakkan preparat jaringan epitel pada meja preparat

Dinaikkan meja preparat mendekati lensa objektif

Diamati dan didapati bayangan objek yang jelas

Diganti perbesaran lensa objektif menjadi 40x

Difokuskan preparat dengan memutar mikrometer

Diamati bayangan hingga jelas lalu ganti perbesaran objektif 100x

Diatur lensa objektif ke perbesaran paling kecil setelah selesai


pengamatan
Diturunkan meja preparat dan dinaikkan tabung mikroskop

Diambil preparat dari meja preparat

Dibersihkan dan disimpan kembali mikroskop


Gambar 1. Skema Pengamatan Jaringan Otot
HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil

Jaringan Otot Polos:


Adapun hasil pengamatan jaringan otot polos dapat dilihat pada Gambar 2, Gambar 3,
Gambar 4.
1 1

2 2

3 3

4 4
5

Gambar 3. Perbesaran 10x40 Gambar 2. Perbesaran 10x10

Gambar 4. Perbesaran 10x100


Jaringan Otot Jantung
Adapun hasil pengamatan jaringan otot jantung dapat dilihat pada Gambar 5, Gambar 6,
Gambar 7.

2 2
3 3

4 4

Gambar 5. Perbesaran 10x10 Gambar 6. Perbesaran 10x40

Gambar 7. Perbesaran 10x100


Jaringan Otot Lurik
Adapun hasil pengamatan jaringan otot lurik dapat dilihat pada Gambar 8, Gambar 9,
Gambar 10.

1 1

2 2

3 3

4 4

Gambar 8. Perbesaran 10x10 Gambar 9. Perbesaran 10x40


1

Gambar 10. Perbesaran 10x100


PEMBAHASAN
Jaringan otot merupakan jaringan yang teridiri dari sel-sel; yang disebut serabut otot
yang memiliki kemampuan berkontraksi ketika diransang oleh impuls daraf. Serabut otot
tersusun dalam susunan paralel di dalam sitoplasma. Serabut otot merupakan sejumlah
mikrofilamen yang terbuat dari protein kontraktil aktin dan miosin (Wijana, 2015).
Otot merupakan suatu organ atau alat yang dapat bergerak atau sebagai alat gerak aktif
yang sangat penting bagi organisme. Sel dapat bergerak karena sitoplasma berubah bentuk.
Pada sel-sel sitoplasma ini merupakan benang-benang halus yang disebut sebagai miofibril,
yang dapat berkontraksi (Academia, 2019). Sistem jaringan otot sangat penting untuk
mendukung struktur tubuh. Sistem multikomponen yang terdiri dari otot, jaringan ikat otot,
tendon, ligamen, dan tulang, dipersarafi oleh saraf dan divaskularisasi oleh pembuluh darah,
daya penggerak dan gerakan (Kardon, 2011). Pada saat otot diransang, akan timbul masa
yang pendek, yaitu sewaktu rangsangan diterima. Setelah ransang diterima oleh otot, otot
berkontraksi, yang berarti menjadi pendek dan tebal, dan akhirnya mengendor dan
memanjang kembali. Waktu berlangsungnya kontraksi serabut otot bergaris (otot sadar) hanya
sepersekian detik dan setiap kontraksi terjadi karena ransang tunggal dari saraf. Setiap
kontraksi tunggal berkekuatan sama (Sumiasih dan Budiani, 2016).
Jaringan otot bersifat seluler yang sebagian besar jaringan otot tersusun oleh sel-sel
otot. Selururh jaringan otot terdapat pembuluh darah dan serabut saraf. Jaringan otot dapat
menghasilkan kekuatan fisisk yang dibutuhkan dalam melakukan pergerakan bagian tubuh
tertentu dan menghasilkan panas tubuh. Berdasarkan bentuk dan fungsinya, jaringan otot
dapat dibagi menjadi otot lurik, otot polos, otot jantung. (Palennari, dkk, 2016).
Jaringan otot polos adalah jaringan otot yang tidak terlihat berlurik, ditemukan dalam
dinding sel saluran pencernaan, kandung kemih, arteri, dan organ internal lainnya.Sel-sel otot
polos berbentuk gelendong.Otot polos bekerja secara involunter, yang artinya secara tidak
sadar sehingga otot polos tidak pernah merasa lelah dan dapat bekerja dalam jangka waktu
yang lama. Otot polos diransang oleh saraf otonom. Otot plos memiliki inti sel satu ditengah
(Wijana, 2015). Gambar otot polos dapat dilihat pada Gambar 2, 3, dan 4.
Pada Gambar 2,3, dan 4 dapat dilihat bagian otot polos longitudional pada nomor 1.
Bagian otot polos longitudional atau longitudional section berisis bagian melintang otot polos.
Fascia dapat dilihat pada nomor 2, fascia adalah jaringan ikat yang penyususn utamanya
adalah kolagen. Fascia berfungsi untuk mengikat, stabilitas, menututpi, dan memisahkan
jaringan otot dengan organ dibawahnya (Wikipedia, 2019). Nukleus dapat dilihat pada nomor
3, nukleus merupakan organel sel yang mengatur selururh aktivitas sel dan sekresi gen, yang
berfungsi untuk pewarisan sifat. Serat otot polos dapat dilihat pada nomor 4, serat otot polos
disebut sebagai miofibril, merupakan serabut benang melintang yang terdapat di dalam otot.
Pada otot polos, serabut ototnya halus dan tidak terlihat.
Jaringan otot jantung membentuk dinding kontraktil jantung. Pada otot jantung serabut
atau luriknya terlihat. Otot jantung berbentuk silindris dan bercabang pada ujung sel-selnya
Pada ujung-ujung sel tersebut dihubungkan oleh cakram berintekalar. Percabangan sel-sel
tersebut berfungsi untu memudahkan potensial kasi lewat di antara sel-sel, sistem tersebut
mirirp dengan sistem saraf (Wijana, 2015). Inti sel otot jantung ada saru di tengah. Gambat
otot jantung dapat dilihat pada Gambar 5, 6, dan 7.
Pada Gambar 5, 6, dan 7 dapat dilihat serat atau serabut otot jantung pada nomor 1.
Serabut otot jantung merupakan serabut benang yang melintang, yang terdapat di dalam
jaringan otot. Persimpangan antar dua sel dapat dilihat pada nomor 2, berfungsi untuk
menutup ruang atau rongga antar sel-sel dari satu sisi ke lembar yang lain. Cakram
berintekalar dapat dilihat pada nomor 3, berfungsi untuk mengirirm sinyal dari satu sel ke sel
yang lain dalam waktu satu denyutan jantung. Nukleus dapat dilihat pada nomor 4, berfungsi
untuk mengatur aktivitas sel dan sekresi gen, yang berfungsi dalam pewaeisan sifat.
Jaringan otot lurik atau jaringan otot rangka merupakan serat otot yang terdiri dari sel-
sel multinuklear yang berbentuk silindris panjang. Serat otot lurik lebih panjang daripada serat
otot polos. Serat otot polos terdiri dari berkas-berkas serat atau fasikulus yang berkumpul
membentuk paralel, serat-serat otot rangka dapat dilihat dengan mata telanjang
(Kalangi, 2014).
Jaringan otot lurik berbentuk silindris. Inti sel otot lurik ada beberapa terletak di bagian
sisi tepi sel. Jaringan otot lurik berkontraksi secara sadar (volunter), sehingga kerja otot lurik
cepat dan kekuatan kontraksi sesuai dengan ransang saraf, yang mengakibatkan otot lurik
bisa merasa lelah. Gambar otot lurik dapat dilihat pada Gambar 8, 9, dan 10.
Pada Gambar 8, 9, dan 10 dapat dilihat serat otot miofibril pada nomor 1. Serat otot
miofibril merupakan serabut benang melintang yang terdapat di dalam otot lurik. Pada otot
lurik, serabut otot terlihat. Nukleus dapat dilihat pada nomor 2, berfungsi untuk mengatur
aktivitas sel dan sekresi gen, yang berfungsi untuk pewarisan sifat. Sarkolasma dapat dilihat
pada nomor 3, merupakan membran plasma yang membungkus serat otot. Didalam
sarkoplasma terdapat miofibril, yang merupakan alat kontraktil sel (Kalangi, 2014). Miofibril
dapat dilihat pada nomor 4, merupakan serabut yang memiliki kemampuan kontraktil.
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, jaringan otot lurik, otot polos, dan otot
jantung memiliki perbedaan. Pada otot polos dan jantung inti sel ada satu di tengah,
sedangkan otot lurik memiliki banyak inti sel di tepi sel. Otot polos terletak didalam organ
dalam dan bersifat involunter. Otot jantung terletak pada jantung dan bersifat sama dengan
otot polos, yaitu bersifat involunter. Otot lurik terletak pada rangka dan bersifat volunter.
Peransang otot jantung dan otot polos adalah saraf otonom, sedangkan pada otot lurik
diransang oleh saraf somatik (Singh, dkk, 2018).

