Anda di halaman 1dari 9

Cuaca pada saat ini sangat sulit diprediksi kadang panas kadang hujan sehingga membuat

kondisi tubuh sulit untuk beradaptasi terhadap cuaca yang tidak menentu. Ketika cuaca panas
melanda, terik matahari yang begitu panas membuat setiap orang akan merasa kehausan, dan
yang terbayang untuk mengatasi kehausan adalah minuman dingin yang dapat menghilangkan
rasa haus seketika. Tapi tahukah anda dibalik minuman dingin tersebut terdapat benda padat
yang sering disebut ES BATU ternyata berakibat buruk bagi kesehatan?
Kebanyakan es batu atau es balok dibuat menggunakan air mentah. Tak jarang airnya berasal
dari sungai yang disuling dan ditambahkan bahan kimia sebagai penjernih. Kemudian
dimasukan ke dalam pendingin dan jadilah es batu atau es balok. Harga untuk satu es balok
cukup murah hanya berkisar Rp 6.000 sampai Rp 7.000. Selain menggunakan bahan berbahaya,
proses pembuatan es batu di pabrik tidak dilakukan secara bersih dan steril. Menurut ahli
pangan, bakteri yang ada dalam air mentah tidak mati meski dalam kondisi beku. Bakteri baru
bisa mati jika lama berada di lingkungan beku. Jika masuk ke dalam tubuh, bakteri ini bisa
membahayakan kesehatan.

Sejak dibuat sampai ke tangan pembeli, es balok selalu tidak dilengkapi kemasan yang baik,
padahal bakteri atau virus penyebab penyakit selalu mengancam di tempat yang tidak
terlindungi. Saat disimpan di depot, es hanya ditutup oleh kain atau karung yang tidak dijamin
kebersihannya. Masyarakat juga sulit membedakan es batu yang sehat dan tidak. Karena itu
kewaspadaan dari para konsumen yang menjadi penentunya.
Terdapat sebuah penelitian yang dilakukan oleh salah satu TV swasta untuk mengetahui
kandungan dalam es batu. Tim investigasi dari TV tersebut mengambil contoh secara random di
beberapa penjual yang mencampurkan Es Batu pada aneka minuman yang mereka jual. Lalu tim
tersebut membawanya ke laboratorium untuk mengetes kandungan dari es tersebut. Hasilnya
sungguh menakutkan dan mengejutkan setiap orang. Ternyata dalam es itu terkandung bakteri E-
COLI jauh di atas batas normal (10.000 – 20.000 per 100 mL). Dengan lain kata, Es Batu ini
mengandung bakteri hampir Setara dengan kotoran manusia. Yang dapat diartikan bahwa air Es
Batu lebih kotor dari pada air toilet. Mulai sekarang anda harus extra hati-hati jika suka
mengkonsumsi minuman dingin di warung tepi jalan atau restoran siap saji.
Berikut terdapat beberapa saran untuk mengkonsumsi es batu:
1. Sebaiknya tidak membiasakan minum minuman yang dicampur es batu yang banyak
dijual di warung di tepi-tepi jalan. Jika terpaksa minta saja minuman yang hangat.
2. Kriteria Es yang baik adalah es yang dibuat dari air masak. Jika belum dimasak maka
pastikan bahwa air yang akan dijadikan es itu belum tercemar seperti mata air pegunungan.
3. Minumlah es yang dalam proses pembuatannya benar-benar steril. Steril maksudnya
adalah es itu bersih dan aman untuk diminum.
Untuk itu lebih baik kita memperbanyak konsumsi air putih yang tidak dicampur dengan es batu
apabila kita merasa kehausan. Karena air putih merupakan salah satu hal yang baik bagi
kesehatan. Apabila ingin mengkonsumsi minuman dingin atau dengan es batu lebih baik kita
membuat es batu sendiri dengan menggunakan air yang sudah masak sehingga lebih baik bagi
kesehatan tubuh kita. Namun hal itu tentunya harus didukung pula dengan sarana alat sterilisasi
yang baik.
Yuki Water Treatment merupakan salah satu perusahaan pengolahan dan penyaringan air
pertama di Indonesia, Didirikan pada tahun 1980an, Yuki Water Treatment memiliki
pengalaman hampir 30 tahun menangani berbagai masalah air keluarga Indonesia, yang meliputi
masalah air diperumahan, perkantoran, restoran, dan sector industry. Oleh karena itu, Yuki
Water Treatment sangat memahami apa yang menjadi kebutuhan setiap pelanggan serta
memberikan solusi terbaik akan kebutuhan air anda.
Bekerjasama dengan perusahaan VIQUA dari kanada yang berpengalaman lebih dari 35 tahun.
Dalam penelitian dan pengembangan serta pembuatan teknologi UV – Ultra Violet. Sebagai
bagian dari Danaher Group Corporation yang memiliki lebih dari 59.000 karyawan di 125
negara, keahlian VIQUA tidak perlu diragukan lagi.
UV Sterilight merupakan sebuah alat filter air yang mampu mengubah air bersih
sehingga menghasilkan air yang siap untuk dikonsumsi dengan kondisi yang
sehat, steril, dan aman. Dalam prosesnya menggunakan teknologi penyinaran
UV yang memastikan membunuh bakteri, virus, fungi, dan protozoa yang
terkandung didalam air. Hingga saat ini sistem filterisasi menggunakan
teknologi penyinaran UV adalah satu-satunya yang mampu membasminya.

