Anda di halaman 1dari 4

SEL SURYA

Rosaldi Pratama* (140310170014), Julian Akmal S. (140310170012)


Program Studi Fisika FMIPA Universitas Padjadjaran
Sesi 1 : Pukul 09.30-14.30 WIB
Selasa, 1 Oktober 2019

Asisten: Firman Josua N.

Abstrak

Dalam percobaan ini yaitu tentang sel surya yang bertujuan untuk mempelajari efek fotovoltaik,
menentukan karakteristik sel surya, dan mengoptimalisasi konversi energi surya menjadi energi
listrik. Teknologi sel surya memanfaatkan efek fotovoltaik yaitu peristiwa terlepasnya electron dari
material semikonduktor ketika disinari oleh cahaya matahari yang mana energi dari cahaya
mmatahari harus lebih besar dibandingkan energi ambang dari material semikonduktornya.
Eksperimen ini dilakukan dengan menyusun alat yaitu sumber cahaya yang didepannya terdapat
detector sel surya yang dapat diatur-atur jaraknya, sehingga dapat terlihat pengaruh jarak terhadap
intensitas yang dihasilkannya. Dari hasil percobaan didapatkan hubungan-hubungan antara
parameter yang diukur dan yang dihitung, diantaranya adalah semakin jauh sel surya dari sumber
cahaya, maka intensitasnya akan semakin kecil. Semakin besar hambatan gesernya, maka
tegangannya semakin besar, sedangkan arusnya semakin kecil sesuai hukum ohm. Kemudian
didapatkan nilai Pmax adalah 0,2356 watt, nilai Voc adalah 1,92 volt dan nilai Isc adalah 0,16
Ampere dan efisiensi terbaiknya adalah bernilai 8,89%.
Kata kunci: Fotovoltaik, sel surya, semikonduktor, cahaya

I. Pendahuluan
Energi fosil merupakan energi utama yang
digunakan manusia dalam memenuhi kebutuhan
sehari-hari. Indonesia merupakan salah satu negara
yang sedang mengalami krisis energi. Pertumbuhan
penduduk indonesia yang terus meningkat
menyebabkan semakin besarnya konsumsi energi
listrik. Kesulitan terhadap energi yang semakin
meningkat tidak diimbangi dengan ketersediaan
cadangan energi yang cukup dalam hal ini berupa
energi fosil yang semakin lama semakin menipis dan Gambar 1. Prinsip kerja sel surya
lama-kelamaan akan mengalami kepunahan. Dalam
menanggapi masalah krisis energi yang terjadi, Sel surya konvensional bekerja menggunakan
manusia mulai mengupayakan dengan berbagai cara prinsip p-n junction, yaitu junction antara
untuk menanggapi masalah krisis energi ini semikonduktor tipe-p dan tipe-n. Peran dari p-n
diantaranya menggunakan energi alternatif seperti junction ini adalah untuk membentuk medan listrik
memanfaatkan energi cahaya matahari yang dapat sehingga elektron (dan hole) bisa diekstrak oleh
dikonversi menjadi energi listrik dengan material kontak untuk menghasilkan listrik. Ketika
menggunakan sel surya. Tujuan praktikum kali ini semikonduktor tipe-p dan tipe-n terkontak, maka
adalah mempelajari efek Fotovoltaik, menentukan kelebihan elektron akan bergerak dari semikonduktor
karakteristik sel surya, dan mengoptimalisasi tipe-n ke tipe-p sehingga membentuk kutub positif
konversi energi surya menjadi energi listrik. pada semikonduktor tipe-n, dan sebaliknya kutub
Photovoltaic (PV) efek adalah dasar dari konversi negatif pada semikonduktor tipe-p. Akibat dari
cahaya menjadi listrik dalam fotovoltaik, atau solar, aliran elektron dan hole ini maka terbentuk medan
sel. Dijelaskan sederhana, efek PV adalah sebagai listrik yang mana ketika cahaya matahari mengenai
berikut: cahaya, yang merupakan energi murni, susuna p-n junction ini maka akan mendorong
memasuki sel PV dan menanamkan energi yang elektron bergerak dari semikonduktor menuju kontak
cukup untuk beberapa elektron (partikel atom negatif, yang selanjutnya dimanfaatkan sebagai
bermuatan negatif) untuk membebaskan mereka. listrik, dan sebaliknya hole bergerak menuju kontak
Built-in-potensial penghalang dalam sel bekerja pada positif menunggu elektron datang.[2]
elektron tersebut untuk menghasilkan tegangan (yang
disebut photovoltage), yang dapat digunakan untuk
mendorong arus melalui sirkuit.[1]
2.2 Prosedur

Gambar 2. Semikonduktor p-n

Sel surya erat kaitannya dengan Tegangan open


sircuit (Voc) yang dibaca pada saat arus tidak
mengalirkan atau bisa disebut sama dengan nol
sedangkan Arus Short Sircuit (ISC) adalah arus
maksimal yang dihasilkan oleh modul sel surya
dengan mengshortkan kutub positif dan kutub negatif
pada modul sel surya.[3]