KESIMPULAN

Jaringan otot adalah alat gerak aktif yang menggerakkan tulang dengan cara kontraksi.
Jaringan otot berdasarkan sifat dapat dibagi dua, yaitu otot volunter dan involunter. Jaringan
otot volunter adalah otot yang bekerja secara sadar. Jaringan involunter adalah otot yang
bekerja secara tidak sadar. Jaringan otot berdasarkan fungsi dan bentuk dapat diklasifikasikan
menjadi 3, yaitu jaringan otot lurik, jaringan polos, jaringan jantung. Jaringan otot lurik berkerja
secara volunter sehingga mudah lelah, sedangkan jaringan otot jantung dan jaringan otot
polos berkerja secara involunter sehingga tidak lelah, Fungsi jaringan otot adalah untuk
membantu menggerakan organ tubuh, sebagai penggerak kerangka tulang, pengontrol
pergerakan jantung, dan untuk menjaga stabilitas atau keseimbangan tubuh.

DAFTAR PUSTAKA

Academia. 2019. https://www.academia.edu/10946554/SISTEM_OTOT . [5 Oktober 2019].

Kalangi, S. J. R. 2014. Perubahan otot rangka pada ohlaraga. Jurnal Biomedik. 6(3): 172-178.
Kardon, G. 2011. Development of the musculoskeletal system: meeting with neighbors.
Journal of Development. 138(14): 2855-2859.

Lindstedt, S. L. 2016. Skeletal muscle tissue in movement and health: positives and negatives.
Journal of Experimental Biology. 219(2): 183-188.

Palennari, M., H. Ladong, Faisal dan A. Muis. 2016. Biologi Dasar Bagian Pertama. Alauddin
University Press, Makassar.

Sumiasih, N. N dan N. N. Budiani. 2016. Biologi Dasar Dan Biologi Perkembangan.


Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Wangko, S. 2014. Jaringan otot rangka sistem membran dan struktur halus unit kontraktil.
Jurnal Biomedik. 6(3): 27-32.

Wijana, N. 2015. Biologi Dasar. Innosain, Yogyakarta.

Wikipedia. 2019. https://id.wikipedia.org/wiki/Otot . [3 Oktober 2019].


Singh, H., I. Singh dan M. Yadav. 2018. Fundanmental of Medical Physiology. Elsevier, India.

Anda mungkin juga menyukai