Keunggulan menggunakan UV STERILIGHT :

• UV Sterilight mampu menghancurkan bakteri dan virus berbahaya dalam air hingga
99,99%, sehingga air yang digunakan steril.
• UV Sterilight dirancang khusus dan sudah teruji mampu memberikan kegunaan yang
konsisten dan bermutu dalam disinfeksi air hingga 9.000 jam, oleh sebab itu kita dapat
menghemat waktu dan biaya karena penggantian bohlam dilakukan cukup 1 tahun sekali.
• Material alat ini menggunakan stainless-steel (304 SS) berkualitas tinggi sehingga tahan
lama dan bergaransi hingga 7 tahun, jadi sangat bermanfaat bagi pemilik bisnis karena anti karat
dan higienis.
• Tidak mengubah warna air, membuat bau dan mengubah rasa air, sehingga tidak akan
memberikan pengaruh negatif terhadap makanan dan minuman.
• Memiliki alarm yang berfungsi untuk memberitahu sisa masa pemakaian bohlam dan
kerusakan pada bohlam UV, serta memonitor jumlah output ultraviolet. Hal ini membantu anda
untuk dapat mengganti bohlam pada waktunya sehingga terhindar dari kerusakan yang lebih
besar.
• Kualitasnya telah mendapat pengakuan CSA (Certified Securities Analyst) International
dan CE (Conformité Européenne) Eropa. Ini merupakan sebuah jaminan yang diakui dengan
taraf internasional.
• Hanya membutuhkan daya listrik sebesar 40 watt atau setara dengan energi pada satu
buah lampu. Sehingga sangat hemat biaya.

Mulailah merubah pola hidup kita jadi lebih sehat dengan cara kita lebih peduli dengan air
minum yang kita konsumsi. Gunakan sarana filterisasi yang sudah terbukti keuntunganya.
Karena awali hidup sehat anda dengan air minum yang sehat.
Ketika anda kehausan di tengah terik matahari, apa yang terbayang dan
terlintas di dalam pikiran anda untuk mengatasi kehausan tersebut ? Es
batu. Ya es batu yang dicampurkan ke dalam segelas minuman. Wiiich
segarnya tenggorokan di tengah terik yang sangat menyengat lalu minuman
yang telah dicampur dengan benda padat dingin yang disebut es tersebut
mengalir dari mulut ke tenggorokan lalu ke perut. Rasa haus hilang
dengan seketika.

