Anda di halaman 1dari 15

CRITICAL BOOK REVIEW

BIOLOGI

DISUSUN OLEH :
ACHNIA AZLA
(5193240016)
GIZI’B 2019

DOSEN PENGAMPU:
Widya Ningsih, S.Pd, M.Pd
NIP : 198905312019032019

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2019

0
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya ucapkan kepada Allah SWT, karena berkat rahmat dan karunia-
Nya saya dapat menyelesaikan laporan critical book review ini tepat waktu. Terima kasih
saya ucapkan kepada dosen mata kuliah Biologi Umum saya, Ibu Widya Ningsih, S.Pd,

M.Pd yang telah memberikan penjelasan tentang cara menulis laporan critical book review.

Saya menyadari masih banyak kekurangan yang terdapat dalam laporan ini, oleh karena
itu saya berharap mendapatkan kritik dan saran dari pembaca agar saya dapat meningkatkan
kemampuan saya dalam menulis laporan lainnya.

Medan, 21 Oktober 2019

Penulis,
Achnia Azla

1
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ....................................................................................................... 1

Daftar Isi ................................................................................................................ 2

BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 3

1.1 Latar Belakang ........................................................................................ 3

1.2 Rumusan Masalah ................................................................................... 3

1.3 Tujuan ..................................................................................................... 3

1.4 Manfaat ................................................................................................... 3

BAB II RANGKUMAN BUKU ............................................................................. 4

2.1 Identitas Buku ......................................................................................... 4

2.2 Ringkasan Isi Buku .................................................................................. 5

BAB III HASIL ..................................................................................................... 6

3.1 Hasil ....................................................................................................... 6

BAB IV PENUTUP ............................................................................................... 13

4.1 Kesimpulan ............................................................................................ 13

4.2 Saran ....................................................................................................... 13

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................ 14

2
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Critical Book adalah hasil perbandingan isi buku atau suatu materi yang pada
umumnya di perkuliahkan terhadap buku yang berbeda. Penulisan Critical Book ini
pada dasarnya adalah untuk membandingkan buku biologi yang burjudul Biologi
karangan Campbell dengan buku diktat Biologi Umum karangan Masdiana
Sinambela,dkk. Setiap buku yang dibuat oleh penulis tentu pastilah mempunyai
kekurangan dan kelebihan masing-masing. Kelayakan suatu buku dapat kita ketahui
jka kita melakukan resensi terhadap buku itu dengan perbandingan terhadap buku
lainnya. Suatu buku dengan kelebihan yang lebih dominan dibandingkan dengan
kekurangannya artinya buku ini sudah layak di gunakan atau dijadikan sumber
referensi bagi khalayak ramai.

1.2 RUMUSAN MASALAH

1. Apa perbedaan dalam pembahasan kemerosotan keanekaragaman hayati pada buku


karangan Campbell dengan Diktat Biologi Umum?
2. Bagaimana kelebihan dan kekurangan dari buku karangan Campbell dan Diktat
Biologi Umum?

1.3 TUJUAN

1. Untuk mengetahui perbedaan bahasan antara buku karangan Campbell dengan buku
Diktat Biologi Umum.
2. Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dari buku karangan Odum dan Diktat
Biologi Umum
3. Memberikan referensi buku untuk mempelajari pokok bahasan biodiversitas.

1.4 MANFAAT

1. Dapat mengetahui perbedaan dari kedua buku.


2. Dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan dari kedua buku
3. Dapat mendalami bahasan biologi tentang biodiversitas

3
BAB II

RANGKUMAN

2.1 IDENTITAS BUKU

Buku Utama

Judul : Biology

Tahun terbit : 2008

ISBN : 51 – 34 – 019 - 0

Pengarang : Neil A. Campbell dan Jane B. Reece

Penerbit : Erlangga

Edisi : 8 jilid 3

Buku Pembanding

Judul : Biologi Umum

Pengarang : Masdiana Sinambela, dkk

Penerbit : FMIPA UNIMED

Tahun terbit : 2018

Kota Terbit : Medan

Jlh halaman : 184 hal.