II. Metode Penelitian

2.1 Alat dan Bahan


Alat percobaan yang digunakan yaitu modul sel
surya sebagai pernagkat utama percobaan,
rheostat/potensiometer untuk cahaya mengatur besar
resistansi /hambatan, multimeter digital dua buah
untuk mengukur besaran-besaran listrik seperti Gambar 2.2 Prosedur Percobaan Sel Surya
tegangan, arus, dan hambatan. Power supply sebagai
sumber daya listrik pada percobaan, sumber cahaya Dalam percobaan ini terdapat beberapa
untuk memberikan cahaya pada sel surya, detector prosedur yaitu pertama adalah merangkai alat
(Thermopile) untuk memberikan cahaya pada sel percobaan seperti pada gambar 2.1. Selanjutnya
surya, air blower untuk memberikan/memperbesar adalah mengukur besarnya intensitas cahaya
tekanan udara, dan perlengkapan lainnya. menggunakan detector cahaya dengan variasi jarak
50 cm – 90 cm untuk kenaikan 10 cm. Kemudian
mengukur besarnya arus dan tegangan untuk variasi
hambatan geser dari 1 ohm – 5 ohm setiap kenaikan
1 ohm. Langkah selanjutnya adalah megukur
besarnya arus dan tegangan untuk variasi jarak dari
sumber cahaya yaitu 50 cm - 90 cm setiap kenaikan
10 cm dan variasi hambatan geser yaitu 1 ohm, 2
ohm, dan 3 ohm. Terakhir adalah mengukur
besarnya arus dan tegangan dengan menggunakan
lapisan filter warna mulai dari warna merah, kuning,
hijau dan biru.

III. Hasil dan Pembahasan


Gambar 2.1 Rangkaian alat percobaan
3.1 Data Hasil Percobaan

Tabel 3.1 Data Hasil Percobaan Pada Prosedur 1

Tabel 3.2 Data Hasill Percobaan Pada Prosedur 2


Tabel 3.3 Data Hasill Percobaan Pada Prosedur 4 𝐹𝐹 = 0,72
5. Menghitung Efisiensi untuk jarak 90 cm
𝑃𝑚𝑎𝑥
𝜂= 𝑥100 %
𝑃𝑖𝑛
0,23
𝜂= 𝑥100 %
0,02
𝜂 = 8,89%.

