Anda di halaman 1dari 8

Anggota Kelompok 5:

Mandur Boznan Morin (1306305089/ 1)


Muhammad Emil Ibrahim (1506305119/ 2)
I Putu Andika Prasetyo (1707531072/ 9)
Kadek Rizky Riyan Pratama (1707531077/ 10)

RPS 11

PSAK 18: Akuntansi dan Pelaporan Program Manfaat Purnakarya & PSAK
53: Pembayaran Berbasis Saham

1. PSAK 18: Akuntansi dan Pelaporan Program Manfaat Purnakarya


1.1 Ruang Lingkup
Program manfaat purnakarya kadang dikenal sebagai program
pensiun, tunjangan hari tua, program purnabakti, dan program purnakarya.
1.2 Istilah Seputar PSAK 18
1. Program manfaat purnakarya adalah perjanjian untuk setiap entitas
yang menyediakan manfaat purnakarya untuk karyawan pada saat atau
setelah berhenti bekerja.
2. Program iuran pasti adalah program manfaat purnakarya dimana
jumlah yang dibayarkan sebagai manfaat purnakarya ditetapkan
berdasarkan iuran ke suatu dana bersama pendapatan investasi
selanjutnya.
3. Program manfaat pasti adalah program manfaat purnakarya dimana
jumlah yang dibayarkan sebagai manfaat purnakarya ditentukan
dengan mengacu pada formula yang biasanya didasarkan pada
penghasilan karyawan dan/atau masa kerja.
4. Pendanaan adalah transfer aset kepada entitas yang terpisah dari
entitas pemberi kerja guna memenuhi kewajiban masa depan untuk
pembayaran manfaat purnakarya.
5. Peserta adalah anggota dari program manfaat purnakarya dan siapa
saja yang berhak menjadi penerima manfaat purnakarya.
6. Aset neto tersedia untuk manfaat punakarya adalah aset atas
program purnakarya dikurangi liabilitas selain nilai kini aktuaria atas
manfaat purnakarya terjanji.
7. Nilai kini aktuaria atas manfaat purnakarya terjanji adalah nilai
kini pembayaran yang diekspresikan oleh program manfaat

1
purnakarya kepada karyawan masih bekerja dan yang sudah tidak
bekerja.
8. Manfaat telah menjadi hak adalah manfaat purnakarya untuk hal
manfaat purnakarya dalam kondisi sesuai dengan program manfaat
purnakarya yang tidak bergantung pada kelangsungan ikatan kerja.
1.3 Program Iuran Pasti
Laporan keuangan program iuran pasti mencakup:
a. Laporan aset neto tersedia untuk manfaat purnakarya
b. Penjelasan mengenai kebijakan pendanaan
1.4 Program Manfaat Pasti
Laporan keuangan program manfaat pasti mencakup salah satu dari:
1. Laporan yang menyajikan:
a. Aset neto tersedia untuk manfaat purnakarya
b. Nilai kini aktuaria atas manfaat purnakarya terjanji
c. Surplus atau deficit
2. Laporan aset neto tersedia untuk manfaat purnakarya, termasuk salah
satu dari:
a. Catatan yang mengungkapkan nilai kini aktuaria atas manfaat
purnakarya terjanji
b. Referensi nilai kini aktuaria atas manfaat purnakarya terjanji
menyertai laporan aktuaris.
1.5 Nilai Kini Aktuaria Atas Manfaat Purnakarya Terjanji
Nilai kini dari pembayaran yang diharapkan oleh program manfaat
purnakarya dapat dihitung dan dilaporkan dengan menggunakan tingkat
gaji kini atau tingkat gaji proyeksi sampai dengan masa purnakarya
peserta.
1.6 Penilaian Aktuaris
Jika penilaian aktuaris belum disajikan pada tanggal pelapoan
keuangan, penilaian terakhir digunakan sbagai dasar penyusunan laporan
keuangan yang bersangkutan dan tanggal penilaian tersebut diungkapkan
1.7 Isi Laporan Purnakarya