Tapi tahukah anda bahwa di balik rasa es batu yang kita anggap bisa
menghilangkan haus itu ternyata berakibat tidak baik bagi kesehatan?
Bukan karena dinginnya, tapi karena es batu berasal dari air yang tidak
steril. Banyak es batu yang dijual di pasaran berasal dari air yang tidak
bersih. Pabrik pembuat Es Batu sebagian besar tidak akan menggunakan
bahan air masak. Apalagi sampai menggunakan air mineral adalah hal yang
tidak mungkin. Sebab jika menggunakan air masak dan air mineral akan
menambah modal yang sangat tinggi. Maka pembuat es batu harus
mempertimbangkan seribu kali untuk menggunakan air masak dan mineral.

Solusi untuk mendapatkan keuntungan adalah air biasa yang didapat


dengan mudah bahkan bisa gratis. Di mana bisa didapat air seperti itu ?
Biasanya dari air sungai. Coba anda bayangkan apa saja yang ada di dalam
air sungai. Kotoran manusia, hewan, bangkai, sampah dll yang ada di sana.
Jika air sungai yang kotor itu dibuat menjadi es maka berarti anda
memasukkan segala macam kotoran sungai tersebut ke dalam perut anda.

Air sungai memang bisa kotor dan keruh. Tapi akal pembuat es/pihak pabrik
tidak kehabisan akal. Manfaatkan kapurit ( pemutih ) agar air bisa kelihatan
jernih dan putih. Dan setelah menjadi maka es akan menjadi putih dan
bening. Pada mulanya Es Batu ini hanya dimanfaatkan untuk membuat
bahan makanan seperti ikan, buah dan sayuran menjadi awet atau tahan
lama. Atau untuk mendinginkan minuman botol pada kotak2 yang tidak
memiliki sistem pendingin. Jadi tujuan utama didirikan pabrik es batu adalah
mengawetkan bahan makanan dan atau untuk mendinginkan botol
minuman. Celakanya para penjual makanan dan minuman menggunakan Es
Batu ini untuk dimasukkan pada minuman dingin yang mereka jual.

Seperti Apakah Bahaya Es Batu ?

Ada sebuah peneletian dan pengamatan. Penelitian ini dilakukan oleh sebuah
TV swasta. Tim investigasi dari TV tersebut mengambil contoh secara
random di beberapa penjual yang mencampurkan Es Batu pada aneka
minuman yang mereka jual. Lalu tim tersebut membawanya ke laboratorium
untuk mengetes kandungan dari es tersebut. Hasil sungguh menggidikkan
dan membuat bulu roma berdiri. Ternyata dalam es itu terkandung bakteri
E-COLI jauh di atas batas normal (10.000 – 20.000 per 100 mL). Dengan
lain kata, Es Batu ini mengandung bakteri hampir Setara dengan (maaf)
kotoran manusia. Berarti air Es Batu lebih kotor dari pada air toilet. Mulai
sekarang anda harus extra hati-hati jika suka mengkonsumsi minuman
dingin di warung tepi jalan atau restoran siap saji.

Lagi ?

Baru-baru ini ada sebuah penelitian menemukan bukti bahwa 70% di dalam
Es Batu yang disajikan di restoran siap saji lebih mempunyai banyak
kuman dibandingkan air toilet. Jasmine Roberts, seorang anak
perempuan yang baru berusia 12 tahun telah berhasil melakukan penelitian.
Dengan penelitian tersebut Jasmine berhasil meraih penghargaan proyek
sekolah menengah.

Ia membuktikan penelitian ini dengan mengambil sampel Es Batu dan Air


Toilet yang diambil dari lima restoran fast food yang berada di wilayah
Florida Selatan. Kemudian ia melakukan pengecekan bakteri dari sampel Es
Batu dan air toilet itu di University of South Florida. Hasilnya,
ditemukan bakteri E.coli yang biasanya terdapat dari sisa air pembuangan
yang menyebabkan timbulnya beberapa jenis penyakit.