3.2 Analisa
Pada praktikum kali, kita mempelajari tentang sel
surya. Sebelum melakukan percobaan, terlebih
dahulu merangkai alat dengan menghubungkan
Tabel 3.4 Data Hasill Percobaan Pada Prosedur 6 multimeter digital dengan hambatan geser (Rbox).
Lalu, meletakkan sel surya di depan sumber cahaya
dan memvariasikan jaraknya. Pada percobaan
pertama, yaitu mengukur besarnya intensitas cahaya
menggunakan detector cahaya (Thermopile) dengan
variasi jarak 50 cm, 60 cm, 70 cm, 80 cm, dan 90 cm
dari sumber cahaya. Dari setiap variasi jarak kita
dapat melihat besar intensitasnya. Terlihat bahwa
semakin jauh jarak detector dari sumber cahaya,
maka besar intensitasnya makin kecil, ini
menandakan bahwa semakin jauh jaraknya, maka
cahayanya makn redup, dapat terlihat juga dari grafik
hubungan antara intensitas terhadap jarak yang saling
berbanding terbalik.
Pada percobaan kedua, adalah mengukur
besarnya arus dan tegangan ketika sel surya disinari
cahaya dan diberi hambatan geser (Rbox) dimana
Gambar 3.1 Grafik Hubungan Intensitas terhadap Jarak hambatannya, arus yang dihasilkan akan semakin
kecil, sedangkan tegangannya semakin besar. Hal ini
sesuai dengan Hukum Ohm. Dari hasil percobaan
tersebut diperoleh melalui perhitungan yaitu daayaa
dari setiap hambatan geser yang berbeda beda, daya
maksimum yang bernilai 0,2356 Watt. Tegangan
open circuit (Voc) sebesar 1,92 volt, arus short circuit
(Isc) sebesar 0,26 Ampere, nilai Fill Factor (FF) yang
berbeda beda dan efisiensi untuk setiap hambatan
gesernya. Dari nilai yang didapatkan secara khusus
suatu sel surya dikatakan bekerja dengan baik saat
nilai fill factornya adalah 1 pada hambatan geser 2 Ω,
Gambar 3.2 Grafik Hubungan Kuat Arus terhadap artinya sel srya bekerja dengan baik pada hambatan
Tegangan ini. Kemudian hubungan antara efisiensi dengan
intensitas, menunjukkan bahwa semakin tinggi
Pengolahan Data intensitasnya, efisiensinya semakn kecil. Grafik yang
1. Menghitng Daya (pada prosedur 2) untuk dihasilkan dari percobaan 2 ini yaitu grafk hubungan
hambatan geser 2 Ω. antara arus dan tegangan, dapat terlihat grafiknya
𝑃 = 𝑉. 𝐼 sesuai dengan karakteristik sel surya itu sendiri yang
𝑃 = 1,55. (0,152) memiliki daya maksimum, Voc, Isc, dan berbentuk
𝑃 = 0,23 𝑊𝑎𝑡𝑡 melengkung ke bawah.
2. Menghitung daya maksimum Pada percobaan ketiga yaitu mengukur besarnya
𝑃𝑚𝑎𝑥 = 𝑉𝑜𝑐. 𝐼𝑠𝑐 arus dan tegangan ketika jarak sel surya dengan
𝑃𝑚𝑎𝑥 = 1,55. (0,152) sumber cahaya divariasikan dari 50 cm sampai 990
𝑃𝑚𝑎𝑥 = 0,23 𝑊𝑎𝑡𝑡 cm untuk kenaikan 10 cm, dan juga dihubungkan
3. Menghitung Daya intensitas untuk jarak 50 cm dengan intensitasnya. Didapat bahwa semakin jauh
𝑃𝑖𝑛 = 𝐼𝑛𝑡𝑒𝑛𝑠𝑖𝑡𝑎𝑠. 50𝑐𝑚2 jaraknya/semakin kecil intensitasnya juga, maka
𝑃𝑖𝑛 = 9,5 𝐾𝑙𝑢𝑥. (50𝑐𝑚2 ) semakin kecil tegangannya dan mengakibatkan
𝑃𝑖𝑛 = 0,0475 𝑊𝑎𝑡𝑡 semakin kecil juga arusnya, sehingga daya yang
4. Menghitung Fill Factor untuk hambatan geser 3 Ω dihasilkannya juga semakin kecil. Hal ini berkaitan
𝑃 dengan efek fotovoltaik itu sendiri.
𝐹𝐹 = Pada percobaan keemapat yaitu mengukur
𝑃𝑚𝑎𝑥
0,17 besarnya arus dan tegangan dengan menggunakan
𝐹𝐹 = filter pada sel suryanya, yaitu filter merah, kuning,
0,23
hijau, dan biru. Setiap warna ini memiliki panjang
gelombangnya masing-masing dimana panjang
gelombangnya menurun untuk urutan filter merah,
kuning, hijau, dan biru. Sehingga didapatkan
semakin kecil panjang gelombangnya, maka
seharusnya tegangan dan arusnya semakin kecil,
karena energinya makin kecil juga.

IV. Kesimpulan
Dari percobaan yang telah dilakukan, dapat
simpulkan beberapa hal yaitu :
1. Efek Fotovoltaik adalah efek yang terjadi akibat
foton dari cahaya matahari dengan panjang
gelombang tertentu, jika energinya lebih besar
daripada energi ambang semikonduktor, maka akan
diserap oleh electron sehingga electron berpindah
dari pita valensi menuju pita konduksi.
2. Karakteristik sel surya dapat dilihat dari saat arus
dan tegangan yang keluar ketika sel surya dilakukan
penyinaran. Karakteristik sel surya pada percobaan
ini dipengaruhi oleh intensitas cahaya dan hambatan
geser yang diberikannya. Dari hasil percobaan
didapatkan pada hambatan geser 2 ohm, nilai
dayanya mencapai maksimum, artinya arus berada
pada saat short circuit (Isc) dan tegangan pada open
circuit (Voc).
3. Konversi energi surya menjadi energi listrik akan
optimal saat sumber cahaya yang dating tegak lurus
dengan detector dan saat jarak detector dan sumber
cahaya semakin dekat. Hal ini akan berpenngaruh
pada efisiensi dari sel surya itu sendiri yang
sebenarnya sangat berkaitan dengan irradiance, suhu,
dan susunan sel surya (disusun secara seri atau
paralel). Semakin besar irradiance, maka arus short
sircuit (Isc) akan semakinn besar. Kemudian semakin
kecil suhu, maka tegangan open circuit (Voc) akan
semakin besar dan susunan seri pada sel surya akan
meningkatkan tegangan, sedangkan susunan paralel
akan meningkatkan arus.

Daftar Pustaka
[1] Sears,Zemansky.1994.Fisika Untuk Universitas
2.Bandung : Bina Cipta.
[2] Anin,Chornelis.2015.Laporan Sel
Surya.https://www.academia.edu/5796492/Laporan
_Sel_Surya (diakses pada 7 Oktober 2019)
[3] Aisyah.2014.Panel Surya.
https://aisyahnyayu.com/2014/03/18/makalah-
konversi-energi-panel-surya/ (diakses pada 7
Oktober 2019)