2
a. Suatu laporan dimasukkan dalam laporan keuangan yang
memperlihatkan aset neto tersedia untuk manfaat purnakarya, nilai
kini aktuaria atas manfaat purnakarya terjanji, dan hasil surplus atau
defisit.
b. Laporan keuangan termasuk laporan aset neto tersedia untuk manfaat
purnakarya dan laporan perubahan aset tersedia untuk manfaat
purnakarya.
c. Laporan keuangan termasuk laporan keuangan aset neto tersedia
untuk manfaat purnakarya dan laporan perubahan aset neto tersedia
untuk manfaat purnakarya dengan menggunakan nilai kini aktuaria
atas manfaat purnakarya terjanji yang terdapat dalam laporan
keuangan aktuaris terpisah.
1.8 Program Punakarya
Investasi program manfaat purnakarya harus diakui pada nilai wajar.
Pada kasus surat berharga yang diperdagangkan, maka nilai wajar adalah
nilai pasar. Pada investasi program purnakarya yang dimiliki seandainya
estimasi nilai wajar tidak mungkin, maka pengungkapan harus dibuat
berisi alasan mengapa nilai wajar tidak dapat digunakan.
1.9 Pengungkapan
Laporan keuangan program manfaat purnakarya yang berupa
manfaat pasti atau iuran pasti, berisi informasi berikut ini:
a. Laporan perubahan aset neto tersedia untuk manfaat purnakarya.
b. Ringkasan dari kebijakan akuntansi yang signifikan.
c. Penjelasan mengenai program purnakarya dan pengaruh setiap
perubahan program purnakarya selama periode tersebut.
2. PSAK 53: Pembayaran Berbasis Saham
2.1 Definisi
Terdapat beberapa definisi dalam pernyataan ini, yaitu:
a. Instrumen ekuitas adalah suatu kontrak yang menunjukkan adanya
hak residual atas aset suatu entitas setelah dikurangi dengan semua
liabilitas entitas tersebut.

3
b. Instrumen ekuitas yang diberikan adalah hak (dengan persyaratan
atau tanpa persyaratan) atas instrumen ekuitas suatu entitas yang
diberikan oleh entitas tersebut kepada pihak lain dalam suatu perjanjian
pembayaran berbasis saham.
c. Kondisi vesting adalah kondisi yang menentukan apakah entitas
menerima jasa yang memberikan hak kepada pihak lawan transaksi
untuk menerima kas, aset lain atau instrumen ekuitas entitas, pada
perjanjian pembayaran berbasis saham.
d. Kondisi vesting kinerja pasar adalah suatu kondisi yang terkait
dengan harga pasar instrumen ekuitas entitas yang menjadi persyaratan
harga eksekusi, vesting, atau ketereksekusian (exercisability) suatu
instrumen ekuitas, seperti pencapaian harga tertentu dari saham atau
nilai intrinsik tertentu dari opsi saham, atau pencapaian target tertentu
yang didasarkan atas harga pasar instrumen ekuitas entitas secara relatif
terhadap indeks harga pasar instrumen ekuitas entitas lain.
e. Nilai intrinsik adalah selisih antara nilai wajar saham, dengan mana
pihak lawan transaksi memiliki hak (dengan persyaratan atau tanpa
persyaratan) untuk memesan atau menerima, dengan harga (jika ada)
yang mana pihak lawan transaksi disyaratkan (atau akan disyaratkan)
untuk membayar saham tersebut.
f. Nilai wajar adalah suatu jumlah dengan mana suatu aset dapat
dipertukarkan, suatu liabilitas dapat diselesaikan, atau instrumen
ekuitas yang diberikan dapat dipertukarkan antara pihak yang mengerti
dan berkeinginan dalam suatu transaksi yang wajar.
g. Opsi penambahan kembali adalah opsi saham baru yang diberikan
apabila saham digunakan untuk memenuhi harga eksekusi opsi saham
terdahulu.
h. Opsi saham adalah kontrak yang memberikan hak kepada
pemegangnya, tetapi tidak kewajiban (obligation), untuk membeli
saham entitas pada suatu harga tertentu atau yang dapat ditentukan
selama periode waktu tertentu.

4
2.2 Pengakuan
Entitas mengakui barang atau jasa yang diterima atau diperoleh
dalam transaksi pembayaran berbasis saham pada saat memperoleh barang
atau pada saat jasa diterima. Entitas juga harus mengakui kenaikan nilai
ekuitas terkait jika barang atau jasa diterima dalam transaksi pembayaran
berbasis saham yang diselesaikan dengan instrumen ekuitas
2.3 Transaksi Pembayaran Berbasis Saham yang Diselesaikan Dengan
Instrumen Ekuitas
Untuk transaksi pembayaran berbasis saham yang diselesaikan
dengan instrumen ekuitas, entitas mengukur barang atau jasa yang diterima
dan kenaikan terkait di ekuitas, secara langsung, dengan mengacu pada nilai
wajar barang atau jasa yang diterima, kecuali jika nilai wajar tersebut tidak
dapat diestimasi secara andal. Jika entitas tidak dapat mengestimasi nilai
wajar barang atau jasa yang diterima secara andal, maka entitas harus
mengukur nilai barang dan jasa tersebut dan kenaikan terkait di ekuitas,
secara tidak langsung dengan mengacu pada nilai wajar instrumen ekuitas
yang diberikan.
2.4 Transaksi Pembayaran Berbasis Saham yang Diselesaikan Dengan Kas
Untuk transaksi pembayaran berbasis saham yang diselesaikan
dengan kas, entitas harus mengukur barang atau jasa yang diperoleh dan
liabilitas yang timbul sebesar nilai wajar liabilitas. Sampai dengan liabilitas
tersebut diselesaikan, entitas harus mengukur kembali nilai wajar liabilitas
pada setiap akhir periode pelaporan dan pada tanggal penyelesaian, dimana
setiap perubahan nilai wajar diakui dalam laporan laba rugi pada periode
tersebut.
2.5 Transaksi Pembayaran Berbasis Saham dengan Pilihan Kas
Untuk transaksi pembayaran berbasis saham dimana persyaratan
pengaturannya memberikan pilihan kepada entitas atau pihak lawan
transaksi untuk menyelesaikan transaksi apakah akan diselesaikan dengan
kas (atau aset lain) atau dengan penerbitan instrumen ekuitas, maka entitas
harus mencatat transaksi atau komponen transaksi tersebut sebagai transaksi
pembayaran berbasis saham dengan penyelesaian kas