"Bakteri ini seharusnya tak berada di dalam Es Batu. Jasmine


membantu kita memperingatkan adanya bahaya kesehatan yang
bisa disebabkan oleh Es Batu ini," demikian kata Dr. David Katz
kontributor masalah kesehatan ‘Good Morning Amerika’ seperti dilansir
detikhot dari ABC News.

Saran dan Kesimpulan

Jika memang anda suka mengkonsumsi yang dingin-dingin atau suka


minuman dengan dicampur es batu sebaiknya perhatikan hal-hal sebagai
berikut:

1. Sebaiknya tidak membiasakan minum minuman yang dicampur es


batu yang banyak dijual di warung di tepi-tepi jalan. Jika terpaksa minta
saja minuman yang hangat. Minuman hangat ternyata juga nikmat loh.

2. Kreteria Es yang baik adalah es yang dibuat dari air masak. Jika belum
dimasak maka pastikan bahwa air yang akan dijadikan es itu belum
tercemar seperti mata air pegunungan.

3. Minumlah es yang dalam proses pembuatannya benar-benar steril. Steril


maksudnya adalah es itu bersih dan aman untuk diminum.

Demikianlah artikel tentang bahaya mengkonsumsi minuman yang


dicampur es batu. Semoga menjadi perhatian kita semua untuk lebih hati-
hati di dalam mengkonsumsi minuman apapun walau kelihatannya lezat,
nikmat dan segar. Ingat, "Mencegah lebih baik dari pada Mengobati".
Semoga selalu sehat.
Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) tahun 2014 akan lebih ketat mengawasi pelaku
penjaja pangan di sekolah-sekolah dasar terutama penggunaan es batu. Kepala BPOM, Dr. Roy
A. Sparringa, M.App. Sc mengatakan masih banyak pedagang yang menggunakan es batu balok
terutama di pedagang jajanan anak sekolah.

"Kami akan mengawasi terus hai ini, es batu balokan itu menggunakan sumber air yang tidak
layak konsumsi. Tahun 2014 kami akan bekerjasama dengan beberapa pihak untuk menangani
hal ini. Es batu balokan mengandung bakteri dan menyebabkan beberapa penyakit yang
menyerang saluran pencernaan," ujar Roy seperti ditulis Kamis (9/1/2014).

Bakteri pada es balok ditemukan sama dengan yang ada pada tinja yaitu E-Coli, tidak hanya itu
ada juga kapang dan kamir serta bakteri salmonela. Karena hal itu menurut BPOM masalah es
batu balok ini bukanlah hal sepele, ini perlu pengawasan khusus.

"Ini yang belum banyak disadari masyarakat, misalnya es balok yang ada di bawah terus
dipotong dan dicampurkan ke minuman, itu bayangkan berapa banyak bakterinya. Es-es yang
dipakai itu bukan suplai makanan, bakteri yang ada di sana bisa mengancam kesehatan
seseorang," ujarnya.

Untuk itu BPOM akan melakukan pemeriksaan ke usaha-usaha kecil atau rumah yang
memproduksi es batu balokan bekerja sama dengan pemerintah daerah.

"Kami akan bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk turun langsung ke usaha-usaha es batu
balokan untuk mengawasi produksinya. Kami akan melihat sumber air apa yang digunakan,
bagaimana cara membuatnya, dan semuanya itu harus memenuhi standar keamanan pangan yang
aman, bersih dan bermutu," kata Roy.
Sebagian besar orang pasti menjawab MINUM ES. Apalagi minum es buah..hmmmm..
mantappp… Minum es sambil makan bakso atau makan mie ayam. Es adalah salah satu solusi
utama untuk melegakan dahaga yang kita rasakan apalagi setelah kita beraktigitas dan merasa
lelah dan juga di saat cuaca sedang panas atau pada saat musim kemarau tiba es bisa membuat
tubuh kita menjadi segar kembali.