4
2.2 RINGKASAN BUKU

2.2.1 Ringkasan buku utama

Ekologi komunitas

Ekosistem dapat mencakup area yang luas, misalnya hutan, ruang di bawah batang
kayu, atau kolam kecil. Seperti populasi dan komunitas, batas-batas ekosistem terkadang
tidak jelas. Banyak ahli ekologi memandang keseluruhan biosfer sebagai suatu ekosistem
global, gabungan dari semua ekosistem lokal di bumi.

Keanekaragaman spesies adalah suatu komunitas berbagai organisme berbeda yang


menyusun komunitas dan memiliki dua komponen, yang satu kekayaan spesies (jumlah
spesies bebrbeda dalam komunitas) dan kelimpahan relatif (proporsi masing-masing spesies
dari seluruh individu dalam komunitas) yang berbeda-beda.

Sebagian besar komunitas terus – menerus berubah setelah dipengaruhi oleh


gangguan-gangguan. Bahkan jika komunitas yang relatif stabil ternyata ada yang komunitas
tersebut bisa secara cepat berubah menjadi komunitas tidak seimbang.

Beberapa hubungan kunci dalam kehidupan suau organisme adalah interaksinya


dengan individu-individu dari berbagai spesies lain dalam komunitas. Interaksi antarspesies
mencakup kompetisi, predasi, herbivori, dan simbiosis (termasuk parasitisme, mutualisme,
dan komensalisme).

Kompetisi antarspesies merupakan interaksi yang terjadi sewaktu individu –


individu spesies berbeda bersaing memperebutkan sumber daya yang membatasi
pertumbuhan dan kesintasan mereka.

Total penggunaan sumber daya abiotik dan biotik suatu spesies dalam lingkungannya
disebut relung ekologis spesies tersebut. Konsep ini digunakan untuk menyatakan dua spesies
tidak dapat hidup bersama-sama secara permanen dalam komunitas jika ada satu atau lebih
perbedaan signifikan dalam hal ini karena akan menyebabkan kepunahan lokal spesies mana
pun. Dengan kata lain, evolusi melalui seleksi alam dapat mengakibatkan salah satu spesies
menggunakan seperangkat sumber daya berbeda.

Predasi adalah istilah untuk interaksi antara spesies yang salah satu spesiesnya,
predator, membunuh dan memangsa spesies yang satu lagi, si mangsa. Hewan yang
membunuh tumbuhan dengan memakan jaringan tumbuhan juga dianggap memangsa. Karena
makan dan menghindari dimakan merupakan prasyarat keberhasilan reproduksi, adaptasi
pada predator dan mangsa cenderung dipertajam melalui seleksi alam.

Para predator juga memiliki berbagai adaptasi untuk menangkap mangsa, hewan
mangsa juga memiliki adaptasi yang membantu menghindarkan mereka dari predasi, seperti
bersembunyi, kabur, dan membentuk gerombolan atau kawanan.

5
Herbivori merupakan interaksi organisme yang memakan bagian tumbuhan atau alga.
Contoh yang paling akrab dari herbivora adalah sapi, domba, dan kerbau, namun sebenarnya
sebagian besar herbivora adalah invertebrata, misalnya belalang dan kumbang. Di laut,
herbivora mencakp siput, bulu babi, dan beberapa jenis ikan tropis.

Tidak seperti hewan mangsa, tumbuhan tidak dapat lari atau menghindar dari
organisme yang hendak memakannya. Sebagai gantinya, persenjataan tumbuhan melawan
pemangsa mungkin berupa zat kimia beracun atau struktur seperti duri.