5
a. Transaksi Pembayaran Berbasis Saham dengan Persyaratan
Pengaturan yang Memberikan Pilihan Penyelesaian kepada Pihak
Lawan
Jika entitas memberikan hak kepada pihak lawan untuk memilih
transaksi pembayaran berbasis saham akan diselesaikan dengan kas
atau dengan menerbitkan instrumen ekuitas, maka entitas telah
memberikan instrumen keuangan majemuk, yang meliputi komponen
utang dan komponen ekuitas
b. Transaksi Pembayaran Berbasis Saham dengan Persyaratan
Pengaturan yang Memberikan Pilihan Penyelesaian kepada
Entitas
Untuk transaksi pembayaran berbasis saham yang persyaratan
pengaturannya memberikan entitas pilihan akan diselesaikan dengan
kas atau dengan menerbitkan instrumen ekuitas, entitas menentukan
apakah entitas memiliki kewajiban kini untuk menyelesaikan dengan
kas dan mencatat transaksi pembayaran berbasis saham secara tepat.
2.6 Pembayaran Berbasis Saham Antar Kelompok Entitas
Untuk transaksi pembayaran berbasis saham antar kelompok entitas,
dalam laporan keuangan tersendiri atau individual, entitas yang menerima
barang atau jasa mengakui barang atau jasa yang diterima sebagai transaksi
pembayaran berbasis saham yang diselesaikan dengan instrumen ekuitas
atau diselesaikan dengan kas dengan menilai:
a. Sifat dari penghargaan yang diberikan
b. Hak dan kewajiban yang dimiliki entitas
Entitas yang menerima barang atau jasa mengukur barang atau jasa
yang diterima sebagai transaksi pembayaran berbasis saham yang
diselesaikan dengan instrumen ekuitas jika:
a. Penghargaan yang diberikan adalah instrumen ekuitas yang diterbitkan
entitas atau
b. Entitas tidak memiliki kewajiban untuk menyelesaikan transaksi
pembayaran berbasis saham.

6
2.7 Pengungkapan
Entitas mengungkapkan informasi yang memungkinkan pengguna
laporan keuangan untuk memahami sifat dan luas pengaturan pembayaran
berbasis saham yang selama periode. Untuk memberi dampak penerapan
prinsip penjelasan sebelumnyam entitas mengungkapkan sekurang-
kurangnya hal berikut:
a. Deskripsi mengenai setiap jenis pengaturan pembayaran berbasis saham
yang ada pada setiap waktu selama periode, termasuk syarat dan
ketentuan umum setiap pengaturan
b. Jumlah dan rata-rata tertimbang harga eksekusi opsi saham untuk setiap
kelompok opsi
c. Untuk opsi saham yang beredar pada akhir periode, kisaran harga
eksekusi dan rata-rata tertimbang sisa umur kontrak.
Entitas mengungkapkan pula informasi yang memungkinkan
pengguna laporan keuangan untuk memahami bagaimana penentuan nilai
wajar barang atau jasa yang diterima atau nilai wajar instrumen ekuitas yang
diberikan selama periode. Dan entitas juga mengungkapkan informasi yang
memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk memahami dampak
transaksi pembayaran berbasis saham terhadap laba rugi entitas selama
periode dan terhadap posisi keuangannya.

7
DAFTAR PUSTAKA

Dewan Standar Akuntansi Keuangan. 2010. Eksposure Draft Pernyataan Standar


Akuntansi Keuangan, Akuntansi dan Pelaporan Program Manfaat
Purnakarya. Jakarta: Ikatan Akuntan Indonesia
Ikatan Akuntan Indonesia. Standar Akuntansi Keuangan: PSAK 18 dan PSAK 53