Bagi para penggemar es berhati-hatilah karena sekarang ini banyak penjual es yang
menggunakan es balokan sebagai bahan utamanya. Taukah anda bahwa kegunaan es tersebut
sebenarnya adalah sebagai pengawet ikan agar tidak membusuk. Dan taukah anda bahwa es itu
dibuat dengan air yang belum di masak alias air yang masih mentah atau masih kotor. Banyak
sekali orang-orang yang belum tau akan semua itu mereka dengan enagnya menikmati es
tersebut tapi mereka tidak sadar bahwa itu bisa membawa penyakit bagi diri mereka. Taukah
anda cara pembuatan es balok tersebut??? cara membuatnya adalah pertama-tama mengambil air
sungai kemudian air itu di saring dan kemudian di beri kaporit supaya air menjadi kelihatan
bersih padahal sebenarnya di dalam es balok tersebut telah mengandung berbagai kuman yang
dapat menimbulkan berbagai macam penyakit.

Es yang baik adalah es yang di buat dari air yang sudah di masak dulu meskipun belum di masak
pastikan bahwa air itu belum tercemar seperti misalnya mata air pegunungan. Konsumsilah es
yang dalam pembuatannya memang benar-benar steril maksudnya steril disini adalah es itu
memang aman untuk di konsumsi. Apabila kita mengkonsumsi barang yang memang benar-
benar pantas di konsumsi kan yang untung kita sendiri bukan orang lain, sebelum semua itu
belum terlanjur alangkah baiknya kita mencegah diri kita agar tidak memakan atau meminum
sesuatu yang tidak layak untuk di konsumsi. S eperti kata pepatah “mencegah itu lebih baik
daripada mengobati”. Semoga artikel saya ini berguna dan bermanfaat bagi pembaca.
seiring berkembangnya jaman skrg..

es batu sekarang kebnaykan emank dibekukan dari air mentah bukan air yang telah dimasak
terlebih dahulu..

kemudian seiring dengan canggih nya teknologi skrg , es" BATU sekarang telah mengalami
metamorfosa juga..

ilmuwan sekarang ini telah menemukan cara untuk membuat ES BATU tadi menjadi lebih lama
cair nya (alias beku nya lebih lama)

FAKTANYA:

ILMUWAN SEKARANG INI MEMBEKUKAN "MOLEKUL AIR" tersebut..

itu sangat bahaya bagi tubuh kita, dmana sesudah kita meminum air es tersebut molekul air
tersebut belum tentu cair jika sudah berada di dalam darah...

bayangkan jika molekul tersebut menabrak bagian dari kolestrol yang menggempal / melekat di
sisi" pembulu darah dan kolestrol tersebut ternyata copot dari pembuluh darah...2 hal yang akan
terjadi..

1. pembuluh darah pecah (stroke)

2. penyumbatan pembuluh darah akibat kolestrol yang pecah di kepala (stroke) / penyakit
pembunuh no. 1 didunia, penyakit penyumbatan pada klep jantung (asterosklerosis)..

NB: lebih baik tidak minum air ES..

kalo terpaksa usahakan agan minum air es yang dingin disajikan melalui es batu, daripada air es
yang dingin melalui pendingin / kulkas gan..

smoga bermanfaat gan..


ane sndiri uda ampir setengah taon ga pegang dingin..

minum panas truz badan lebih enteng gan nyatanya..

maaf berantakan TS..

soalnya buru" ketiknya

CMIIW

Kebanyakan es batu atau es balok dibuat menggunakan air mentah. Tak jarang airnya berasal dari sungai
yang disuling dan ditambahkan bahan kimia sebagai penjernih. Kemudian dimasukan ke dalam
pendingin dan jadilah es batu atau es balok. Harga untuk satu es balok cukup murah hanya berkisar Rp
6.000 sampai Rp 7.000. Selain menggunakan bahan berbahaya, proses pembuatan es batu di pabrik
tidak dilakukan secara bersih dan steril. Menurut ahli pangan, bakteri yang ada dalam air mentah tidak
mati meski dalam kondisi beku. Bakteri baru bisa mati jika lama berada di lingkungan beku. Jika masuk
ke dalam tubuh, bakteri ini bisa membahayakan kesehatan.