Simbiosis adalah hubungan individu dari dua atau lebih spesies hidup dalam kontak
langsung dan akrab dengan satu sama lain. Simbiosis terbagi ke dalam tiga, yaitu:

 Parasitisme yang merupakan interaksi dengan satu organisme yang dimana parasit
memperoleh nutrien dari organisme lain (inang) yang akan mengalami kerugian.
 Mutualisme yang merupakan interaksi saling untung antar kedua spesies. Dalam hal
ini, terdapat setidaknya salah satu spesies telah kehilangan kemampuan untuk sintas
tanpa partnernya, ataupun bisa sintas tanpa partnernya.
 Komensalisme yang merupakan interaksi antara dua sepsies yang menguntungkan
yang satu, namun juga tidak merugikan yang satunya.

Terdapat juga faktor-faktor biogeografis memengaruhi keanekargaman hayati


komunitas, diantaranya:

 Gradien garis lintang yang mempengaruhi evolusi dan iklim.


 Efek luasan yang memengaruhi perluasan wilayah geografi suatu komunitas.
 Suksesi ekologis yang memengaruhi perubahan-perubahan dalam komposisi dan
struktur komunitas darat, seperti gunung berapi atau gletser.
 Pembatasan cahaya yang memengaruhi produksi primer di seluruh zona fotik laut
atau danau.
 Gas-gas rumah kaca dan pemanasan global yang merupakan aktivitas manusia
dengan melepaskan berbagai produk buangan berupa gas yang akan menyebabkan
perubahan fundamental bagi atmosfer dan interaksinyadengan komponen biosfer
yang lain.

6
2.2.2 Ringkasan buku kedua

Keanekaragaman Hayati (Biodiversitas)

Keanekaragaman hayati (biodiversitas) adalah istilah yang digunakan untuk


menunjukkan variasi semua hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme yang terdapat di bumi
Indonesia, yang dapat dibedakan pada tiga tingkatan, yaitu pada tingkat gen ataupun DNA,
jenis atau species, dan habitat atau ekosistem (keanekaragaman ekologi).

Hutan-hutan di Indonesia yang kaya jenis flora adalah merupakan tempat tumbuhnya
jenis-jenis palem yang beranekaragaman di dunia, serta lebih dari 400 jenis meranti-
merantian, juga 2500 spesies tumbuhan berbunga. Di samping itu hutan juga menjadi habitat
bagi fauna yang beranekaragam. Sehubungan itu, Indonesia menempati urutan nomor satu
untuk kekayaan jenis mamalia dan kupu-kupu berekor gunting, nomor tigas untuk reptil,
nomor empat unuk unggas, nomor lima untuk amfibi dan nomor tujuh untuk tumbuhan
berbunga.

Dengan hubungannya dengan peranan dan manfaat biodiversitas bagi kehidupan,


tentu kita tahu bahwa aneka ragam jenis flora dan fauna dapat dimanfaatkan sebagai sumber
nutrisi, bangunan, obat-obatan, bahkan untuk estetika.

Namun, seiring meningkatnya populasi manusia, peningkatan kebutuhan dasar


biodiversitas pun akan terjadi. Berbagai kasus degradasi kualitas lingkungan (tanah, air,
udara) sebagai akibat dari penggunaan submer daya hutan dan keperluan idustri atau
tambang. Sistem pengelolaan limbah pertambangan yang tidak bersahabat dengan
pembuangan ke laut juga turut serta memperburuk kualitas lingkungan perairan laut.

7
BAB III

HASIL

No Yang dikritis uraian


Buku 1 Buku 2
1 Deskripsikan/ uraian Ekosistem dapat Keanekaragaman
mencakup area yang luas, hayati (biodiversitas) adalah
misalnya hutan, ruang di istilah yang digunakan untuk
bawah batang kayu, atau menunjukkan variasi semua
kolam kecil. Seperti hewan, tumbuhan, dan
populasi dan komunitas, mikroorganisme yang terdapat
batas-batas ekosistem di bumi Indonesia, yang dapat
terkadang tidak jelas. dibedakan pada tiga tingkatan,
Banyak ahli ekologi yaitu pada tingkat gen ataupun
memandang keseluruhan DNA, jenis atau species, dan
biosfer sebagai suatu habitat atau ekosistem
ekosistem global, gabungan (keanekaragaman ekologi).
dari semua ekosistem lokal Dengan hubungannya
di bumi. dengan peranan dan manfaat
Keanekaragaman biodiversitas bagi kehidupan,
spesies adalah suatu tentu kita tahu bahwa aneka
komunitas berbagai ragam jenis flora dan fauna
organisme berbeda yang dapat dimanfaatkan sebagai
menyusun komunitas dan sumber nutrisi, bangunan, obat-
memiliki dua komponen, obatan, bahkan untuk estetika.
yang satu kekayaan spesies Namun, seiring
(jumlah spesies bebrbeda meningkatnya populasi manusia,
dalam komunitas) dan peningkatan kebutuhan dasar
kelimpahan relatif (proporsi biodiversitas pun akan terjadi.
masing-masing spesies dari Berbagai kasus degradasi
seluruh individu dalam kualitas lingkungan (tanah, air,
komunitas) yang berbeda- udara) sebagai akibat dari
beda. penggunaan submer daya hutan
Sebagian besar dan keperluan idustri atau
komunitas terus – menerus tambang. Sistem pengelolaan
berubah setelah dipengaruhi limbah pertambangan yang tidak
oleh gangguan-gangguan. bersahabat dengan pembuangan
Bahkan jika komunitas ke laut juga turut serta
yang relatif stabil ternyata memperburuk kualitas
ada yang komunitas lingkungan perairan laut.
tersebut bisa secara cepat
berubah menjadi komunitas
tidak seimbang.
. Terdapat juga faktor-
faktor biogeografis
memengaruhi
keanekargaman hayati

8
komunitas, diantaranya:
 Gradien garis lintang
yang mempengaruhi
evolusi dan iklim.
 Efek luasan yang
memengaruhi
perluasan wilayah
geografi suatu
komunitas.
 Suksesi ekologis yang
memengaruhi
perubahan-perubahan
dalam komposisi dan
struktur komunitas
darat, seperti gunung
berapi atau gletser.
 Pembatasan cahaya
yang memengaruhi
produksi primer di
seluruh zona fotik laut
atau danau.
 Gas-gas rumah kaca
dan pemanasan
global yang
merupakan aktivitas
manusia dengan
melepaskan berbagai
produk buangan berupa
gas yang akan
menyebabkan
perubahan fundamental
bagi atmosfer dan
interaksinyadengan
komponen biosfer yang
lain.

2 Analisis umum Secara umumnya disini Secara umum disini membahas


membahas tentang tentang keanekaragaman yang
ekosistem dan ada di Indonesia, dari spesies,
keanekaragaman hayati jumlah jenis, dan flora serta
secara global (mendunia). fauna yang ada di Indonesia.
Juga pada hal yang Faktor-faktor tentang
mempengaruhi kemerosotannya juga dibahas
kemerosotan dengan apa yang terjadi di

9
keanekaragaman hayati Indonesia.
dibahas dengan apa yang
ada di alam seperti interaksi
atau persaingan antar
spesies (kompetisi, predasi,
herbivori, dan simbiosis)
dan segala hal yang terjadi
di alam, serta yang
dilakukan oleh tangan
manusia.
3 Hipotesis/ dugaan Kemerosotan Kemerosotan keanekaragaman
keanekaragaman hayati hayati yang terjadi di Indonesia
sebenarnya memang akan adalah tanggung jawab penuh
terjadi dengan akibat oleh manusia (industri, tambang,
interaksi/persaingan dll)
antarspesies itu sendiri
(interaksi antarspesies
menjadi alasan utama dari
kemerosotan
keanekaragaman hayati),
manusia hanya
memperburuknya saja.
4 Analisis data dan Beberapa hal yang Di Indonesia banyak terjadi
bukti menunjukkan bahwa degradasi lingkungan yang
kemerosotan biodiversitas menyebabkan kemerosotan
yang terjadi di alam oleh biodiversitas, seperti:
alam itu sendiri:  Aktivitas pulp dan rayon di
 Serangga parasitoid kawasan Tapanuli di
yang bertelur dalam Ladang Porsea yang
tubuh inangnya lalu mencemari sungai Asahan.
menyantap tubuh  Industri perikanan di Danau
inangnya hingga Toba melalui keramba
inangnya mati jaring yang memberi makan

10
 Gulma yang tumbuh di ikan dengan pelet
kebun bersaing dengan mencemari air Danau Toba
tumbuhan kebun untuk  Pembuangan limbah oleh
memperebutkan nutrien masyarakat di kawasan
tanah dan air. Sungai Citarum
 Belalang dan Bison di
Great Plains bersaing
memperebutkan
makanan.
 Lynx dan rubah di
hutan Alaska dan
Kanada bersaing
memperebutkan
mangsa.
5 Membandingkan Kelebihan Kelebihan
- Buku ini membuka - Menyajikan data dengan
wawasan bagi pembaca, lengkap (dengan persentase
menyajikan data-data dan jumlah yang spesifik).
dan persepsi dari - Memberikan contoh yang
berbagai sudut terjadi secara fakta dalam
pandang. kehidupan.
- Disertai dengan contoh- - Bahasa yang digunakan
contoh dan gambar- mudah dipahami
gambar yang
mempermudah Kekurangan
pemahaman - Hanya menjelaskan dalam
- Menjelaskan materi rang lingkup Indonesia saja
secara ruang lingkup - Tidak menyertai gambar
luas.

Kekurangan
- Bahasa yang digunakan
sedikit sulit dipahami

11
karena merupakan buku
terjemahan.
6 Mengkaji, Keanekaragaman hayati (biodiversitas) adalah
istilah yang digunakan untuk menunjukkan variasi semua
kesimpulan, implikasi,
hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme yang terdapat di bumi
dan konsekuensi Indonesia, yang dapat dibedakan pada tiga tingkatan, yaitu
pada tingkat gen ataupun DNA, jenis atau species, dan habitat
atau ekosistem (keanekaragaman ekologi).
Beberapa hubungan kunci dalam kehidupan suau
organisme adalah interaksinya dengan individu-individu dari
berbagai spesies lain dalam komunitas. Interaksi antarspesies
mencakup kompetisi, predasi, herbivori, dan simbiosis
(termasuk parasitisme, mutualisme, dan komensalisme).

Kemerosotan biodiversitas dapat terjadi karena dua hal,


yaitu:
1. Dikarenakan aspek alam itu sendiri (interaksi antar spesies
di alam)
2. Ulah manusia yang tidak memedulikan dampak dari apa
yang telah dieksploitasi di alam

12
BAB IV
PENUTUP
4.1 KESIMPULAN
Dengan melakukan Critical Book Review kita lebih memahami materi Karena kita
melihat dari dua sumber yang sudah pasti memiliki gaya penjelasan yang berbeda. Namun
tidak luput dari itu tugas ini semakin membantu kita untuk tau bagaiman penulisan yang
benar.

4.2 SARAN
Dengan dibuatnya Critical Book Review ini kita telah banyak mendapatkan ilmu.
Sekarang tinggal bagaimana kita bisa menerapkan ilmu itu di dalam kehidupan kita sehari-
hari agar bisa menjadi seorang pemimpin yang baik.

13
DAFTAR PUSTAKA

Campbell. 2008. Biologi. Penerbit Erlangga.

Tim Dosen. 2018. Biologi Umum. Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam.
Unimed

14